author-banner
Celestial Soul
Celestial Soul
Author

Novels by Celestial Soul

Kakak Tingkatku Ternyata Pangeran Berdarah Perak

Kakak Tingkatku Ternyata Pangeran Berdarah Perak

Bagi Alya Senandika, beasiswa di Universitas Cakrawala adalah awal baru yang tampak menarik. Namun, segalanya berubah saat menyaksikan darah perak mengalir dari luka Revan Lazuardi Rajata. Revan bukan sekadar kakak tingkat misterius yang memiliki kekasih bernama Vanya. Di tengah penindasan Vanya dan konspirasi maut, Alya harus memilih. Akankah Alya membantu Revan meski harus membayar dengan nyawanya sendiri? Sanggupkah cinta mereka bertahan?
Read
Chapter: BAB 12: Teman Sekamar Curiga
“Ayo, berdiri, Al!”Rini kemudian mencengkeram sau tangan Alya dan menariknya untuk berdiri."Nggak! Gue bilang gue nggak mau ke klinik, Rin!"Alya menarik tangannya dengan kasar dari cengkeraman Rini. Tenaganya memang belum pulih sepenuhnya, tapi rasa paniknya jauh lebih besar dari kesakitannya.Bibir Rini terbuka lebar. Terkejut pada penolakan Alya. Dia menarik napas kasar."Lo gila ya, Al? Liat darah di kasur lo itu!" seru Rini histeris. Gadis berambut pendek itu masih memegang dompetnya erat-erat dan hendak bersiap menarik Alya keluar kamar saat itu juga. "Lo bisa kehabisan darah kalau nggak diperiksa dokter! Lo harusnya tau itu."Alya menggeleng tegas lalu mengambil tisu dari atas meja belajar dan menekan hidungnya yang masih menyisakan bercak merah. Kepalanya berdenyut hebat seperti ada palu yang baru saja menghantam tengkoraknya berul
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: BAB 11: Bantal Berdarah
Alya menoleh ke kiri dan ke kanan. Tidak ada siapa-siapa. Segera dia mengambil bunga hancur itu lalu membuka pintu dengan kunci yang ada di tangannya. Dia hanya berharap Rini sudah tidur dan tidak menanyainya lebih lanjut.Kamar itu gelap gulita, dan Alya menggigit bibirnya saat masuk ke dalam dengan pelan. Bunga mawar hancur tergenggam di satu tangannya."Gue pikir lo bakal nginep di perpus sekalian," tegur Rini saat Alya baru saja menutup pintu kamar pelan-pelan.Alya tersentak dan segera memasukkan tangannya yang memegang bunga ke saku jaket. Dia bahkan menekan tangannya ke saku jaket, meremas sisa kelopak mawar hitam yang hancur di sana.“Eh, Rin,” balas Alya sedikit gugup.Alya mengerutkan hidungnya ketika aroma mawar yang tajam dan sedikit bau busuk sempat tercium olehnya. Dia hanya berharap Rini tidak menyadarinya."Enggaklah. Mana boleh maba nginep di perpus," jawab Alya berusaha santai.Rini menyalakan lampu belajarnya lalu duduk di tepi tempat tidur. Satu tangannya menjangk
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: BAB 10: Pulang dengan Bayang-bayang
"Jalanan ini kenapa panjang banget sih," gumam Alya pelan. Suaranya bergetar menahan hawa dingin yang menusuk tulang.Setelah ucapan Revan tadi, dia memilih untuk cepat berbalik. Dia tidak ingin beradu argument dengan Revan yang dapat memutar balikkan semua ucapannya.“Revan aneh,” gerutunya. “Lagian dia emang aneh. Darahnya bisa beda warna. Aneh dan bikin gue penasaran.”Hujan lebat baru saja reda dan menyisakan gerimis kecil. Alya berjalan sendirian menyusuri jalanan kampus menuju asrama putri. Lampu jalan yang menyala dengan warna kuning temaram tidak banyak membantu penglihatannya.“Sial, perut gue masih mual,” gerutu Alya lagi.Rasa pening di kepalanya memang sudah sedikit mereda, tapi mual di perutnya masih tertahan. Bau anyir darahnya sendiri bahkan masih tersisa di rongga hidungnya. Kaus hitam yang dipakainya pun samar-samar tercium bau darah.
