Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Sepucuk Surat Cerai Memisahkan Kita Selamanya

Sepucuk Surat Cerai Memisahkan Kita Selamanya

Demi membuatku keguguran, putraku yang baru berusia enam tahun, Jack, sengaja menipuku agar memakan kue yang memicu alergiku. Di depan ranjang rumah sakit, dia bersembunyi di balik punggung suamiku, Steven Keraf. Dengan raut wajah kaku, Jack menolak untuk mengaku salah dan berkata, "Nenek bilang kalau Mama melahirkan adik perempuan, Mama nggak akan jadi cerai dengan Papa. Aku nggak mau Mama jadi mamaku lagi, aku lebih suka Tante Bianca!" Steven menimpali dengan nada dingin, "Kita bisa punya anak lagi. Soal Bianca ... dia memang lebih cocok mendidik Jack dibandingkan dirimu." Hatiku mati total. Keesokan harinya, begitu keluar dari rumah sakit, aku pulang dan mengosongkan seluruh barang milikku. Hanya tersisa sepucuk surat perjanjian cerai dan surat pemutusan hubungan ibu dan anak dengan Jack.
Short Story · Romansa
10.0K viewsCompleted
Read
Add to library
Tanpa Riuh Badai, Tanpa Hangat Mentari

Tanpa Riuh Badai, Tanpa Hangat Mentari

Jeremy Senjaya menunda pernikahan selama seminggu demi proyek mendesak di luar negeri. Aku memahaminya. "Urusan proyek lebih penting. Cepat pergi, cepat pulang ya." Hari pertama setelah Jeremy pergi, penyiar wanita populer perusahaan, Wanda Jiwanto, mengirim foto. Dalam foto itu, Jeremy berciuman dengannya di bawah aurora Negara Isvara yang memukau. Aku tidak menelepon untuk menanyai gadis itu, hanya diam-diam membatalkan jamuan pernikahan yang sudah dipesan. Hari kedua, Jeremy berlutut di satu kaki di pantai biru yang romantis, memakaikan cincin lamaran berlian tiga karat di jari Wanda. Tanpa memberi tahu siapa pun, aku pergi ke rumah sakit dan menggugurkan anak dalam kandunganku. Hari ketiga, Jeremy dan Wanda terlibat dalam permainan erotis di sebuah penginapan tepi pantai. Aku menemui ibu Jeremy dan mengatakan aku tidak berencana menikah dengan pria itu lagi.
Short Story · Romansa
1.1K viewsCompleted
Read
Add to library
Cinta yang Terlambat: Karma 99 Permainan

Cinta yang Terlambat: Karma 99 Permainan

Demi menemukan kalung pusaka keluarga kekasihku, aku rela bertahan di tengah demam 40 derajat celcius, merangkak di tengah hujan selama lima jam penuh. Dengan sisa tenaga yang ada, aku berniat segera pulang untuk beristirahat setelah berhasil menemukannya. Namun, karena khawatir pada kekasihku, aku kembali lagi. Akan tetapi, pemandangan di depan mataku menghancurkan segalanya. Aku melihat kekasihku membuang kalung itu ke tempat sampah dengan santai, lalu tertawa terbahak-bahak bersama teman-temannya. "Kak Gading keren! Demi membalas dendam pada kakaknya Sekar Danantya, kamu sampai tega menyiksa adiknya seperti itu. Kalau kakaknya tahu, dia pasti bakal mati saking marahnya!" "Sekar itu juga bego banget sih, sudah dikerjain 90 kali lebih masih saja nempel kayak perangko. Dia nggak sadar apa, kalau cuma Manda Hapsari yang ada di hati Kak Gading?" "Lagian salah kakaknya Sekar sendiri sih, cari gara-gara sama Gading Bramantyo. Tunggu saja sampai genap 99 kali. Begitu video-video ini dikirim ke kakaknya, wah, fiks bakal kena mental tuh orang!"
Short Story · Romansa
1.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Cinta Ini Tak Lagi Punya Kesempatan

Cinta Ini Tak Lagi Punya Kesempatan

Ketika Maria Wijaya keluar dari kantor catatan sipil untuk kesembilan kalinya, hal pertama yang ia lakukan adalah menelepon orang tuanya yang berada jauh darinya. “Ma, aku dan Arhan cerai lagi.” Ia bersandar pada pohon mahoni di pinggir jalan. Suaranya terdengar lelah. “Kali ini aku nggak mau rujuk lagi. Keluarga Satria terus membujuk agar aku melakukan pernikahan aliansi dengan mereka, kan? Aku akan melakukannya.” Di seberang sana, ibunya lama terdiam sebelum akhirnya menghela napas. “Maria, kamu yakin? Anak dari Keluarga Satria itu sudah dua tahun terbaring sakit. Kamu tidak akan bahagia jika menikah dengan…” “Aku tidak peduli,” ucap Maria memotong ucapan ibunya, matanya merah berkaca-kaca. “Ma, semakin cepat pernikahannya, semakin baik.”
Short Story · Romansa
5.4K viewsCompleted
Read
Add to library
Ibu Tiri yang Buta Hati

