author-banner
ADZWADA KINAKA
Author

Novels by ADZWADA KINAKA

MENJADI ISTRI KEDUA TUAN MUDA

MENJADI ISTRI KEDUA TUAN MUDA

"Mega tidak mau, Bi, Mega tidak mau menikah kontrak apa lagi sampai memiliki anak, dan nantinya Mega harus melepaskan anak itu begitu saja?" Selalu dianggap benalu oleh keluarganya, dan dengan penuh keterpaksaan Mega yang harus tinggal dengan yang bukan orang tuanya membuat Mega hidup dalam tekanan setiap harinya. Hingga akhirnya dengan berat hati Mega pun setuju menjadi ibu pengganti bagi pasangan kaya raya, sampai hidupnya berubah dalam satu malam. Mega hanya membutuhkan uang untuk menyelamatkan keluarganya, tidak pernah terpikir bahwa rahimnya akan membawa janin pewaris keluarga kaya raya. Namun di balik kontrak perjanjian yang tebal dan aturan yang ketat, Mega justru terjebak dalam badai perasaan yang tak pernah ia rencanakan. Awan, sang suami dingin perlahan mulai menunjukkan perhatian yang tak semestinya. Sementara istrinya, Sania, lama kelamaan merasa tak suka melihat suaminya dan ibu pengganti itu berada terlalu dekat. Di dalam rumah megah yang terasa seperti istana, Mega harus menjalani beribu kepahitan, di tengah cinta yang tak boleh dimiliki, dan kebencian yang makin mengakar. Akankah Mega sanggup menuntakan tugasnya?
อ่าน
Chapter: Bab 5. Ingin Pulang
Kekhawatira tampak jelas pada wajah gadis desa itu. Tanpa sadar, perlahan Mega memijat lembut bagian tangan Awan yang terasa kram. Hal itu membuat Awan terpana dengan halusnya perlakuan Mega padanya. "Mari, Pak, biar saya kompres dengan air hangat!" tawar Mega. Awan terkesiap, dan tanpa berucap sepatah katapun, lelaki garang itu hanya menurut. Mega berjalan lebih dulu masih sembari memegangi tangan Awan, hingga keduanya tiba di lantai bawah. "Bapak tunggu disini sebentar, biar saya ambilkan air hangatnya!" pinta Mega. Ia mendudukkan tubuh Awan di kursi panjang di sebelah tangga. Awan masih tak menjawab, ia hanya menganggukkan kepalanya. Setelah Mega beranjak, Awan sama sekali tak melepaskan pandangannya pada Mega, tanpa ia sadari, senyum manis tiba-tiba saja mengembang pada wajah tampannya, "dasar, yang sakit tanganku, tapi di memperlakukan aku seolah yang sakit adalah seluruh badanku!" Awan bergumam. Senyum yang awalnya manis pada wajah Awan, mendadak berubah menjadi
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-26
Chapter: Bab 4. Kamar
Mega lalu menggelengkan kepalanya. "Sudah aku duga, perempuan kampungan seperti kamu mana bisa!" remeh Awan yang kali ini benar-benar melangkah pergi meninggalkan Mega yang masih terduduk di atas lantai bersama Tomi yang masih berdiri diam di posisinya. Melihat kepergian Awan, Tomi bergegas menghampiri Mega dan kemudian mengulurkan tangannya. Mega tertegun sesaat, ada perasaan ragu dalam hati gadis desa itu membuatnya tidak langsung membelas uluran tangan Tomi, "mari aku bantu berdiri!" tawar Tomi. Namun Mega masih diam dan hanya mengarahkan tatapannya pada kedua tangan Tomi. Walau masih ada perasaan ragu, akhirnya Mega pun membalas uluran tangan Tomi, dan kini bisa kembali berdiri. "Terimakasih, Pak! Maaf jadi merepotkan!" ucap Mega sedikit menundukkan kepalanya. "Tidak masalah!" sahut Tomi. "Saya permisi ...!" pamit Mega. "Tunggu ....!" cegah Tomi secepat kilat. Mega mengurungkan niatnya untuk pergi, ia lebih dulu kembali menoleh pada Tomi. "Makanan yang di ma
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-26
Chapter: Bab 3. Majikan
