author-banner
Autumn
Autumn
Author

Novels by Autumn

Salah Kamar

Salah Kamar

Natha Bree Wijaya adalah seorang gadis tomboy yang memiliki kebiasaan unik. Dia suka melakukan balapan liar dan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan oleh perempuan. Hingga suatu hari dia berbohong kepada orang tuanya, dia pergi berlibur secara diam-diam ke kota Bandung. Disana ada kejadian unik yang dia alami, dimana dia digrebeg oleh sat pol pp saat sedang berduaan dengan seorang pria yang tidak dikenalnya. Pria itu bernama Kenzie Ganendra yang gila dalam pekerjaannya, lelaki misterius yang sekarang menjadi suami Natha. Kini setiap hari Kenzie harus direpotkan dengan setiap masalah yang ditimbulkan oleh Natha. Apakah dua pasangan yang disatukan karena kesalahan akan menjadi pasangan yang sempurna nantinya.
Read
Chapter: Tantangan
Natha menoleh ke arah Jenny. Seakan tak percaya dengan apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu. Yakali, videonya sampai kesebar gitu. Malu banget dong.“Ah, nggak ... Nggak mungkin, yang bener aja lo, Jen.” Natha menggelengkan kepalanya tak percaya.“Lo ke mana selama beberapa hari ini? Jawab jujur, Nath? Lo nggak buat masalah gede, kan? Gue trauma sama masalah-masalah elo, Nath," lanjut Jenny sembari mengusap kedua lengannya terlihat bergidik ngeri menatap ke arah Nata. Dia menggeleng seakan tak mau tahu dengan masalah baru Natha kali ini. Sahabatnya itu memang terkenal sebagai biang kerok ahlinya para ahli masalah di kehidupannya. Yah, bisa mendapatkan penghargaan Miss biang masalah sih kalo ada.Mengingat kelakuan aneh Natha saja, Jenny sering ikut migrain. Dia sempat melihat dari salah satu video yang di share di grup kelas oleh anak-anak. Jelas jika wajah wanita yang di grebek di sebuah hotel itu sangat familiar baginya. Natha-lah pemilik wajah itu.“Ah, lo jangan ngadi-ngadi ya,
Last Updated: 2025-03-01
Chapter: Keluarga Aneh
“Sepertinya ada darah tarzan yang mengalir di tubuh istriku,” ujar Kenzie.“Apa kamu bilang?”Deg.Kenzie segera menoleh ke arah suara itu.“Eh Pa,” jawab Kenzie dengan senyum sedikit kikuk. Bagaimana tidak dirinya membicarakan keburukan istrinya tepat di depan mertuanya.Kenzie segera menghampiri Anantha lalu menyalami tangan papa mertuanya. Yang langsung di sambut hangat oleh Anantha.“Kamu yang sabar ya, maklum istri kamu itu setengah laki-laki, nggak tahu dulu sepertinya dia ingin lahir menjadi lelaki. Tapi pas pembagian kelamin dia nggak datang. Nah makanya kan jadi nggak songkron sifat sama sama gender,” kelakar AnanthaKegugupan Kenzie mendadak sirna mendengar ucapan mertuanya saat ini.Ternyata Papa mertuanya tidak segarang yang dia bayangkan.“He ... He iya Pa, Mama di mana kok dari tadi saya nggak lihat,” tanya Kenzie. Dia berusaha mengalihkan pe
Last Updated: 2021-05-09
Chapter: Trauma Masa Lalu
"Whitney!" Seru Kenzie. Seekor angsa berwarna putih muncul dengan anggunnya."Soang!" Jerit Natha, dirinya langsung melompat ke dalam pelukan Kenzie."Kamu kenapa?" Kenzie terlihat keheranan, ketika melihat wajah yang berada di hadapannya menjadi putih memucat dalam seketika."I-itu jauhain Soangnya." Natha mengeratkan pelukan tangan dan kakinya ke dalam pelukan Kenzie."Iya-iya ... tapi turun dulu! Nanti kita bisa jatuh berdua," ujar Kenzie."Nggak mau, pokoknya nggak mau itu nanti kepalaku di petok. Aku nggak mau," jerit Natha.Sesekali Natha melihat angsa yang ada di bawah kaki Kenzie, lalu membenamkan kembali wajahnya di dalam ceruk leher Kenzie."Kenapa sih, dia nggak bakal metok orang Nath, aku udah pelihara dia dari dia masih kecil," ujar Kenzie meyakinkan istrinya itu.Natha masih tetap dalam posisinya. Memeluk Kenzie dengan eratnya, tubuhnya sekarang menjadi bergetar. Keringat dingin mengucur di dahi Natha.M
Last Updated: 2021-04-25
Chapter: Sakit Nggak Boleh Gengsi
