REUNI
"Gue nggak kenal lo sehari dua hari. Jadi, bisa tau. Apa ini jawaban ketika gue melihat akun Tama di laptop lo sebelum reuni?"
Ya Tuhan, aku harus menjawab apa? Siapa pun tolong aku. Aku benar-benar nggak berkutik, Danar seperti sedang membongkar rahasia besarku.
Aku menelan ludah kepayahan. "Da-Danar, lo jangan salah paham." Aku masih berusaha menyangkal.
"Lalu?"
Hot Chapters