Di Area Kamar ART "Ehhh ... ada, Den Tomi!" seorang wanita setengah baya yang tidak lain adalah Art yang menjaga rumah Awan selama rumah itu tak ditinggali, wanita paruh baya itu segera menyapa kedatangan Tomi. "Iya, Mbak!" jawab Tomi singkat. Sang Art senior segera melongok ke arah belakang Tomi, "Den Tomi datang dengan siapa?" tanya Minah. Tomi menggeser sedikit tubuhnya ke kanan, memberi ruang agar Mega terlihat oleh Minah. Minah kemudian mengarahkan tatapannya pada gadis muda yang ada di belakang Tomi, "siapa ini, Den?" tanya Minah. "Namanya Mega, Mbak. Emmm ... mungkin sementara dia akan menjadi ART membantu Mbak Minah untuk sementara waktu, dan untuk kedepannya nanti Bu Amelia yang akan jelaskan!" jelas Tomi. "Tolong tunjukkan kamar untuk Mega ya, Mbak!" pinta Tomi. Minah mengangguk, ia lalu menggandeng tangan Mega dan membawa gadis desa itu menuju kamarnya. Di depan Mega dan Minah berderet dua pintu yang bersebelahan, "siapa tadi nama kamu?" ulang Minah. "Sa
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-09
Chapter: Bab 2. Dingin
Bentakkan dari sang Tuan rumah membuat Mega terkejut dan semakin takut, kembali wajah gadis desa itu tertunduk, "nama saya Mega, saya datang dari kampung atas perintah Bibi saya," jawab Mega, tak terasa begitu ketakutannya membuat mata Mega berkaca-kaca. Setelah mendengar jawaban dari Mega, Awan pun kembali melanjutkan langkahnya, "orang kampung ... pantas saja kampungan!" sindir Awan saat tepat melewati Mega. Namun Mega hanya diam tak berani menjawab. Beberapa menit kemudian merasa yakin jika Awan sudah menghilang, Mega pun memutuskan untuk menyusul masuk ke dalam rumah. Mega pijaki beberapa anak tangga, hingga kini ia tiba di pintu utama. "Dari mana saja, Mbak? Bu Amelia sudah menunggu!" ucap satpam yang hendak mencari keberadaan Mega. "Maaf, Pak!" ucap Mega terdengar lesu. "Cepat ajak masuk dia, Pak!" suara seorang perempuan terdengar menyahuti dari dalam. "Mari," Satpam penjaga rumah Awan mempersilahkan Mega masuk lebih dulu. ****** Di Ruang Tamu Tampaklah
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-06
Chapter: Bab 1. Pergi
"Mau tidak mau kamu harus pergi sekarang?" usir seorang wanita kepada seorang gadis muda yang sedang terisak di hadapannya. "tapi, Bi, apa tidak ada cara lain? Mega tidak mau mengambil jalan itu, Bi?" tolak Mega masih dengan suara terisak. Sang Bibi berkacak pinggang, "cara lain, kamu pikir dengan cara apa untuk cepat mengumpulkan uang banyak sedangkan kamu sendiri tau pengobatan ibuku membutuhkan uang yang tidak sedikit," sinis sang Bibi. Pelan tapi pasti wanita bernama Romlah itu berjalan mendekati Mega dan sedikit membungkukkan tubuhnya membuat wajahnya begitu dekat dengan Mega. "Kamu jual diri dengan 100 priapun tidak akan bisa langsung menutup semua biaya. Dan tentunya kamu menginginkan kesembuhan Nenekmu kan? Ingat! dialah orang yang paling berjasa dalam hidupmu?" tegas Romlah yang kemudian bangkit membetulkan posisinya. mega lebih dulu menyeka air mata yang membanjiri wajahnya. Gadis itu menarik nafas dan menghembuskannya perlahan, 'apa tidak apa-apa?' batin Mega, k
ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-05
บางทีคุณอาจจะชอบ
Pesona Bos Galak
Pesona Bos Galak
Romansa · Yuli F. Riyadi
71.1K views
Malam Pertama Dengan Majikan
Malam Pertama Dengan Majikan
Romansa · mutiaraajingga1
71.0K views
Bodyguard I'm in love
Bodyguard I'm in love
Romansa · Zhang A Yu
70.7K views
Bukan Perawan
Bukan Perawan
Romansa · Erna Azura
70.5K views
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status