author-banner
Bunga Merah
Author

Romances de Bunga Merah

KESEMPATAN KEDUA SANG RATU YANG TERBUANG

KESEMPATAN KEDUA SANG RATU YANG TERBUANG

10
Aku memang istri yang naif. Selama ini, ternyata suami dan sahabat baikku sendiri telah bermain api di belakangku. Mereka mengkhianatiku, bahkan tega merencanakan kematianku demi menguasai seluruh harta. Akan tetapi, tepat di hari kematianku, tiba-tiba aku kembali hidup satu tahun sebelum kejadian kecelakaan tragis itu. Aku sangat bingung kenapa ini bisa terjadi, tetapi di sisi lain aku merasa ini adalah hadiah besar untukku. Aku sangat bersyukur karena semesta memihakku dan memberiku kesempatan kedua untuk membalas pengkhianatan mereka.
Ler
Chapter: Bab 11: Rahasia Lain Suamiku
Bagaimana dia tahu aku sedang menunggu broker?Adrian seolah bisa membaca pikiranku. Dia tersenyum tipis, senyum pertama yang kulihat darinya, tapi senyum itu tidak menunjukkan kehangatan sama sekali."Tenang, saya tidak membuntuti Anda," jelasnya. "Hanya orang-orang tertentu yang datang ke kafe ini di jam kerja sambil membawa tas dokumen dan terus-menerus melirik ke arah pintu. Cukup mudah ditebak. Apalagi setelah saya mengenali siapa Anda."Aku menelan ludah. Pria ini berbahaya. Analisanya terlalu cepat dan akurat. Aku tidak punya pilihan selain duduk kembali, memeluk blazerku yang rusak di pangkuan."Apa mau Anda, Tuan Adrian?" tanyaku dengan nada sedingin mungkin, mencoba menyamai auranya."Tidak ada. Awalnya," jawabnya. "Tadinya saya hanya ingin minta maaf dan mengganti rugi. Tapi sekarang setelah tahu siapa Anda, saya jadi sedikit penasaran.""Penasaran tentang apa?""Tentang apa yang dilakukan seorang Nyonya Marco Alexander di kafe kelas menengah seperti ini, sendirian, dengan
Última atualização: 2026-03-24
Chapter: Bab 10: Pertemuan Tak Terduga
Pagi berikutnya, aku menyelinap keluar dari rumah seperti pencuri. Aku sengaja menunggu hingga Marco berangkat ke kantor. Kepada Bi Inah, asisten rumah tangga kami, aku hanya berpesan singkat. "Bi, saya mau ke butik bunga sebentar, mungkin agak siang baru pulang," kataku sambil merapikan syal sutra yang menutupi leherku. "Baik, Nyonya. Perlu saya siapkan bekal makan siang?" tawar Bi Inah dengan ramah. "Tidak perlu, Bi. Terima kasih." Tentu saja aku tidak pergi ke butik. Aku mengendarai mobil kompak milikku, bukan sedan mewah yang biasa kusopiri, menuju sebuah kafe kecil yang terletak di distrik bisnis pinggiran. Namanya "The Daily Grind Cafe". Tempat ini jauh dari jangkauan lingkaran sosialita dan kolega bisnis Marco. Sempurna untuk pertemuan rahasiaku. Di dalam, aroma kopi yang pekat dan roti panggang menyambutku. Aku memilih meja di sudut paling belakang, dekat jendela yang menghadap ke sebuah gang sempit. Aku mengenakan kacamata hitam besar dan sebuah blazer sederhana berwarn
Última atualização: 2026-03-24
Chapter: Bab 9: Memasang Wajah Polos
"Ada apa, Marco? Kenapa reaksimu begitu?" tanyaku pura-pura bingung. Sarah menyela dengan nada sedikit menggurui, "Clara sayang, Lumina Tech itu saat ini sedang berada di ambang kehancuran. Saham mereka anjlok parah minggu ini karena CEO mereka dituduh menggelapkan dana riset. Perusahaan itu sedang diselidiki otoritas keuangan." "Benarkah?" Aku membulatkan mata, berpura-pura terkejut. "Tapi ... tapi Datin Rossa bilang justru saat harganya murah begini kita harus beli! Nanti kalau masalahnya selesai, harganya akan naik tajam!" "Itu namanya spekulasi buta, Clara!" tegur Marco sedikit keras. "Datin Rossa itu hanya sosialita yang kelebihan uang dari suaminya. Lumina Tech adalah investasi yang sangat berisiko tinggi. Sangat berisiko! Hampir bisa dipastikan perusahaan itu akan bangkrut bulan depan." Aku menahan senyum dalam-dalam. Tentu saja Marco akan bilang begitu. Semua orang di kota ini berpikir Lumina Tech akan hancur. Beritanya tersebar di mana-mana. CEO mereka dituduh korupsi, i