"Gimana? Emang kamu nggak sakit?" Kenzie menaikkan sebelah alisnya."Udah dong Ken, itu terus di bahas." Natha tersipu malu."Ya 'kan kamu yang mulai. Gimana sih Nath?" Kenzie mencubit gemas pipi Natha.Lalu mengecup bibirnya sekilas."Kebiasaan deh, udah aku mau mandi." Natha menarik selimut yang menutupi keduanya.Sementara Kenzie terkesiap, karena ulah Natha. Pasalnya keduanya memang benar-benar naked selama tidur.Dengan cepat Kenzie menutupi barang berharganya dengan bantal. Ingin sekali dirinya menerjang istrinya namun nyalinya ciut menyadari dirinya akan kalah beradu jotos dengan istrinya yang unik itu."Nggak gitu juga caranya dong, Natha!" Cicit Kenzie."Lah ... kenapa musti malu coba, bukankah semalam aku udahblihat semua ... udah lupain aja deh kalo gitu." Ujar Natha sembari mengibas-ngibaskan tangannya di udara. Telihat wajah kesal Natha terpampang dengan jelas."Bukannya malu, tapi ini dingin." Ujar Kenzie kemudia
Last Updated: 2021-04-25
Chapter: Malam Keberuntungan
Cup.Bibir keduanya saling bertautan, netra Natha dan Kenzie membulat dengan sempurna.Natha hendak mendorong dada Kenzie. Namun, dengan cepat Kenzie menggenggam tangan milik istrinya itu.Kenzie memejamkan matanya dengan tangan yang masih setia mengunci pergelangan tangan Natha. Perlahan-lahan Kenzie melumat bibir Natha tanpa mendapatkan balasan darinya.Natha yang masih syok dengan apa yang baru saja dia alami itupun, masih bergeming diposisi awal dengan mulut yang masih mengatup rapat.Kenzie 'pun dengan cepat mengigit bibir bawah Natha, ketika dirinya menyadari Natha tak membalas apa yang tengah dia lakukannya saat ini."Akh ...."Kenzie yang mendapatkan celah, mulai melancarkan aksinya dengan segera memperdalam ciumannya dengan begitu lembut. Hingga bibir keduanya saling bertaut, intim. Bergerak seirama menikmati gairah yang mulai menyulut mereka berdua. Meskipun Natha masih bagitu kaku, karena itu memang adalah pengalama
Last Updated: 2021-04-25
Chapter: Janji
"Bagaimana ... kalo Alvin sampai tahu, ya?" Mendengar perkataan Kenzie, Natha langsung membulatkan matanya. Dia merasa ketakutan mendengarkan ucapan suaminya saat ini. Ancaman ketika di adukan kepada sang kakak memang lebih mengeritak dibanding harus berurusan dengan polisi atau begal."Please ... Ken, aku janji bakalan berubah. Swear, deh!" Tangan sebelah Natha memegang lengan Kenzie yang masih setia dengan setir mobilnya, sementara tangan yang satu diangkat dengan jari membentuk huruf V. Di dalam hati Kenzie tertawa terbahak-bahak melihat wajah panik sang istri saat ini.Namun, ketika melihat hal itu, justru membuat Kenzie ingin mengerjai Natha lebih lagi.Sebenarnya, Kenzie bukanlah orang yang suka mengatur dan bukan pula orang yang suka diatur. Namun, kelakuan Natha kali ini memang sudah terbilang kelewatan. Ia hanya ingin membuat Natha jera saja dan tidak lagi pergi tanpa berpamitan kepada dirinya. Bisa diingat-ingat semenjak mereka bertemu hal-hal an
Last Updated: 2021-04-05
Fitnah Di Hari Pernikahanku

Fitnah Di Hari Pernikahanku

Di hari pernikahan yang seharusnya menjadi hari bahagia, Kirana di fitnah dan ditinggal oleh calon suaminya begitu saja. Kirana merasa hancur dan tak tau harus berbuat apa, di saat semua sudah siap dan akad tinggal satu jam lagi. Orang tua Kirana tetap kekeuh ingin melanjutkan pesta pernikahan itu karena semua tamu undangan sudah hadir semua. Tak disangka seorang pria tak di kenal sama sekali oleh Kirana, tiba-tiba datang menjadi juru penyelamat dan dia menawarkan untuk menggantikan mempelai pria, yang telah pergi. agar tak jadi malu karena pernikahan tiba-tiba batal. Karena semua serba tiba-tiba pria itu hanya mampu memberikan mahar kecil dan malah menjadi bahan gosip para tamu undangan. Bahkan Kirana dikatai sebagai wanita sial, wanita murahan, dan penuh dengan aib dan masih banyak hinaan yang di lontarkan oleh keluarga dan yang lainnya. Baca kisah Kirana dan Dirga di sini yuk, jangan lupa subscribe dan rate ceritaku ya terimakasih.
