author-banner
Celestial Soul
Celestial Soul
Author

Novels by Celestial Soul

Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

Savita Arrazka mengira suami yang sangat dicintainya akan memberikan cinta bertubi-tubi saat dokter memvonis dia mengidap kanker. Namun kenyataannya berbanding terbalik. Mahendra Janardana justru membawa pulang wanita lain dan berniat untuk menikahinya. Savita dihadapkan pada dua pilihan, menyerah atau melawan?
Read
Chapter: Bab 92 Penolakan
“Kaivan, ini Mama, Nak. Mama sayang banget sama Kaivan.”Permohonan itu keluar dari bibir Savita yang pecah-pecah dengan lirih. Setiap ucapan diwarnai kerinduan dan keputusasaan yang teramat mendalam. Air matanya mengalir deras hingga menciptakan jejak basah di wajahnya yang pucat.Penolakan Kaivan tidak lantas membuatnya jera. Dia masih merangkak. Tangannya terulur hendak menggapai. Dia hanya beberapa senti dari Kaivan yang bersembunyi ketakutan di balik kaki Mahendra.“Nggak. Bukan Mama aku!” cicit Kaivan masih bersembunyi. “Mama nggak kayak gitu. Mama aku cantik.”“iya, Nak. Ini Mama, Sayang,” bujuk Savita. Dia mencoba membuat suaranya selembut dan sehalus mungkin walau meskipun yang keluar hanya bisikan serak. “Mama kan cuma sakit. Tapi Mama ini tetap Mama kamu, Nak. Mama nggak bakalan sakiti kamu. Sini, Nak. Coba kamu pegang tangan Mama.&rdqu
Last Updated: 2026-01-10
Chapter: Bab 91 Pertemuan yang Menghancurkan
“Siti, panggil penontonnya kemari.”Kali ini Mahendra yang memerintahkan Siti. Wanita muda itu mengangguk patuh lalu keluar dari kamar Savita yang berantakan seperti terkena badai. Siti seolah tahu yang dimaksud oleh Tuannya tersebut tanpa bertanya lagi.Gita tersenyum miring pada savita. Sementara Mahendra menatap Savita tajam.“Tuan,” ucap Siti.Tidak lama dia datang lagi. Savita tidak perlu menebak. Di belakang Siti, Kaivan memeluk pinggang wanita itu.Savita, yang masih duduk di pojok kamarnya segera menegang. Jantungnya berdebar kencang dan suaranya tercekat di tenggorokan.Mahendra menoleh.“Kaivan, kemari, Nak,” pinta Mahendra dengan nada sabar.Seperti seorang ayah yang sedang mengajari anaknya belajar. “Papa mau tunjukin sama kamu. Kenapa kamu nggak boleh dekat-dekat lagi ke kamar in
Last Updated: 2026-01-10
Chapter: Bab 90 Panggung Sandiwara
“Siti, bantu saya. Kamu berantakin kamarnya. Bikin kamar itu kayak baru aja ada perang di sini.”Perintah Mahendra terdengar keesokan paginya hingga membuat Savita yang sedang meringkuk di tempat tidur segera waspada. Savita sudah bangun pagi-pagi sekali, akan tetapi tubuhnya memilih untuk tetap tidursaja sebab tidak ada yang bisa dia kerjakan di kamar itu.Savita bahkan mendengar Siti menjawab patuh, “Baik, Tuan Mahendra.”Tidak lama kemudian, pintu kamar Savita menjeblak terbuka. Savita duduk di atas tempat tidur. Tatapannya waspada karena bukan hanya Siti yang masuk tetapi Mahendra dan Gita ikut masuk ke kamar itu.Savita segera menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang tiba-tiba gemetar. Beruntung kali ini dia tidur menggunakan penutup kepala.“Mau ngapain kalian?” tanyanya. Walau suaranya lemah tetapi penuh perlawanan dan waspada.
Last Updated: 2026-01-09
Chapter: Bab 89 Hancurnya Mainan Kesayangan
“Ada apa, Kaivan? Kenapa kamu teriak-teriak, Sayang?” tanya Mahendra.Savita yang masih berdiri di atas kloset di kamar mandi, mendengar itu dengan hati yang hancur berkeping-keping. Kemudian, dia mendengar langkah tergesa-gesa dari Gita dan Mahendra menghampiri Kaivan di halaman belakang.“Bunda, ada hantu … ada hantu di jendela!” isak Kaivan sambil menunjuk pada arah jendela kamar mandi Savita.Savita menelan ludah lalu segera menutup rapat jendela ventilasi itu dan turun dari sana. Akan tetapi, dia sudah terlambat. Kerusakan telah terjadi.Terdengar tawa kecil Gita menanggapi ucapan Kaivan. “Ya ampun, Sayang. Itu bukan hantu. Itu Mama kamu. Memangnya kamu udah lupa muka Mamamu sendiri? Hm?”“Bukan!” teriak Kaivan histeris. “Mukanya seram! Kayak monster yang Bunda ceritain kemarin!” tambahnya masih histeris.
Last Updated: 2026-01-09
Chapter: Bab 88 Wajah di Balik Jendela
Pagi harinya, Savita terbangun dengan pintu menjeblak terbuka. Mendengar itu, dia segera menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tipis.Dia tidak ingin orang lain melihat rambut di kepalanya yang rontok. Biasanya dia akan memakai penutup kepala. Namun, saat hendak tidur, dia melepasnya.“Bangun, Nyonya.”Itu suara Siti.Terdengar suara sesuatu benda dikeluarkan dari dalam plastik lalu membentur nampan beberapa kali. Savita diam tidak bergerak.“Kata Non Gita, Nyonya hari ini makanannya roti kering aja. Ini jatahnya sampai makan malam.”Terdengar pintu tertutup lalu terkunci dari luar. Savita keluar dari selimut. Dia melihat di nakas terdapat roti kering yang jumlahnya menurutnya sedikit lebih banyak. Dia menghela napas pelan. Dia tidak ingin makan. Kembali dia menarik selimutnya. Dia lebih memilih tidur lagi.Sore
Last Updated: 2026-01-08
Chapter: Bab 87 Doktrin
“Kamu tahu nggak kenapa Mama dikurung di kamar itu?”Suara Mahendra yang terdengar bijaksana dari ruang tengah. Savita yang sedang menelan roti kering jatah makan malamnya, segera berhenti mengunyah. Sudah beberapa jam sejak kedatangan polisi dan rumah itu terasa sunyi.Dia merangkak menuju pintu lalu menempelkan telinganya di sana. Dia dapat membayangkan Kaivan duduk di karpet, di antara Mahendra dan Gita berusaha mendengarkan penuh perhatian.“Nggak tahu aku, Pa,” jawab Kaivan. “Katanya Mama lagi sakit ya?”“Betul, Mama lagi sakit,” sahut Mahendra. “Tapi bukan sakit biasa kayak batuk pilek. Ini sakit yang bikin orang jadi beda.”Savita mengepalkan kedua tangannya. Dia tahu arah pembicaraan itu. itu merupakan strategi yang terkoordinasi.
Last Updated: 2026-01-08
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status