LOGINMalam acara perpisahan wisudawan itu mengubah segalanya. Persahabatan Anetta dan Anthony yang terjalin sejak kecil tak lagi seperti sebelumnya. Pengaruh minuman dan hasrat yang tak tertahankan membuat mereka menyingkap perasaan yang selama ini tersembunyi. Sekali kejadian itu, dinding pertahanan mereka runtuh, meninggalkan kebingungan, kerinduan, dan rahasia yang membara. Kini, kedekatan yang dulu hangat antara sahabat telah berubah dipenuhi godaan dan ketidakpastian. Setiap tatap, setiap sentuhan, membawa mereka pada pilihan yang bisa menyatukan atau menghancurkan. Dan di balik malam itu, tersimpan rahasia yang siap menguji hati, persahabatan, dan cinta mereka. Sebuah awal dari cerita yang tak lagi bisa diulang atau diabaikan.
View MoreGetaran ponsel itu berhenti. Namun keheningan yang tertinggal justru terasa lebih bising daripada bunyinya. Nama Anthony Reynard masih menyala di layar ponsel Anetta. Tidak bergerak. Tidak mendesak. Tapi cukup untuk membuka satu pintu kecil di kepalanya—pintu yang sudah lama ia tutup dengan rapi. Anetta menarik napas. Bukan napas kaget. Bukan pula napas panik. Hanya napas seseorang yang sudah tahu… apa yang akan ia lakukan. Tangannya bergerak perlahan. Ia membalik ponsel itu menghadap meja, menutup nama itu dari pandangan. Tidak di-silent. Tidak dihapus. Tidak ditolak. Hanya… diletakkan. Sementara Bram memperhatikan semuanya. Bagiamna cara Anetta tidak tergesa.Cara ia tidak bereaksi berlebihan.Cara ia memilih diam sebelum berbicara.Dan di situlah Bram tahu jika jawaban yang akan ia terima nanti bukanlah jawaban impulsif. Anetta mengangkat wajahnya. Tatapan wanita tersebut bertemu dengan Bram. Lurus. Jujur. Tidak goyah. “Aku mau jujur,” kata Anetta pelan. Bram mengangguk. “Aku d
Pagi itu, Bram bangun lebih awal dari biasanya. Bukan karena rapat. Bukan juga karena alarm yang membangunkan. Melainkan karena satu keputusan yang semalaman tidak memberinya tidur nyenyak, bukan karena ragu, tapi karena bobotnya terlalu nyata. Ia berdiri di depan jendela penthouse, memandang Jakarta yang masih setengah sadar. Langit abu-abu muda. Kota belum sepenuhnya bising. Di meja dapur tampak sebuah kotak beludru hitam tergeletak terbuka. Cincin di dalamnya sederhana.Tidak besar, tidak mencolok, tapi terlihat begitu elegan. Potongannya presisi, sama persisi menggambarkan seperti sosok Anetta.Tegas, bersih, dan tidak berusaha mengesankan siapa pun selain orang yang memahaminya. Bram menutup kotak itu perlahan. Hari ini. Bukanlah sebuah momentum romantis.Bukan juga karena ia takut kehilangan. Melainkan karena satu kesadaran yang datang tanpa drama, kini ia sudah selesai menunda. Saatnya bagi Bram untuk mengajak wnaitanya ke tahap yang lebih matang dan dewasa. Dimana r
Pagi menyapa, begitu juga dengan hiruk piruk kota Jakarta kemacetan di hari kerja. Anetta Aileya, termasuk menjadi salah satu orang yang terjebak di dalam situasi tersebut. Cukup lama ia terjebak dalam kemacetan, hingga akhirnya bisa tiba di gedung Reynard Group. Setibanya Anetta di ruang rapat lantai 15 Gedung Reynard Group pagi itu dipenuhi cahaya alami. Dinding kaca membingkai kota yang bergerak seperti biasa—sibuk, ambisius, dan tidak peduli pada cerita personal siapa pun. Di dalam ruangan, semua sudah duduk. Anthony berada di sisi kanan meja panjang, mengenakan setelan abu gelap. Wajahnya tenang, fokus, juga profesional versi dirinya yang dulu selalu muncul saat bisnis memanggil. Di seberangnya, Anetta duduk tegak dengan map tipis berlogo Atelier Anetta. Rambutnya disanggul sederhana, ekspresinya terkendali, matanya jernih.“Baik,” ujar Anthony Reynard membuka rapat, suaranya datar namun berwibawa.“Kita masuk agenda finalisasi Skyline Tower.” Layar besar di dinding menampil
Roda pesawat menyentuh landasan dengan hentakan halus. Lampu kabin menyala perlahan. Namun Dion yang tengah terlelap tidak terbangun. Ia masih meringkuk di dada Anthony, napasnya teratur, tangan kecilnya mencengkeram kain kemeja Anthony seperti jangkar. Anthony tidak menggeser posisi.Tidak juga terburu-buru. Ia tidak ingin merusak apa yang terasa… tepat. Untuk pertama kali di dalam hidup Anthony, kepulangan tidak terasa seperti akhir perjalanan. Tapi kelanjutan sesuatu yang baru terbentuk.Setibanya di area kedatangan internasional Tampak bandara yang selalu selalu ramai.Suara koper diseret, pengumuman berlapis-lapis, wajah-wajah lelah bercampur rindu. Anthony melangkah keluar dengan Dion masih di gendongan. Dan di sana, pandangan netra berwarna amber milik Anthony berhenti pada sosok Bram berdiri sedikit menjauh dari kerumunan. Postur pria itu tegak, ekspresinya tenang, tapi mata hazelnya langsung menemukan Anthony. Di sampingnya, terlihat Anetta yang seketika tersenyum leb
Udara malam Jakarta terasa lebih lengket begitu Anetta melangkah keluar dari ballroom hotel. Lampu-lampu neon di parkiran berpendar samar, menyisakan jejak pesta yang masih bergemuruh di dalam. Suara tawa dan musik seakan terhenti begitu ia melangkah ke dunia yang hampa dan sunyi.Tumit sepatu Anet
Aku benci diriku sendiri.Aku benci karena semalam aku membiarkan semua batas yang kujaga selama ini runtuh di hadapannya. Anthony…Sudah bertahun-tahun aku mengenalnya, menjaga jarak yang tak terlihat tapi nyata. Ia sahabatku, rumahku, orang yang selalu jadi tempatku pulang tanpa pernah kucemari
Seorang gadis berwajah manis menghampiri Anthony dengan senyum penuh maksud. “Hai, Tony. Aku bawain minuman spesial buatmu,” ucapnya manja."Apa?" Sahut Anthony sedikit ketus."Ini kiwi mojito moctail. Bukankah kamu penyuka buah kiwi. Aku rasa ini sangat cocok buat kamu." Ujar gadis yang juga satu
Langkah kaki Anetta terdengar berirama di sepanjang lorong kantor Reynard Group. Hak sepatunya memantul di lantai marmer, meninggalkan gema yang terasa lebih nyaring dari biasanya. Setiap orang yang ia lewati menunduk hormat, sebagian melirik dengan rasa ingin tahu. Tak setiap hari CEO ReyCorp memi






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews