author-banner
SolaceReina
SolaceReina
Author

Novels by SolaceReina

Menikahi Pewaris Dingin

Menikahi Pewaris Dingin

Clara, seorang pewaris yang tertekan, terancam kehilangan perusahaan warisan ayahnya karena hutang dan intrik pamannya. Satu-satunya jalan keluar adalah dengan menerima perjodohan paksa dengan pengusaha tua yang serakah, Tuan Hendra. Namun, Clara menolak untuk menyerah. Ia membuat taruhan gila: ia hanya punya satu bulan untuk menemukan calon suami demi membatalkan perjodohan itu. Dalam keputusasaan, ia menemukan Alex, seorang CEO muda yang dingin, arogan, dan kejam. Alex setuju menjadi "suami palsu" Clara, tetapi dengan syarat: pernikahan mereka hanyalah bisnis, tanpa emosi, dan Clara harus tunduk pada setiap kemauannya. Clara pikir ia telah menemukan jalan keluar, tetapi ia tidak sadar bahwa ia telah melompat dari satu neraka ke neraka lainnya. Saat mereka terpaksa berakting mesra di depan keluarga Alex, Clara menemukan bahwa di balik sikap dingin Alex, tersembunyi rahasia kelam dan rencana balas dendam. Keadaan semakin rumit ketika Clara mendapati dirinya menderita sakit, yang ia salah sangka sebagai tanda kehamilan. Hubungan palsu mereka menjadi nyata ketika Clara didiagnosis memiliki tumor dan Alex, secara mengejutkan, mengambil alih perawatannya. Di tengah semua konflik ini, Clara mulai melihat sisi rapuh dari Alex, membuka pintu pada sebuah ikatan yang tak terduga. Namun, apakah hubungan ini akan bertahan saat ancaman dari Tuan Hendra dan mantan kekasih Alex, Elena, terus membayangi, siap untuk membongkar rahasia pernikahan palsu mereka?
Read
Chapter: BAB 131: PENGKHIANATAN DI ATAS PENGKHIANATAN
Asap granat memenuhi ruangan, mengubah aula mewah itu menjadi labirin abu-abu yang mencekam. Broto Sudiro, yang baru saja merasakan kemenangan psikologis atas Alex, tiba-tiba merasakan cengkeraman tangan yang sekeras baja di kerah bajunya."Alex? Apa yang kau lakukan? Helikopter sudah di atas!" Broto terbatuk di tengah asap."Helikopter itu tidak akan menjemputmu, Broto," bisik Alexandre tepat di telinganya. "Clara sudah membajak frekuensi pilotmu. Saat ini, mereka sedang mendarat di markas tim taktis kami."Wajah Broto yang tenang mulai retak. "Kau... kau sudah tahu?""Aku tahu bahwa kau hanyalah parasit yang mencoba mencuri nama ayahku," Alexandre menyentakkan Broto ke tengah lantai marmer yang terbuka. "Selamat datang di akhir permainanmu."Tiba-tiba, pintu depan meledak. Unit Centurions masuk dengan formasi tempur penuh. Namun, mereka tidak menembak Alexandre. Mereka berhenti dan membuka jalan bagi seorang pria yang mengenakan jubah sutra hitam—Target Ke-5 dalam daftar: Hadi Sasmi
Last Updated: 2026-01-04
Chapter: BAB 130: BADAI DI ISTANA MENTENG
Ruangan yang tadinya mewah kini menjadi labirin asap dan pecahan kristal. Broto Sudiro, meski sudah berumur, bergerak dengan efisiensi seorang predator yang sudah sering melewati upaya pembunuhan. Di sampingnya, Alexandre bertarung dengan amarah yang terpendam—setiap peluru yang ia lepaskan adalah bentuk pelarian dari kenyataan pahit tentang asal-usulnya."Sektor barat ditembus!" teriak pengawal Broto melalui radio sebelum suara tembakan mengakhiri kalimatnya.Tujuh orang tersisa dari daftar 'The Resurrection' telah mengirimkan unit gabungan paling mematikan mereka: The Centurions. Mereka bukan tentara biasa, melainkan tentara bayaran internasional yang dilengkapi dengan penglihatan malam canggih."Alex, ke kiri!" teriak Broto sembari melepaskan tembakan presisi ke arah penyerang yang mencoba masuk lewat jendela balkon.Alexandre berguling di balik pilar marmer, melepaskan dua tembakan yang melumpuhkan lawan di depannya. "Jangan memberi perintah padaku!" geram Alex."Kau punya insting
