author-banner
Rosa santika
Rosa santika
Author

Novels by Rosa santika

Didekap Teman Putraku, Terlalu Muda Jadi Kekasihku!

Didekap Teman Putraku, Terlalu Muda Jadi Kekasihku!

Selepas cerai dan menyandang status janda, Arini hanya ingin fokus menjalani hidup tenang bersama putranya yang sudah beranjak dewasa. Di tengah caci-maki dan hinaan yang datang dari lingkungan sekitarnya, teman putranya, Devan, justru secara terang-terangan menunjukkan rasa sukanya padanya. Arini gelisah. Ia seorang janda berusia 40 tahun, merasa tak pantas berhubungan dengan pria muda yang seusia putranya. "Devan, kamu salah paham. Aku jauh lebih tua darimu. Wajar kalau kamu merasa kagum, tapi itu bukan cinta." Saat Arini berusaha menjaga batas, Devan malah menariknya ke dalam pelukan dengan tegas. "Kalau belum percaya, tidak apa-apa. Aku akan buktikan ke Tante Arini kalau aku tidak salah paham dengan perasaanku sendiri."
Read
Chapter: Bab 76
"Ibu, tenang dulu, Bu... Jangan panik," tangis Mbak Ita sambil mengusap punggung Arini, meski air matanya sendiri mengalir deras. "Saya B Positif, Bu... Gimana ini, Ya Allah... Siapa yang punya darah sama kayak Mas Rian...?""Dua jam, Dok?" tanya Devan meyakinkan, napasnya memburu cepat. "Beneran batas waktunya cuma dua jam?!""Betul, Mas. Pendarahan di organ dalamnya belum sepenuhnya berhenti. Kalau pasokan darah tidak segera masuk, organ-organ vitalnya akan gagal berfungsi," tegas Dokter menatap Devan dan Arini bergantian.Devan mendadak teringat sesuatu. Ingatannya melayang ke masa lalu saat ia melakukan tes kesehatan untuk keperluan pembuatan SIM dan pendaftaran kampus."Dok! Ambil darah saya!" seru Devan tiba-tiba dengan nada tegas tanpa ragu sedikit pun.Arini dan Mbak Ita seketika menoleh kaget, menatap Devan dengan mata membelalak."Devan... kamu..." bisik Arini tertegun di antara tangisnya."Golongan darah saya AB Negatif, Dok!" tegas Devan menatap dokter itu lurus-lurus. "Pe
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Bab 75
"Mbak Ita? Gimana? Rian udah pulang...." "Mas Devan! Mas Devan jangan pergi cari Mas Rian lagi!" potong Mbak Ita berteriak histeris di antara isak tangisnya di seberang telepon. "Mas Rian kecelakaan, Mas! Pihak Rumah Sakit baru aja telepon! Mas Rian ada di ruang IGD sekarang!" Ponsel Devan nyaris terlepas dari genggamannya. Wajahnya seketika pucat, matanya membelalak kaget. Rasa bersalah yang sangat menghantam dadanya bagaikan pukulan keras. "A-apa?! Kecelakaan?!" Tanpa memikirkan apa pun lagi, Devan langsung mematikan telepon, menyalakan mesin mobilnya, dan menerobos hujan menuju ruko. Pintu kaca ruko terdorong kasar. Devan berlari masuk dengan kemeja basah kuyup dan rahang yang memar. "Tante! Mbak Ita! Ayo kita ke rumah sakit sekarang! Pakai mobil aku!" "Devan... Tolong anterin Tante, Devan... Tante mau ketemu Rian..." bisik Arini terisak pasrah, memegang ujung kemeja Devan dengan jemari yang bergetar. "Iya, Tante! Ayo sekarang!" tegas Devan cepat. Mengabaikan rasa nyeri
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Bab 74
"Kamu ini gimana sih, Mas?!" potong Siska cepat dengan nada tidak suka, wajahnya mendadak masam. "Kamu lupa apa gimana waktu Rian bicara sama aku waktu itu?! Dia itu kurang ajar banget! Kata-katanya menohok dan bikin sakit hati! Aku nggak sudi ya kalau anak itu sampai tinggal di rumah ini!""Siska, tolong mengerti. Rian itu anakku!" tegas Bramantyo."Sudah, sudah! Jangan malah kalian yang berantem," pangkas Ibu Hendrawan menenangkan anak dan menantunya. Beliau menatap Siska lalu beralih ke Bramantyo. "Siska, bagaimanapun juga Rian itu tetap cucu Mama, darah daging keluarga kita. Kalau dia mau datang dan minta perlindungan ke ayahnya, tentu kita terima. Biar Arini makin menderita karena kehilangan segalanya, termasuk anak tunggalnya."Siska hanya bisa memutar bola matanya dan bersedekap dada dengan wajah cemberut, meski tak berani membantah ibu mertuanya lebih jauh.Sementara itu, di jalanan kota yang disiram hujan badai...Devan mengendarai mobilnya melintasi jalan raya demi jalan ray
