Home / Romansa / Menikahi Pewaris Dingin / BAB 130: BADAI DI ISTANA MENTENG

Share

BAB 130: BADAI DI ISTANA MENTENG

Author: SolaceReina
last update Last Updated: 2026-01-04 01:11:11

Ruangan yang tadinya mewah kini menjadi labirin asap dan pecahan kristal. Broto Sudiro, meski sudah berumur, bergerak dengan efisiensi seorang predator yang sudah sering melewati upaya pembunuhan. Di sampingnya, Alexandre bertarung dengan amarah yang terpendam—setiap peluru yang ia lepaskan adalah bentuk pelarian dari kenyataan pahit tentang asal-usulnya.

"Sektor barat ditembus!" teriak pengawal Broto melalui radio sebelum suara tembakan mengakhiri kalimatnya.

Tujuh orang tersisa dari daftar 'The Resurrection' telah mengirimkan unit gabungan paling mematikan mereka: The Centurions. Mereka bukan tentara biasa, melainkan tentara bayaran internasional yang dilengkapi dengan penglihatan malam canggih.

"Alex, ke kiri!" teriak Broto sembari melepaskan tembakan presisi ke arah penyerang yang mencoba masuk lewat jendela balkon.

Alexandre berguling di balik pilar marmer, melepaskan dua tembakan yang melumpuhkan lawan di depannya. "Jangan memberi perintah padaku!" geram Alex.

"Kau punya insting
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Menikahi Pewaris Dingin   BAB 131: PENGKHIANATAN DI ATAS PENGKHIANATAN

    Asap granat memenuhi ruangan, mengubah aula mewah itu menjadi labirin abu-abu yang mencekam. Broto Sudiro, yang baru saja merasakan kemenangan psikologis atas Alex, tiba-tiba merasakan cengkeraman tangan yang sekeras baja di kerah bajunya."Alex? Apa yang kau lakukan? Helikopter sudah di atas!" Broto terbatuk di tengah asap."Helikopter itu tidak akan menjemputmu, Broto," bisik Alexandre tepat di telinganya. "Clara sudah membajak frekuensi pilotmu. Saat ini, mereka sedang mendarat di markas tim taktis kami."Wajah Broto yang tenang mulai retak. "Kau... kau sudah tahu?""Aku tahu bahwa kau hanyalah parasit yang mencoba mencuri nama ayahku," Alexandre menyentakkan Broto ke tengah lantai marmer yang terbuka. "Selamat datang di akhir permainanmu."Tiba-tiba, pintu depan meledak. Unit Centurions masuk dengan formasi tempur penuh. Namun, mereka tidak menembak Alexandre. Mereka berhenti dan membuka jalan bagi seorang pria yang mengenakan jubah sutra hitam—Target Ke-5 dalam daftar: Hadi Sasmi

  • Menikahi Pewaris Dingin   BAB 130: BADAI DI ISTANA MENTENG

    Ruangan yang tadinya mewah kini menjadi labirin asap dan pecahan kristal. Broto Sudiro, meski sudah berumur, bergerak dengan efisiensi seorang predator yang sudah sering melewati upaya pembunuhan. Di sampingnya, Alexandre bertarung dengan amarah yang terpendam—setiap peluru yang ia lepaskan adalah bentuk pelarian dari kenyataan pahit tentang asal-usulnya."Sektor barat ditembus!" teriak pengawal Broto melalui radio sebelum suara tembakan mengakhiri kalimatnya.Tujuh orang tersisa dari daftar 'The Resurrection' telah mengirimkan unit gabungan paling mematikan mereka: The Centurions. Mereka bukan tentara biasa, melainkan tentara bayaran internasional yang dilengkapi dengan penglihatan malam canggih."Alex, ke kiri!" teriak Broto sembari melepaskan tembakan presisi ke arah penyerang yang mencoba masuk lewat jendela balkon.Alexandre berguling di balik pilar marmer, melepaskan dua tembakan yang melumpuhkan lawan di depannya. "Jangan memberi perintah padaku!" geram Alex."Kau punya insting

