author-banner
Rosa santika
Rosa santika
Author

Novels by Rosa santika

Didekap Teman Putraku, Terlalu Muda Jadi Kekasihku!

Didekap Teman Putraku, Terlalu Muda Jadi Kekasihku!

Selepas cerai dan menyandang status janda, Arini hanya ingin fokus menjalani hidup tenang bersama putranya yang sudah beranjak dewasa. Di tengah caci-maki dan hinaan yang datang dari lingkungan sekitarnya, teman putranya, Devan, justru secara terang-terangan menunjukkan rasa sukanya padanya. Arini gelisah. Ia seorang janda berusia 40 tahun, merasa tak pantas berhubungan dengan pria muda yang seusia putranya. "Devan, kamu salah paham. Aku jauh lebih tua darimu. Wajar kalau kamu merasa kagum, tapi itu bukan cinta." Saat Arini berusaha menjaga batas, Devan malah menariknya ke dalam pelukan dengan tegas. "Kalau belum percaya, tidak apa-apa. Aku akan buktikan ke Tante Arini kalau aku tidak salah paham dengan perasaanku sendiri."
Read
Chapter: Bab 110
"Lepasin saya! Jangan sentuh-sentuh saya!" jerit Siska histeris sambil memberontak saat kedua tangannya ditarik paksa keluar dari mobil oleh dua orang petugas kepolisian."Harap tenang, Saudari Siska! Bekerja samalah dengan petugas agar tidak kami kenakan pasal perlawanan!" bentak polisi senior berwajah tegas, mencekal pergelangan tangan Siska lalu memasangkan borgol besi di kedua pergelangan tangannya.Klek!Siska membeku. Tangisnya pecah di tengah hingar-bingar antrean kendaraan pintu tol yang berhenti total."Gak mau! Saya gak mau dipenjara, Pak! Tolong lepasin saya!" tangis Siska, air matanya meleleh merusak riasan wajahnya. "Bukan saya pelaku utamanya! Ini semua suruhan Mas Bram! Bramantyo yang nyuruh saya!"Petugas polisi tidak menghiraukan jeritan itu. Petugas lainnya dengan sigap membuka pintu belakang mobil Siska, mengambil tas travel besar berisikan uang tunai dan perhiasan, lalu menyegelnya sebagai barang bukti utama."Bawa tersangka ke mobil patroli!" perintah polisi senio
Last Updated: 2026-10-08
Chapter: Bab 109
Tanpa berkata sepatah kata pun lagi, Bramantyo melangkah lebar menaiki tangga menuju kamar utama di lantai dua. Ia langsung memutar gagang pintu dan mendorongnya kasar. Pintu terbuka. Kamar itu tampak berantakan dengan beberapa pakaian berserakan di atas ranjang. Namun, pandangan Bramantyo seketika terkunci pada sudut ruangan di balik lemari pakaian yang agak tergeser. Pintu brankas miliknya berada dalam kondisi terbuka lebar. Bramantyo tersentak kaget. Ia melangkah cepat menghampiri brankas tersebut dengan jantung berdegup kencang. Begitu menatap ke dalam, dadanya terasa ditusuk sembilu, seluruh tumpukan uang tunai, gumpalan mata uang asing, serta perhiasan emas dan berkas berharga miliknya telah ludes tak bersisa. "Siska... wanita berengsek! Kurang ajar!" amuk Bramantyo meledak-ledak. Dengan raungan murka, ia menendang lemari hingga berderit keras. Bramantyo bergerak cepat menuju meja kerja di kamarnya dan menyalakan layar monitor CCTV rumah. Jemarinya yang gemetar karena amara
Last Updated: 2026-10-08
Chapter: Bab 108
"Mas Bram! Kamu jangan nakut-nakutin aku dong!" jerit Siska dengan napas memburu, matanya membelalak menatap Bramantyo yang masih terduduk lemas di atas lantai marmer. Bramantyo tidak menjawab. Pria itu hanya menatap kosong ke arah pecahan kaca di depannya, napasnya tersengal-sengal seolah pasokan udara di dalam ruangan kerja itu mendadak hilang. "Mas Bram! Jawab aku!" teriak Siska mengguncang bahu Bramantyo kasar. "Beneran saham kamu anjlok?! Kamu beneran mau bangkrut?!" "Pergi..." bisik Bramantyo dengan suara serak yang sangat tipis. "Apa kamu bilang?!" Siska membelalak tak percaya. "Pergi kamu dari sini, Siska!" bentak Bramantyo mendadak, matanya mendelik merah menatap Siska dengan amarah yang membakar. "Kamu yang bikin hidup saya hancur! Kamu wanita pembawa sial!" "Kok jadi aku yang pembawa sial?!" balas Siska berteriak histeris, melepaskan cengkeramannya dari bahu Bramantyo. "Kamu sendiri yang serakah! Kamu yang dari awal mau nguasai ruko Arini, kenapa sekarang malah s
