author-banner
Astar Astory
Author

Novels by Astar Astory

Wanita Penggoda untuk Ayah

Wanita Penggoda untuk Ayah

Untuk menghentikan kebiasaan buruk sang ayah yang suka berganti-ganti pasangan dan begitu royal mengobral hartanya untuk wanita-wanita muda. Hal itu membuat Varisha takut harta peninggalan mendiang ibunya ikut habis, diam-diam Varisha mencari wanita muda yang baik menurutnya untuk menjadi penggoda ayahnya. Apakah rencana Varisha berhasil?
Read
Chapter: 37. Varis, Ayahmu Ganjen!
Desha membuka matanya ketika ponsel yang tergeletak di sampingnya bergetar pelan. Baru saja dia akan terlelap, tangannya meraba-raba mencari ponsel tersebut. Begitu melihat layar, matanya langsung terbuka lebar. Adirama. Bukan panggilan biasa, melainkan video call. Desha seketika gelagapan. Pandangannya beralih ke arah Budhe Tati yang berbaring di sampingnya. Pasti akan bertanya siapa yang telepon. Tentu saja dia tidak mungkin menerima panggilan video itu di depan sang budhe. Rasanya pasti akan sangat canggung dan memalukan. Namun, panggilan itu terus berdering. Akhirnya Desha perlahan bangkit dari pembaringan. Dia berjalan dengan sedikit menyeret kakinya menuju pintu dengan langkah hati-hati, berusaha agar Budhe Tati tidak terbangun dan menyadarinya. Begitu sampai di luar kontrakan, Desha masih berdiri ragu. Haruskah dia menerima? Setelah menarik napas panjang, akhirnya jarinya menekan tombol terima. Desha sengaja tidak mengarahkan kamera ke wajahnya. Dia hanya mem
Last Updated: 2026-08-31
Chapter: 36. Video Call Pertama
“I-ya, Budhe. Jangan khawatir. Aku bakal ingat terus nasihat Budhe.” Desha melirik sang budhe sekilas. Jangan sampai wanita itu mencurigainya. Namun, sepertinya Desha terlalu cepat berharap. Bukannya berhenti bertanya, Budhe Tati justru kembali melontarkan pertanyaan yang membuatnya semakin gelisah. “Memangnya kamu mau kerja apa?” Desha terdiam. Dia pikir Budhe Tati tidak akan bertanya sedetail itu. Kalau hanya ditanya mau bekerja, mungkin dia masih bisa mengarang jawaban. Namun, ketika ditanya pekerjaan secara spesifik, pikirannya mendadak buntu. Masa iya dia harus mengatakan yang sebenarnya? Cari mati namanya! “Kok malah diam? Mau kerja apa kamu?” Budhe Tati kembali mendesak. “Aspri, Budhe,” jawab Desha spontan. Begitu kata itu keluar dari mulutnya, Desha langsung menyesal. Jawaban itu bahkan tidak sempat dipikirkannya terlebih dahulu. Asal ceplos saja. “Aspri? Apa itu aspri?” Budhe Tati mengernyitkan kening. Desha menggaruk keningnya sendiri. “Asisten pribadi
Last Updated: 2026-08-29
Chapter: 35. Tentang Desha
“Paling di bagian yang terlempar, Budhe. Penyok sedikit. Kalau botol kaca, ada beberapa yang pecah. Gelas-gelas kecil juga beberapa pecah. Termosnya kayaknya masih nggak apa-apa, tapi aku belum sempat cek. Takut bagian dalamnya ikut rusak karena tadi kebanting juga,” jelas Desha. Saat dirinya terpental dia baru sadar ketika dia sudah tersungkur dan orang-orang ramai menolongnya, posisi bakul bambunya sudah terlepas dari gendongannya dan berantakan. “Oh, ya sudah. Budhe cuma nanya.” Sang budhe mengangguk. “Kalau masih bisa dipakai, Budhe nggak akan beli dulu. Sayang uangnya.” “Iya, Budhe.” Desha kemudian meraih ponselnya. “Bentar, ya. Aku chat orangnya dulu. Biar aku ambil atau sekalian minta dikirim lewat ojek online.” Desha kemudian kembali menatap nomor Adirama yang sudah ia simpan di ponselnya. Jarinya terhenti di atas kolom chat. Percakapan itu masih kosong. Entah kenapa, meskipun hanya hendak menanyakan bakul yang tertinggal, Desha merasa gugup. Bagaimana harus memula