Read
Chapter: Bab 85 (End)
Mobil yang dikendarai Dirga melaju pelan di jalan memuju pulang, tak ada banyak percakapan di sana. Pria itu kini fokus menyetir mobil, hanya terdengar deru napas sesekali dan suara radio lembut menemani perjalanan mereka. Kirana menatap ke arah jendela, tangannya sesekali menempel di perutnya dan mengusapnya lembut. Liburan di pantai tadi terasa hangat, dan damai. Tapi hatinya tiba-tiba terasa berat, tanpa alasan jelas. Begitu sampai rumah, teleponnya berbunyi. Dirga mengambilnya, tapi setelah beberapa detik, ekspresinya tampak bingung menatap nomor asing dari ponselnya. Dirga menerima panggilan itu ragu. Kirana hanya menatap ke arahnya seakan meminta sebuah penjelasan dari suaminya. Setelah menjawab beberapa percakapan dari balik telepon, Dirga menatap ragu kearah sang istri. Entah apa yang dikatakan oleh orang dari seberang sana. Tapi jelas membuat ekspresi wajah Dirga berubah. Dia menatap Kirana dengan mata terbelalak, setelah mengakhiri panggilannya. “Mereka bilang ada kabar
Last Updated: 2025-11-12
Chapter: Bab 84
Tak lama kemudian, pintu ruang Rumah Sakit terbuka, dan seorang wanita paruh baya dengan wajah cemas memasuki ruang rawat Kirana. Mayang, mama Dirga, dengan wajah sedikit cemas tapi tampak hangat melangkah tanpa ragu masuk.“Dirga … Kirana … kalian baik-baik aja?” Suaranya lembut, tapi penuh perhatian. Ada sedikit keraguan tapi rasa cemas lebih mendominasi.Dirga segera berdiri dan memeluk ibunya, sedikit canggung. “Iya, Ma. Semua aman.” Beberapa waktu belakangan ini Dirga benar-benar membiarkan sang mama salah paham terhadap mereka. Dia sengaja pergi untuk memperbaiki diri masing-masing.Dia sengaja menghubungi sang mama, rasanya dia benar-benar masih membutuhkan wanita yang ada di dalam pelukan itu.Kirana hendak ikut bangkit, tapi Mayang memberi instruksi agar Kirana tetap pada posisinya. Ada kehangatan aneh yang terasa, sedikit ragu tapi juga lega. “Maafin Kirana ya, ma,” ucap Kirana ragu. Rasanya begitu canggung ketika tiba-tiba mertuanya datang tanpa memberi kabar. Apalagi sete
Last Updated: 2025-11-09
Chapter: Bab 83
Dirga berlari keluar kamar dengan langkah terburu-buru, tubuh Kirana di dalam gendongannya terasa begitu ringan padahal berat wanita itu sudah tidak seperti dulu lagi. Tubuhnya sudah jauh lebih berisi, efek panik membuat tenaga Dirga seakan menjadi penuh tenang. Hujan di luar belum berhenti, udara dingin terasa menusuk kulit, tapi keringat dingin sudah mengalir di pelipis Kirana.“Bertahan ya, sayang ... tolong jangan pingsan dulu,” bisiknya panik.Kirana menahan rasa sakit di dada dan perutnya, napasnya tersengal. Melihat sang istri, Dirga malah semakin panik.“Mas ... pelan ... aku bisa jalan sendiri!” protes Kirana dalam gendongan Dirga, dia takut jika nanti mereka malah berakhir di rumah sakit berdua karena kecerobohan Dirga.“Enggak, diem aja ya. Pokoknya percaya deh sama, mas! Kita ke rumah sakit sekarang!” kali ini suara Dirga terdengar tegas dan penuh keyakinan.Mobil melaju menembus jalanan yang basah. Pandangan Dirga kabur oleh air mata yang menggenang di pelupuk matanya sej
Last Updated: 2025-11-09
Chapter: Bab 82
