Short
Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku

Kuburan Cinta Hubungan Sepuluh Tahunku

Par:  MukinaComplété
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Chapitres
3Vues
Lire
Ajouter dans ma bibliothèque

Share:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Di pesta pertunangan, hanya karena aku menolak karangan bunga duka dari kertas persembahan yang diberikan oleh adik tingkatku, Doni Arkana langsung mengubah tempat pertunangan itu menjadi rumah duka. Dengan mengenakan pakaian berkabung, Doni menyerahkan sebuah keranjang bambu berisi uang kertas persembahan kepada Coni Suryandi, dan berkata dengan penuh niat jahat, "Yang Coni bilang memang benar, pernikahan itu seperti kuburan cinta, jadi ini justru sangat cocok." Uang kertas persembahan berserakan di lantai, mengubur sepuluh tahun kisah cinta di antara kami. Tetapi ketika mempelai pria di pernikahan itu bukan lagi dirinya, dia justru menangis dan memohon agar aku tidak pergi. Aku tersenyum dan bertanya kepadanya, "Baru sekarang datang untuk melayat? Apa nggak terlambat?"

Voir plus

Chapitre 1

Bab 1

Plak!

Ayahnya Doni, Yudi Arkana, untuk pertama kalinya menampar Doni! Leher Pak Yudi sampai memerah karena amarah. "Kau sudah gila! Usir orang itu keluar dari sini sekarang dan segera minta maaf ke Sheila!"

Wajah Doni terlempar ke samping, pipinya langsung merah dan membengkak, tetapi dia justru terkekeh pelan seolah dalam suasana hati yang sangat baik.

"Minta maaf untuk apa? Ini kan pesta pertunangan aku dan Sheila. Dia saja nggak komentar apa pun, kenapa kau yang repot dan ikut campur di sini?" Doni merangkul bahuku, napas hangatnya menyentuh telingaku. "Benar kan, Sheila?"

Untuk pertama kalinya aku mengabaikan pria itu, hanya menatap kelopak-kelopak mawar berserakan di kakinya dengan tenang.

Bunga-bunga itu sangat sulit dipesan pada musim ini, aku bahkan mencari cukup lama sebelum berhasil mendapatkannya.

"Kau tahu apa yang kau lakukan?" bisikku.

Senyum Doni membeku, kesombongan di sorot matanya menghilang tanpa jejak. Dia perlahan melepaskan tangannya yang merangkulku, seolah tidak mau percaya bahwa kali ini antara dia dan ayahnya, aku tidak berada di pihaknya.

"Tentu saja aku tahu. Bukannya ini cuma acara pertunangan? Aku sudah patuh mengikuti keinginanmu, kan?" Wajah Doni tanpa emosi saat mengambil cincin dari nampan di sampingnya dengan santai. "Ini cuma acara memasang cincin saja, kenapa kalian semua tegang begitu?"

Dia pun mengulurkan tangan dan meraih tangan kiri Coni, lalu menyematkan cincin itu ke jarinya.

"Apa kau suka?"

Coni langsung tampak gembira dan penuh keterkejutan. Dia memeluk lengan Doni dengan malu-malu. "Suka, aku suka sekali. Tapi aku takut Kak Sheila marah."

"Kenapa marah? Nggak masalah siapa yang pakai, kan?" Doni menatapku dengan tajam. Dia selalu membenci ayahnya dan akan melakukan apa pun untuk menentangnya. Ini adalah balas dendam Doni karena aku tidak membelanya tadi.

Aku tersenyum dan meletakkan kembali kalung pusaka keluarga yang seharusnya diberikan kepada pasanganku.

"Benar sekali. Diberikan kepada siapa pun sama saja."

Melihatku setuju dengan ucapannya, wajah Doni semakin muram. Dia berbicara dengan suara yang hanya bisa didengar oleh kami berdua, "Haruskah kau melawanku hari ini? Apa kau nggak bisa melampiaskan amarahmu nanti di rumah saja?!"

Dia menggertakkan gigi, hatiku pun mulai merasa muak.

Perselisihan antara Doni dan ayahnya sudah lama terjadi. Mereka punya banyak waktu dan kesempatan, namun dia bersikeras untuk melakukannya di hari pertunangan kami, bahkan dengan cara seperti ini.

Sebelum aku sempat berbicara, ibunya Doni, Bu Lidia, buru-buru mencoba meredakan situasi.

"Sheila, Doni nggak bermaksud begitu. Kalian berdua sudah bersama bertahun-tahun, bukannya kau yang paling mengerti dia? Jangan tersinggung. Keluarga kami hanya mengakui kau sebagai menantu. Cincin ini sudah kotor, kita akan beli yang baru."

Doni mencibir, wajahnya penuh ejekan. "Pura-pura saja. Cincin ini baru disentuh sedikit tapi sudah dianggap kotor? Nona Sheila bahkan sudah kusentuh dari atas sampai ke bawah, apa kau juga menganggap dia kotor?"

Aku membeku, tidak berani melihat ekspresi kedua orang tuaku.

Ini adalah pesta pertunangan yang kudapatkan setelah berlutut di tengah salju selama sehari semalam.

Coni di samping langsung tertawa.

"Kupikir Kak Sheila itu polos dan suci, ternyata dia hanya perempuan murahan yang tahu cara menggoda di ranjang. Kak Doni, coba ceritakan seperti apa dia di ranjang?"

"Kau berani!" Pak Yudi meraung marah, dia meraih botol anggur dan hendak melemparkannya, tetapi aku menghentikannya.

Doni terlihat sangat puas, sama sekali tidak menahan diri, dan mengikuti kata-kata Coni.

"Kau nggak tahu betapa indahnya suara Sheila di ranjang..." Aku tidak tahu ekspresi apa yang dia lihat di wajahku, tetapi dia langsung berhenti dan menatapku dengan intens, tidak mampu mengucapkan sepatah kata pun.

Coni masih terus mendesak, namun Doni mendorongnya menjauh, lalu memanggil namaku dengan lembut, "Sheila..."
Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Latest chapter

Plus de chapitres

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Pas de commentaire
10
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status