Last Updated: 2026-10-07
Chapter: Bab 107
"Mas, pelan-pelan! Kakiku sakit!" keluh Siska meringis saat ditarik paksa menembus lorong hotel. "Cepat jalan! Kamu mau wajah kita dipajang di majalah bisnis besok pagi sebagai pasangan kriminal?!" sentak Bramantyo tanpa memedulikan keluhan istrinya. Keesokan harinya, di lantai paling atas gedung kantor pusat perusahaan Bramantyo... Suasana kantor yang biasanya sibuk dan teratur mendadak berubah menjadi kekacauan. Derap langkah kaki para pegawai terdengar terburu-buru di sepanjang lorong. Telepon di meja Sekretaris Utama berdering tanpa henti, membunyikan nada dering nyaring yang saling bersahutan. Bramantyo melangkah lebar memasuki ruang kerjanya dengan mata merah karena tidak bisa tidur semalaman. Wajahnya kusut, dasinya longgar, dan rambutnya berantakan. "Pak Bramantyo! Akhirnya Bapak datang juga!" seru Pak Surya, Manajer Keuangan perusahaan, langsung menerobos masuk tanpa mengetuk pintu. Wajah pria paruh baya itu pucat pasi, memegang tumpukan berkas tebal di dadanya. Br
Last Updated: 2026-10-06
Chapter: Bab 106
"Hubungan bisnis?" sela Tuan Hendra Mahendra dingin, melangkah mendampingi istrinya dengan ekspresi penuh wibawa. "Perusahaan Mahendra Group tidak pernah sudi menjalin hubungan bisnis dengan penjahat dan perampas hak orang lain!" "Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian yang hadir malam hari ini!" seru Nyonya Elena dengan suara lantang yang menggema di seluruh ruangan, menoleh ke kanan dan kiri untuk menarik perhatian ratusan pasang mata dan kamera wartawan yang mulai menyorot. "Pria yang berdiri sebagai tuan rumah malam ini, Tuan Bramantyo... adalah mantan suami tidak bertanggung jawab yang tega merampas ruko usaha tempat mantan istri dan anaknya mencari makan!" Suara kasak-kusuk seketika terdengar di seluruh penjuru ruangan. Wajah Bramantyo berubah menjadi pucat pasi. "Ya ampun! Seriusan Bramantyo sejahat itu?" "Tega banget merampas ruko mantan istri sama anaknya sendiri?!" "Padahal kelihatannya sukses dan dermawan, ternyata kelakuannya licik banget!" "Pantesan tadi istrinya ket
Last Updated: 2026-10-05
Chapter: Bab 105
Lampu kristal raksasa yang menggantung di langit-langit ballroom hotel memantulkan kilau kemewahan yang meriah. Musik klasik yang mengalun lembut tadinya menciptakan suasana elegan untuk memanjakan ratusan tamu kalangan atas. Namun, ketenangan itu mendadak hilang , berganti menjadi aura yang mencekam."Mas Bram... itu beneran Arini kan?" bisik Siska dengan suara bergetar ketakutan sekaligus iri, matanya membelalak tak percaya menatap wanita bergaun marun dengan kalung berlian di samping Devan. "Kenapa dia bisa ada di sana? Kenapa dia bisa pakai gaun sama perhiasan mahal kayak gitu?!"Bramantyo tidak langsung menjawab. Tangannya yang memegang gelas mengepal sangat erat hingga kuku-kuku jarinya memutih dan gelas itu berderit pelan. Tenggorokannya terasa kaku, dipenuhi amarah dan rasa terhina yang membakar dada. Mantan istri yang dulu dicampakkannya begitu saja tanpa belas kasihan, kini berdiri sangat anggun di tengah jajaran keluarga paling berkuasa dan berpengaruh di kota ini."Nggak..