Last Updated: 2026-01-04
Chapter: BAB 129: Pakta Perang dan Pengkhianatan Ganda
Markas rahasia Alex di Berlin terasa dingin dan mencekam. Kekalahan di altar meninggalkan bekas luka yang dalam, bukan hanya di lantai gereja, tetapi juga di harga diri Alex. Kehilangan Elang dan Biarawati Marta, aset terpenting mereka, membuat Alex berada di titik terendah. Alex berdiri di depan peta Mediterania yang terpampang di layar besar. Pulau Triton hanya terlihat sebagai titik kecil, tetapi bagi Clara, itu adalah rumah masa lalunya dan sarang bahaya terbesar. "Pulau Triton," desis Alex, menunjuk koordinat. "Markas besar Sindikat Kriminal Ayahmu. Kau yakin bisa membawaku masuk?" Clara berdiri di sampingnya, mengenakan pakaian taktis yang dikirimkan Ben. Gaun pengantinnya sudah menjadi abu. "Saya mendesain sistem keamanannya," jawab Clara, suaranya mantap. "Saya tahu pintu belakangnya. Vega tidak akan menduga saya mengkhianati Ayah saya sendiri." Alex menoleh, matanya menatap Clara dalam. "Kau akan menjadi pengkhianat ganda. Mengkhianati Ayahmu untuk menyelamatkan adikku.
Last Updated: 2025-12-12
Chapter: BAB 128: Harga Kegagalan di Altar
Kekacauan di dalam gedung gereja baru saja berakhir . Tim keamanan Alex sibuk mengurus korban dan membersihkan area. Alex berdiri di altar, di tengah pecahan kaca dan noda darah yang berceceran di tempat seharusnya mereka mengucapkan janji suci mereka kembali untk bersama. Dia gagal. Alex kehilangan kendali atas segalanya: pernikahannya hancur, dan adiknya, satu-satunya aset moralnya, diculik oleh musuh terbesarnya, Vega.Clara mendekati Alex. Alex masih mematung, menatap pintu tempat Vega menyeret Elang."Alex," panggil dengan suara nya yang lembut Clara, suara nya yang ter dendengar sangat lembut.Alex tidak bergerak. Dia kemudian berbalik, matanya merah, dipenuhi kegagalan dan amarah."Ini adalah harga kegagalanmu," desis Alex, menatap Clara. "Kau memancingnya ke sini. Kau yang memberinya kesempatan. Kau yang ingin membuktikan diri di hari pernikahanku."Clara tahu dia benar, tetapi dia tidak akan mundur. "Saya melakukan apa yang harus saya lakukan. Dia tidak akan menyentuh El
Last Updated: 2025-12-12
Chapter: BAB 127: Altar sebagai Jebakan Berdarah
Gereja tua di Berlin telah dihias mewah, tetapi suasana di ruang ganti Alex terasa seperti bunker militer. Alex mengenakan tuksedo hitam, tetapi di bawahnya, ia mengenakan rompi anti peluru dan pistol tersembunyi."Vega tidak akan datang ke pernikahan," ujar Ben, suaranya dipenuhi keraguan. "Dia akan mengirim anak buahnya.""Vega tahu kendaliku atas Clara adalah inti dari Warisan," desis Alex, menatap pantulan dirinya di cermin. "Dia harus melihat kehancuranku. Dia akan datang."Alex menoleh kepada Gerry, kepala tim keamanannya. "Pastikan setiap sudut gereja diawasi. Jangan biarkan siapa pun menyentuh Clara. Aku akan menjadi targetnya."Alex tahu, dengan mengumumkan pernikahan ini secara global, dia telah menjadikan dirinya target utama Vega. Namun, dia ingin Vega melihat **betapa posesifnya dia terhadap Clara, bahkan di tengah bahaya.Sementara itu, di ruang ganti Clara.Clara mengenakan gaun pengantin putih yang sederhana, memilih gaun yang mencerminkan kesepakatan polos mereka (cin
Last Updated: 2025-12-09
Chapter: BAB 126: Cincin Polos dan Bayangan di Berlin
Clara menatap cincin emas putih polos di telapak tangannya . Ini bukan cincin berlian, melainkan simbol jujur dari hukuman Alex: pernikahan tanpa klausul pelepasan, ikatan selamanya."Kita akan menikah di Berlin," ujar Alex, nadanya final. "Gereja kecil, hanya kita, Elang, dan Ben. Sisanya akan melihat pernikahan kita di berita. Pemberitahuan formal kepada dunia bahwa kau adalah Nyonya Anggara sejati."Clara mengangguk. "Dan setelah itu, kita bawa Ayahmu dan Elang ke tempat yang aman. Kita perlu rehabilitasi penuh untuk Tuan Anggara. Hanya Elang yang bisa membantunya memulihkan diri dari trauma yang dipaksakan Ibunya."Alex memeluk Clara. Pelukannya kini terasa berbeda, ada unsur kelegaan dan rasa terima kasih yang mendalam, meskipun posesifnya tidak pernah hilang."Kau menyelamatkan keluargaku," bisik Alex, mencium kening Clara. "Aku tidak akan pernah melupakan itu. Tapi ingat, Nyonya Anggara. Aku Jangkar-mu. Kau akan selalu kembali padaku."Seminggu kemudian, Berlin.Suasana tenang
Last Updated: 2025-12-08
Menantu Pengganti

Menantu Pengganti

Ketika kakaknya kabur di hari pernikahan, Aruna dipaksa menggantikan posisi itu demi menyelamatkan nama baik keluarga. Tanpa cinta, tanpa restu, dan tanpa tahu bahwa pria yang akan dinikahinya — Revan, pewaris keluarga kaya — menyimpan rahasia yang jauh lebih besar dari sekadar pernikahan ini. Pernikahan itu hanya di atas kertas. Tapi setiap hari, Revan memperlakukan Aruna dengan dingin, seolah ingin membuatnya menyesal. Namun, seiring waktu, perlahan-lahan kebencian itu mulai berubah… tapi cinta yang datang terlambat bisa jadi hukuman paling pahit, apalagi saat sang kakak kembali dengan membawa kebenaran yang menghancurkan segalanya.
Read
Chapter: 💥 BAB 61: Umpan di Selat Malaka
Perahu penyelamat kecil itu melaju kencang, membelah ombak Selat Malaka yang mulai bergejolak. Aruna mengarahkan perahu itu menjauh dari rute Night Rider menuju Batam, bergerak ke arah utara, menuju lautan terbuka.Dia sendirian. Hanya dirinya, ombak yang berderu, dan flash drive Kirana yang dipegangnya erat-erat.Aruna menatap arlojinya. Sepuluh menit. Itu adalah waktu yang dibutuhkan sinyal flash drive untuk menarik perhatian Revan dan meyakinkannya bahwa ini adalah target utama.Air laut memercik ke wajahnya, terasa pedih di luka bahunya. Aruna harus tetap fokus. Dia menatap cakrawala di belakangnya, mencari tanda-tanda pengejaran.Lima belas menit berlalu. Tidak ada.Aruna mulai ragu. Apakah rencananya gagal? Apakah Revan tidak lagi tertarik pada data A-17?Tiba-tiba, dia mendengar suara yang dia kenali dan benci—suara mesin kapal cepat yang membelah air, semakin dekat dari kejauhan. Bukan kapal patroli militer.Kapal pemburu cepat milik Ares. Dua titik hitam muncul di cakrawala.
