Chapter: MJIC 185 - Rumah"Lagian, lo berdua sesama CEO kerjaannya tukar pikiran mulu, tapi masalah hati bisa-bisanya lo kecolongan, Ray," goda Fina, menyenggol lengan Adrian dengan akrab.Rayhan mendengus, ia meraih gelas minumannya, lalu menatap Adrian dengan pandangan menyelidik. "Gue masih nggak habis pikir aja. Seorang Adrian yang kalau di forum bisnis omongannya cuma seputar saham dan ekspansi pasar, tiba-tiba bisa se-sat-set ini ngelamar anak orang."Adrian hanya tersenyum tipis, ia merapikan sedikit kemejanya untuk menghilangkan rasa gugup. "Kalau udah ketemu yang pas, buat apa ditunda-tunda, Ray? Lo sendiri dulu pas nikahin Kayla juga nggak pakai lama, kan?"Skakmat. Rayhan langsung terdiam, membuatku dan Fina spontan tertawa keras melihatnya mati kutu."Tuh, dengerin!" sahut Fina puas. "Sahabat lo aja lebih pinter nyari celah daripada lo yang biasanya paling hobi ceramah.""Iya, iya, gue kalah," pasrah Rayhan sambil mengangkat kedua tangannya ke udara. Namun, sedetik kemudian wajahnya melembut. Ia me
최신 업데이트: 2026-07-12
Chapter: MJIC 184 - ReuniRayhan menarik napas panjang, sebelum is menyandarkan punggungnya ke kursi. "Gila ya lo, Fin. Diam-diam menghanyutkan. Gue pikir lo bakal jadi perawan tua yang sibuk ngurusin perusahaan orang lain, ternyata malah langsung melipir ke Paris.""Mulut lo ya, Ray!" Fina melempar tisu yang sudah diremas ke arah Rayhan, yang langsung disambut tawa renyah oleh suamiku. "Gue tuh cuma malas denger ceramah lo berdua kalau gue masih dalam proses penjajakan. Jadi begitu dia ngajak serius, ya langsung gue sikat."Aku masih memegangi kartu undangan tebal itu, mengusap ukiran namanya dengan ibu jari. Rasa tidak percaya masih menggelitik dadaku. "Fin, tapi kenapa harus di Paris? Maksud gue... lo bakal tinggal di sana?" tanyaku, mendadak ada rasa kehilangan yang mencubit hatiku. Baru tadi siang dia bilang tidak akan pernah meninggalkanku, tapi sekarang dia memberikan undangan pernikahan di belahan bumi yang berbeda.Fina yang seolah bisa membaca perubahan raut wajahku langsung menghela napas. Dia me
최신 업데이트: 2026-07-11
Chapter: MJIC 183 - SurpriseAku membuka mulut, menerima suapan steak pertama dari Rayhan dengan perasaan yang membuncah. "Enak?" tanya Rayhan lembut, matanya menatapku penuh perhatian. Aku mengangguk cepat sambil mengunyah. "Enak banget." "Gila ya, dunia serasa milik berdua," celetuk Fina ketus, sengaja mendengus keras-keras sambil menusuk potongan melon di piringnya dengan brutal. "Gue yang mesen kamar, gue yang nyetir, gue yang nyulik bumil, tapi ujung-ujungnya gue cuma jadi nyamuk di pojokan." Rayhan tertawa renyah, sama sekali tidak terganggu dengan protes sahabatku itu. "Makanya, Fin, buruan cari pasangan. Biar nggak sirik tiap liat orang bahagia." "Idih, ogah! Ribet amat hidup musti laporan sana-sini kayak Kayla," balas Fina cepat, meski sudut bibirnya berkedut menahan senyum. Dia beralih menatapku, tatapannya melembut. "Tapi serius, Kay. Habisin itu makanan. Lo kurusan banget setelah keluar dari rumah sakit kemarin. Pipi lo sampai tirusan gini." "Ini efek rambut aku digulung aja kali, Fi
최신 업데이트: 2026-07-10
