author-banner
Nonamanis
Nonamanis
Author

Novels by Nonamanis

Grand Duke, Aku Bukan Wanita Simpananmu Lagi!

Grand Duke, Aku Bukan Wanita Simpananmu Lagi!

Kekasihku, Grand Duke, akan menikah dengan wanita lain. Kupikir itu akhir dari kami. Aku salah. Alih-alih melepaskanku, dia justru memaksaku tetap di sisinya sebagai simpanannya!
Read
Chapter: Bab 125
Kallias berdiri di tengah halaman kastil dengan ekspresi yang tidak berubah sedikit pun. Kerumunan yang beberapa saat lalu begitu berani kini membeku dalam ketakutan. Tatapan merah Kallias bergerak perlahan menyapu wajah mereka satu per satu, semua orang yang mengenalnya memahami bahwa ketenangan seperti inilah yang paling berbahaya."Aku tidak ingat pernah memberi izin kepada siapa pun untuk menyentuhnya." Suaranya terdengar rendah, tetapi cukup membuat beberapa orang langsung kehilangan warna di wajah mereka.Para kesatria berpakaian hitam yang berdiri di belakangnya segera melangkah maju begitu mendengar kalimat tersebut. Mereka tidak menunggu perintah kedua."Tangkap semuanya."Hanya tiga kata yang langsung mengubah suasana menjadi kacau.Orang-orang yang tadi berteriak paling keras sontak panik. Sebagian mencoba melarikan diri menuju gerbang, sebagian lagi berlutut sambil memohon ampun, dan tidak sedikit yang berusaha menyalahkan orang lain untuk menyelamatkan diri mereka sendir
Last Updated: 2026-06-18
Chapter: Bab 124
Kereta keluarga Arlis baru saja berhenti di depan kastil ketika Ishrina menyadari ada sesuatu yang tidak biasa. Suara riuh yang terdengar dari luar terlalu keras untuk disebut sebagai sambutan, bahkan lebih menyerupai kerumunan yang sedang menunggu sebuah pertunjukan.Begitu pintu kereta terbuka dan ia menurunkan kakinya ke tanah, gelombang suara itu langsung meledak dari segala arah."Perempuan hina!""Itu dia!""Dia tidak pantas menjadi Putri Mahkota!""Usir dia!"Hinaan demi hinaan menghantamnya bahkan sebelum ia sempat melangkah menjauh dari kereta. Sesuatu tiba-tiba mengenai bahunya. Sebuah telur busuk pecah di atas gaunnya, meninggalkan cairan lengket yang mengalir perlahan di kain berwarna terang yang dikenakannya.Belum sempat ia bereaksi, lemparan kedua menyusul. Kali ini tomat busuk menghantam lengannya, disusul sayuran layu dan buah-buahan yang sudah membusuk. Dalam hitungan detik, halaman depan Kastil Arlis berubah menjadi lautan cacian dan lemparan yang ditujukan hanya un
Last Updated: 2026-06-18
Chapter: Bab 123
Ishrina memandangi aula yang kini hampir kosong. Beberapa pelayan masih sibuk membereskan ruangan, sementara para bangsawan terakhir mulai menghilang di balik pintu-pintu besar istana. Ia mengembuskan napas panjang."Seperti yang saya takutkan."Axion menoleh ke arahnya."Mereka benar-benar memanipulasinya."Tidak ada keterkejutan dalam suara Ishrina. Seolah sejak awal ia memang telah memperkirakan kemungkinan ini akan terjadi. Axion mengerutkan kening. Sejak hasil pemeriksaan diumumkan, pikirannya tidak berhenti mencari celah yang mungkin terlewatkan."Aku sudah mengerahkan orang-orangku untuk menyelidiki," katanya pelan. "Mereka memeriksa semua yang bisa diperiksa. Tidak ada aktivitas mencurigakan. Keamanan kuil juga sangat ketat. Tidak sembarang orang bisa masuk dan mengubah hasil pemeriksaan begitu saja."Ishrina tersenyum tipis yang tidak benar-benar mencapai matanya."Itulah masalahnya."Axion menatapnya tanpa mengerti."Saya sudah mengatakan bahwa ada seseorang yang bisa meman
