Chapter: Tuan Adrasta“Akting yang bagus, sayang.” Rachel melangkah masuk ke dalam ruang tahanan. El refleks memasukkan botol berbahaya itu ke dalam saku celana.“Akhirnya dia mengaku kalau dia adalah Elvara!” Rachel tersenyum licik, bersedekap, dengan ekspresi masih sama seperti di atas kapal laknat itu.“Rachel, apa maksudmu?”“Maksudku? Ya, itu tadi. Actingmu luar biasa, kita jadi tidak perlu susah-susah tes DNA, karena dia sudah mengaku sendiri kalau dia adalah mantanmu!” Tampak jelas kemenangan di wajah Rachel.“Sejak awal kita tak pernah ada. Aww, manis sekaligus tragis sekali!” Rachel bertepuk tangan, wajahnya menyiratkan kegilaan.El menatap Rheiner. Dia seperti bisa mendengar suara cemoohan Kael, karena ketololannya. Semua cerita barusan, hanya dongeng yang membuatnya lengah.“Rachel?” Rheiner tampak tak terima pada tuduhan istrinya, benar-benar laki-laki penuh manipulatif. Sekarang dia tidak bisa membedakan, mana kalimat Rheiner yang jujur, mana yang hanya bualan mematikan.“Sekali tolol, tetap s
Last Updated: 2026-04-10
Chapter: Sebotol Asam SulfatSuasana canggung itu terus berlangsung. El tak tahan lagi. Dia bangkit dari dipannya, menghadap ke arah lelaki yang masih duduk bersila di depan pintu kerangkengnya. Tak memberinya kesempatan untuk bicara pada Ibu panti di jeruji sebelah.“Apa yang kau inginkan dariku anak manja? Kau sengaja ingin membuatku mati jengkel, ya?” bentak El, Rheiner berbalik, menatapnya balik, sorot mata selembut kelinci yang memuakkan itu kembali ditampakkannya.Pria sialan. Apa dia pikir bisa meluluhkan El seperti dulu.“Kau tahu apa yang kuinginkan, Ra. Hanya satu kata. Dan aku tak akan mengganggumu lagi!”El mengepalkan tangan. Teringat semanipulatif apa lelaki di hadapannya ini.“Apa kau masih mencintaiku, Ra?”Jantung El rasanya seperti ditikam, kelebatan kejadian di kapal, kesakitan ketika luka bertemu air garam, kembali membayang. Bisa-bisanya dia menanyakan cinta.“Pertanyaan macam apa itu?” El benar-benar berteriak, tak peduli kalau penjaga akan datang dan membuat perhitungan dengannya. Bahkan Ib
Last Updated: 2026-04-09
Chapter: Rheiner BerlututTiba-tiba saja hatinya menghangat. Bayangan gadis polos dengan sorot mata tajam berbinar yang berlari-lari riang melambaikan sebuket bunga pemberiannya terbit di benak Rheiner. Bayangan yang selama ini dia cari. Yang terkubur jauh oleh bayangan mengenaskan gadis sekarat di atas kapal yang menghantui mimpinya.Rheiner membuka pintu, menekan sakelar lampu. Dua buah jeruji besi menyambutnya. Sosok di sisi kiri tampak tertidur di atas dipan kayu tanpa kasur, sementara sosok yang satu lagi, menatapnya nanar.Tatapan penuh dendam itu menyakiti Rheiner. Itu bukan tatapan Elvara yang begitu memujanya. Gadis itu, jika benar-benar gadis di hadapannya adalah Elvara, maka merpati kecilnya telah berubah menjadi monster.“Kau kah itu, Vara?” Tanpa sadar, suara Rhein terdengar begitu lembut. Kerinduan membanjirinya serupa air bah. Setiap inchi tubuhnya rasanya seperti mengkhianatinya, karena bergitu ingin menghambur memeluk Elvara.“Tak ada Vara di sini!” Dingin sekali suara gadis itu, tetapi semaki
Last Updated: 2026-04-07
