Ceraikan Aku, Biar Kupilih Adik Konglomeratmu
Wanita KuatRendah HatiPengantin PenggantiPerselingkuhan
Dalam menjalani lika-liku hidup yang penuh penderitaan, sampai harus dijadikan pengganti untuk dipaksa menikah dengan lelaki yang bukan pilihannya.
Namun kehidupan Mela perlahan berubah saat kehadiran seorang pria, yang tidak lain adalah adik kandung suaminya.
Di balik pernikahan yang terlihat sempurna, tersimpan banyak luka, bahkan tak jarang Mela merasa kesepian.
Setiap tatapan dan sentuhan yang tak disengaja, perlahan menyeret Mela ke dalam sebuah persaan yang mendalam.
Mela paham atas kesalahan perasaannya,
hingga saat batas antara benar dan salah mulai kabur, akankah Mela memilih bertahan dalam ikatan yang sah… atau menyerah pada perasaan yang membara?
Ketika cinta datang di waktu dan tempat yang salah, siapa yang akan mengalah?
読む
Chapter: Bab 30. Sakit'Mama!' batin Dirga. Mela menatap heran, "ada apa, Ga? siapa yang menelephone, kenapa tidak diangkat?" tanya Mela. Dirga menggeleng, "nanti saja," sahut Dirga. Namun, dering ponsel yang terabaikan itu kembali berdering. "Angkat saja!, siapa tau ada hal penting," usul Mela. Wajah Dirga tampak tegang, lalu Dirga pun menganggukkan kepalanya, "aku angkat telephone, kamu silahkan masuk dulu," pamit Dirga mempersilahkan Mela msauk lebih dulu sementara ia kemudian pergi sedikit menjauh dari teras rumah. "Hallo, Ma!" sapa Dirga setel;ah mengangkat sambungan telephone sang Mama. "Sudah selarut ini, kamu kemana. Atau terjadi sesuatu?" tanya sang Mama, ada nada khawatir dari ucapan sang Mama. "Aman, Ma ... tidak terjadi apa-apa. Aku hanya melihat rumah dan mungkin malam ini aku tidak pulang!" pamit Dirga meminta ijin. "Ada apa, Dirga? Kenapa tiba-tiba kamu pulang kerumah itu?" tanya Sang Mama. "Tidak apa-apa, Mama ... hanya rasanya sudah lama tidak menginap disini jadi seseka
最終更新日: 2026-06-23
Chapter: Bab 29. Rumah Dirga“Tawaran pulang ke rumahmu tadi?” ulang Mela.Dirga menganggukkqn kepalanya, "menurutku disana kamu bisa lebih aman," jawab Dirga. Mela mengingatnya, dalam hati ia masih merasa bimbang."Apa benar tidak apa-apa?" tanya Mela lagi.“Tenang saja, di rumah itu kamu akan aman, aku tidak akan bilang pada siapa-siapa,” lanjut Dirga.Mendengar ucapan Dirga, akhirnya Melan pun menyetujui."Tunggu sebentar!" ucap Dirga yang kemudian merogoh ponsel yang ia simpan di dalam saku celanya, Dirga mengotak-atik sejenak ponsel itu lalu menempelkan ponsel itu ke telinga.Tak banyak kata yang Mela dengar, namun tak berselang lama sebuah mobil tiba-tiba berhenti tepat di hadapan mereka."Ayo naik!" ajak Dirga."Ini mobilmu?" tanya Mela ragu.Dirga mengangkat kedua alisnya, "apa taxi online bisa secepat ini?" sahut Dirga.Mega mengangkat kedua bahunya sembari tersenyum, Dirga lalu membukakan pintu untuk Mela dan mempersilahkan Mela untuk masuk lebih dulu.Mela pun segera masuk ke dalam mobil, disusul Dirg
最終更新日: 2026-06-18
Chapter: Bab 28. PulangMela dan Dirga terkesiap hampir berssamaan, tatapan keduanya bersamaan terarah pada Siti."Lihat ... lihat para warga ada yang mau mesum di kawasan kampung kita!" seru Siti begitu keras."Tunggu, Bu, semua ini tidak sesuai seperti apa yang ibu lihat, kami tidak mesum," sangkal Dirga.Hingga tak lama dari itu beberapa orang tampak berkerumun di depan pintu kamar Mela. Orang-orang itu tampak menjadikan Dirga dan Mela seperti sebuah tontonan gratis."Bubar kalian semua!" seru Dirga yang mulai tampak marah menatap orang-orang yang tegah mengerumuni ia dan Mela."Jangan sok jagoan di kampung kami ya!" salah satu warga berkacak pinggang menantang Diatu warga."Lagi pula, bisa-bisanya kamu mengelak bahkan bukti dari perbuatanmu saja terlukis jelas di leher perempuan itu," salah satu menunjuk ke leher Mela hingga semua tetepan ikut tertuju menatap leher Mela yang tampak memerah."Lebih baik langsung kita arak saja ke kantor lurah, Pak!" usul salah satu warga lain."Iya ... lebih baik langsung