Last Updated: 2026-06-05
Chapter: BAB 9: Sisa Darah dan Pening
"Dia udah pergi. Keluar kamu dari situ."Suara datar Revan memecah keheningan di perpustakaan itu. Suara langkah sepatu hak tinggi Vanya memang sudah tidak terdengar lagi. Dan hanya menyisakan bunyi rintik hujan menghantam kaca jendela.Di balik celah rak buku, Alya menghembuskan napas yang sedari tadi ditahannya. Kakinya mendadak lemas seketika dan melepaskan cengkeramannya dari rak kayu lalu membiarkan tubuhnya merosot ke lantai.Alya memejamkan mata dengan kepala berdenyut sangat nyeri. Pandangannya berputar yang membuat isi perutnya terasa mual. Perlahan dia menarik tangannya yang menutupi hidung dan melihat noda merah segar menempel di telapak tangannya.Alya dapat merasakan darah menetes perlahan dari lubang hidungnya. Alya menelan ludah, mencoba meredakan pening yang menyerang bagian belakang kepalanya.Perlahan dia bertumpu pada kedua tangan dan lututnya, berusaha merangkak keluar dari celah sempit itu.Revan masih berdiri di tempatnya tanpa berniat untuk membantu wakau seked
Last Updated: 2026-06-05
Chapter: BAB 8: Aroma yang Tertinggal
“Hm,” bisik Vanya lalu angkahnya terhenti hanya beberapa jengkal dari wajah Alya yang tersembunyi di balik buku-buku tebal.Jantung Alya berpacu lebih kencang daripada biasanya. Dia menutup matanya rapat-rapat, merapal doa putus asa dalam hati agar kegelapan rak cukup pekat untuk menelan keberadaannya.Tepat saat Vanya hendak memiringkan tubuhnya untuk mengintip ke dalam celah …Brak!Revan tiba-tiba menutup buku Arkeologi setebal batu bata itu dengan bantingan keras.Suara nyaring itu bergema ke seluruh penjuru perpustakaan tua dan memaksa Vanya tersentak mundur karena terkejut.Wanita itu menoleh, menatap Revan dengan sorot mata murka akibat interupsi kasarnya."Kamu ngapain sih?!" desis Vanya."Matiin laba-laba," jawab Revan dengan nada suara yang sangat datar.
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: BAB 7: Sandiwara di Balik Rak
Tuk. Tuk. Tuk. Suara langkah kaki yang diiringi ketukan hak sepatu tinggi bergema di sunyinya perpustakaan pusat. Suara itu lambat terdengar. Namun, memiliki ritme menuntut yang membuat udara di sekitar seketika terasa lebih tipis."Revan? Kamu ada di dalam?"Suara Vanya kembali terdengar memecah kesunyian. Nada suaranya sama sekali tidak terdengar seperti sapaan seorang yang ramah. Itu adalah panggilan dari seseorang yang memiliki kecurigaan penuh.Di sudut remang perpustakaan, rahang Revan mengeras. Dia yang biasanya selalu tampil tenang dan tidak tersentuh itu kini menunjukkan kepanikan di mata hitamnya.Tanpa membuang waktu satu detik pun, Revan mencengkeram lengan Alya dan mendorong gadis itu dengan kasar ke celah sempit di antara dua rak buku sastra kuno yang menjulang tinggi.Alya yang terkejut hanya bisa menurut."Jangan bersuara. Jangan bergerak," bisik Revan tepat di telinga Alya yang terdengar sangat rendah dan mengancam.Kemudian dia berbalik dan menggunakan tubuh tinggi
Last Updated: 2026-06-04
Istri Gadai Marquess Kejam

Istri Gadai Marquess Kejam

Demi melunasi utang orang tuanya, Emily Fitzwilliam dipaksa menjadi milik Lucien Montague yang merupakan seorang Marquess dingin. Terjebak dalam pernikahan tanpa cinta, Emily harus memendam identitas aslinya serta mimpinya. Namun, saat rahasia masa lalu mulai terkuak, Emily menyadari bahwa dirinya bukan sekadar penebus utang. Melainkan bagian rencana besar sang Marquess. Apakah ini awal keselamatannya atau justru awal dari kehancurannya?
