Chapter: Bab 5 – Di Bawah PerlindungannyaSirene polisi terdengar semakin dekat ketika Leonardo Moretti menggenggam pergelangan tangan Elena dan menariknya keluar dari ruangan sempit itu. Langkahnya cepat, terukur, tanpa kepanikan. Elena hampir tersandung, tapi genggaman Leonardo menguat, bukan kasar, justru kokoh. Seolah ia memastikan Elena tidak akan jatuh, tidak akan tertinggal.“Jangan berhenti,” ucapnya rendah tanpa menoleh. “Apa pun yang kau dengar, tetap berjalan.”“Leonardo—” Elena membuka mulut, tetapi kata-katanya terpotong oleh pintu darurat yang dibanting keras dari belakang.Mereka menuruni tangga besi menuju lorong gelap. Suara sepatu berlari terdengar di kejauhan entah polisi, entah orang Santoro. Atau keduanya. Leonardo mendorong sebuah pintu besi kecil, membawa Elena masuk ke gang sempit di belakang bangunan. Sebuah mobil hitam sudah menunggu, mesin menyala.“Masuk,” perintahnya singkat.Elena tidak sempat membantah. Pintu dibuka, ia didorong masuk, dan beberapa detik kemudian Leonardo menyusul, menutup pintu
Última actualización: 2026-01-28
Chapter: Bab 4 – Pria dari Masa LaluLeonardo Moretti membenci rasa terlambat. Bukan karena waktu adalah sesuatu yang bisa ia kendalikan melainkan karena keterlambatan selalu berarti satu hal: seseorang telah bergerak lebih dulu darinya. Mobil-mobil hitam Moretti melesat meninggalkan Milan, menyusuri jalanan luar kota yang mulai gelap. Leonardo duduk di kursi belakang, punggungnya tegap, kedua tangannya saling bertaut dengan tenang di atas paha. Tidak ada kegelisahan di wajahnya, tidak ada kemarahan yang meluap, namun Donato, yang duduk di depan, tahu betul ketenangan itu adalah pertanda paling berbahaya.“Kami kehilangan sinyal setelah keluar dari ring kota,” lapor Donato. “Mereka sengaja melepas umpan.”Leonardo menatap ke depan tanpa berkedip. “Santoro selalu menyukai ilusi kendali.”“Dan Elena?” Donato ragu sejenak sebelum melanjutkan. “Tidak ada bukti dia terluka.”Leonardo mengangguk tipis. Jawaban itu tidak menenangkannya, tetapi cukup untuk memastikan satu hal. Santoro belum berniat membunuh, belum.“Dia ingin a
Última actualización: 2026-01-28
Chapter: Bab 3 – Satu Langkah TerlambatLeonardo Moretti tidak pernah menyukai malam yang terlalu sunyi. Keheningan selalu berarti dua hal yaitu seseorang sedang menunggu, atau seseorang sedang mati. Mobil hitamnya melaju perlahan di sepanjang jalan Milan yang basah oleh sisa hujan. Lampu kota memantul di kaca jendela, menciptakan bayangan panjang yang bergerak mengikuti denyut pikirannya. Santoro tidak akan menghubunginya tanpa alasan. Dan ancaman itu bukan gertakan.“Donato,” panggilan Leonardo.“Iya, Signore ada apa?” tanya Donato.“Kamu melihat foto ini,” jawab Leonardo.“Aku perintahkan kau untuk menjaga orang yang ada di foto ini,”jelas Leonardo.“Baik, Signore akan saya laksanakan,” balas Donata dengan tegas.“Jaga jarak jangan sampai ia tahu kalau sedang di awasi,” perintah Leonardo singkat pada Donato. “Aku tidak mau mereka tahu kita sudah bergerak.”“Ini berbahaya, Signore,” jawab Donato rendah. “Bagaimana kalau semua ini jebakan—”“Aku tahu.” Nada Leonardo datar. Tanpa emosi.“Dan justru itu sebabnya aku datang,
Última actualización: 2026-01-28
Chapter: Bab 2 – Liputan BerbahayaMalam setelah kejadian di pelabuhan tidak meninggalkan jejak di wajah Leonardo Moretti setidaknya, tidak bagi dunia luar. Pagi itu, ia kembali berdiri di balik meja kaca ruang kerjanya, jas hitam rapi, rambut tersisir sempurna, dan ekspresi dingin yang sama. Di layar besar di dinding terpampang grafik saham Moretti Motors yang stabil, seolah-olah tidak ada kekacauan yang terjadi beberapa jam sebelumnya.Namun di balik ketenangan itu, pikirannya bekerja tanpa henti. Mulai dari pelabuhan, polisi, dan Santoro, ada satu nama yang tidak seharusnya kembali memasuki hidupnya yaitu Elena Russo.“Permisi Tuan, artikel pertama sudah naik,” lapor Sofia dengan suara rendah. Ia berdiri beberapa langkah di belakang Leonardo, memegang tablet. “Masih samar, tetapi arahnya jelas.”Leonardo tidak langsung menjawab. Ia hanya duduk tenang dikursi kebanggananya lalu kedua matanya masih tetap mengarah ke jendela besar yang menghadap kota Milan yang terlihat sangat ramai itu, tetapi keramaian itu tidak mem
Última actualización: 2026-01-28
Chapter: Bab 1 – Sang Pewaris Dua DuniaLangit Milan berubah jingga ketika matahari perlahan tenggelam di balik gedung-gedung kaca kota. Namun di lantai 59 Moretti Motors Headquarters, senja hanyalah warna yang tak pernah disentuh oleh Leonardo Moretti, Pria itu berdiri dengan punggung tegak, menatap kota dari balik jendela setinggi langit-langit. Setelan hitamnya terpasang sempurna, kontras dengan mata kelam yang menyimpan begitu banyak hal yang tidak pernah diucapkan. Dari kejauhan, ia tampak seperti CEO ideal yang hanya hidup untuk angka dan kesuksesan. Namun semua orang tahu, atau lebih tepatnya mengira, bahwa Leonardo hanyalah seorang pengusaha muda yang perfeksionis. Tak ada yang benar-benar memahami dunia yang ia jalani.“Signor Moretti?” Sofia, asistennya, membungkuk sedikit sambil membawa berkas tebal. “Rapat direksi dimulai dalam dua menit.” Leonardo mengangguk pelan. “Pastikan semua anggota hadir,” kata Leonardo.“Sudah, signore. Para investor juga.” Ia berbalik, langkahnya mantap dan tenang. Tidak ada kebisin
Última actualización: 2026-01-28