Last Updated: 2026-10-05
AKU MENIKAH DENGAN PRIA YANG MEMBENCIKU

AKU MENIKAH DENGAN PRIA YANG MEMBENCIKU

Kalia Putri bersumpah menjauhi Reza Aditya, pria yang menghancurkan perusahaan kecil ayahnya lima tahun lalu dan membuat keluarganya terpuruk. Namun saat ayahnya koma dan utang miliaran mengancam rumah mereka, Kalia terpaksa menerima tawaran menikah kontrak dua tahun dengan Reza, semua utang dilunasi, biaya pengobatan ditanggung. Reza, pengusaha properti sukses di Surabaya, memperlakukannya dingin dan penuh kebencian. Di rumah megahnya, Kalia hidup sebagai istri tanpa cinta. Tetapi seiring waktu, ia melihat luka tersembunyi dan rahasia masa lalu Reza yang menggoyahkan keyakinannya. Apakah benci yang dalam bisa berubah menjadi cinta yang mendalam? Ataukah kontrak pernikahan ini hanya akan membawa penderitaan lebih besar bagi mereka berdua?
Read
Chapter: BAB 181
Malam itu, suasana di ruang makan utama rumah besar keluarga Wijaya terasa begitu hangat, hidup, dan penuh dengan gelak tawa yang lepas. Suasana yang dulu selalu dingin, kaku, dan penuh tembok pembatas, kini telah berubah total. Ruangan itu tidak hanya diisi oleh Reza dan Kalia, tapi juga Tuan Mahendra beserta istrinya yang kini duduk berdampingan dengan sangat akrab dan santai. Tidak ada lagi jarak yang memisahkan. Tidak ada lagi kecanggungan yang menyiksa. Tidak ada lagi tatapan curiga atau benci. Yang ada hanyalah dua keluarga besar yang kini bersatu, menikmati makan malam bersama, layaknya saudara darah daging yang sudah lama terpisah dan akhirnya dipertemukan kembali. Reza duduk dengan tenang di kursi utamanya, tepat di samping Kalia. Di bawah meja, tangan mereka saling menggenggam erat, seakan tak ingin melepaskan satu sama lain lagi selamanya. Mata mereka berdua berkeliling mengamati pemandangan indah di hadapan ini, dan di sudut mata mereka, terbit rasa haru yang begitu
Last Updated: 2026-05-07
Chapter: BAB 180
Pagi harinya, sinar matahari pagi menyelinap lembut masuk melalui celah tirai jendela ruang kerja. Cahaya keemasan itu menyentuh lantai marmer, seakan ikut membersihkan aura gelap yang selama ini menghuni ruangan tersebut. Suasana yang semalam begitu berat, penuh air mata dan keputusasaan, kini telah berganti menjadi sebuah ketenangan yang aneh namun sangat damai. Hati yang tadinya sesak oleh dendam, kini terasa lega, seakan beban berton-ton telah diangkat dari bahu sang pemiliknya. Reza Wijaya duduk tegak di kursi kerjanya yang besar. Wajahnya memang masih terlihat sedikit lelah. Ada lingkaran hitam samar di bawah matanya, bukti bahwa semalam dia hampir tidak memejamkan mata, sibuk meraba ulang seluruh ingatan dan sejarah hidupnya. Tapi tatapan matanya sama sekali berbeda. Dia menatap layar komputer sejenak, lalu dengan tangan yang mantap, dia menekan tombol interkom. "Siapkan mobil. Aku mau keluar," perintah Reza singkat, padat, dan tegas. Tidak ada nada marah, tidak ada nada d
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: BAB 179
Ruangan itu kembali hening, sunyi senyap. Hanya suara napas mereka berdua yang terdengar, bercampur dengan detak jarum jam yang seakan berjalan semakin lambat, seakan memberi waktu bagi Reza Wijaya untuk mencerna semua informasi yang baru saja meledak di kepalanya. Reza menatap layar laptop itu dengan pandangan yang kosong. Matanya bergerak lambat, membaca ulang baris demi baris data, angka, dan bukti yang ditunjukkan Rafi. Otaknya yang biasa bekerja cepat dan logis kini seakan macet, berusaha menerima kenyataan pahit yang bertolak belakang dengan apa yang dia yakini selama puluhan tahun. Selama ini... Selama ini dia hidup dengan api kebencian yang membara di dada. Dia membangun tembok setinggi langit antara dirinya dan keluarga Mahendra. Tembok yang begitu tinggi dan tebal, tak ada satupun yang bisa menembusnya. Dia menyiksa diri sendiri dengan rasa dendam. Dia menyiksa dengan kecurigaan dan kemarahan. Dia bahkan hampir membuat hubungan dengan anak-anaknya retak. Semuanya... s