Last Updated: 2025-12-10
Chapter: ⏳ BAB 60: Taruhan pada Seorang Jurnalis
Aruna berhasil menarik dirinya kembali ke dek kapal Night Rider. Bahunya berdarah lagi, dan lututnya sakit luar biasa setelah melompat. Nadira segera memeluknya, wajahnya lega sekaligus panik."Kau berhasil!" desis Nadira. "Kau memberikannya pada Dian?"Aruna mengangguk, terengah-engah. Dia merasakan perahu mulai melaju kencang lagi, meninggalkan Kapal Vigilance di kejauhan."Ya. Hard drive Johan ada di tangannya," kata Aruna. "Sekarang, nasib kita ada di tangan Dian. Dia harus menerbitkannya."Tono, yang berada di ruang kemudi, berteriak melalui intercom. "Kita sudah aman! Mereka sudah melewati perairan batas! Tujuan selanjutnya Singapura!"Aruna berjalan pincang menuju ruang kargo, diikuti Nadira. Johan masih terbaring lemah.Aruna segera menuju Bima. Kondisinya memburuk dengan cepat. Wajahnya semakin cekung, dan napasnya dangkal.Paramedis Kiara tampak putus asa. "Waktunya habis, Nyonya Aruna. Paling lama tiga jam. Kita harus mendarat di fasilitas medis berskala besar, atau dia tid
Last Updated: 2025-12-10
Chapter: 🌊 BAB 59: Pertukaran di Tengah Laut
Kapal Vigilance milik Dian melaju mendekat, membelah ombak dengan elegan. Sementara itu, jet tempur militer itu memutar, bersiap untuk penerbangan pengintaian kedua di atas perairan perbatasan.Aruna menatap hard drive Johan. Ini adalah momen kebenaran, hasil dari semua penderitaan dan pelarian."Tono! Bagaimana respons Dian?" tanya Aruna, mencengkeram pegangan dek kapal.Tono memegang ponsel satelit, wajahnya pucat. "Dia setuju. Lima menit, di samping kapal. Tapi dia menuntut agar kita hanya mengirim satu orang untuk melakukan transfer."Aruna mengangguk. "Aku yang akan pergi.""Tidak, Aruna! Kau terluka parah!" seru Nadira. "Biarkan aku yang pergi!""Tidak," potong Aruna. "Dian harus melihat bukti itu di tanganku. Dia harus melihat siapa yang melawannya. Dan hard drive ini sangat sensitif. Hanya aku yang tahu cara kerjanya jika Revan memasang jebakan."Kapal Night Rider dan Vigilance bergerak sejajar di laut terbuka. Jarak mereka hanya beberapa meter, terpisah oleh ombak yang ganas.