最終更新日: 2026-06-16
Chapter: Bab 27. Malam KelamBelum sempat Dirga melanjutkan ucapnnya Mela tiba-tiba mendorong tubuh Dirga dengan kuat, "maaf, Ga, lebih baik kamu pulang saja, aku tidak mau ada yang salah paham," ucap Mela dengan suara tertahan."Oke, aku akan pulang ... maaf kalau ...!""Sudah, cepat pergi, Ga!" usir Mela lagi, dan Dirga pun mengalah pergi tanpa berucap apapun lagi.Mela memutar tubuhnya untuk kembali bertemu dengan Siti yang masih berdiri menatap dirinya."Lain kali jangan membawa laki-laki sembarangan lagi, Neng, kost dan kontrakan kita ini bukan tempat bebas," ucap siti mengingatkan."Walau kamu cantik, tapi sebaiknya cari pekerjaan yang halal," ucap Siti yang seketika membuat Mela terhenyak."Kerja halal?" gumam Mela.'Apa Bu Siti kita kau bekerja macam-macam?' batin Mela tak berani menyuarakan."Tapi orang tadi ...""Ahh sudah sudah, kamu cepat masuk ... untung tidak ada orang lain yang lihat, soal ini ibu akan pegang rahasiamu," potong Siti yang kemudian pergi begitu saja.Mela menghela nafas, ia yang her
最終更新日: 2026-06-14
Chapter: Bab 26. Kost"Emm ... apa aku bisa minta tolong untuk dipertemukan dengan Arga?!" pinta Mela. Dirga tersenyum tipis, "apa kamu sagat merindukan kakakku?" tanya Dirga dengan nada menggoda."Hah ... bukan, bukan itu maksudku," elak Mela sembari menggelengkan kepalanya.Dirga terkekeh melihat Mela yang tampak salah tingkah, "kenapa gugup begitu, padahal kalau rindu pun tidak ada salahnya kan, kamu itu istri kakakku," jawab Dirga.Mela mendengus memasang wajah masam, "bisa tidak bantu aku bertemu Arga?" pinta Mela lagi."Baiklah ... tunggu sebentar ya!" Dirga memutar tubuhnhya, lalu merogoh ponsel dari dalam saku celanannya, sementara Mela hanya diam menyimak apa yang sedang Dilakukan oleh adik dari suaminya itu.Mela dapat ikut mendengar saat sambungan telephin Dirga mulai berbunyi, dan tak butuh waktu lama dari seberang sebuah suara terdengar menyahuti."Halo, Kak!" sapa Dirga membuka pembicaraan.Mela masih diam menyimak, sayangnya Mela tak bisa mendengar suara Arga."Iya aku sedang bersama Mela
最終更新日: 2026-06-11
Chapter: Bab 25. Nyonya Arga"Mbak ... cepat bungkus baju yang di manekin itu!""Ta ... tapi, Bu ini yang sudah memilih baju itu lebih dulu!" jawab si pelayan toko.Mela terdiam menatapi sang adik angkat yang masih berdiri congkak di hadapannya."Alah ... dia mana mampu membayar baju itu!""Lihat ... penampilannya saja lusuh begitu!" lanjut Rossa masih dengan nada sinis.Si pelayan toko tampak kebingungan untuk memberikan setekan jas itu pada Mela atau kepada Rossa."Berikan pada dia!" sela Dirga yang menyusul Mela secara tiba-tiba sembari mengarahkan tatappannya pada Mela.Rossa tercengang sesaat melihat kehadiran Dirga, "Pak Arga!" gumam Rossa yang mengira Dirga Adalah Arga."Kamu!" Dirga mengalihkan pandangannya pada Rossa."Cari baju yang lain ya ... tidak apa-apakan?" tanya Dirga."Hah ... ta tapi, saya sudah menunjuk baju itu lebih dulu," sahut Rossa tak mau mengalah.'Aneh ... biasanya Pak Arga akan berlaku manis padaku, kenapa sekarang dia malah membela Mela begini, dan tunggu, kemana sikap angkuhnya kena
最終更新日: 2026-06-05

MENJADI ISTRI KEDUA TUAN MUDA
POV 3Cinta yang ManisDewasaBos / CEOIbu TunggalNikah KontrakNikah KilatCinta Segitiga
"Mega tidak mau, Bi, Mega tidak mau menikah kontrak apa lagi sampai memiliki anak, dan nantinya Mega harus melepaskan anak itu begitu saja?"