Chapter: MJIC - 182 Bentuk Cinta“Kay? Kamu di kamar mandi?”Suara berat Rayhan terdengar semakin dekat, disusul bayangannya yang muncul di balik celah pintu kamar mandi yang memang sengaja kubuka sedikit.“Aku masuk, ya,” lanjutnya, melebarkan pintu.Aku menatapnya tanpa kedip dari dalam bathtub, masih dengan badan yang setengah terendam air hangat. “Ray? Kok... kok kamu bisa di sini?” tanyaku tak percaya.Bukan hanya karena kehadiran suamiku yang tiba-tiba di sini—di tengah jam kerja—tetapi karena penampilannya saat ini. Rayhan memakai kemeja kerjanya yang rapi, namun tubuh bagian atasnya hampir seluruhnya tertutup oleh sebuah buket bunga mawar putih dan baby's breath yang ukurannya luar biasa besar. Saking besarnya, wajah gantengnya sampai agak tertutup kelopak bunga.Rayhan menurunkan sedikit buket bunga raksasa itu ke dada, menampakkan senyumnya yang khas—senyum teduh yang selalu sukses bikin semua kepanikanku hilang seketika.“Fina yang nyuruh,” jawabnya enteng, melangkah masuk ke area kamar mandi yang luas lal
최신 업데이트: 2026-07-09
Chapter: MJIC - 181 Fin, Gue Sayang LoFina mematikan sambungan telepon, lalu menatapku tajam. “Rayhan itu pinter, Kay. Dia tau kapan harus ngasih ruang buat istrinya, dan dia tau lo bakal aman di tangan gue. Sekarang, diem dan istirahat. Atau gue panggilin perawat buat nyuntik lo biar bisa tidur?” ujarnya, mengancam.Aku tertawa renyah, lalu memejamkan mata. “Iya, iya. Gue istirahat.”Aku perlahan tenggelam dalam ketenangan itu, membiarkan diriku untuk sekadar menjadi manusia—tanpa embel-embel ibu hamil, istri, atau karyawan—setidaknya untuk hari ini.Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama. Baru saja aku terlelap, suara gesekan kain dan langkah kaki Fina yang menjauh memaksa mataku terbuka. Aku melihat Fina sedang berdiri di depan cermin besar, memperbaiki rambutnya yang sedikit berantakan."Mau ke mana?" tanyaku serak. Sembari menyandarkan tubuhku.Fina menoleh, menatapku dengan sebelah alis yang teragnkat. "Keluar bentar. Ada urusan kecil yang harus gue selesaiin di lobi.""Urusan apa? Bukannya tadi katanya mau full
최신 업데이트: 2026-06-04
Chapter: MJIC - 180 Rayhan Nggak Ngomel, Kan?“Nyebelin?” potongnya cepat.“Iya.”“Tapi ada gunanya,” lanjutnya sendiri sambil membuka pintu mobil.Aku menggeleng lemah, lalu mengikuti Fina yang sudah turun terlebih dahulu. Fina melingkarkan lengannya ke lenganku, menarikku masuk pelan.“Ayo,” katanya. “Hari ini lo bukan Kayla yang biasanya. Lo Kayla yang menjadi princess dalam sehari.”Fina berjalan ke meja resepsionis dengan langkah percaya diri. Seolah semua ini memang sudah direncanakan dari jauh-jauh hari. Aku hanya mengikuti di sampingnya sambil terus memperhatikan sekeliling.“Fin...,” panggilku pelan saat dia selesai berbicara dengan resepsionis.“Hm?”“Lo udah nyiapin ini dari kapan?”Fina mengambil kartu akses lalu menoleh ke arahku. “Dari hari ketiga.”Aku berkedip. “Hah?”Dia mengangkat bahunya acuh. “Dari hari ketiga setelah lo masuk rumah sakit.”Aku terdiam. Sementara Fina kembali meraih lenganku dan membawanya berjalan menuju lift, sementara benakku masih memproses jawabannya.“Lo serius?”“Iya.”“Tapi kenapa?”.