Last Updated: 2025-12-10
Chapter: 🚢 BAB 58: Malam di Atas Night Rider
Kapal kargo cepat Night Rider membelah ombak Laut Jawa. Kecepatan kapal membuat guncangan terasa di ruang kargo yang sempit dan berisik. Di luar, langit sudah benar-benar gelap.Aruna bersandar di dinding baja, bahunya yang terluka berdenyut nyeri. Dia menyentuh hard drive Johan yang ia sembunyikan di dalam lipatan jaketnya. Bukti itu kini aman, tapi Bima tidak.Tim medis Kiara bekerja di bawah cahaya redup. Mereka memberikan cairan infus dan obat penghilang rasa sakit dosis tinggi untuk Bima."Kami sudah melakukan semua yang kami bisa di laut," kata salah satu paramedis kepada Aruna. "Jika dia tidak dioperasi dalam dua belas jam ke depan, kami harus bersiap untuk yang terburuk."Johan, yang kini sudah diberikan pertolongan pertama oleh Nadira, duduk di sudut ruangan, wajahnya masih memar."Terima kasih, Nyonya Aruna," kata Johan, suaranya lemah. "Saya pikir saya sudah mati di tangan Revan.""Kenapa kau merekamnya, Johan?" tanya Aruna, mendekati Johan. "Kau tahu risikonya."Johan mena
Last Updated: 2025-12-10
Chapter: 🛳️ BAB 57: Pintu Keluar Kiara
Perahu nelayan itu mendarat kasar di Pulau Ketapang. Aruna, Nadira, dan Johan yang kesakitan melompat ke dermaga yang sama tempat mereka meninggalkan Bima.Di gudang tua, lampu remang-remang menyala. Tono berdiri di pintu, wajahnya tegang. Dia melihat kondisi Aruna—berlumuran darah kering dan lumpur—dan hard drive di tangannya.Dia tidak perlu bertanya. Hasilnya jelas."Revan lepas," kata Aruna, suaranya serak. "Dan dia tahu kita di sini."Tono mengangguk. Dia mengabaikan Johan, fokus pada Aruna."Aku menerima sinyal satelit. Helikopter militer Revan diperkirakan tiba dalam satu jam," kata Tono. "Tapi itu masalah kecil. Sinyal dari Pulau Naga menunjukkan perahu cepat Sersan Leo akan tiba dalam lima belas menit."Lima belas menit. Aruna tidak punya waktu untuk bernapas."Bima?" tanya Aruna, pincang menuju gudang."Stabil. Tapi dia tetap butuh operasi," jawab Tono. "Lukanya sudah dibersihkan, tapi tim medis tidak bisa melakukan lebih dari ini."Aruna masuk ke gudang. Dia melihat Bima, y
Last Updated: 2025-12-09
Chapter: 🏃 BAB 56: Bukti Berlumuran Darah
Aruna memutar kunci darurat pintu baja Koridor Isolasi, mengunci Revan di dalam. Di telinganya, dia mendengar benturan keras dari tinju Revan yang menghantam baja. Teriakan yang teredam, penuh amarah murni.Dia berhasil. Tapi dia tidak aman.Aruna membalikkan badannya. Dia kini harus merangkak kembali melalui lorong pipa yang sempit. Bahunya berdarah, kakinya berdenyut-denyut.Dia harus cepat. Revan adalah ahli teknik. Dia pasti memiliki cara darurat untuk membuka atau meledakkan pintu itu.Aruna mencengkeram hard drive kecil itu dengan tangan kirinya. Setiap kali dia menyentuh lantai beton basah, rasa dinginnya menusuk. Dia mendorong tubuhnya maju, mengabaikan rasa sakit.Lorong pipa itu terasa lebih panjang saat Aruna melarikan diri. Bau uap dan karat semakin menyesakkan. Aruna menggunakan sisa-sisa tenaganya, mendorong siku-sikunya ke depan.Akhirnya, dia mencapai lubang saluran ventilasi yang dia gunakan untuk masuk. Dia harus mendorong tubuhnya ke atas.Dia menghela napas panjang
Last Updated: 2025-12-09
You may also like
Tukar Suami dengan Pelakor
Tukar Suami dengan Pelakor
Romansa · Chikyciki
4.2K views
Teratai Yang Layu
Teratai Yang Layu
Romansa · Iis Ernawati
4.2K views
Karma 2
Karma 2
Romansa · Ria Abdullah
4.2K views
AMPLOP LEBARAN
AMPLOP LEBARAN
Romansa · El Furinji
4.2K views
Yang Terpilih
Yang Terpilih
Romansa · Yustini Setia Darma
4.2K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status