Chapter: Suara Hati Sang EksekutorKael memerintahkan beberapa preman jalanan yang menjadi anak buahnya untuk menjaga sekeliling panti Sari Kasih, sebab kalau benar apa yang diceritakan Dean, dan Kael hampir yakin kalau itu benar, maka Madam Ellya pasti akan mengirim orang untuk mengawasi situasi dan memastikan keamanan dirinya.Setelah berpamitan pada Pak Abdul pengelola panti, Kael menyuruh Barat pulang, menyelidiki suatu hal, sementara dia membawa mobil berkeliling tanpa tujuan. Melalui spion Kael tidak lagi menemukan mobil Miselia membuntutinya. Baguslah, laki-laki sialan dari keluarga jahanam itu akhirnya lelah sendiri membuntutinya.Pengakuan Dean barusan masih memenuhi setiap ruang di kepalanya. Madam Ellya, sungguh, berat sekali percaya kalau dia adalah dalang segala kekacauan di panti, penyebab dari rangkaian penderitaan Elvara.Ponsel Kael berdering, dengan menahan jengkel karena diganggu di saat yang tidak tepat, dia mengeluarkan ponsel itu dari saku.Oma Teresa. Kael menghela dan menarik napas beberapa kali
Last Updated: 2026-02-04
Chapter: Fakta Sang Ibu PantiSeperti dugaan Kael, tak ada yang bisa ditemukan di bangunan yang sudah menjadi arang bercampur abu itu. Felix bertanya ke orang-orang sekitar, ke mana anak-anak dan pegawai yang selamat dipindahkan. Dari pemilik warung lontong, Felix menemukan nama panti Sari Kasih. Satu kilometer dari sana.Pemiliknya seorang pria baruh baya, berambut seluruhnya putih dan kacamata tipis membingkai kedua matanya yang menatap sayu.“Anak-anak pindahan dari panti asuhan yang dikelola Madam Ellya memang ada di sini, beberapa harus menangangi terapi serius karena menjadi saksi kunci bahwa kebakaran itu disengaja, tetapi tak ada yang percaya pada keterangan anak kecil, kan. Jadi kasus terbakarnya panti itu telah ditutup lumayan lama.”“Boleh saya bertemu dengan anak itu, Pak?” tanya Kael sesopan mungkin, satu hal yang harus disyukurinya adalah dia sudah tidak memiliki cambang, jenggot dan kumis berantakan yang membuatnya seperti perampok sadis tukang mutilasi. Ini semua gara-gara topeng sialan itu, dan ia
Last Updated: 2026-02-02
Chapter: Berburu BuktiFelix menatap laki-laki muda yang duduk di sampingnya. Sudah berkali-kali dia mencoba bicara, tetapi Kael tidak bisa diajak bicara, dia sedang kalut, tampaknya kusut, ekspresinya seperti begundal yang bersiap mengobrak-abrik seisi kota.“Kau akan menemukannya, Kael. Seperti sebelumnya, bahkan jika dia berada di tengah Samudra Pasifik sekalipun, kau selalu berhasil membawanya kembali.” Felix menyerah mencoba mencegah Kael, dia mengerti seberapa penting gadis itu bagi Kael, bahkan sejak dia pertama kali datang ke rumah majikan tuanya, Tuan Kilian, Kael membawa serta kenangan akan gadis itu.“Ketika mereka duduk untuk makan malam, Kael akan selalu bercerita tentang gadis itu. Elvara yang pemberani, yang konyol, dan sangat pandai membuat lagu.“Kau menyukai anak perempuan itu, Kael?” Kilian bertanya pada Kael kecil yang baru dua belas tahun, baru beberapa hari menjadi bagian dari keluarga itu. Felix ingat jelas, saat itu, Kael hanya tersipu, menundukkan kepala, menyembunyikan wajahnya yan
Last Updated: 2026-01-28