최신 업데이트: 2026-06-03
Chapter: Bab 17 - Bareng, Fan!"Teriak lebih keras, Van. Aku pengen denger seberapa suka kamu sama apa yang aku lakuin," perintah Bara. Tatapannya menggelap penuh damba saat melihat bagaimana Vanessa sepenuhnya tak berdaya di bawah kendalinya."S-suka ... ahh! Aku suka ... ssshh, Bara ... lebih ... hnghh, di situ ..." rintih Vanessa lirih saat sentuhan tangan Bara bergerak semakin sensitif ke area bawah, menuntut pelepasan yang sudah sangat dekat.Bara mengencangkan rahangnya, keringatnya kini benar-benar menetes dari pelipisnya, jatuh mengenai dada Vanessa yang naik-turun tak karuan. "Kamu milik aku hari ini, Van. Punya aku," geram Bara rendah, mempercepat gerakannya yang membuat Vanessa kembali mendesah panjang memanggil namanya."Ahh! Iya ... cuma ... milik ... Bara ... eunghh!"Vanessa benar-benar kehilangan kendali atas dirinya sendiri. Alih-alih pasrah dalam kungkungan Bara, ia justru menggunakan kedua kakinya yang melingkari pinggang pria itu untuk menarik tubuh Bara semakin tenggelam dalam kuasanya."Aku ng
최신 업데이트: 2026-07-12
Chapter: Bab 16 - Aaaah, Bara!"Kamu sengaja ya, mau bikin aku gila?" bisik Bara, suaranya parau. Kini, kedua tangannya mencengkeram pinggul Vanessa, menahan pergerakan liar wanita itu agar ia bisa menatap wajahnya.Vanessa terkekeh manja, napasnya sedikit memburu. Ia mendongak, menatap Bara dengan mata yang sayu penuh gairah sambil merapikan rambut Bara yang sedikit berantakan."Bukannya ini yang kamu butuhin, Sayang?" sahut Vanessa pelan, suaranya terdengar sangat sensual. Ia sengaja mengangkat tubuhnya ke pangkuan Bara, memicu geraman rendah dari Bara. "Biar kamu lupa sama Risa, sama Mas Damar, sama semua masalah kamu di sana," bisiknya tepat di telinga Bara."Van ... shit," umpat Bara, tidak bisa lagi menahan sensitivitas yang membakar tubuhnya.Bara menarik tubuh Vanessa kuat, menghilangkan jarak di antara mereka. Tangannya bergerak ke belakang punggung Vanessa, perlahan menurunkan piyama satin miliknya."Buka baju kamu, Bara," bisik Vanessa menuntut, jemarinya mulai menarik paksa kancing kemeja Bara hingga du
최신 업데이트: 2026-06-03
Chapter: Bab 15 - Sisi Lain BaraTut. Panggilan terputus."Mas? Mas?!" teriaknya keras. "Mas, tunggu dulu—" Bara menjauhkan ponselnya, menatap layar yang sudah menghitam. "Sialan.” Ia melemparkannya ke atas meja.Tangannya mengusap wajahnya kasar. Kepalanya berdenyut. Damar marah. Risa menangis. Besok ia harus menghadapi semuanya dalam satu waktu."Apa sih maunya?" gerutunya. Ia berjalan mondar-mandir tak tentu arah. "Semua salah gue. Semua harus gue," lanjutnya, memukul dadanya sendiri. "Sial!""Kalau kamu udah nggak sanggup jadi suami, bilang." Kalimat itu kembali terngiang di kepaanya."Gue nggak sanggup?" Bara tertawa sinis. "Nggak ada yang tahu apa yang gue hadapin selama ini." Ia memejamkan matanya kuat. Bayangan Risa yang terus menangis kembali menghantuinya. Disusul wajah Damar yang selalu berada di samping perempuan itu setiap kali ada masalah. "Tentu aja gue yang salah." Ia menggeleng keras. "Tentu aja."Tangannya kembali meraih ponsel miliknya. Ia sempat berpikir untuk menelepon Damar lagi. Menjelaskan sem