Last Updated: 2026-05-05
Chapter: BAB 178
Malam semakin larut, namun cahaya lampu kristal di ruang kerja pribadi Reza Wijaya masih menyala terang. Suasana di ruangan itu terasa begitu berat, sunyi, dan penuh dengan tekanan. Hanya suara detak jarum jam dinding yang terdengar jelas, seakan menghitung mundur waktu sebelum badai pecah. Reza duduk tegak di kursi kerjanya yang besar dan mewah. Wajahnya datar, tak ber ekspresi, namun sorot matanya tajam menusuk, menatap lurus ke arah putranya, Rafi, yang berdiri kokoh di hadapan meja kerja itu. Di tangan Rafi, tergenggam sebuah laptop dan setumpuk berkas tebal yang terikat rapi, bukti-bukti yang telah dia kumpulkan dengan susah payah. "Jadi, apa yang mau kamu bicarakan sampe segitunya, Fi?" tanya Reza akhirnya. Suaranya dingin, datar, namun menyiratkan wibawa yang menakutkan. "Kamu mau minta izin supaya Papa biarin Aisyah terus pacaran sama anak Mahendra itu? Kamu tau kan sejarahnya? Keluarga mereka benci kita sama kayak kita benci mereka." Rafi menggeleng pelan. ia mengumpulkan
Last Updated: 2026-05-05
Chapter: BAB 177
Siang itu, di taman belakang sekolah yang cukup sepi dan teduh. Angin berhembus pelan membelai dedaunan. Namun suasana di sana terasa begitu tegang. Bukan ketegangan yang mau berkelahi, tapi ketegangan karena momen yang sangat jarang terjadi, dan sangat penting bagi masa depan mereka. Aisyah berdiri di samping Rafi, tangannya sedikit mencengkeram lengan baju adiknya, penuh harap. Sementara di hadapan mereka, beberapa meter jauhnya, berdiri Arkana. Cowok itu menatap mereka dengan tatapan waspada. Dia belum tahu apa yang sebenarnya terjadi. Yang dia tahu, Rafi selama ini adalah musuh terbesarnya. Jadi dia siap mental kalau tiba-tiba Rafi akan memaki, menghina, atau bahkan menyerangnya lagi. Tapi hari ini... Ada yang berbeda. Sangat berbeda. Rafi menatap Arkana lekat-lekat. Matanya tajam, menyelidik, meneliti setiap inci wajah cowok di depannya itu. Dulu... Tatapan itu penuh api kebencian, penuh curiga, dan penuh keinginan untuk menghancurkan. Tapi hari ini... Tatapan itu dingi
Last Updated: 2026-05-04
Chapter: BAB 176
Pagi harinya, matahari bersinar lebih terang dari biasanya. Tapi bukan cuma karena cuaca, tapi karena suasana di meja makan keluarga Wijaya pagi itu terasa sangat berbeda. Udara yang selama ini terasa kaku, dingin, dan penuh ketegangan. Kini perlahan berganti menjadi hangat dan tenang. Aisyah duduk di tempat biasa. Tapi kali ini, dia tidak lagi memasang wajah datar atau mengabaikan keberadaan Rafi. Saat Rafi menarik kursi dan duduk di hadapannya. Aisyah perlahan menoleh. Dan di bibirnya terukir sebuah senyum tipis. Bukan senyum palsu. Bukan senyum sinis. Itu adalah senyum yang tulus, lembut, dan penuh makna. Rafi tersentak kaget melihatnya. Jantungnya berdegup kencang, tapi kali ini bukan karena takut atau marah. Melainkan karena rasa lega yang luar biasa. Dengan ragu tapi bahagia, Rafi pun membalas senyum itu. "Pagi, Kak," sapa Rafi pelan, suaranya terdengar lembut. "Pagi, Fi," jawab Aisyah dengan nada yang jauh lebih lembut dari sebelumnya. "Makasih ya, buat datanya kemaren.