Last Updated: 2026-08-28
Chapter: 34. Tugas Pertama, Chat Pertama
“Om, lepas…!” Tangan Claudia berusaha mencengkeram pergelangan Adirama, berusaha melepaskan tangan pria itu dari lehernya. Suaranya terdengar patah-patah karena kesulitan bernapas. “Kamu kasih saya pilihan kasih mobil atau nikahin kamu?” ulang Adirama dengan suara bergetar menahan amarah. “Jangan mimpi, Claudia. Saya tidak akan memilih salah satunya!” Ultimatum Claudia benar-benar menyulut emosinya. Namun, sesaat kemudian Adirama tersadar dan melepaskan cengkeramannya. Claudia langsung terbatuk-batuk, satu tangannya memegangi leher sementara tangan lainnya menahan tubuhnya agar tetap tegak. Napasnya memburu, matanya berair akibat rasa sesak yang baru saja dialaminya. Adirama menatapnya tajam. “Selama ini saya sudah berbaik hati menanggung biaya hidup kamu. Saya bahkan membantu melunasi utang pinjaman online kamu yang jumlahnya puluhan juta. Tapi sekarang, kamu malah merasa berhak memeras saya dengan mengancam akan menyebarkan video?” Claudia masih terbatuk. Ia mengusap le
Last Updated: 2026-08-27
Chapter: 33. Minta Dinikahi
Adirama menghentikan mobilnya di tepi jalan sepi, berbarengan dengan itu sebuah motor berhenti di depan mobil Adirama. Seorang perempuan turun dari boncengan. Wanita yang tak lain adalah Claudia langsung masuk ke mobil. "Kenapa gak jadi ketemuan di hotel sih, Om?" tanya Claudia manja. Ya, Adirama yang awalnya meminta bertemu di tempat biasa alias hotel langganannya tiba-tiba mengurung niatnya dengan alasan dia takut ada penguntit lagi, selain itu dia tidak yakin kalau dia bisa tahan godaan untuk tidak melakukan hal terlarang dengan Claudia. Tujuan mereka bertemu semata untuk mengakhiri hubungan mereka. "Kenapa kamu nekat datang ke rumah saya?" Alih-alih menjawab Adirama malah balik bertanya. "Om, aku gak mau putus." Claudia menatap Adirama dengan tatapan penuh permohonan. Dia lalu meraih tangan Adirama, "maafin aku kemarin ya, Om. Aku mengatakan seperti itu karena aku, kecewa dan sedih, aku kemarin itu niatnya mau laporan kalau di kampus ada salah satu teman angkatan aku ya
Last Updated: 2026-08-25
Chapter: 32. Dua Hari Lagi
Varisha mengerjapkan mata beberapa kali. Keraguan perlahan memenuhi pikirannya. Ia sudah menyiapkan begitu banyak bukti—rekaman ketika ayahnya bersama Claudia, mulai dari berbelanja pakaian dan sepatu di mal hingga akhirnya masuk ke hotel. Namun, apakah Kakek akan sanggup menerima semuanya? Ia menatap wajah lelaki tua di hadapannya, mencoba menebak reaksi yang mungkin muncul. “Ya… nakal. Genit sama perempuan,” ucap Varisha akhirnya, memilih kata-kata dengan sangat hati-hati. Tatapannya tak lepas dari wajah sang kakek. Ia menunggu. Barangkali lelaki tua itu akan terkejut, marah, atau setidaknya mulai mempertanyakan perilaku Adirama. Namun, yang muncul justru senyum tipis penuh ketidakpercayaan. “Ya nggak mungkin. Ayah kamu itu baik. Nggak mungkin dia berbuat seperti itu,” bantah Dirga. Varisha menarik napas perlahan. Seperti dugaannya. Kakeknya terlalu percaya kepada ayahnya. “Tapi kalau kenyataannya begitu gimana, Kek?” Varisha kembali mencoba meyakinkan. “Kalau Ayah te
Last Updated: 2026-08-22
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status