Read
Chapter: Bab 118: Airmata Margreth
Kemudian, bahu Margreth berguncang hebat oleh tangisan haru yang tidak bisa ditahan lagi saat menatap Emily.Emily terkejut dan mundur satu langkah lalu bersembunyi di balik tubuh tegap Adrian. Jantungnya berdebar kencang melihat reaksi ekstrem dari pelayan tua yang baru pertama kali ditemuinya ini."Margreth, tenangkan dirimu,” ucap Adrian pada pelayan tua itu. “Bersihkan kekacauan ini sekarang juga!" perintahnya dengan suara bariton yang tegas.Mata biru Adrian menatap tajam ke arah pengasuh tuanya itu. Adrian memberikan gelengan kepala yang sangat tipis. Itu merupakan sebuah perintah tanpa suara agar Margreth tidak mengucapkan kata-kata yang bisa memicu kepanikan Emily lebih jauh sebelum dia mendapatkan bukti kuat dari Ashwood.Margreth egera menangkap isyarat dari sang Grand Duke. Wanita tua itu menyeka air matanya dengan terburu-buru menggunakan ujung celemeknya, lalu mengangguk patu
Last Updated: 2026-06-07
Chapter: Bab 117: Tiba di Valoria
"Apakah ini benar-benar rumah majikanmu, Tuan Adrian?"Emily menatap tidak percaya ke arah jendela kereta yang kini terbuka lebar. Di hadapannya, menjulang sebuah kastil megah dari batu kelabu dengan menara-menara tinggi.Pekarangan kastil itu sangat luas, dikelilingi oleh taman mawar putih yang tertata sangat rapi dan dijaga oleh puluhan ksatria berbaju zirah lengkap dengan lambang singa emas di dada mereka.Adrian tersenyum tipis mendengar kekaguman Emily yang menurutnya begitu lugu. Dia menahan diri untuk tidak membetulkan ucapan gadis itu bahwa kastil ini bukanlah milik majikannya, melainkan milik Adrian sendiri."Ya, Emily. Majikanku adalah orang yang sangat baik," dusta Adrian dengan nada suara yang diusahakannya tetap tenang dan terjaga. "Dia telah mendengar kemalangan yang menimpamu dan bersedia memberikan tempat tinggal terbaik serta paling aman untukmu di dalam kastil ini."Adrian membuka pintu kereta dan turun terlebih dahulu ke atas tanah pelataran yang bersih. Dia berbali
Last Updated: 2026-06-07
Chapter: Bab 116: Selamat Datang Di Valoria
Usia yang sangat cocok, tanda lahir bulan sabit yang melingkar sempurna di bahu kanan, dan fakta bahwa dia dibesarkan oleh pengkhianat bernama Jasper Fitzwilliam. Semua kepingan teka-teki belasan tahun itu kini telah menyatu dengan sempurna di dalam kabin kereta ini.Emily adalah Emmeline Goldwyn, Putri Valoria yang hilang.Adrian bergeser sedikit mendekat, lalu mengulurkan tangannya menyentuh pundak Emily dengan kelembutan yang sangat tulus dari seorang kakak kandung."Kau tidak perlu menggunakan nama itu lagi jika itu membuatmu menderita, Emily," ucap Adrian lembut. "Di Valoria, kau bisa memulai hidup yang baru. Kau adalah wanita yang bebas sekarang."Emily mendongak, menatap mata biru Adrian yang bersinar penuh kehangatan. "Apakah menurutmu aku bisa menghapus nama itu sepenuhnya dari hidupku, Tuan Adrian? Aku takut suamiku akan melacakku menggunakan nama itu.""Tentu saja kau
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: Bab 115: Nama yang Mengejutkan
