Koma
Kedua tanduknya nanti keluar, kan, menakutkan.
"Lo ketawa?" tanya Rimba dengan tatapan tajam.
"E-enggak, siapa yang ketawa," kilahku takut-takut.
"Tadi lo ketawa!" tuding Rimba.
"Enggak."
"Lo ngetawain lukisan gue lagi kan?"
Astaga, sekarang bahkan dia lebih menakutkan.
"Gue bilang enggak, ya enggak."
Sebagai laki-laki sejati aku berusaha tegas, jangan sampai kelihatan letoi didepan perempuan meskipun dia putri PMS.
Hot Chapters