
Dipaksa Menikahi Om Impoten
”Alya. Please, bantu aku. Dari sejak Mama dan Papa kamu meninggal, kamu bisa melanjutkan hidup sampai sekarang dari hasil penjualan toko itu. Dan sekarang toko itu terancam bangkrut, sementara yang bisa membantu cuma kamu."
Mata Alya menyipit, ”Maksud, Tante?”
”Menikah lah dengan Levian, karena dia cuma mau bantu, jika dia berhasil menikahi kamu.”
”Ini gila, Tante! Bagaimana mungkin aku menikah dengan mantan suami Tante ku sendiri, apalagi kalian belum lama bercerai!”
___________________________________________________________
Kalimat itu mengubah hidup Alyandra Prameswari selamanya. Ia tak menyangka, tantenya sendiri tega menukarkan kehormatannya demi uang.
Dan yang lebih mengerikan, pria yang diminta untuk dinikahinya bukan sembarang orang — tapi Levian, adik ipar dari mendiang ibunya, yang kini dikenal seantero kota dengan julukan pria dingin. Rumor yang mengembang di keluarganya, pria itu Impoten.
Namun, di malam pernikahan paksa mereka, semua yang diyakini Alya tentang pria itu mulai runtuh.
Sebab suatu ketika, di balik tatapan matanya yang tenang, Levian berbisik pelan — dengan suara yang membuat darah Alya berdesir.
“Kamu percaya semua gosip itu, Alya? Malam ini, aku akan buktikan … siapa yang sebenarnya tidak berdaya.”
Dan dari situlah segalanya dimulai — pernikahan yang seharusnya palsu, berubah menjadi labirin penuh rahasia, dendam, dan gairah yang tak bisa diingkari.
Sementara di balik semua itu, ada masa lalu kelam keluarga mereka yang selama ini disembunyikan rapat-rapat.
Read
Chapter: Kejutan Untuk SastiSuara Levian terdengar berat, bergetar tipis oleh sesuatu yang belum sepenuhnya reda. Malam itu tak lagi dipenuhi perdebatan. Tak ada lagi rumor yang berdiri sebagai tameng. Yang ada hanya dua manusia asing yang terikat janji, saling menguji batas, lalu perlahan melebur dalam keheningan yang berbeda. Alya tak pernah membayangkan, bahwa keyakinan yang ia bangun kokoh bisa runtuh hanya dalam satu malam. Ia telah memberikan satu-satunya hal paling berharga dalam diri. Tanpa paksaan. bukan pula oleh kemarahan. Melainkan oleh rasa penasaran konyol atas pembuktian yang akhirnya tak dapat ia bantah. Tirai malam menjadi saksi bagaimana jarak yang tadi terasa selebar jurang, perlahan menyempit. Nafas yang semula saling berbenturan dalam adu ego, berubah menjadi irama yang mencoba menemukan selarasnya. Tak ada lagi kata-kata menantang. Yang tersisa hanya bisikan-bisikan pelan, yang tak seluruhnya bisa diterjemahkan oleh logika. Dan ketika akhirnya semuanya mereda, Alya hanya mampu
Last Updated: 2026-02-18
Chapter: Biar Kubuktikan Kebenaran Tentang Rumor itu ...Bukan hanya terkesiap, tetapi kedua netra Alya membelalak sempurna. Wajahnya pucat pasi, kacau. Bahkan ia tak mampu memikirkan apapun selain bayangan tentang apa yang akan terjadi malam ini. Malam dimana Levian Pradana Dinata pasti akan meminta hak nya sebagai seorang suami. Sampai-sampai, ia lupa pada rumor impotensi yang menjadi salah satu alasan bersedianya ia terseret dalam masalah yang sedang Sasti hadapi. Beruntung lupanya hanya beberapa saat. Ketika ia mengingatnya kembali, desakan ketakutan itu perlahan melemah. ”Om, gak usah bercanda.” katanya, dibuat setenang mungkin. Di balik pintu yang hanya terbuka sejengkal itu, Alya berusaha menjaga suaranya tetap stabil. Meski jemarinya masih terasa digenggam kuat oleh tangan Levian yang terulur dari luar.Hening beberapa detik. Hanya terdengar suara napas mereka, terpisah daun pintu, namun terasa terlalu dekat.“Menurutmu aku bercanda?” tanya Levian akhirnya. Suaranya rendah. Tidak keras. Tapi cukup untuk membuat tengkuk
Last Updated: 2026-02-18