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Bab 73
"Sudah puas kan Mama lihat aku dipermalukan dan jadi tontonan seperti ini?" desis Rian menatap Arini dengan tawa pahit yang menyayat hati. "Mulai hari ini, terserah Mama mau berhubungan sama Devan atau siapa pun. Aku nggak bakal ganggu kehidupan Mama lagi!" Arini membelalak kaget, rasa takut seketika menjalar tubuhnya. "Rian... kamu bicara apa, Nak? Kamu mau ke mana?!" "Aku pergi!" tegas Rian berbalik cepat, melangkah meninggalkan dapur tanpa memedulikan panggilan ibunya. "Rian! Jangan, Nak! Rian!" jerit Arini histeris. Arini berlari mengejar Rian, menerobos kerumunan pelanggan yang langsung terpisah memberi jalan. Devan yang melihat hal itu pun ikut berlari menyusul dari belakang, mengabaikan rasa pusing di kepalanya akibat pukulan Rian. Rian melintasi area toko depan dengan langkah lebar. Diterobosnya pintu kaca ruko hingga bel di atasnya berdenting keras. Tanpa memedulikan tas atau jaketnya yang tertinggal, Rian langsung menghampiri sepeda motornya yang terparkir di pelataran.
Last Updated: 2026-09-19
Chapter: Bab 72
"Sudah puas kan Mama lihat aku dipermalukan dan jadi tontonan seperti ini?" desis Rian menatap Arini dengan tawa pahit yang menyayat hati. "Mulai hari ini, terserah Mama mau berhubungan sama Devan atau siapa pun. Aku nggak bakal ganggu kehidupan Mama lagi!"Arini membelalak kaget, rasa takut seketika menjalar tubuhnya. "Rian... kamu bicara apa, Nak? Kamu mau ke mana?!""Aku pergi!" tegas Rian berbalik cepat, melangkah meninggalkan dapur tanpa memedulikan panggilan ibunya."Rian! Jangan, Nak! Rian!" jerit Arini histeris.Arini berlari mengejar Rian, menerobos kerumunan pelanggan yang langsung terpisah memberi jalan. Devan yang melihat hal itu pun ikut berlari menyusul dari belakang, mengabaikan rasa pusing di kepalanya akibat pukulan Rian.Rian melintasi area toko depan dengan langkah lebar. Diterobosnya pintu kaca ruko hingga bel di atasnya berdenting keras. Tanpa memedulikan tas atau jaketnya yang tertinggal, Rian langsung menghampiri sepeda motornya yang terparkir di pelataran."Ria
Last Updated: 2026-09-18
Chapter: Bab 71
"Jangan ke sana, Ibu-Ibu, Pak... mohon jangan..." Namun usahanya sia-sia. Mbak Ita justru ikut terseret orang-orang hingga ia berdiri terpaku di barisan depan dengan mata melotot dan tangis pecah. Mbak Ita syok melihat sudut bibir Devan berdarah dan Rian berdiri dengan kepalan tangan bergetar, sementara rekaman percakapan itu masih terasa membekas di udara. Mata para pelanggan melebar kaget menyaksikan adegan di depan mereka. Bisik-bisik tajam dan cercaan seketika terdengar di antara gerombolan orang tersebut. "Astaga! Beneran ternyata! Foto kemarin itu bukan sekadar hoaks!" desis seorang ibu-ibu setengah baya dengan wajah miris. "Iya, denger sendiri kan rekaman tadi? Beneran ayahnya cowok itu sampai turun tangan! Ya ampun, gak malu apa ya, janda anak satu nempel-nempel sama anak muda sahabat anaknya sendiri?" timpal wanita di sebelahnya dengan nada sinis. "Cari kesempatan banget sih... kelihatan banget mau mengincar hartanya Mahendra Group. Kasihan anaknya sendiri sampai mengamuk
Last Updated: 2026-09-18
Malam-Malam di Balik Koridor Asrama Wanita

Malam-Malam di Balik Koridor Asrama Wanita

Akibat kesalahan administrasi sistem pusat yang fatal dan tidak bisa dibatalkan, Rangga mendapatkan beasiswa penuh di Sanctuary Academy, sebuah Akademi Seni dan Ilmu Wanita, institusi elit yang telah melarang keberadaan pria selama satu abad. Di dalam akademi yang dikelilingi aturan ketat ini, terdapat ratusan wanita berbakat yang hidup dalam hasrat yang terpendam. Kehadiran Rangga mengubah segalanya. Dari seorang pemuda biasa yang hanya ingin bertahan hidup demi beasiswa, ia bertransformasi menjadi pusat semesta bagi para wanita di sana. Di balik pintu-pintu kamar yang terkunci, Rangga menjadi pemuas dahaga emosional dan fisik bagi para siswi, guru, bahkan petinggi akademi yang tak mampu lagi menahan godaan.
