author-banner
Nonamanis
Nonamanis
Author

Novels by Nonamanis

Grand Duke, Aku Bukan Wanita Simpananmu Lagi!

Grand Duke, Aku Bukan Wanita Simpananmu Lagi!

Kekasihku, Grand Duke, akan menikah dengan wanita lain. Kupikir itu akhir dari kami. Aku salah. Alih-alih melepaskanku, dia justru memaksaku tetap di sisinya sebagai simpanannya!
Read
Chapter: Bab 5
Kallias terdiam.Seolah mencoba memahami apakah kata-kata itu sungguh keluar dari Ishrina yang selama ini ia kenal.Ishrina menarik napas perlahan, mencoba menenangkan dirinya yang hampir runtuh. Namun suaranya tetap melemah saat ia kembali berbicara.“Aku tidak mau menjadi yang kedua…” ucapnya lirih. Air matanya hampir jatuh.Namun ia menahannya mati-matian. Ia tidak ingin terlihat lemah di hadapan Kallias yang masih menatapnya.Diam.Tatapan itu tidak lagi setajam sebelumnya, namun justru terasa lebih berat. Seolah ada sesuatu yang sedang ia tahan sesuatu yang tidak ia biarkan terlihat.“Lepaskan aku!” bisik Ishrina akhirnya. “Aku mohon.”Permintaan itu terdengar pelan. Namun cukup untuk memecah semua yang tersisa di antara mereka.Kallias masih menatapnya lama, seolah sedang menimbang sesuatu yang tidak ia ucapkan.“Ini yang kau inginkan?” tanyanya akhirnya dengan suaranya yang kembali datar.Ishrina tidak menjawab dan ia hanya menatapnya. Dengan mata yang mulai memerah, dengan sem
Last Updated: 2026-04-28
Chapter: Bab 4
Teriakan Kallias terdengar lebih dekat.“Aku tidak melakukan apapun!”Dalam sekejap, tangan Ishrina ditarik paksa ke belakang. Tubuhnya ikut tertarik menjauh, membuat jarak dengan Iris.Napas Ishrina memburu. Dadanya naik turun, matanya masih tertuju pada Iris, tapi Kallias sudah berdiri di antara mereka.Melindungi.Pintu ruang kerja terbuka dengan keras, membuat suasana di lorong yang sudah tegang menjadi semakin berat. Count Arlis dan Countess Arlis segera keluar, wajah mereka berubah saat melihat Iris yang jatuh di lantai. Tanpa ragu, Countess bergegas menghampiri, meraih tangan Iris dan membantunya berdiri. Jemarinya merapikan gaun putrinya itu dengan hati-hati, seolah luka kecil yang terlihat jauh lebih penting daripada apa pun yang baru saja terjadi.“Iris…” suaranya terdengar cemas, namun tatapannya sesekali melirik tajam ke arah Ishrina.Iris memanfaatkan momen itu. Ia sedikit mendekat ke arah Kallias, wajahnya tampak lemah, tetapi matanya menyimpan sesuatu yang berbeda sesu
Last Updated: 2026-04-27
Chapter: Bab 3
Ishrina terdiam cukup lama setelah semua itu diucapkan. Tatapannya tidak lepas dari wajah ayahnya, mencoba menemukan sesuatu penjelasan atau sekadar sisa kepedulian yang dulu pernah ada. Namun yang ia lihat sekarang justru semakin menegaskan satu hal yang selama ini ia sangkal.Dari cara ayahnya memandang Iris sekarang… sudah dipastikan Iris adalah putri kandungnya.Padahal, pria itu pernah mengaku dirinya tidak memiliki hubungan darah dengan sang kakak tiri. Bahwa tidak ada yang perlu dikhatirkan dengan kehadiran Iris dan sang ibu tiriDan wanita yang duduk di sampingnya adalah orang yang benar-benar ia cintai. Sementara dirinya hanya bagian yang tersisa.“Bagaimana jika aku tidak mau?”Suara Ishrina terdengar tenang saat akhirnya ia berbicara. Tidak tinggi, tidak bergetar. Namun cukup jelas untuk membuat suasana di ruangan itu berubah.Countess Arlis tersenyum tipis, seolah pertanyaan itu tidak lebih dari sesuatu yang sudah ia perkirakan. “Iris jauh lebih pantas menjadi bagian dari
Last Updated: 2026-04-25
Chapter: Bab 2
Urusan penting.Kata-kata itu terus terngiang di kepala Ishrina sejak tadi. Awalnya ia tidak terlalu memikirkannya, mencoba menerima seperti biasanya. Namun sekarang, berdiri di lorong panjang kediaman Count Arlis, ia akhirnya mengerti arti sebenarnya dari “urusan” yang dimaksud Kallias.Langkahnya terhenti begitu saja.Di depan sana, melalui dinding kaca yang membatasi taman dalam, ia bisa melihat rumah kaca di kediamannya. Tempat yang selalu dipenuhi bunga, terutama mawar, bunga kesukaan sang kakak tiri.Dan di sanalah mereka berada.Kallias dan Iris.Iris berdiri di tengah deretan mawar yang sedang mekar. Gaunnya tampak ringan tertiup angin, jemarinya sibuk merangkai bunga satu per satu dengan hati-hati. Sesekali keduanya berbincang, wajahnya dipenuhi senyum yang terlihat begitu cerah.Sementara Kallias berdiri di sampingnya.Tatapan mata merahnya tidak berpaling. Tidak dingin seperti biasanya. Tidak tajam seperti saat ia menatap orang lain. Ada sesuatu yang lebih lembut dan tenang
Last Updated: 2026-04-25
Chapter: Bab 1
“Kita sudahi saja hubungan ini.”Suara Ishrina pelan, tapi jelas. Tidak bergetar, tidak ragu. Justru karena terlalu tenang, kalimat itu terasa lebih berat dari seharusnya.Kallias yang sedang mengenakan jubahnya berhenti. Tangannya tertahan di udara, lalu perlahan turun. Ia menyibakkan rambut hitamnya ke belakang sebelum akhirnya berbalik.Tatapan mata merah itu langsung jatuh pada Ishrina.“Apa kau bilang?”Nada suaranya rendah. Bukan bertanya, lebih seperti memastikan ia tidak salah dengar.Ishrina tetap berdiri di tempatnya. Punggungnya tegak, meski jari-jarinya di balik lipatan gaun saling menggenggam erat.“Aku dengar tentang pertunanganmu dengan Irish.”Setelah mengatakan itu, ia sempat mengalihkan pandangan. Bukan karena takut, tapi karena ia sudah terlalu lelah untuk terus menatapnya.Tiga tahun.Selama itu ia berada di sisi Kallias. Pria itu bahkan tidak pernah memberi kejelasan tentang hubungan ini, tapi dirinya juga tidak pernah benar-benar dilepaskan. Dan bodohnya, Ishrina
Last Updated: 2026-04-25
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status