Forever Hours
ketusnya.
"Bukan gitu, April." Fira menghela napas lelah. Kepalanya tiba-tiba berdenyut. Dari nada bicara itu, ia tahu jika April hanya bercanda. Namun, tetap saja ia harus meluruskan. "Aku pikir, itu enggak terlalu penting buat diceritakan."
Gadis dengan rambut bergaya bob itu mengangguk beberapa kali; pertanda paham. "Ya, ya, ya, kayaknya dia emang mau deketin kamu, deh. Aku tim menunggu jadian."
Bab Populer