Read
Chapter: Bab 172
"Kau mengorbankan agen-agen The Citadel hanya untuk bisa berdua denganku malam ini, Genevieve?" pangkas Rangga rendah. "Mereka bukan apa-apa bagiku, Suamiku..." desah Madam Genevieve terengah-engah, jemarinya dengan lembut membelai dada bidang Rangga di balik kerah jubahnya. "Dunia luar dipenuhi para politisi yang busuk dan serakah. Namun kau... kau adalah satu-satunya pria sejati yang berani menantang seluruh tatanan dunia!" "Kau wanita yang sangat licik sekaligus pemberani," pangkas Rangga sambil merangkul pinggang ramping sang politisi, menarik tubuh itu semakin rapat ke dalam dekapannya. "Aku hanya seorang wanita yang merindukan sosok penguasa sejati untuk melindungiku, Kaisar milikku..." bisik Genevieve dengan suara parau bercampur gairah. "Tunjukkan padaku seberapa jauh kesetiaan dan kepatuhan yang bisa kau berikan padaku malam ini, Genevieve," gertak Rangga pelan. "Seluruh jiwa, raga, dan pengaruh politikku di dunia luar... kini milikmu sepenuhnya, Suamiku!" jerit Genevi
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Bab 171
"Lumpuhkan tiga penyusup itu sekarang juga tanpa menimbulkan kegaduhan sedikit pun!" perintah Rangga tegas sambil menggenggam lipatan kertas rahasia dari Madam Genevieve di dalam genggaman tangannya. "Siap, Suamiku!" pangkas Sakura sigap, matanya berkilat tajam sambil mengusap lembut gagang katana di pinggangnya. "Aku dan Natalia akan memastikan tidak ada satu pun transmisi sinyal luar yang bisa lolos dari paviliun tamu." "Gunakan pisau lempar dan peredam taktis," pangkas Natalia sang mantan Reaper menimpali, suaranya dipenuhi ketegasan seorang pembunuh yang kini sepenuhnya mengabdi pada sang Kaisar. "Aku tahu persis pola gerakan agen-agen The Citadel. Mereka biasanya menyembunyikan pemancar frekuensi di dalam tas diplomatik berlapis baja." "Bagus. Lakukan pembersihan senyap ini secepat mungkin," perintah Rangga rendah namun penuh wibawa. "Setelah tempat itu bersih, aku sendiri yang akan mendatangi kamar Madam Genevieve." "Serahkan semuanya pada kami, Suamiku!" seru Sakura dan Na
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Bab 170
"Kapal pesiar tak dikenal menerobos masuk ke perairan laut dalam kita?" pangkas Rangga tegas, suara beratnya seketika memecah kegentingan di dalam ruang pusat kendali Chloe sambil matanya menatap lurus peta navigasi holoscreen. "Benar, Suamiku!" pangkas Chloe cepat. "Sinyal pemicu bom otomatis diarsir langsung dari frekuensi transmisi kapal itu! Tapi ada hal aneh pada pemindai biologisnya!" "Anomali apa yang kau temukan, Chloe?" tanya Natalia sigap, matanya berkilat tajam memantau grafik pada layar. "Kapal itu sama sekali tidak membawa muatan senjata berat atau pasukan amfibi bersenjata!" pangkas Dr. Kaelen sambil menyesuaikan kacamatanya. "Pemindai energi hanya mendeteksi puluhan wanita bergaun mewah dan pengawal sipil standar di atas geladak utama!" "Lakukan pengawalan ketat," perintah Rangga rendah namun penuh wibawa. "Morgana, giring kapal pesiar itu merapat ke dermaga utama istana. Valerie, siapkan pengamanan di aula kaca!" "Siap, Kaisar milik kami!" pangkas Valerie dan Mor
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Bab 169