"Nama mereka Jasper dan Madeline Fitzwilliam,” jawab Emily seraya menatap Adrian bingung. “Mengapa wajahmu mendadak sangat tegang, Tuan Adrian?"Emily menatap Adrian dengan kening berkerut halus. Keheningan merayap di dalam kabin kereta mereka. Hingga hanya suara gesekan roda kayu di atas jembatan batu terdengar berkali-kali lebih nyaring.Emily bisa melihat dengan jelas rahang kokoh Adrian mengeras seketika, dan cengkeraman tangan pria itu pada lututnya mengetat di balik sarung tangan kulitnya.Adrian membeku di tempatnya duduk. Nama itu, Jasper Fitzwilliam, bergema keras di dalam kepalanya bagaikan guntur di siang bolong.Nama itu menghancurkan seluruh ketenangan ksatria yang selama ini dia banggakan. Nama itu adalah pengkhianat terbesar dalam sejarah keluarga Goldwyn.Pria yang paling dicari oleh seluruh pasukan rahasia Valoria selama sembilan belas tahun terakhir.Jasper Fitzwilliam adalah iblis yang membawa lari adiknya, Emmeline.Ingatan Adrian seketika terlempar kembali ke mala
Last Updated: 2026-06-04
Chapter: Bab 114: Perjalanan ke Valoria & Kisah Masa Lalu
"Perjalanan ke Valoria akan memakan waktu tiga hari. Ceritakan padaku, Emily... bagaimana kau bisa terluka di hutan?"Adrian membuka pembicaraan setelah keheningan menguasai kabin kereta mereka. Suara roda kayu yang melindas ranting kering dan tanah basah di luar terdengar ritmis, beradu dengan angin hutan yang dingin.Di dalam kabin, aroma hangat dari pembakaran batu bara di sudut ruangan sedikit menenangkan ketegangan yang masih membayangi wajah Emily.Emily menoleh pelan kemudian menatap Adrian yang duduk tenang di seberangnya dengan pandangan yang teduh. Pertanyaan ksatria itu terdengar lembut, sama sekali tidak ada nada mendesak atau menuntut yang biasa didengar dari orang-orang di Ashwood.Emily merapatkan jubah hitam tebalnya, menatap sisa air hangat di dalam cangkir perak yang digenggamnya erat-erat."Aku... aku melarikan diri dari rumah suamiku pada malam badai besar itu," bisik Emily memulai ceritanya dengan suara pelan. "Aku membawa seekor kuda dan sedikit perbekalan, berni
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: Bab 113: Undangan ke Utara
"Kita akan berangkat besok pagi-pagi sekali, Emily. Bersiaplah untuk perjalanan panjang,” balas Adrian.Dia melangkah perlahan menuju jendela, menatap kabut yang mulai turun menyelimuti hutan pinus di luar Pos Elang Hitam. Di balik ketenangannya, detak jantung Adrian masih berpacu liar akibat pengakuan tidak terduga Emily beberapa saat yang lalu.Ucapan Emily bahwa rasa nyamannya seperti hubungan adik kepada kakak laki-laki telah meruntuhkan sisa pertahanan logikanya. Hubungan batin yang tidak kasat mata itu terasa sangat nyata, membuktikan bahwa jiwa mereka saling mengenali.Adrian memejamkan mata sejenak, mengukuhkan tekad bulat di dalam dadanya untuk menjadi pelindung mutlak bagi Emily yang malang ini.Emily yang masih bersandar di ranjang, menatap punggung tegap ksatria di hadapannya dengan perasaan campur aduk. Rasa cemas dan ketakutan yang biasanya mencekik dadanya setiap kali memikirkan masa depan kini perlahan-lahan mulai terkikis, digantikan oleh setitik harapan baru.Tawaran
Last Updated: 2026-06-02
Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

Wanita Lain di Dalam Rumah Tanggaku

Savita Arrazka mengira suami yang sangat dicintainya akan memberikan cinta bertubi-tubi saat dokter memvonis dia mengidap kanker. Namun kenyataannya berbanding terbalik. Mahendra Janardana justru membawa pulang wanita lain dan berniat untuk menikahinya. Savita dihadapkan pada dua pilihan, menyerah atau melawan?
