Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Di Antara Dua Pilihan

Di Antara Dua Pilihan

Rembesing tresno (Tetesan rasa cinta) Tondho luhing netro roso (Air mata tanda tertinggi sebuah rasa) Roso rasaning ati (Rasa perasaan hati) Kadyo tirto kang suci (Seumpama air yang suci) Kawistoro jopo montro (Wewujud segala japa mantra) Kondang dadi pepadang (Terkenal jadi pencerah) Palilahing Sang Hyang Wenang (Dengan ridhonya Sang Maha Kuasa) * * *
10157.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.2K kali sebagai lirik miftahul jannah az zahir
Tampilkan Ulasan (27)
Baca
+Pustaka
Anggra
diluar nalar nih ceritany kk Lis..sekelas Daniel yg tampan dan tajir bisa dicuekin bahkn mngkin dselingkuhin..jrang² sih crita kk Lis yg istri slingkuh dbelkang suami...biasany jga suami yg mendua..pokoke cerita kk Lis slalu mmiliki wrna yg brbeda dr yg lain..semangat kk lis
Mrs.B
Maaf thor, izin promosiin novel teman ya. judulnya "DI ANTARA SUAMIKU DAN SAHABATNYA: RAHASIA DI BALIK KEHAMILANKU." Premis: Seorang istri yang terjebak di antara suami dan sahabat suaminya harus menyimpan rahasia kehamilan yang bisa menghancurkan pernikahan sekaligus persahabatan mereka.
Baca Semua Ulasan
Salahkah Aku Mencintaimu

Salahkah Aku Mencintaimu

ujarnya manja. "Siap Bidadariku," jawab Arjun bersemangat. "Sebutkan surrah apa yang ingin kau hafalkan?" tanya Arjun. "Nggak tahu Om." "Gimana kalau surrah An-Nas, surrah Al Ikhlas dan Surrah Al Kautsar?" tawar Arjun. "Iya boleh," sahut Nayna.
1012.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai lirik miftahul jannah az zahir
Baca
+Pustaka
Merajut Asa

Merajut Asa

Perjuangan hidupku begitu keras dan aku kembali dengan mata yang teramat lelah saat menyaksikan dunia sepertinya tidak akan berubah, tapi ketika tawamu hadir tawa itu mengudara mencariku tawa itu memperlihatkan padaku pintu-pintu kehidupan Stanza keempat dan kelima penuh dengan majas, tidak ada goresan pada lariknya. Textliner kembali dibubuhkan Joseph di stanza terakhir. Tertawalah pada malam, pada siang, pada bulan, tertawalah pada kekacauan jalanan di pulau ini
1062.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai lirik miftahul jannah az zahir
Tampilkan Ulasan (64)
Baca
+Pustaka
The Room Hijab
Salah satu novel terbaik yg ak baca di GN, susunan kalimatnya sangat apik dan detail dan mudah dimengerti jika diresapi dalam2 sangat menyentuh hati dan terbawa emosi. Sukses selalu buat authornya ditunggu karya selanjutnya yaa ka...
kyara
cerita yg bagus, banyak memberikan edukasi terutama korban kdrt agar berani speak up dan ilmu psikologi mengatasi tekanan dlm diri sendiri..semoga author slalu bs menghasilkan cerita yg " berisi" namun tetep santai penyajian nya.. tq thor, ditunggu karya selanjutnya
Baca Semua Ulasan
Belahan Jiwa

Belahan Jiwa

Kasihan ibu jika berjalan sendirian ke rumah. “Ayo Bu, kita pulang,” ajakku menggenggam tangan ibu yang sudah terlihat keriput. Akhirnya kami pergi meninggalkan pemakaman umum itu. Selangkah demi selangkah meninggalkan kenangan indah bersama bapak. Tak terasa air mata kembali mengalir ketika langkahku semakin menjauhi pemakaman. “Nak, sabar. Ini sudah menjadi takdir.” Suara ibu yang lembut terdengar menjadi penguat diriku.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai lirik miftahul jannah az zahir
Baca
+Pustaka
Sebening Cinta Anne

Sebening Cinta Anne

Bidadari tak bersayap datang padaku Dikirim Tuhan dalam wujud wajah kamu Dikirim Tuhan dalam wujud diri kamu Sungguh tenang kurasa saat bersamamu Sederhana namun indah kau mencintaiku Sederhana namun indah kau mencintaiku Sampai habis umurku Sampai habis usia Maukah dirimu jadi teman hidupku? Kaulah satu di hati Kau yang teristimewa Maukah dirimu hidup denganku? Diam-diam aku memandangi wajahnya Tuhan, kusayang sekali wanita ini Tuhan, kusayang sekali wanita ini Sampai habis nyawaku Sampai habis usia Maukah dirimu jadi teman hidupku? Kaulah satu di hati Kau yang teristimewa
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 213 kali sebagai lirik miftahul jannah az zahir
Baca
+Pustaka
Istri Yang Tak Dirindukan