"Kau benar-benar berani meminta hadiah penegasan di saat angka bom ini terus berjalan, Valerie?" bisik Rangga rendah tepat di depan telinga Valerie, jemarinya merengkuh pinggang ramping sang wanita dengan aura dominasi yang sangat kuat. "Tentu saja, Suamiku..." desah Valerie terengah-engah menatap lurus ke dalam mata Rangga. "Bagi kami, ancaman bom dari para wanita tua itu tidak ada artinya dibanding rasa haus kami akan sentuhan hangat dari Kaisar kami." "Kau sangat nakal," pangkas Rangga menyunggingkan senyum. "Mari kita lihat seberapa jauh kepatuhan yang bisa kau berikan padaku." "Bawakan aku sepenuhnya, Suamiku..." rintih Valerie dengan desahan manja yang menuntut kepasrahan. Menggunakan momen di mana seluruh perhatian terfokus pada layar komputer raksasa Chloe, Rangga menarik Valerie ke balik panel server utama yang hangat dan bergemuruh. "Chloe, tetap fokus pada layar komputermu dan selesaikan dekodenya," perintah Rangga tenang sambil melangkah mundur menarik jemari Valeri
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Bab 168
"Chloe, periksa perangkat komunikasi ini sekarang juga!" perintah Rangga tegas saat melangkah lebar menembus pintu ruang pusat kendali utama. Rangga membawa Natalia yang kini telah setia ke ruang pusat kendali Chloe. "Ada apa, Suamiku? Siapa wanita di sampingmu itu?" tanya Chloe terperanjat, jemarinya seketika berhenti di atas konsol holoscreen begitu melihat Rangga datang membawa seorang wanita bertubuh berbalut pakaian hitam. "Namanya Natalia, mantan pemburu hadiah yang dikirim dewan The Citadel," pangkas Rangga cepat seraya meletakkan tablet komunikasi atas meja kerja Chloe. "Dia sudah tunduk padaku. Tapi perangkat ini membawa ancaman yang sangat berbahaya bagi seluruh pulau kita." "Ancaman bahaya...?" sela Dr. Kaelen yang tiba-tiba melangkah mendekat dari sudut laboratorium ruang kendali, wajahnya langsung menegang pucat. "Dewan The Citadel menanam peledak jaringan di perbatasan luar perairan pulau kita!" pangkas Natalia mantap, suaranya dipenuhi nada penyesalan sambil menun
Last Updated: 2026-09-20
Chapter: Bab 167
"A-apa yang... kau lakukan padaku, Rangga...?!" jerit Natalia terengah-engah, suaranya yang semula dingin melengking panik saat merasakan sengatan hangat yang menjalar dari Cincin Otoritas Rangga. "Aku tidak melakukan apa pun, Natalia," pangkas Rangga tenang, suaranya bergetar penuh wibawa. "Energi kekaisaranku hanya sedang membersihkan racun penekan emosi di dalam tubuhmu." "T-tidak... Lepaskan aku! Aku adalah Reaper... Aku tidak boleh tunduk pada siapa pun!" rintih Natalia histeris, matanya bergerak liar saat merasakan seluruh pertahanan mentalnya hancur. "Buka matamu dan terima takdirmu yang baru, Pemburu Nyawa," gertak Rangga melangkah maju satu tapak, memangkas jarak di antara mereka. "A-agghh... Rangga... Tolong aku... Panas sekali...!" jerit Natalia pasrah sepenuhnya, panggilan itu meluncur begitu saja dari bibir indahnya tanpa sanggup ia tahan lagi. Efek Cincin Kaisar memicu lonjakan energi feromon murni yang langsung menembus sistem saraf Natalia yang selama ini ditekan
Last Updated: 2026-09-20
AKU MENIKAH DENGAN PRIA YANG MEMBENCIKU

AKU MENIKAH DENGAN PRIA YANG MEMBENCIKU

Kalia Putri bersumpah menjauhi Reza Aditya, pria yang menghancurkan perusahaan kecil ayahnya lima tahun lalu dan membuat keluarganya terpuruk. Namun saat ayahnya koma dan utang miliaran mengancam rumah mereka, Kalia terpaksa menerima tawaran menikah kontrak dua tahun dengan Reza, semua utang dilunasi, biaya pengobatan ditanggung. Reza, pengusaha properti sukses di Surabaya, memperlakukannya dingin dan penuh kebencian. Di rumah megahnya, Kalia hidup sebagai istri tanpa cinta. Tetapi seiring waktu, ia melihat luka tersembunyi dan rahasia masa lalu Reza yang menggoyahkan keyakinannya. Apakah benci yang dalam bisa berubah menjadi cinta yang mendalam? Ataukah kontrak pernikahan ini hanya akan membawa penderitaan lebih besar bagi mereka berdua?