Ibu Tiri yang Buta Hati

Ayahku menderita gangguan bipolar parah. Ketika aku berumur delapan tahun, rumahku dirampok dan ibuku dibunuh. Aku kehilangan satu mata ketika melindungi ayahku dari serangan pisau. Setelah itu, aku menjadi harta paling berharga dan paling dilindungi ayahku. Menjadi titik paling sensitif yang tidak boleh diusik. Seorang teman sekelas menertawakan mataku yang buta. Beberapa hari kemudian, termosnya tiba-tiba meledak dan membutakan matanya. Anak nakal di sekolah mencoba merundungku. Keesokan harinya, dia mengalami patah tulang tangan dan kaki karena kejatuhan benda berat, lalu ditinggalkan di gang terpencil. Bisnis ayahku berkembang pesat dan metode bisnisnya semakin agresif. Tapi aku tetap menjadi kesayangannya. Siapa pun yang berani mengganggu putri Ditya Danaraja akan menghadapi konsekuensi yang tidak terbayangkan. Dan aku sangat beruntung. Lembaga penelitian medis terkemuka di luar negeri menawarkan cara untuk membantuku melihat kembali. Pada hari ketika aku melihat kembali, aku menerima undangan pernikahan ayahku. "Kiara, Ayah punya ibu baru untukmu." "Saat kamu pulang, akan ada satu orang lagi yang bisa selalu mencintaimu!" Ayah berkata bahwa ibu baruku itu lembut dan baik hati. Siang malam menanti-nanti ingin bertemu denganku. Hatiku sangat tersentuh dan aku menyiapkan hadiah untuknya dengan penuh perhatian. Tapi, dia menyuruh pengawalnya untuk mengikatku di sebuah pabrik kosong. "Masih muda bukannya belajar, malah ingin merebut suami orang. Dasar murahan!" "Beraninya kamu mencuri perhiasan milik istri pertama suamiku?" "Tunggu saja, aku akan mengulitimu!"
Short Story · Romansa
4.9K viewsCompleted
Read
Add to library
Setelah Pergi, Cintamu Tak Lagi Kubutuhkan

Setelah Pergi, Cintamu Tak Lagi Kubutuhkan

Di layar HP terlihat seorang perempuan mendesah manja tanpa henti. “Jason, kamu hebat banget .…” Suara napas tertahan Jason Dharma terdengar berat dan kasar melalui pengeras suara. Aku langsung matikan HP-ku. Dalam pantulan hitam layar HP, terlihat wajahku yang basah oleh air mata. Aku dan Jason sudah pacaran sejak kuliah sampai akhirnya kita sampai di pelaminan. Lima belas tahun lamanya kami saling cinta seperti hari pertama kita baru pacaran, jadi pasangan idola yang sering dipuji banyak orang. Namun hanya aku yang tahu kalau hati Jason sudah lama berubah. Ia jatuh cinta pada asisten yang aku pilihkan sendiri untuknya. Kata-kata manis yang dulu hanya untukku, kini ia bisikkan ke perempuan itu. Aku pura-pura nggak tahu. Jason diam-diam punya seorang anak dengannya. Aku nggak nangis, juga nggak buat keributan. Ia kira semua kebohongannya tersusun sempurna tanpa cela. Ia nggak pernah sadar kalau aku sudah lebih dulu menarik diri dan siap-siap untuk pergi. Jadi, pada hari ulang tahunnya, hadiah yang aku berikan adalah perpisahan untuk selamanya.
Short Story · Romansa
1.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Sayap yang Terlepas dari Belenggu

Sayap yang Terlepas dari Belenggu

Di tahun keenam pernikahannya dengan pewaris ternama dari kalangan elit Moska, Saskia Prameswari berniat mendirikan dana perwalian untuk putra-putri kembarnya. Namun kenyataan datang seperti pukulan telak saat petugas memeriksa berkasnya. “Maaf, Bu. Dana ini hanya bisa dibuat langsung oleh orang tua kandung anak-anak,” kata petugas itu sambil menggeleng. Saskia terkejut. “Aku… aku sudah melampirkan akta kelahiran. Aku ibu dari kedua anak ini!” Tak disangka, tatapan petugas itu berubah aneh. “Bu… sekarang semua data sudah terhubung secara daring. Dokumen palsu mustahil lolos sistem. Hasil verifikasi menunjukkan… ayah anak-anak ini memang Bagas Pradipta. Tapi ibu mereka bukan Anda… tapi Claudia Atmadja.” Saskia terdiam. Bibirnya bergetar. “Apa… maksudmu?” tanyanya lirih. “Kedua anak ini, sama sekali nggak ada hubungan dengan Ibu,” jawab petugas itu dingin. Tubuh Saksia membeku. Pikirannya kosong. Claudia Atmadja… Cinta pertama yang selalu membekas dalam di hati Bagas. Permusuhan keluarga membuat mereka berpisah sejak lama. Dan sekarang… anak-anak yang dia kandung selama sepuluh bulan, yang dia lahirkan dengan taruhan nyawa… justru tercatat sebagai anak Bagas dan Claudia. Bagaimana bisa?!
Short Story · Romansa
13.0K viewsCompleted
Read
Add to library
99 Kali Lamaran Berakhir Jadi Prank