Last Updated: 2026-05-04
Malam-Malam di Balik Koridor Asrama Wanita

Malam-Malam di Balik Koridor Asrama Wanita

Akibat kesalahan sistem yang fatal, Rangga menjadi satu-satunya siswa laki-laki yang menerima beasiswa di Sanctuary Academy. Sebuah akademi elit khusus wanita yang telah menutup pintunya bagi pria selama lebih dari satu abad. Di tengah aturan ketat dan tekanan tinggi, hadirnya Rangga perlahan mengguncang tatanan akademi tersebut. Niat awalnya yang hanya ingin bertahan hidup demi pendidikan berubah saat ia menyadari betapa besarnya pengaruh yang ia miliki. Di balik pintu-pintu yang terkunci, Rangga bertransformasi dari sekadar murid biasa menjadi sosok yang dicari, memikat para siswi, pengajar, hingga para petinggi akademi yang mendambakan perhatiannya!
Read
Chapter: Bab 218
"Kaisar Kuno di situs Gerbang Naga?" pangkas Rangga rendah, sepasang matanya menatap tajam Mei-Ling yang masih terbaring pasrah di sampingnya."Benar, Suamiku... Aagghh... Nngghh!" desah Mei-Ling melengking halus saat Rangga mendadak menarik pinggang rampingnya kembali rapat ke dalam dekapan sang kaisar."Kau pikir pengakuan singkat itu sudah cukup untuk menebus dosa dan kesombonganmu di atas dek tadi, Mei-Ling?" pangkas Rangga tersenyum, membelai lembut rahang sang jenderal."R-Rangga... Aku mohon... Tubuhku sudah sangat lemas... Nngghh...!" jerit Mei-Ling memelas dengan binar mata sayu yang dipenuhi kepasrahan.Di bawah dominasi Rangga, Mei-Ling merasakan ledakan gairah yang menghancurkan seluruh doktrin kaku The Dragon Triad dari pikirannya."Doktrin kaku para tetua itu tidak ada artinya lagi di hadapan kekuasaanku, Mei-Ling," pangkas Rangga tegas, kembali menyatukan kehangatannya dengan intensitas yang jauh lebih liar."Aaaahhh...! Rangga... Sungguh nikmat sekali... Hancurkan selu
Last Updated: 2026-10-08
Chapter: Bab 217
"A-Apa yang kau lakukan pada pergelangan tanganku, Rangga... Nngghh...!" rintih Mei-Ling memelas, matanya melotot tajam berusaha menarik tangannya dari cengkeraman Sang Kaisar. "Aku hanya menunjukkan padamu sejauh mana batas kekuatan seorang kaisar sejati, Jenderal Mei-Ling," pangkas Rangga rendah. "N-Tidak mungkin... Kenapa tubuhku terasa sangat panas... Aagghh!" jerit Mei-Ling melengking halus, kakinya gemetar saat aroma maskulin Rangga meresap langsung menembus indra penciumannya. Kontak fisik instan itu memicu lonjakan feromon kaisar yang telah menyatu dengan energi Atlantis dan rembulan di tubuh Rangga. "Ada apa denganmu, Jenderal Mei-Ling?" pangkas Sakura menyunggingkan senyum tipis, menyarungkan katananya kembali saat melihat sang jenderal mulai limbung. "K-Kalian... menggunakan racun apa padaku...?" bisik Mei-Ling terengah-engah dengan dada naik turun memburu. "Itu bukan racun, Kakak," pangkas Lin melangkah maju dengan tenang. "Itu adalah cahaya aura dominasi milik Suam
Last Updated: 2026-10-06
Chapter: Bab 216
"Kau yakin hanya ingin membawaku dan Sakura untuk menaiki kapal induk musuh itu, Suamiku?" pangkas Lin khawatir saat melangkah mendampingi Rangga di samping perahu yang bersandar di dermaga utara. "Dua pendamping sudah lebih dari cukup untuk menghadapi negosiasi ini, Lin," pangkas Rangga santai, melangkah tenang menaiki geladak perahu tanpa keraguan sedikit pun. "Aku akan memastikan keselamatanmu dan Kaisar selama berada di atas kapal musuh, Lin," pangkas Sakura tersenyum mantap, membetulkan posisi pedang katana di pinggangnya dengan sikap sigap. "Tetap waspada, Sakura. Mei-Ling tidak pernah bermain bersih dalam negosiasi," pangkas Lin memperingatkan sambil menyandarkan tubuhnya di sisi perahu. Perahu itu meluncur membelah ombak lautan utara, menuju kapal induk raksasa berukiran naga hitam yang bersiaga di tengah samudra. Tak lama kemudian, perahu milik kekaisaran telah merapat di tangga samping kapal induk baja raksasa milik armada The Dragon Triad. Di atas dek kapal kayu hitam