Read
Chapter: BAB 181
Malam itu, suasana di ruang makan utama rumah besar keluarga Wijaya terasa begitu hangat, hidup, dan penuh dengan gelak tawa yang lepas. Suasana yang dulu selalu dingin, kaku, dan penuh tembok pembatas, kini telah berubah total. Ruangan itu tidak hanya diisi oleh Reza dan Kalia, tapi juga Tuan Mahendra beserta istrinya yang kini duduk berdampingan dengan sangat akrab dan santai. Tidak ada lagi jarak yang memisahkan. Tidak ada lagi kecanggungan yang menyiksa. Tidak ada lagi tatapan curiga atau benci. Yang ada hanyalah dua keluarga besar yang kini bersatu, menikmati makan malam bersama, layaknya saudara darah daging yang sudah lama terpisah dan akhirnya dipertemukan kembali. Reza duduk dengan tenang di kursi utamanya, tepat di samping Kalia. Di bawah meja, tangan mereka saling menggenggam erat, seakan tak ingin melepaskan satu sama lain lagi selamanya. Mata mereka berdua berkeliling mengamati pemandangan indah di hadapan ini, dan di sudut mata mereka, terbit rasa haru yang begitu
Last Updated: 2026-05-07
Chapter: BAB 180
Pagi harinya, sinar matahari pagi menyelinap lembut masuk melalui celah tirai jendela ruang kerja. Cahaya keemasan itu menyentuh lantai marmer, seakan ikut membersihkan aura gelap yang selama ini menghuni ruangan tersebut. Suasana yang semalam begitu berat, penuh air mata dan keputusasaan, kini telah berganti menjadi sebuah ketenangan yang aneh namun sangat damai. Hati yang tadinya sesak oleh dendam, kini terasa lega, seakan beban berton-ton telah diangkat dari bahu sang pemiliknya. Reza Wijaya duduk tegak di kursi kerjanya yang besar. Wajahnya memang masih terlihat sedikit lelah. Ada lingkaran hitam samar di bawah matanya, bukti bahwa semalam dia hampir tidak memejamkan mata, sibuk meraba ulang seluruh ingatan dan sejarah hidupnya. Tapi tatapan matanya sama sekali berbeda. Dia menatap layar komputer sejenak, lalu dengan tangan yang mantap, dia menekan tombol interkom. "Siapkan mobil. Aku mau keluar," perintah Reza singkat, padat, dan tegas. Tidak ada nada marah, tidak ada nada d
Last Updated: 2026-05-06
Chapter: BAB 179
Ruangan itu kembali hening, sunyi senyap. Hanya suara napas mereka berdua yang terdengar, bercampur dengan detak jarum jam yang seakan berjalan semakin lambat, seakan memberi waktu bagi Reza Wijaya untuk mencerna semua informasi yang baru saja meledak di kepalanya. Reza menatap layar laptop itu dengan pandangan yang kosong. Matanya bergerak lambat, membaca ulang baris demi baris data, angka, dan bukti yang ditunjukkan Rafi. Otaknya yang biasa bekerja cepat dan logis kini seakan macet, berusaha menerima kenyataan pahit yang bertolak belakang dengan apa yang dia yakini selama puluhan tahun. Selama ini... Selama ini dia hidup dengan api kebencian yang membara di dada. Dia membangun tembok setinggi langit antara dirinya dan keluarga Mahendra. Tembok yang begitu tinggi dan tebal, tak ada satupun yang bisa menembusnya. Dia menyiksa diri sendiri dengan rasa dendam. Dia menyiksa dengan kecurigaan dan kemarahan. Dia bahkan hampir membuat hubungan dengan anak-anaknya retak. Semuanya... s
Last Updated: 2026-05-05
Chapter: BAB 178