Istri Yang Tak Dirindukan

Abdun bil bab yartaji latsmal a'tab Hamba yang berada di pintu berharap, agar dapat mengecup moqommu Jud bil jawab marhaban qod qobbalnah Kasihanilah kami dengan memberi jawaban "Kami telah menerimanya." Antal ma'ruf bil judi muqridl-dluyuf Engkau terkenal pemurah dan memuliakan tamu. Inni malhuf agishitsni bihaqqillah Sesungguhnya aku menderita bantulah aku demi Allah Antal habibul a'dhom sirrul mujib Engkaulah kekasih yang mulia, rahasia
9.4121.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai lirik miftahul jannah az zahir
Baca
+Pustaka
D E K A P

D E K A P

Tempuhlah, hadapilah, Hujan dan badai hanya sementara, Tunggulah pelangi yang mempesona, Kan datang dan menampakkan muka, Untuk kau si pejuang asa. Teruntuk diriku, (cr : https://www.hipwee.com/narasi/teruntuk-diriku-terimakasih-sudah-tangguh-dan-bahagia/)
107.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 145 kali sebagai lirik miftahul jannah az zahir
Baca
+Pustaka
Zahira (Bukan Inginku Jadi Madu)

Zahira (Bukan Inginku Jadi Madu)

tanya papa yang ikut membaca kertas tersebut. Farhan menatapku dengan sudut bibir yang masih setia melengkung ke atas. Sejak awal kami sudah sepakat dan ia segera mengumumkan nama tersebut pada keluarga. “Faza Lathief Maheswara. Faza berasal dari gabungan nama kami, Farhan dan Zahira, tetapi juga memiliki arti musim semi yang memiliki filosofi awal atau kehidupan baru. Kehadirannya adalah babak kehidupan baru untuk kami. Lalu Lathief berarti lembut, kami harap dia memiliki hati yang lembut dan penyayang. Dan terakhir Maheswara mengambil dari nama belakangku yang berarti melindungi. Semoga Faza kelak menjadi anak yang mampu melindungi orang-orang terkasihnya,” jelas Farhan panjang lebar.
106.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai lirik miftahul jannah az zahir
Baca
+Pustaka
From Mecca With Love

From Mecca With Love

Chitthi taaron mein bhi mera tu salaam rakhna (Baiklah, sekarang waktunya aku untuk pergi Ingatlah aku dalam doamu, Sebutlah namaku dalam ucapanmu, Jagalah kebaikanku di dalam hatimu, Simpanlah salamku dalam surat-suratmu) Andhera tera, maine le liya ujjlaa sitara tere naam kiya Channa mereya mereya Channa mereya mereya Channa mereya mereya Beliya o piya piya o piya (Kan kubawa kegelapanmu dan menamai bintang gemerlapku atas namamu Bulanku, sayangku, cintaku Bulanku, sayangku, cintaku Bulanku, sayangku, cintaku Sayangku, cintaku) ~Channa Mereya (Ost. Ae Dil Hai Mushkil)
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai lirik miftahul jannah az zahir
Baca
+Pustaka
GAGAL MENIKAH KARENA ORANG KETIGA

GAGAL MENIKAH KARENA ORANG KETIGA

Kuejakan sebaris asa dalam lantunan doa Dari relung jiwa menggambarkan keinginan Mencairkan napas yang tertahan di bening hati Menepiskan kegamangan dalam perjalanan fanaku Sekian waktu kumengembara dalam alam-Mu Meniti langkah mencari kisah indah yang hakiki Menanti tanpa letih sebentuk karunia-Mu Yang akan membawaku pada kesempurnaan diri Berderet kisah indah yang telah kutemui Berjuta kata bermakna puitis telah kusimak Penggalan bait-bait merujuk dan merayuku Lelah dan jemu atas pengagungan sebuah lahiriah Bila kelak datang sebentuk cinta atas karunia-Mu Jauhkanlah dari cinta yang mengagumi lahiriah semata Tetapkanlah sebentuk cinta pada jalan rida Ilahi
1065.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.0K kali sebagai lirik miftahul jannah az zahir
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status