  • Menikahi Pewaris Dingin   BAB 129: Pakta Perang dan Pengkhianatan Ganda

    Markas rahasia Alex di Berlin terasa dingin dan mencekam. Kekalahan di altar meninggalkan bekas luka yang dalam, bukan hanya di lantai gereja, tetapi juga di harga diri Alex. Kehilangan Elang dan Biarawati Marta, aset terpenting mereka, membuat Alex berada di titik terendah. Alex berdiri di depan peta Mediterania yang terpampang di layar besar. Pulau Triton hanya terlihat sebagai titik kecil, tetapi bagi Clara, itu adalah rumah masa lalunya dan sarang bahaya terbesar. "Pulau Triton," desis Alex, menunjuk koordinat. "Markas besar Sindikat Kriminal Ayahmu. Kau yakin bisa membawaku masuk?" Clara berdiri di sampingnya, mengenakan pakaian taktis yang dikirimkan Ben. Gaun pengantinnya sudah menjadi abu. "Saya mendesain sistem keamanannya," jawab Clara, suaranya mantap. "Saya tahu pintu belakangnya. Vega tidak akan menduga saya mengkhianati Ayah saya sendiri." Alex menoleh, matanya menatap Clara dalam. "Kau akan menjadi pengkhianat ganda. Mengkhianati Ayahmu untuk menyelamatkan adikku.

  • Menikahi Pewaris Dingin   BAB 128: Harga Kegagalan di Altar

    Kekacauan di dalam gedung gereja baru saja berakhir . Tim keamanan Alex sibuk mengurus korban dan membersihkan area. Alex berdiri di altar, di tengah pecahan kaca dan noda darah yang berceceran di tempat seharusnya mereka mengucapkan janji suci mereka kembali untk bersama. Dia gagal. Alex kehilangan kendali atas segalanya: pernikahannya hancur, dan adiknya, satu-satunya aset moralnya, diculik oleh musuh terbesarnya, Vega.Clara mendekati Alex. Alex masih mematung, menatap pintu tempat Vega menyeret Elang."Alex," panggil dengan suara nya yang lembut Clara, suara nya yang ter dendengar sangat lembut.Alex tidak bergerak. Dia kemudian berbalik, matanya merah, dipenuhi kegagalan dan amarah."Ini adalah harga kegagalanmu," desis Alex, menatap Clara. "Kau memancingnya ke sini. Kau yang memberinya kesempatan. Kau yang ingin membuktikan diri di hari pernikahanku."Clara tahu dia benar, tetapi dia tidak akan mundur. "Saya melakukan apa yang harus saya lakukan. Dia tidak akan menyentuh El

  • Menikahi Pewaris Dingin   BAB 127: Altar sebagai Jebakan Berdarah

    Gereja tua di Berlin telah dihias mewah, tetapi suasana di ruang ganti Alex terasa seperti bunker militer. Alex mengenakan tuksedo hitam, tetapi di bawahnya, ia mengenakan rompi anti peluru dan pistol tersembunyi."Vega tidak akan datang ke pernikahan," ujar Ben, suaranya dipenuhi keraguan. "Dia akan mengirim anak buahnya.""Vega tahu kendaliku atas Clara adalah inti dari Warisan," desis Alex, menatap pantulan dirinya di cermin. "Dia harus melihat kehancuranku. Dia akan datang."Alex menoleh kepada Gerry, kepala tim keamanannya. "Pastikan setiap sudut gereja diawasi. Jangan biarkan siapa pun menyentuh Clara. Aku akan menjadi targetnya."Alex tahu, dengan mengumumkan pernikahan ini secara global, dia telah menjadikan dirinya target utama Vega. Namun, dia ingin Vega melihat **betapa posesifnya dia terhadap Clara, bahkan di tengah bahaya.Sementara itu, di ruang ganti Clara.Clara mengenakan gaun pengantin putih yang sederhana, memilih gaun yang mencerminkan kesepakatan polos mereka (cin

  • Menikahi Pewaris Dingin   BAB 126: Cincin Polos dan Bayangan di Berlin

    Clara menatap cincin emas putih polos di telapak tangannya . Ini bukan cincin berlian, melainkan simbol jujur dari hukuman Alex: pernikahan tanpa klausul pelepasan, ikatan selamanya."Kita akan menikah di Berlin," ujar Alex, nadanya final. "Gereja kecil, hanya kita, Elang, dan Ben. Sisanya akan melihat pernikahan kita di berita. Pemberitahuan formal kepada dunia bahwa kau adalah Nyonya Anggara sejati."Clara mengangguk. "Dan setelah itu, kita bawa Ayahmu dan Elang ke tempat yang aman. Kita perlu rehabilitasi penuh untuk Tuan Anggara. Hanya Elang yang bisa membantunya memulihkan diri dari trauma yang dipaksakan Ibunya."Alex memeluk Clara. Pelukannya kini terasa berbeda, ada unsur kelegaan dan rasa terima kasih yang mendalam, meskipun posesifnya tidak pernah hilang."Kau menyelamatkan keluargaku," bisik Alex, mencium kening Clara. "Aku tidak akan pernah melupakan itu. Tapi ingat, Nyonya Anggara. Aku Jangkar-mu. Kau akan selalu kembali padaku."Seminggu kemudian, Berlin.Suasana tenang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status