My Game Boyfriend
Sebagian besar buku di sana adalah buku-buku favoritmu—para penulis yang dulunya menginspirasimu untuk mulai menulis sejak kamu masih muda.
Aku duduk perlahan di pinggiran tempat tidur, menatapnya dengan rasa penasaran yang mulai tumbuh. "Jadi... seperti apa dirimu dulu sebelum bertemu denganku?" tanyaku.
Ekspresi Arthur melembut mendengar pertanyaan itu, senyum tipis terukir di bibirnya. "Sebelum bertemu denganmu... aku hanyalah seseorang yang merasa tersesat," akunya pelan, lalu duduk di kursi dekat meja, berusaha tidak terlalu dekat namun tetap ada. "Aku sudah menjadi penyiar langsung di internet selama satu tahun lebih, tapi rasanya selalu tertekan. Selalu cemas soal penampilan, soal jum