Entah kenapa malam itu dada Kirana terasa berat. Pelukan Dirga terasa hangat, tapi ada sesuatu yang dingin di antara mereka. Seolah ada jarak tipis, tak kasatmata, yang makin lama makin terasa begitu nyata.Dirga masih diam, wajahnya bersembunyi di bahu Kirana. Deru napasnya terdengar teratur.“Kamu capek, ya mas?” bisik Kirana pelan dengan sedikit mendongak ke arah sang suami. Dirga tersenyum menggeleng pelan, dia menarik napas dalam lalu menghembuskannya perlahan.“Enggak, sayang,” jawabnya singkat. “Cuma pengen kayak gini sebentar.” Jawaban Dirga kali ini terdengar jujur. Kirana menghela napas pelan, bahkan helaan berat itu tak terdengar oleh Dirga, seakan dia terbiasa memendam segalanya sendirian.Sunyi. Hanya suara denting jam dinding yang terdengar samar. Tak ada lagi percakapan antara dua insan itu. Kirana menggenggam tangan Dirga, menatap ke jendela. Hujan baru saja berhenti, dan aroma tanah basah mengisi ruangan. Degub jantung wanita itu bahkan semakin terasa cepat, dia bisa
Last Updated: 2025-11-08
Chapter: Bab 81
Denting porselen yang retak memecah ruangan. Hening seketika, lalu suara napas Kirana yang tercekat.Di dalam ruangan, Dirga berhenti bicara. Suaranya yang semula lantang menghilang, diganti dengung telepon yang masih ada di telinganya. Dia menatap ke arah vas yang berserakan, mata langsung ke arah pintu yang pintunya setengah terbuka, di sana Kirana berdiri, wajahnya pucat, tangan masih memegang handuk.Dirga cepat mematikan panggilannya. Jantungnya berdetak kencang, tapi ekspresinya langsung berubah menjadi waspada dan lembut. Sebuah jurus insting yang selalu dia simpan untuk Kirana.Kirana mundur cepat dari ambang pintu, napasnya pendek. Suara pecahan vas masih nyangkut di telinganya. Langkahnya terburu, tapi goyah, seperti ingin kabur dari ruangan itu, dari semua yang baru saja dia denger.“Sayang!” suara Dirga menyusul dari belakang. Nada paniknya bukan karena marah, tapi takut kehilangan kendali atas sesuatu yang sangat rapuh, perasaan istrinya yang selalu mampu mengacak-acak ha
Last Updated: 2025-11-02
Chapter: Bab 80
Suara mesin pesawat mulai meninggi, bergemuruh lembut di telinga. Lampu kabin meredup, udara terasa dingin menusuk kulit. Giselle duduk di dekat jendela, tangannya masih gemetar, matanya sembab, sisa tangis yang belum sempat kering.Kursi di sebelahnya kini kosong. Kursi itu seharusnya milik Ferdi. Pria yang seharusnya menemaninya.Dia menatapnya lama, berharap tiba-tiba Ferdi muncul dan bilang semuanya cuma salah paham, lalu duduk sambil nyengir seperti biasanya. Tapi kini nggak ada siapa-siapa. Yang tersisa hanya sabuk pengaman yang terlipat rapi, dan bayangan tubuh pria itu terlintas di jendela pesawat. Giselle menarik napas berat. Pikirannya tertarik ke belakang, membawanya pada adegan terakhir di bandara. Ferdi sempat berhenti sebelum langkahnya menjauh. Tangannya sempat menggenggam wajah Giselle, dan dalam ruang yang penuh ketegangan itu, Ferdi sempat menciumnya singkat, dan hangat.Ciuman yang terasa seperti ucapan selamat tinggal yang tak diucapkan. Mengingatnya membuat hati
Last Updated: 2025-11-02
Terjebak Gairah Liar Kakak Ipar

Terjebak Gairah Liar Kakak Ipar

-WARNING 21+ (MENGANDUNG KONTEN DEWASA) Harap Bijak memilih Bacaan!! Pernikahan adalah sebuah ritual yang sakral dan hanya akan dilakukan sekali seumur hidup. Itulah prinsip yang di pegang teguh oleh Valeria Aluna. Namun, pernikahan yang dia jalani bukanlah pernikahan yang dia impikan selama ini. Menikah di malam pertamanya. Namun, nasib berkata lain. Valeria harus terjebak malam panas dengan kakak iparnya. Pria yang selama ini dia anggap manusia batu itu ternyata menaruh hasrat kepadanya. “Kamu?" teriak Valeria, setelah menyadari jika pria yang menggagahinya tadi bukanlah sang suami. “Kenapa, kau kaget? Ingatlah kata-kata ini. Aku tak akan pernah melepaskan apa yang telah menjadi milikku!” bisik Teo.