Last Updated: 2026-06-18
Chapter: Bab 122
Axion terdiam beberapa saat setelah mendengar pertanyaan Kaisar. Tatapan seluruh aula tertuju kepadanya, menunggu jawaban yang akan keluar dari mulut Putra Mahkota. Bahkan suara napas para bangsawan seakan ikut tertahan di tengah keheningan yang menyelimuti ruangan."Saya tidak mengatakan bahwa kuil berbohong, Yang Mulia."Ia berdiri tegak di samping Ishrina, tidak menunjukkan sedikit pun keraguan di wajahnya. Akan tetapi sorot matanya tetap tertuju kepada para pendeta yang berdiri di tengah aula."Namun saya percaya ada sesuatu yang salah dalam hasil pemeriksaan ini."Bisikan-bisikan langsung muncul di berbagai sudut ruangan. Beberapa bangsawan saling bertukar pandang, sementara yang lain menatap Axion dengan keterkejutan yang tidak disembunyikan. Bagi mereka, ucapan tersebut hampir sama buruknya dengan menuduh kuil secara langsung.Kaisar memandang putranya dalam diam selama beberapa saat. Wajah penguasa kekaisaran itu sulit ditebak, tetapi ketidakpuasan jelas terlihat dalam sorot m
Last Updated: 2026-06-15
Chapter: Bab 121
Hari pengumuman itu akhirnya tiba.Sejak beberapa hari terakhir, seluruh ibu kota seolah hanya membicarakan satu hal. Nama Ishrina Arlis dan Putra Mahkota Axion terus menjadi bahan pembicaraan para bangsawan, para pedagang, bahkan para pelayan yang bekerja di setiap sudut istana.Tidak mengherankan. Pemeriksaan kesucian yang biasanya hanya menjadi formalitas sebelum sebuah pernikahan kini berubah menjadi sesuatu yang menarik perhatian banyak orang karena melibatkan calon Putri Mahkota.Aula utama istana dipenuhi tamu sejak pagi. Para bangsawan mengenakan pakaian terbaik mereka, seolah sedang menghadiri sebuah perayaan besar, padahal suasana yang menyelimuti aula justru jauh dari kata meriah.Ishrina berdiri di sisi Axion di hadapan seluruh tamu yang hadir. Wajahnya tenang, meskipun ia dapat merasakan puluhan bahkan ratusan tatapan yang terus mengarah kepadanya.Di sisi lain ruangan, keluarga Arlis juga hadir. Count Arlis terlihat jauh lebih diam dibanding biasanya. Countess Arlis dudu
Last Updated: 2026-06-15
Chapter: Bab 120
Keheningan langsung menyelimuti koridor. Bahkan Annie yang berdiri di belakang Ishrina tampak membelalakkan mata karena tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.Iris masih terus berbicara tanpa menyadari bahwa orang yang sedang ia bicarakan berdiri hanya beberapa langkah dari ruangan tersebut."Selama ini semua orang selalu membandingkan kami."Nada suaranya terdengar semakin tajam."Jika Ishrina menikahi Putra Mahkota dan menjadi Putri Mahkota di masa depan, lalu apa gunanya aku menjadi istri Grand Duke?"Countess tidak segera menjawab.Mungkin karena ia sendiri sedang memikirkan hal yang sama atau mungkin karena ia tidak tahu bagaimana membantahnya."Kau terlalu memikirkan hal itu."Meski begitu, pada akhirnya wanita itu tetap berbicara. Namun nada suaranya tidak terdengar seperti teguran. Lebih seperti seseorang yang mencoba menenangkan anaknya."Bagaimana aku bisa tidak memikirkannya?" balas Iris cepat. "Semua orang sekarang membicarakan mereka. Bahkan Ayah mulai berha
Last Updated: 2026-06-15
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status