Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Unexpected

Unexpected

Felix melanjutkan aksinya dengan menanggalkan rok yang dipakai Helena, sehingga tubuh di bawahnya hanya berbalut pakaian dalam. “Baik,” Helena menjawab sambil membusungkan dadanya karena tangan Felix telah menyelinap di bawah punggungnya untuk melepaskan pengait penutup bukit kembarnya. “Fel, jangan terlalu kuat,” Helena mengingatkan saat Felix mulai menyentuhkan ujung lidahnya pada salah satu puncak bukitnya yang telah menegang.
9.838.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 840 kali sebagai unfolding
Baca
+Pustaka
UNPLACED

UNPLACED

“Belum, Teh. Nanti akan ada karantina terus preliminary buat menjaring siapa-siapa yang masuk 10 besar. Nanti diumumkan di panggung. Selebihnya unplaced, deh.” “Unplaced?” Vika tidak benar-benar bertanya, tetapi ingin memastikan saja. Pasalnya, jika diartikan secara harafiah, kata itu berarti tidak ada tempatnya. “Ya, artinya mereka nggak kepilih. Cuma tepuk tangan doang di belakang.” Nah, berarti artinya sesuai yang seperti Vika pikirkan. “Kalau mau menang, harus apa atuh?”
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 113 kali sebagai unfolding
Baca
+Pustaka
PARALLEL

PARALLEL

“Ah, aku saja. Flo tinggal menilai benar atau tidaknya karena semua ini hanya spekulasiku saja.” “Aku mendengarkan.” Florence menyalakan pipa cerutu dan mulai mengisapnya. “Frosting Wood adalah wilayah paling utara di Vacuum, artinya wilayah ini berbatasan langsung dengan dimensi hitam. Jadi ketika energi negatif yang biasa ku sebut dengan dark energy menyeruak masuk, maka makhluk-makhluk yang tinggal di sini yang pertama terkontaminasi. Monster-monster hutan langsung berubah ganas, tapi tidak dengan NPC. Mereka mempunyai program yang kadang sangat berlawanan dengan sifat dark energy, jadi sudah sewajarnya Flo melawan sesuatu yang jahat dan hendak memasuki dirinya.”
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 108 kali sebagai unfolding
Baca
+Pustaka
REFLECTION

REFLECTION

Ia mengecek kembali jawaban yang diberikan oleh cermin itu pada lembaran tugasnya. “Waow, aku pikir mungkin saja ini jawaban asal-asalan, tapi sepertinya ini benar … aku akan memeriksanya.” Seledri lalu menuliskan sebuah operasi penjumlahan sederhana empat tambah dua kali lima. Ia lalu melakukan hal yang sama pada soal itu. Ia menunggu sesaat jawaban yang akan muncul nantinya. Empat belas. Itu adalah jawaban yang tepat.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai unfolding
Baca
+Pustaka
UNFINISHED PAST

UNFINISHED PAST

*** Rayyan mengambil handuk yang tergantung, ia memakai hairdryer sembari bercermin. "Aaaaa...." BERSAMBUNG.. ***
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai unfolding
Baca
+Pustaka
U

U

Rahasia yang selalu membuatnya tidak bisa memutuskan perasaannya kepada Yura. Informasi tersebut dikirim melalui chat dari beberapa grup kampus. Di dalamnya berisi sebuah foto screenshot yang diambil dari sosial media F******k. Foto tersebut menunjukkan dua orang pria yang saling merangkul dan tersenyum didepan kamera. Itu seperti foto biasa yang dilakukan oleh seorang pria bersama temannya. Tidak ada yang aneh dari foto tersebut. Tapi di dalam foto screenshot itu menunjukkan sebuah tulisan yang tidak biasa.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai unfolding
Baca
+Pustaka
REUNI

REUNI

Seperti sedang mengunyah marsmellow, aku pun terus membalas tak kalah lembut. TAMAT author note's : Akhirnya aku bisa menamatkan cerita ini di sini. Terima kasih yang udah ikut hijrah ke sini. yang belum kasih ulasan bintang lima, aku tunggu yaaa. Jangan lupa vote banyak-banyak hehe. Karena itu sangat berarti buatku. See you next time di ceritaku selanjutnya. ________ DESCLAIMER : Oh, ya. Yang mau baca Extra Part bisa dibaca di Karyakar*a, dengan akun Ice Coffe, judul sama REUNI. Bisa dibaca via web nggak perlu d******d aplikasinya.
1015.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai unfolding
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Yuli F. Riyadi
Halooo, Selamat Datang di Goodnovel. Ini cerita keempatku di sini. Semoga kalian suka membaca kisah Wina-Tama-Giko-Danar. Mereka akan menemani kalian tiap hari hingga tamat. Yuk! ramaikan dan jangan lupa tinggalkan review lima bintang .........
arwa
biasanya aku kurang suka baca cerita yg ceritanya cuma dr sudut pandang satu doang,,,tp ini lain,rasanya harus lanjut baca terus,bagus si,sayang nemu cerita ini baru,,,, habis ini enaknya lanjut cerita yg mana kak??
Baca Semua Ulasan
The (Un)Completed

The (Un)Completed

Now it's back to the way we started Bel pintu masih berdentang ketika pintu tiba-tiba terbuka dan Papa berdiri di hadapanku sambil tersenyum lebar. “Adhela pulang, Pa,” aku tersenyum penuh kebahagiaan sekaligus lega karena bukan Mama atau Alena yang membuka pintu rumah. “Hei Pumpkin,” Papa langsung memeluk dan memutar tubuhku dengan semangat. Kebiasaan yang selalu dilakukan oleh beliau sejak aku kecil dan berlangsung hingga sekarang, “Selamat ulang tahun!”
65.3K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai unfolding
Baca
+Pustaka
Unforgettable

Unforgettable

Saat Anna hendak pergi ke toilet, tak sengaja ia meninggalkan handphone berharganya di atas meja cafe dengan Michael yang berada tak jauh dari handphone tersebut. “CTINGGG!” Dari kejauhan Michael melihat sebuah notifikasi dari nama universitas pemberi beasiswa Anna yang tak lain adalah universitas milik keluarga Michael sendiri. Nalurinya membuatnya ingin tahu sampa-sampa tak sengaja membaca isi pesan email tersebut yang mengatakan jika pihak universitas sungguh berterima kasih atas usaha Anna untuk menutupi pengembalian uang bulanan dari orang lain terlepas dari yang seharusnya Anna mendapatkan kembali uang bulanan dan semesternya.
1010.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 369 kali sebagai unfolding
Baca
+Pustaka
UNSTABLE RELATE

UNSTABLE RELATE

Aku turun dari mobil bersama Stefan. Bak disambut hangat oleh bunga-bunga di taman, angin mulai bertiup kencang ke arah Utara hingga bunga-bunga tampak bergoyang dengan kelopaknya yang sedang bermekaran. Berjalan menuju bunga tersebut, satu per satu kusentuh dengan kelembutan dan tersenyum kepada para bunga. Mereka banyak jenis dan berwarna-warni. Mereka yang telah membuatku tampak tenang dan rileks. Aku adalah penyuka bunga, maka tak heran jika Mas Gunawan membawakan seikat bunga untukku.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai unfolding
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status