99 Kali Lamaran Berakhir Jadi Prank

Di hari jadi kelima kami, Jeksen berlutut di tengah ucapan selamat semua orang. “Reiny, maukah kamu menikah denganku?” Namun, wajahku tetap datar tak berekspresi. Sesuai dugaan …. Detik berikutnya, Jeksen melempar cincin di tangannya, membakar gaun pengantin, dan menghancurkan seluruh dekorasi lamaran. Teman masa kecil kesayangannya tertawa terbahak-bahak melihat semua ini. Ini bukan pertama kalinya. Jeksen sudah melamarku 99 kali. Semuanya hanya demi membuat sang teman masa kecil yang depresi itu tertawa. Teman-temannya bersorak sambil mengejek, “Kenapa kali ini Kak Reiny malah sok jual mahal? Cepat terima dong!” “Kami mau lihat kamu ketakutan sampai menangis lagi!” Hatiku tenang, tanpa riak. Aku pun berkata dengan suara datar, “Maaf, aku sudah bertunangan. Baru dua hari yang lalu.” Jeksen tertegun sejenak, lalu mencibir, “Selain aku, siapa lagi yang mau sama kamu?” Semua orang tertawa keras, bahkan mulai bertaruh kapan aku bisa mendapatkan pasangan untuk nikah. Tapi mereka tidak tahu …. Begitu mendengar aku dilamar, pasanganku langsung bergegas kemari untuk merebutku kembali. Sekarang dia sudah dalam perjalanan ….
Short Story · Romansa
1.3K viewsCompleted
Read
Add to library
Cinta yang Tepat Untuk Orang yang Pantas

Cinta yang Tepat Untuk Orang yang Pantas

Menjelang malam pernikahan, pacarku mengirim pesan kepada cinta lamanya. [ Orang yang selalu ingin kunikahi, tetap hanya kamu. ] Hari pernikahan semakin dekat. Aku melihatnya sibuk ke sana kemari, menyiapkan segalanya sesuai dengan selera cinta lamanya. Aku membiarkannya begitu saja. Sebab, aku tidak lagi menginginkan pernikahan ini ... ataupun dirinya.
Short Story · Romansa
12.1K viewsCompleted
Read
Add to library
Terjebak dalam Fase yang Keliru

Terjebak dalam Fase yang Keliru

Tiga hari sebelum pernikahan, saat aku merapikan barang-barang lama, aku teringat kapsul waktu yang pernah aku kubur bersama Cedrius sepuluh tahun lalu. Namun setelah mendengarnya, wajah Cedrius langsung menegang. Dia menasihatiku agar tidak pergi, sambil berkata, "Sudah terlalu lama berlalu, mungkin sudah digali orang." Aku tidak terlalu memikirkannya dan pergi sendiri ke almamaterku. Tetapi di lokasi penguburan itu, aku justru menggali lima kotak besi dengan ukuran yang berbeda-beda. Dua di antaranya adalah milik aku dan Cedrius yang kami kubur sepuluh tahun lalu, sudah penuh karat. Tiga sisanya, satu juga dipenuhi karat, sementara dua lainnya masih sangat baru. Pada kotak lama itu, terukir nama Rosaline. Di atasnya tertulis: [Cinta rahasiaku adalah kekacauan batin yang hanya kujalani seorang diri. Cedrius, semoga kamu bahagia.] Aku teringat, dia adalah seorang teman sekelas perempuan yang tidak terlalu menonjol, duduk di bangku belakang kami. Sedangkan pada dua kotak yang masih baru itu, masing-masing terukir nama Cedrius dan Rosaline. Tanggal penguburannya adalah hari ini. Pada kotak milik Cedrius tertulis: [Penyesalan terbesar dalam hidupku adalah aku nggak bisa memberimu sebuah pernikahan.] Dan pada kotak milik Rosaline tertulis: [Penyesalan terbesar dalam hidupku adalah aku nggak bisa secara terang-terangan mengucapkan kepadamu satu kalimat: Selamat menikah.]
Short Story · Romansa
2.1K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
1920212223
...
40
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status