Chapter: Membangunkan Singa Yang Sudah Lama TidurKalimat itu menghantam dada Sasti seperti palu raksasa yang jatuh tanpa aba-aba. Wajahnya memerah, napasnya memburu, harga dirinya terasa dipereteli di hadapan dua pasang mata. Demi apa pun, tak pernah terlintas dalam benaknya Levian akan setegas, dan setelanjang itu mempermalukannya. “Gak bisa seenaknya begitu, Lev!” teriaknya, suaranya memantul di dinding ruang yang luas. “Jangan mentang-mentang kamu sudah menikahi Alya, kamu bisa nyingkirin aku sesuka hati. Aku juga berhak atas rumah ini!” Levian tidak meninggikan suara. Ia hanya mengangkat satu alis, lalu perlahan menurunkan Alya dari gendongannya. Gerakannya tenang, seolah tak ada badai yang sedang mencoba merobohkan kesabarannya. Ia berbalik sepenuhnya menghadap Sasti. “Hak?” ulangnya datar. “Kamu lupa, semua hakmu atas apa yang kumiliki sudah gugur sejak kamu memilih menjadi jalang untuk laki-laki itu? Kenapa tidak kamu minta saja hakmu padanya?” Ucapan itu tidak keras. Justru karena dingin dan rata, ia terasa lebih
Last Updated: 2026-02-16
Chapter: Kamar UtamaSuara penghulu terdengar tenang, teratur, membacakan rangkaian ijab kabul dengan khidmat. Ruangan itu hening. Hanya detak jam dinding dan suara napas tertahan yang terdengar samar. Alya menunduk, jemarinya saling bertaut di atas pangkuan. Telapak tangannya dingin, meski ruangan tak berpendingin berlebihan. Ia mencoba mengatur napas. 'Ini hanya formalitas,' katanya pada diri sendiri. 'Hanya sebuah perjanjian.' 'Hanya sementara.' Namun ketika nama lengkapnya disebut dengan lantang, sesuatu di dadanya bergetar. “Saudara Levian Pradana Dinata bin—” Suara itu seperti datang dari kejauhan. Alya mengangkat pandangannya tanpa sadar. Tatapan Levian lurus ke depan. Tegas. Tidak ragu. Tak ada keraguan di wajah lelaki itu. Tak ada tanda keterpaksaan, seolah ini memang keputusan yang sudah lama ia pastikan. Ijab kabul pun diucapkan. Lancar dalam sekali tarikan napas. Sah. Satu kata itu menggema di kepala Alya lebih keras dari suara apa pun. Sah. Beberapa orang meng
Last Updated: 2026-02-15
Chapter: Pernikahan.Kediaman megah berlantai tiga di sebuah kawasan perumahan elite di penuhi oleh gema kemarahan seorang wanita hampir setengah baya. Suara gebrakan meja memecah sunyi. Levian hanya duduk memasang wajah datar seolah kemarahan itu sama sekali tak menyentuh egonya. ”Setelah ini, apa ada lagi rencana yang lebih gila dari ini, Levi?” sergah nya, ”kamu menikahi wanita rendahan itu saja sudah membuat Mama muak! Baru saja Mama bisa bernafas setelah mendengar bahwa kamu sudah menceraikannya. Dan sekarang ... ” Wanita yang pakaiannya berharga fantastis itu menjeda kalimatnya, menghela nafas sejenak sebelum akhirnya menurunkan suaranya demi menjaga keadaannya sendiri. Hanya selang beberapa detik, ia melanjutkan, ”Sekarang kamu menikahi keponakannya yang katanya juga gak jelas asal-usul sebenarnya. Apa sih yang ada di pikiran kamu, Levian?” Levian membuang nafas kasar, kemudian menoleh pada sang Ibu. ”Sudah, marah-marah nya?” tanya nya, tenang. Wanita paruh baya itu mendengus kesal.
Last Updated: 2026-02-14
Chapter: Rencana Pernikahan.”Kamu serius, Al?” tanya Sasti. Dua netra jernihnya dipenuhi oleh binar. Sudut bibirnya melengkungkan senyum. Jemari Alya yang saling bertaut di atas meja ia tarik untuk ia genggam lembut. “Aku janji, Al. Ini cuma sementara, sampai aku bisa benar-benar nyelametin toko. Dan setelahnya—” “Cukup, Tante.” Alya menarik pelan tangannya dari genggaman Sasti. Gerakan itu tidak kasar. Tapi cukup tegas untuk memutus kehangatan palsu yang berusaha dibangun di atas meja makan. “Jangan janji apa pun,” lanjutnya datar. “Karena dari awal ini bukan tentang sementara atau selamanya.” Senyum di bibir Sasti sedikit memudar. “Aku cuma perlu tahu satu hal,” ujar Alya. “Setelah ini, Tante tidak akan lagi menjadikanku bagian dari rencana apa pun. Apa pun itu.” Sasti terdiam sepersekian detik. Lalu mengangguk cepat. Tak ada kalimat sebagai penolakan atau sangkalan. Ia hanya membiarkan Alya beranjak pergi tanpa melanjutkan makan malamnya, lalu mendesah panjang. Dulu, ia memang pernah m
Last Updated: 2026-02-12