Selalu dianggap benalu oleh keluarganya, dan dengan penuh keterpaksaan Mega yang harus tinggal dengan yang bukan orang tuanya membuat Mega hidup dalam tekanan setiap harinya.
Hingga akhirnya dengan berat hati Mega pun setuju menjadi ibu pengganti bagi pasangan kaya raya, sampai hidupnya berubah dalam satu malam.
Mega hanya membutuhkan uang untuk menyelamatkan keluarganya, tidak pernah terpikir bahwa rahimnya akan membawa janin pewaris keluarga kaya raya.
Namun di balik kontrak perjanjian yang tebal dan aturan yang ketat, Mega justru terjebak dalam badai perasaan yang tak pernah ia rencanakan.
Awan, sang suami dingin perlahan mulai menunjukkan perhatian yang tak semestinya. Sementara istrinya, Amelia, lama kelamaan merasa tak suka melihat suaminya dan ibu pengganti itu berada terlalu dekat.
Di dalam rumah megah yang terasa seperti istana, Mega harus menjalani beribu kepahitan, di tengah cinta yang tak boleh dimiliki, dan kebencian yang makin mengakar.
Akankah Mega sanggup menuntakan tugasnya?
読む
Chapter: Bab 80. MenyusulRasa nyeri terasa menusuk hati Mega dengan begitu dalam, "tadi Mbak Minah yang menyambut saya kesini atas perintah Pak Awan...kalau kehadiran saya membuat Bu Amel terganggu biar saya kembali ke paviliun saja," pamit Mega. Amelia sini tersenyums, "baguslah kalau kamu sadar diri," Mega mengangguk, lalu memutar tubuhnya. “Tunggu, Mel… tadi memang aku yang meminta Mbak Minah memanggil Mega, mau bagimanapun Mega juga butuh asupan,” jelas Awan. Amelia menatap Mega dengan sedikit tajam. Ucapan Awan tak membuat Mega menghentikan langkah kakinya, dan Awan pun buru-buru mengejar Mega. Saat tepat di belakang Mega Awan segera meraih pergelangan tangan Mega dan sontak saja Mega pun menghentikan langkah kakinya namun tanpa menoleh ke Awan. "Kamu juga harus makan!" cegah Awan. "Saya belum lapar, lebih baik Bapak dan Ibu saja yang makan!" tolak Mega sedikit ketus. Awan menarik tangan Mega membuat Mega tersentak dan sontak saja tubuhnya berputar menghadap Awan. Sorot mata Awan tampak tajam me
最終更新日: 2026-07-21
Chapter: Bab 79. Nyeri Hati 2Awan mengerutkan kening, sementara Mega menarik tangan hingga terlepas dari genggaman tangan Awan. “Maksudmu?” tanya Awan. Mega menghela nafas, “kemarin Bapak bilang Bu Amelia tidak bisa melayani selayaknya istri pada suaminya, itu alasan Bapak menjadikan saya sebagai penggantinya, bahkan sampai menyiapkan segala keperluan Anda pun juga saya yang lakukan, dan sepertinya sekarang Bu Amelia sudah bisa melayani Anda, jadi hari ini minta tolong pada Bu Amelia saja,” terang Mela yang kemudian pergi begitu saja dari hadapan Awan. Awan terhenyak sesaat, bukannya marah justru Awan mengembangkan sebuah senyuman di wajahnya. "Sikapnya ... apa itu artinya dia cemburu?!" gumam Awan, dada Awan seketika menghangat dan semburat merah tempak mengembang mewarnai wajah Awan kala itu.Awan lalu meneruska langkahnya, pelan ia susuri langkah demi langkah untuk menyusul Mega dan berutungnya dugaan Awan benar, ia bisa menemukan Mega yang tengah berdiri di tepian sungai buatan.Sebuah senyuma kembali te
最終更新日: 2026-07-19
Chapter: Bab 78. Nyeri Hati"Mega!" Awan terkesiap. Awan lalu menoleh padan jam dinding yang ada di kamar Amelia, "sudah pagi ... jangan-jangan semalaman dia menunggu aku?" batin Awan. Awan pun bergegas bangkit dari ranjang Amelia, dan lebih dulu mengemasi pakaiannya untuk kembali ia kenakan. Namun baru saja Awan selesai berpakaian, Amelia yang baru saja keluar dari kamar mandi kembali mencegah langkah Awan. "Loh ... kamu mau kemana, Wan?" tanya Amelia, rambutnya masih tampak basah dengan butiran air yang masih tampak menetes dari ujung rambutnya. Setelah kejadian semalam, bahkan Amelia pun sudah tak merasa malu mengenakan pakaian terbuka di depan Awan. "Sudah hampir siang ... aku harus bekerja," jawab Awan. Sembari menggosok rambutnya dengan handuk, Amelia berjalan mendekati Awan lalu berdiri tepat di hadapannya. "Setelah apa yang kita lakukan semalam, kamu langsung meninggalkan aku begini, Wan," ucap Amelia, wajahnya tampak memelas. "Atau jangan-jangan ....!" wajah yang awalnya memelas kini ber
