author-banner
Langit Biru
Langit Biru
Author

Novels by Langit Biru

Terlahir Kembali: Balas Dendam Selir Buangan

Terlahir Kembali: Balas Dendam Selir Buangan

Xia Bai, gadis cantik dan berbakat. Harus tewas ditangan kakaknya yang memiliki hati busuk, akan rasa irinya. "Aku bersumpah, kak. Bila ada kehidupan selanjutnya, aku akan membalaskan dendamku padamu." --- Sementara disisi yang berbeda. Seorang Selir bernama Xia Mo, harus tewas ditangan istri Kaisar Ming yang lainnya. Ia meminum racun yang mengatasnamakan Kaisar Ming, hingga membuatnya tewas dalam mengenaskan. Padahal ini pertama kalinya, Kaisar berkunjung kepadanya. Tetapi, ia malah dibunuh oleh seseorang yang begitu iri dan membencinya, menganggapnya saingin yang harus disingkirkan. "Ya Dewa, kalau boleh aku meminta. tolong balaskan rasa sakit dan dendamku pada mereka semua."
Read
Chapter: Bab 8
Brak! Seketika seluruh orang di dalam ruangan menoleh ke arah sumber suara. Mata mereka membelalak ketika mendapati seorang gadis melangkah masuk dengan sorot mata mematikan, amarah jelas terpancar dari wajahnya. Srek! Suara gesekan logam membuat semua orang menahan napas. Ujung pedang itu kini menempel tepat di leher Kaisar Ming. Sementara semua orang menahan napas melihat aksi Xia Mo, yang terkesan berani dan tidak takut mati sama sekali. “Kaisar sialan! Apa kau sengaja, hah?!” teriak Xia Mo nyaring. “Ingin membunuhku perlahan dengan tidak memberiku makan?!” Wajah Xia Mo memerah menahan amarah. Napasnya memburu, dadanya naik turun tajam, sementara tatapannya menusuk lurus ke arah Kaisar Ming—yang justru terlihat begitu tenang. “Apa yang kau lakukan?! Lancang sekali!” bentak seseorang. “Diam!” Xia Mo memutar pedangnya dengan cepat, mengarahkannya pada salah satu selir Kaisar. Selir itu seketika membeku. Wajahnya pucat pasi, kedua matanya membulat sempurna saat ujung
Last Updated: 2026-01-10
Chapter: Bab 7
“Sialan… bukan hanya dijuluki selir buangan, kau bahkan jauh lebih miskin dari yang kuduga, Xia Mo,” umpatnya lirih. Xia Mo hanya bisa menatap lesu deretan pedagang kue bulan di hadapannya. Tangannya sudah merogoh setiap saku yang ia miliki, dari lengan hingga lipatan jubah, tetapi tak satu keping uang pun ia temukan. Akhirnya, ia terpaksa berbalik pergi, menelan ludah sambil menahan perih lapar yang mencengkeram perutnya. ”Sepertinya aku harus mencari cara untuk mendapatkan uang. Aku tidak bisa terus hidup seperti ini," batinnya pahit. Baru beberapa langkah ia berjalan, suara teriakan seorang kasim tiba-tiba menggema di seluruh pasar. “Yang Mulia Putra Mahkota Zhu telah tiba!” teriaknya nyaring. Dalam sekejap, pasar yang semula riuh mendadak sunyi. Para pedagang dan pengunjung buru-buru berlutut, membungkuk penuh hormat ketika tandu Putra Mahkota Zhu melintas. Xia Mo yang masih diliputi kebingungan, tersentak ketika tiba-tiba seseorang mencengkeram tengkuknya dan mem
Last Updated: 2026-01-09
Chapter: Bab 6
“Aaarrrgggghhh!” Suara jeritan Selir Fai menggema di seluruh aula, menembus keheningan dan membuat bulu kuduk siapa pun yang mendengarnya berdiri. Di tengah aula, tubuhnya terhuyung-huyung menerima cambukan demi cambukan. Suara tamparan cambuk bersahutan, menyayat udara. Mata Selir Fai menatap penuh kebencian ke arah Xia Mo yang berdiri tak jauh dari sana, dengan senyum tipis menghiasi wajahnya. “Aku akan membalasmu… lihat saja nanti,” desisnya di antara deru napas dan air mata. Namun, Xia Mo hanya menanggapinya dengan seringai sinis. Tatapannya tenang, nyaris dingin. Hari ini, Selir Fai bukan hanya kehilangan kehormatannya di depan seluruh istana. Kaisar Ming juga mencabut gelarnya sebagai Selir Agung. “Ini belum seberapa, Fai Mu…” gumam Xia Mo lirih. “Kau akan merasakan yang lebih dari ini.” * * * Beberapa jam sebelumnya… Xia Mo menatap tusuk rambut berornamen giok di tangannya, yang baru saja dipasangkan oleh Pelayan pribadi Selir Fai. Dengan cepat, ia ber