최신 업데이트: 2026-06-02
Chapter: Bab 14 - Ambil Saja Risa!Damar menatap Risa dan Sara sekali lagi, kali ini tatapannya menyimpan banyak luka di dalamnya. Ia menghela napas panjang, tangannya berusaha membuka pintu kamar tanpa menimbulkan suara. Begitu pintu tertutup, ekspresinya berubah total—tajam, dan siap menghancurkan siapapun.Ia berjalan cepat ke teras, menjauhkan jangkauan Risa agar tak mendengar suaranya, tangannya menggenggam erat ponsel yang membuat emosinya memuncak. Dengan tangan yang bergetar , ia menekan nama itu.Bara. Adiknya. Suami Risa. Ayah Sara.Panggilan tersambung.Tuut… tuut… Tak ada jawaban.Damar menggertakkan giginya. “Jawab, Bar … jawab,” desisnya.Begitu tersambung, Damar tidak memberi kesempatan Bara untuk memulai pembicaraan.“BARA!” panggil Damar, suaranya rendah, seakan menyimpan banyak ancaman di dalamnya. “Kamu kenapa bisa setega itu?”Bara sempat terkejut di seberag sana, ia menjauhkan ponselnya, membaca ulang nama yang tertera di layar. “Mas? Maksud Mas apa—”“JANGAN pura-pura bego!” suara Damar meninggi,
최신 업데이트: 2026-06-01
Chapter: Bab 13 - Postingan Bara“Mas ...,” lirih Risa hampir tak terdengar, “aku ... pusing ...,” ujarnya, merasakan pandangannya buram.Damar langsung menegang. “Risa?”Kelopak mata Risa berkedut, tubuhnya condong ke depan, hampir jatuh dari sofa. Damar sigap meraih bahunya, menahan tubuh itu sebelum benar-benar ambruk.“Risa!” amar menguncang tubuh Risa beberapa kali, mencoba membuatnya tetap tersadar. “Hei. Jangan merem. Dengar aku.”Tangan Risa meraih udara kosong, gemetar, lalu jatuh lemas ke pangkuannya.“Mas ... aku ... nggak bisa napas ...,” bisiknya parau.Damar membeku sepersekian detik—cukup untuk menunjukkan rasa takutnya—lalu langsung mengangkat wajah Risa dengan kedua tangannya.“Risa, buka mata. Sekarang.”Risa mencobanya ... tapi pandangannya kabur. Badannya dingin. Kepalanya terasa ringan.“Mas ... gelap ...”Tubuhnya terkulai.Damar menahan napas meliat Risa yang semakin lemah.“RISA!”Risa membuka mulutnya sedikit, seperti ingin bicara—tapi tak ada suara yang keluar.Tubuhnya tiba-tiba jatuh penuh
최신 업데이트: 2025-11-23
Chapter: Bab 12 - Risa, Lihat Aku!Damar menepis tangan Risa dari pompa itu dengan cepat—keras—pompa itu jatuh ke lantai. Menimbulkan suara yang cukup keras. Damar bergegas menggeser tubuhnya, menghalangi Risa menggapai pumping itu.“RISA!” bentaknya.Risa tersentak, menatap nanar pumping miliknya yang kini teronggok di balik badan Damar. “Mas! Kenapa—”“Karena kamu nyakitin diri sendiri,” jawabnya datar. Sangat datar.Risa mendongak, berlinang air mata. “Aku cuma mau ngeluarin ASI! Tadi udah keluar! Harusnya bisa lebih banyak—”“Risa.”Bentakan Damar tajam. Mengiris. Dingin. “Kamu perahnya sembarangan. Ritmenya nggak bener. Kamu maksa perah ASI sampai merah,” ujar Damar melihat sekilas area dada Risa, melihat sebagai kakak ipar yang cemas, bukan pria bernafsu.Risa menggeleng keras, napasnya tersengal, dadanya naik turun tak karuan. “Awas! Aku harus isi botolnya! Kalau aku nggak perah, nanti ASI-nya makin sedikit—Mas nggak ngerti—”“Aku ngerti.”Damar jarang—sangat jarang—menaikkan suara.Wajahnya mengeras. Rahangnya
최신 업데이트: 2025-11-23