Read
Chapter: Promo
Terima kasih untuk teman-teman yang sudah membaca cerita ini. yuk ramaikan cerita aku yg lain. judulnya Istri Gadai Marquess Kejam. Terima kasih yaaa. semoga kalian sehat selalu.
Last Updated: 2026-05-04
Chapter: Bab 172: Warisan Kasih Sayang
“Ivan! Kamu beneran mau naruh ide kampanye semulus ini di meja Direktur? Ini tuh terlalu kalem, nggak ada gigit-gigitnya! Kamu denger nggak sih?”Suara Alea melengking di tengah hiruk pikuk ruang divisi kreatif Arrazka Media. Gadis itu melemparkan map draf ke meja kerja Kaivan dengan bunyiplakyang cukup keras.Beberapa staf lain hanya melirik sekilas, sudah terbiasa melihat "anak magang" bernama Ivan itu menjadi sasaran empuk omelan Alea yang terkenal tanpa filter.Kaivan mengangkat kepalanya, membetulkan letak kacamatanya sambil tersenyum tenang.“Justru itu intinya, Al. Kita nggak perlu teriak-teriak buat narik perhatian audiens. Kadang, pesan yang disampaikan dengan lembut jauh lebih masuk ke hati daripada yang maksa.”Alea mendengus, ia menarik kursi di samping Kaivan dan duduk dengan gaya serampangan. “Lembut itu buat lagu n
Last Updated: 2026-05-02
Chapter: Bab 171: Jejak yang Terhapus
“Selamat datang di rumah, Jagoan. Inggris beneran bikin kamu tambah tinggi ya?”Suara lembut Savita menyambut Kaivan tepat saat pemuda itu melangkah masuk ke ruang tengah rumah besar keluarga Arrazka. Savita berdiri dengan anggun, mengenakan tunik sutra berwarna pastel.Wajahnya memancarkan kedamaian yang luar biasa, meskipun garis-garis usia mulai terlihat halus di sudut matanya.Lima belas tahun telah berlalu sejak badai besar itu, dan Savita telah menjelma menjadi salah satu pemimpin media paling berpengaruh di negeri ini setelah berhasil mengambil alih dan melakukanrebrandingtotal Janardana Media Grup menjadi Arrazka Media.Kaivan tersenyum lebar. Diletakkan koper kabinnya dan langsung memeluk ibunya erat-erat. Tubuh Kaivan kini menjulang tinggi, melampaui tinggi Savita.“Kangen banget sama masakan Mama. Di sana cuma makan roti sama past
Last Updated: 2026-05-02
Chapter: Bab 170: Janji di Balik Kelopak Bunga
“Vita, kamu liat mawar putih yang baru mekar di pojok sana? Baunya enak banget, persis kayak parfum yang sering kamu pakai dulu.”Suara Dimas terdengar lembut saat berjalan perlahan di samping Savita menyusuri taman belakang rumah keluarga Arrazka.Sore itu, matahari tidak terlalu terik, sinarnya yang keemasan menyapu ribuan kelopak bunga yang sengaja ditanam oleh Ami dan Maia untuk merayakan kembalinya kehidupan di rumah ini.Taman yang dulu sempat terbengkalai kini berubah menjadi lautan warna-warni yang menyegarkan mata.Savita menghentikan langkahnya dan menghirup udara dalam-dalam.“Iya, Dim. Tante Ami pinter banget milih bibitnya. Aku nggak nyangka rumah ini bisa sehidup ini lagi. Dulu... tiap kali aku liat jendela, yang ada cuma bayangan tembok tinggi.”“Sekarang nggak ada lagi tembok yang ngurung kamu, Vita,” sahut Dimas.Pria itu berdiri tepat di hadapan Savita, menatapnya dengan binar mata yang tidak pernah berubah sejak pertama mereka bertemu. Penuh dengan ketulusan yang mu