Last Updated: 2025-10-14
Chapter: Bab 5
“Dobrak pintunya! Bawa keduanya keluar dari dalam kamar!” titah Kaisar Ming dengan suara menggema, tegas dan dingin. Wajahnya mengeras menahan amarah yang membara begitu mendengar laporan kasim tentang salah satu selirnya. Tanpa berpikir panjang, Kaisar segera melangkah cepat menuju paviliun milik selir itu. Begitu tiba di sana, pemandangan yang disaksikannya membuat darahnya mendidih—para pelayan dan penjaga berkerumun di depan kamar sang selir, menahan napas saat suara desahan samar terdengar dari balik bilik. “Baik, Yang Mulia!” para penjaga menjawab serentak, lalu bergegas melaksanakan perintah. Brak! Pintu kamar didobrak paksa, membuat dua sosok di dalamnya tersentak kaget. “Lepas! Lepaskan aku! Apa yang kalian lakukan?!” teriak sang selir histeris saat para penjaga menariknya keluar dengan paksa. Namun tak seorang pun berani menanggapi. Mereka terus menyeretnya hingga tiba di hadapan Kaisar Ming. Bruk! Tubuh sang selir terhempas di lantai, tepat di bawah kaki K
Last Updated: 2025-10-14
Chapter: Bab 4
"Apa? Kalian yakin dia melakukan itu pada kalian semua?" Suara Selir Agung Fai meninggi, penuh kemarahan. Wajahnya memerah, matanya menatap tajam para pelayan yang berlutut di hadapannya. "Yakin, Yang Mulia. Kami tidak berani berbohong pada Anda," jawab pelayan senior dengan suara bergetar, menunduk semakin dalam di bawah kaki Selir Fai. Kedua tangan Selir Fai mengepal erat. Urat di pelipisnya menegang. Ia benar-benar tidak terima mendengar bagaimana Xia Mo berani mengusir para pelayannya begitu saja. "Lalu... bagaimana dengan anggur itu?" tanyanya tajam. "Apa dia sudah meminumnya?" Pelayan senior itu melirik rekan di sebelahnya sebelum menjawab hati-hati, "Sudah, Yang Mulia Selir Agung. Saya sendiri memastikan bahwa gadis itu meminum anggur yang Anda berikan—atas nama Kaisar Ming." Selir Fai terdiam sejenak. Ada sesuatu yang melintas di matanya, seolah ia sedang menimbang sesuatu yang hanya dia sendiri yang tahu. "Kalau begitu..." ucapnya perlahan, suaranya merendah namun berg
Last Updated: 2025-10-10
Chapter: Bab 3
“Seharusnya aku yang bertanya… siapa kau?” Xia Mo atau lebih tepatnya Xia Bai yang kini menempati tubuhnya, menatap tajam ke arah pria di hadapannya. Ujung pedang pria itu telah menyentuh kulit lehernya, namun tak ada sedikit pun rasa gentar di mata Xia Mo. Kaisar Ming mengerutkan kening. Gadis itu… berani menantangnya? Apakah dia tidak tahu siapa dirinya? Dialah Kaisar yang kekuasaannya meliputi seluruh daratan. Tak seorang pun berani mengangkat kepala di hadapannya, apalagi berbicara seenaknya. “Aku—” “Sudahlah,” potong Xia Mo dingin. “Aku tidak peduli siapa kau. Bagiku, kau tidak penting.” Kaisar Ming terdiam, matanya membulat pelan. Belum pernah ada seorang pun, terlebih seorang wanita yang berani mengatakan hal seperti ini padanya. Sementara itu, Xia Mo perlahan bangkit, air panas menetes dari rambut dan pakaiannya yang basah kuyup. Ia memutar pandangan, berusaha mencari jalan keluar dari kolam besar itu. “Sial… tempat apa ini? Aku malah nyasar,” gerutunya k
Last Updated: 2025-10-09
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status