Read
Chapter: Bab 43 Terlambat Menyadari
Pintu ruang tamu tertutup setelah Teo pergi. Namun tidak seorang pun bergerak.Jason masih berdiri di depan meja, menatap foto-foto yang tadi digunakan Viviane untuk membongkar hubungan Teo dan Valeria.Aneh. Beberapa menit lalu ia ingin menghancurkan Teo. Ia ingin memukulnya lagi, menuntut penjelasan, bahkan mungkin menyeretnya kembali ke hadapan Gerald untuk mempertanggungjawabkan semuanya.Tetapi sekarang, setelah amarahnya sedikit mereda, yang tersisa justru sesuatu yang jauh lebih menyakitkan. Ketakutan.Takut bahwa Valeria benar-benar sudah pergi dari hidupnya. Bukan hanya dari rumah. Bukan hanya dari pernikahan mereka. Tetapi sepenuhnya.“Jason.” Suara Gerald membuatnya mengangkat wajah. “Kau mau melakukan apa sekarang?”Jason tidak langsung menjawab. Ia mengambil surat Valeria dari atas meja. Jemarinya merapikan bagian yang terlipat, lalu membaca kembali beberapa baris yang sudah berkali-kali ia baca sejak menemukannya.Ada satu bagian yang membuat dadanya terasa sesak. Valer
Last Updated: 2026-09-08
Chapter: Bab 42 Pengakuan
Ruangan itu mendadak sunyi. Pengakuan Teo masih menggantung di udara.Benar.Satu kata yang cukup untuk mengubah seluruh keadaan di ruang tamu itu.Jason berdiri dengan dada naik turun. Tangannya masih mengepal sejak beberapa detik lalu. Tatapannya tertancap pada Teo seolah laki-laki di hadapannya baru saja mengaku melakukan sesuatu yang tak pernah terlintas dalam pikirannya.“Kapan?” Suara Jason rendah. Dia tak menyangka jika pengakuan Teo membuatnya sehancur ini.Teo mengangkat wajahnya. Sudut bibirnya masih menyisakan luka akibat pukulan Jason tadi. Ia mengusapnya dengan ibu jari, kemudian melihat noda merah tipis di jarinya. “Pertanyaan lo terlalu luas.”Jason melangkah mendekat. “Jangan main-main sama gue.”Teo tergelak. “Gue nggak lagi main-main.”“Sejak kapan lo sama Valeria?”Teo terdiam sebentar. Bukan karena takut menjawab. Ia hanya sedang menimbang apakah jawaban itu akan membuat keadaan lebih buruk.Kemudian ia mengembuskan napas. “Itu urusan gue sama Valeria.”Jason terta
Last Updated: 2026-09-08
Chapter: Bab 41 Hubungan Terlarang
Jason sedang mencari Teo ketika mereka tidak sengaja berpapasan di ruang tamu. Teo baru saja keluar dari lorong ketika Jason muncul dari arah berlawanan. Tatapan mereka bertemu.Jason tidak mengatakan apa-apa.Buk!Tinju Jason menghantam wajah Teo. Teo terhuyung dan jatuh di samping sofa.“Shiit!” Teo mengumpat pelan. Tatapan tajam menghunus ke arah Jason.Dia menyentuh sudut bibirnya, kemudian melihat noda merah di ujung jarinya. Bukannya marah, Teo malah terkekeh. Tawanya pendek, sumbang, seperti baru saja menyadari sesuatu yang sangat bodoh.Jason berdiri di depannya dengan napas memburu. “Jangan tertawa seperti orang bodoh.”Teo bangkit perlahan. “Gue cuma baru sadar.”“Sadar apa?” Jason tampak bingung dengan ucapan Teo.“Lo baru sadar setelah kehilangan?”Jason mengerutkan kening. “Jangan sok tahu.”Teo menyeringai. “Dari cara lo datang dan langsung mukul gue, gue nggak perlu jadi cenayang buat tahu.”“Lo tahu Valeria pergi?” pertanyaan itu meluncur begitu saja. Teo mengusap sud
Last Updated: 2026-09-06
Chapter: Bab 40 Jejak Yang Tertinggal