Last Updated: 2026-10-06
Chapter: Bab 215
"Bagaimana posisi dari seluruh armada kapal perang yang mengepung perairan utara kita, Chloe?" pangkas Rangga rendah, berdiri tegap di ruang komando utama dengan sepasang mata yang menatap tajam layar pemantau digital. "Seluruh jalur logistik laut di sektor utara telah dikunci rapat oleh formasi tempur mereka, Kaisar!" seru Chloe sigap, jemarinya menari cepat di atas panel kontrol sistem radar pelabuhan. "Berapa banyak jumlah kapal baja yang terdeteksi oleh radar utama kita pagi ini, Chloe?" pangkas Jenderal Victoria melangkah mendekati meja, seragamnya terpasang rapi dengan aura kepemimpinan yang sangat tegas. "Ada lebih dari lima puluh kapal perang raksasa berornamen naga hitam, Jenderal!" pangkas Chloe memproyeksikan data ke tengah ruangan. "Mereka sengaja menutup total akses keluar masuk logistik kita untuk memancing kekuatan utama kekaisaran," pangkas Captain Morgana yang berdiri di samping Victoria, memegang gagang pedang di pinggangnya dengan raut wajah serius. "Kita tida
Last Updated: 2026-10-05
Chapter: Bab 214
"Kau sungguh nekat mendatangi ruang kerjaku dengan pakaian seperti ini, Fiona," pangkas Rangga rendah, sepasang matanya menatap tubuh sang junior yang berlutut di bawah kakinya. "H-Hamba hanya ingin berguna untukmu, Kaisar... A-Aku takut tidak bisa bertemu denganmu dalam waktu yang lama..." rintih Fiona memelas, jemarinya makin erat merangkul lutut Rangga sambil menundukkan wajahnya yang memerah. Rangga tidak bisa menolak kelembutan dan kelucuan Fiona yang selalu menjadi penenang di tengah konflik. "Berdirilah, Fiona. Keberanianmu malam ini sungguh patut diberi hadiah," pangkas Rangga tersenyum memikat, menarik perlahan kedua tangan Fiona agar berdiri di hadapannya. "R-Rangga... Maksudmu... kau menerima pengabdian pribadiku?" bisik Fiona terperanjat dengan binar mata yang berbinar haru. "Bagaimana mungkin aku menolak kepasrahan dari gadis sesuci dirimu?" pangkas Rangga tegas, merengkuh pinggang Fiona dan mengangkatnya ke atas meja kerja. Di atas meja kerja kaisar yang dipenuhi
Last Updated: 2026-10-05
Chapter: Bab 213
"Periksa seluruh simbol dan peta kuno di dalam gulungan ini sekarang juga, Kaelen," pangkas Rangga rendah, meletakkan gulungan milik Lin di atas meja ruang riset utama Istana Mahkota. "Siap, Kaisar! Aku dan Chloe akan langsung memindai seluruh strukturnya," pangkas Dr. Kaelen sigap, jemarinya menari cepat di atas panel kontrol pemindai hologram. "Gunakan pemindai radiasi spektrum spektrum tinggi, Chloe," pangkas Saras memotong cepat, melangkah mendekati meja dengan raut wajah yang mendadak sangat tegang. "Baik, Bibi Saras! Pemindaian spektrum tinggi diaktifkan," pangkas Chloe menekan tombol utama pemindai. "Sinar hologramnya sudah berhasil membaca lapisan tinta tersembunyi di dalam gulungan ini, Kaisar!" pangkas Chloe gembira memproyeksikan gambar peta tiga dimensi di tengah ruangan. "Tunggu dulu... Simbol ini... Tidak mungkin...!" jerit Saras terperanjat saat proyeksi hologram memperlihatkan lambang naga melingkar dengan pedang ganda di tengahnya. "Ibu mengenali lambang naga m
Last Updated: 2026-10-05
You May Also Like
MY SWEET(no) BRIDE
MY SWEET(no) BRIDE
Romansa · Reyna octavia
2.8K views
Old Fesbukers
Old Fesbukers
Romansa · gzoe4674
2.8K views
Suami Titipan Mantan
Suami Titipan Mantan
Romansa · Pusparani Surya
2.8K views
Cemburu Membawaku Kembali
Cemburu Membawaku Kembali
Romansa · Ayu novianti
2.8K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status