最終更新日: 2026-06-23
Chapter: Bab 77. Tak Ingat!Awan menerima gelas pemberian Amelia lalu duduk di sofa, ia tatapi sejenak hidangan yang tersaji di meja yang ada di depannya, "kalau seperti ini, kenapa tidak makan di bawah saja?" tanya Awan."Aku kan tadi sudah bilang, Wan, aku ingin makan berdua ... kalau di bawah kamu pasti mengajak Mega juga kan!" Amellia memasang wajah cemberut, "tadi kan aku sudah bilang ... aku ingin dekat dengan kamu, kita harus mencoba saling membuka hati kan, Wan. Kamu membuka hati untuk Mega saja bisa masa untuk aku tidak," lanjut Amelia.Awan hanya diam namun tatapan tajamnya terus ia arahkan pada Amelia. Awan lalu menghela nafas, "terserah kamu saja," sahutnya singkat.Amelia tersenyum tipis, "bisa tolong ambilkan aku makanan,Wan, aku sudah lapar!" pinta Amelia dan Awan pun bangkit dari duduknya untuk kemudian mengambilkan makanan untuk Amelia dan juga untuk dirinya sendiri.Setelah memberikan piring berisi makanan itu pada Amelia, Awan pun memilih untuk kemba;li duduk di sofanya semula.Namun tak sepe
最終更新日: 2026-06-18
Chapter: Bab 76. Di Antara 2Amelia mengepal geram, "sialan ... dia menolak aku, bahkan bersikap begitu sinis padaku ... tapi dengan perempuan desa itu dia bisa bersikap begitu manis," geram Amelia.Amelia terus mengarahkan tatapannya pada Mega dan Awan yang masih berbincang di pinggir kolam, "aku tidak bisa tinggal diam ... kalau begini terus lama-lama Awan bisa jatuh cinta pada perempuan kampung itu," grutu Amelia.Sementara di tepi kolam, Awan mengulurkan tangannya pada Mega, "ayo ... aku sudah lapar!" tagih Awan.Tanpa ragu Mega meraih tangan Awan dan keduanya pun berjalan bergandengan untuk kembali masuk ke dalam rumah.Dari jendela kamar Awan, Amelia masih begitu betah mengawasi, tanpa Amelia sadari kedekatan Awan dan Mega berhasil membuat hati Amelia memanas. Bahkan beberapa sumpah serapah beberapa kali terdengar keluar dari mulut Amelia. Melihat Mega dan Awan kembali, Amelia pun bergegas keluar dari kamar Awan untuk menyusul Mega dan Awan.Dari tempat Amelia berdiri, ia bisa melihat Awan yang baru saja
最終更新日: 2026-06-16
Chapter: Bab 75. GilaDada Amelia kembang kempis menahan amarah di dalam dadanya. Amelia melirik tajam Mega dengan ekor matanya, "aku mau kita bicara berdua, bisa tidak suruh dia pergi!" pinta Amelia dengan nada sinis. Awan menatap ragu, namun beruntungnya Mega selalu paham akan posisinya, Mega mengangguk lalu mengalah untuk membiarkan Awan berbincang dengan Amelia. "Dia sudah pergi, jadi cepat katakan apa yang mau kamu bicarakan?" tanya Awan. Amelia yang tadi tengah menatap kepergian Mega pun menoleh pada Awan, Amelia menyipitkan matanya, "kenapa aku rasa kamu sinis sekarang, atau jangan-jangan perempuan kampung itu sudah berhasil mencuci otakmu agar membenci aku!" tuduh Amelai. "Kamu ini bicara apa, Mega bukan orang seperti itu," sahut Awan. "Oh ya ...!" Amelia memasang wajah masam. "Bisa kita bicara di dalam, Mega saja boleh keluar masuk ke dalam kamarmu seenaknya, masa aku tidak boleh,'' lanjut Amelia. Awan menatap Amelia dengan tatapan melas, lalu ia memberi isyarat agar Amelia segera m
最終更新日: 2026-06-14