Malam semakin larut, namun cahaya lampu kristal di ruang kerja pribadi Reza Wijaya masih menyala terang. Suasana di ruangan itu terasa begitu berat, sunyi, dan penuh dengan tekanan. Hanya suara detak jarum jam dinding yang terdengar jelas, seakan menghitung mundur waktu sebelum badai pecah. Reza duduk tegak di kursi kerjanya yang besar dan mewah. Wajahnya datar, tak ber ekspresi, namun sorot matanya tajam menusuk, menatap lurus ke arah putranya, Rafi, yang berdiri kokoh di hadapan meja kerja itu. Di tangan Rafi, tergenggam sebuah laptop dan setumpuk berkas tebal yang terikat rapi, bukti-bukti yang telah dia kumpulkan dengan susah payah. "Jadi, apa yang mau kamu bicarakan sampe segitunya, Fi?" tanya Reza akhirnya. Suaranya dingin, datar, namun menyiratkan wibawa yang menakutkan. "Kamu mau minta izin supaya Papa biarin Aisyah terus pacaran sama anak Mahendra itu? Kamu tau kan sejarahnya? Keluarga mereka benci kita sama kayak kita benci mereka." Rafi menggeleng pelan. ia mengumpulkan
Last Updated: 2026-05-05
Chapter: BAB 177
Siang itu, di taman belakang sekolah yang cukup sepi dan teduh. Angin berhembus pelan membelai dedaunan. Namun suasana di sana terasa begitu tegang. Bukan ketegangan yang mau berkelahi, tapi ketegangan karena momen yang sangat jarang terjadi, dan sangat penting bagi masa depan mereka. Aisyah berdiri di samping Rafi, tangannya sedikit mencengkeram lengan baju adiknya, penuh harap. Sementara di hadapan mereka, beberapa meter jauhnya, berdiri Arkana. Cowok itu menatap mereka dengan tatapan waspada. Dia belum tahu apa yang sebenarnya terjadi. Yang dia tahu, Rafi selama ini adalah musuh terbesarnya. Jadi dia siap mental kalau tiba-tiba Rafi akan memaki, menghina, atau bahkan menyerangnya lagi. Tapi hari ini... Ada yang berbeda. Sangat berbeda. Rafi menatap Arkana lekat-lekat. Matanya tajam, menyelidik, meneliti setiap inci wajah cowok di depannya itu. Dulu... Tatapan itu penuh api kebencian, penuh curiga, dan penuh keinginan untuk menghancurkan. Tapi hari ini... Tatapan itu dingi
Last Updated: 2026-05-04
Chapter: BAB 176
Pagi harinya, matahari bersinar lebih terang dari biasanya. Tapi bukan cuma karena cuaca, tapi karena suasana di meja makan keluarga Wijaya pagi itu terasa sangat berbeda. Udara yang selama ini terasa kaku, dingin, dan penuh ketegangan. Kini perlahan berganti menjadi hangat dan tenang. Aisyah duduk di tempat biasa. Tapi kali ini, dia tidak lagi memasang wajah datar atau mengabaikan keberadaan Rafi. Saat Rafi menarik kursi dan duduk di hadapannya. Aisyah perlahan menoleh. Dan di bibirnya terukir sebuah senyum tipis. Bukan senyum palsu. Bukan senyum sinis. Itu adalah senyum yang tulus, lembut, dan penuh makna. Rafi tersentak kaget melihatnya. Jantungnya berdegup kencang, tapi kali ini bukan karena takut atau marah. Melainkan karena rasa lega yang luar biasa. Dengan ragu tapi bahagia, Rafi pun membalas senyum itu. "Pagi, Kak," sapa Rafi pelan, suaranya terdengar lembut. "Pagi, Fi," jawab Aisyah dengan nada yang jauh lebih lembut dari sebelumnya. "Makasih ya, buat datanya kemaren.
Last Updated: 2026-05-04
You May Also Like
Cinta Penuh Luka
Cinta Penuh Luka
Romansa · Kelabu
6.5K views
Jodoh Untuk Wanita Tanpa Rahim
Jodoh Untuk Wanita Tanpa Rahim
Romansa · A mum to be
6.5K views
BAYAR dengan Tubuhmu
BAYAR dengan Tubuhmu
Romansa · Natalie Ernison
6.4K views
MUSIM CINTA DI SEOUL 2
MUSIM CINTA DI SEOUL 2
Romansa · Alna Selviata
6.4K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status