Pagi itu, mansion terasa berbeda.Bukan karena sesuatu yang besar terjadi. Tidak ada suara benda pecah, tidak ada pertengkaran, bahkan para pelayan masih menjalankan rutinitas seperti biasa. Namun, ada satu hal yang membuat Viviane berhenti di tengah tangga.Valeria belum terlihat sejak pagi.Biasanya perempuan itu sudah turun sebelum sarapan selesai disiapkan. Kadang duduk di ruang makan dengan secangkir teh, kadang memilih sarapan di teras belakang. Hari ini kursinya kosong.Viviane menatap jam di pergelangan tangannya."Florensia."Pelayan muda itu yang sedang membawa nampan berhenti."Ya, Nyonya?""Valeria di mana?"Florensia tampak ragu sepersekian detik."Di kamar, mungkin.""Sudah kau lihat?""Belum."Viviane mengerutkan kening."Pergi panggil dia."Florensia mengangguk dan segera berbalik.Namun beberapa menit kemudian dia kembali dengan wajah yang berbeda."Nyonya...""Apa?""Kamar Nyonya Valeria kosong."Viviane langsung menatapnya."Apa maksudmu, Florensia?""Saya sudah men
Last Updated: 2026-09-05
Chapter: Bab 39 Kota Yang Baru
Perjalanan panjang itu akhirnya berakhir ketika mobil memasuki sebuah kawasan yang jauh lebih tenang dibandingkan kota yang selama ini Valeria tinggali.Ia tidak langsung tahu apa yang membuat tempat ini terasa berbeda.Mungkin karena jalanannya tidak dipenuhi kendaraan. Mungkin karena deretan bangunan di kiri-kanan jalan tidak berdiri terlalu rapat. Atau mungkin karena sejak tadi tidak ada satu pun wajah yang terasa familiar.Valeria menurunkan kaca jendela.Angin sore masuk ke dalam mobil, membawa aroma tanah dan pepohonan yang samar-samar bercampur dengan wangi makanan dari warung di pinggir jalan.Ia memejamkan mata.Untuk beberapa detik, ia membiarkan dirinya menikmati perjalanan tanpa memikirkan apa yang sudah ditinggalkannya.Dada yang selama berbulan-bulan terasa penuh perlahan mengendur.“Lega juga,” gumamnya.Sopir di depan melirik melalui kaca spion.“Sudah pernah ke kota ini sebelumnya, Bu?”Valeria membuka mata. “Belum, pak.”“Kelihatannya Ibu sudah hafal jalannya.”Valer
Last Updated: 2026-09-03
Chapter: Bab 38 Pergi
Pagi itu, Valeria bangun dengan satu keputusan yang sudah tidak bisa ditunda lagi.Ia akan pergi.Bukan untuk sementara.Bukan untuk menenangkan diri lalu kembali.Kali ini ia benar-benar meninggalkan mansion keluarga Gerald.Beberapa minggu terakhir telah membuat semuanya semakin jelas baginya. Pernikahan yang sejak awal dibangun atas kepentingan bisnis itu tidak pernah berubah menjadi rumah tangga yang sesungguhnya.Jason bahkan sejak awal sudah membuat batas yang tegas.Mereka menikah karena kepentingan masing-masing.Tidak ada tuntutan untuk saling mencintai.Tidak ada hak untuk mencampuri kehidupan pribadi.Tidak ada alasan bagi salah satu dari mereka untuk berharap lebih. Dan selama pernikahan itu berlangsung, Jason pun tidak pernah benar-benar memperlakukannya sebagai seorang istri.Mereka tinggal di bawah satu atap, tetapi hidup seperti dua orang asing.Jason tidak pernah berusaha membangun kedekatan dengannya. Tidak pernah memberinya kehidupan sebagai pasangan. Bahkan setelah
Last Updated: 2026-08-30
You May Also Like
Little Wife
Little Wife
Romansa · Asia July
91.9K views
Air mata yang Kutumpahkan
Air mata yang Kutumpahkan
Romansa · Suzy Wiryanty
91.9K views
Terpikat Janda Montok
Terpikat Janda Montok
Romansa · Ele Storie
91.7K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status