Last Updated: 2026-05-01
Chapter: Bab 169: Pulang ke Hati Mama
“Maaf, Bu Gita. Berdasarkan verifikasi data di KUA dan catatan sipil, pernikahan Anda dengan Pak Mahendra Janardana dinyatakan tidak sah secara hukum. Anda tidak memiliki hak wali atas aset apa pun.”Suara Bastian terdengar datar di dalam ruang pertemuan kantor hukumnya. Gita, yang duduk di seberang meja dengan wajah pucat dan tanpa riasan, tampak seolah baru saja disambar petir.Dia tidak lagi mengenakan perhiasan mewah. Dia hanya mengenakan blus katun yang sudah mulai kusut dan tas yang sudah kusam.“Nggak mungkin! Kami punya buku nikah! Kami punya saksi!” teriak Gita.Suaranya melengking putus asa hingga memicu isak tangis bayinya di dalam kereta dorong.Bastian menyodorkan sebuah dokumen hasil investigasi forensik kepolisian.“Buku nikah itu dokumen palsu yang dipesan Mahendra. Saksi yang hadir saat itu orang bayaran,” ucap Bastian. “Mahendra sengaja melakukannya agar dia nggak perlu membagi sepeser pun hartanya jika suatu saat Anda menuntut cerai.”Gita merosot di kursinya. Air m
Last Updated: 2026-05-01
Chapter: Bab 168: Fajar Setelah Badai
“Pa, lihat ke depan. Jangan nunduk lagi. Dunia harus lihat kalau Papa sudah bebas.”Suara Savita terdengar lembut saat menggandeng lengan Bagas Arrazka tepat di depan gerbang besar Lembaga Pemasyarakatan. Pagi itu, matahari bersinar sangat cerah, seolah ikut merayakan keadilan yang akhirnya menemukan jalan pulang.Bagas, yang mengenakan kemeja katun rapi pemberian Savita, menghirup napas dalam-dalam. Matanya berkaca-kaca menatap hamparan aspal dan pepohonan di luar tembok penjara yang telah mengurungnya selama bertahun-tahun.“Rasanya kayak mimpi, Vita. Papa pikir Papa bakalan mati di dalam sana sebagai pecundang,” bisik Bagas, suaranya parau menahan haru.“Papa bukan pecundang. Papa itu pahlawan buat aku,” sahut Savita sambil mengeratkan gandengannya.Di belakang mereka, Bastian dan Bagus tersenyum lebar. Bastian baru saja menyelesaikan urusan administrasi pembebasan Bagas setelah Mahkamah Agung mengabulkan Peninjauan Kembali.Nama Bagas Arrazka resmi dibersihkan dari segala tuduhan
Last Updated: 2026-05-01
You may also like
Kebangkitan Sang Naga Emas
Kebangkitan Sang Naga Emas
Fantasi · Rai Seika
46.3K views
REINKARNASI
REINKARNASI
Fantasi · Alya Snitzky
46.3K views
Reborn Change Destiny
Reborn Change Destiny
Fantasi · Aerina Ay
44.3K views
Ksatria Naga Phoenix
Ksatria Naga Phoenix
Fantasi · Zhu Phi
44.2K views
PEDANG TIGA ELEMEN
PEDANG TIGA ELEMEN
Fantasi · Dewa Amour
42.8K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status