Última atualização: 2026-03-24
Chapter: Bab 8: Langkah Awal
"Kamu mengambil ponselku?!" Suaranya melengking tajam, topeng sahabat baiknya nyaris retak sepenuhnya. Jemarinya dengan panik menekan tombol daya, memeriksa layarnya.Aku menatapnya dengan tatapan terluka dan mata berkaca-kaca. "Sarah ... kenapa kamu membentakku? A-aku melihat ponselmu tergeletak begitu saja di meja dekat prasmanan setelah insiden minuman tadi. Aku takut ponselmu dicuri pelayan atau tamu lain, jadi aku mengamankannya ke dalam tasku."Sarah menatap layarnya yang masih menampilkan gambar kunci secangkir kopi. Dia mencoba menggeser layarnya, dan matriks kata sandi muncul, seolah tidak pernah terbuka sebelumnya. Bahunya tampak sedikit rileks, tapi matanya masih memicing menatapku."Kanu tidak membukanya?" tanyanya dingin."Membukanya?" Aku memiringkan kepala, memasang ekspresi sangat bingung dan tersinggung. "Tentu saja tidak! Layarnya terkunci, Sarah. Lagipula, untuk apa aku membuka ponselmu? Apa ... apa ada rahasia penting di sana yang tidak boleh kulihat?"Pertanyaanku
Última atualização: 2026-03-23
Chapter: Bab 7: Memegang Bukti
"Kalian pikir rencana kalian sempurna?" bisikku tajam ke arah layar, seakan mereka berdua bisa mendengarku dari sana. "Kalian pikir kalian adalah sutradara dari takdirku?" Aku keluar dari aplikasi pesan dan dengan cepat membuka aplikasi Email di ponsel Sarah. "Aku akan menjadikan semua pesan ini sebagai tiket kalian menuju kehancuran total," kataku sambil mengetik cepat. Aku membuat pesan email baru dan mengetikkan alamat email rahasia yang baru saja kubuat kemarin setelah aku terbangun dari kematian, Clara.Reborn@mail.com. "Subjek: Bukti Kebusukan," gumamku sambil mengetik. Aku kembali beralih ke aplikasi chat hijau, memilih opsi 'Ekspor Obrolan' pada kontak Marco, dan melampirkan seluruh teks beserta medianya ke email tersebut. Setelah itu, aku kembali ke folder galeri tersembunyi, memilih puluhan foto paling eksplisit, dan menekan tombol 'Bagikan ke Email'. "Kirim," desakku, menekan tombol panah biru di pojok layar. "Ayo. Cepatlah terkirim." Sebuah baris progres biru muncul d
Última atualização: 2026-03-23
Chapter: Bab 6: Pesan Rahasia
"Sial," umpatku tertahan. Kepanikan mulai merambat naik di dadaku. Waktuku tidak banyak. Jika aku salah lagi, ponsel ini akan terkunci permanen selama beberapa menit. "Berpikirlah, Clara. Berpikirlah! Apa hari yang paling bersejarah bagi mereka berdua? Hari di mana mereka ..." Mataku melebar saat sebuah kesadaran yang sangat memuakkan menghantam otakku. Hari bersejarah. Hari di mana Sarah secara resmi 'kehilanganku' dan Marco terikat padaku, yang membuat obsesi mereka semakin gila. "Tidak mungkin," bisikku dengan suara bergetar. "Apakah kalian sekejam itu?" Dengan tangan yang kini benar-benar gemetar karena emosi, aku mengetikkan empat angka. Satu, dua, nol, lima. Tanggal dua belas Mei. Tanggal pernikahanku dengan Marco. Layar berkedip hijau. Gembok itu terbuka. "Keparat!" jeritku tertahan, memukul pilar balkon dengan tangan kiriku. "Kalian menjadikan tanggal pernikahanku sebagai sandi rahasia perselingkuhan kalian? Dasar binatang!" Air mata kemarahan menggenang di pelupuk matak
Última atualização: 2026-03-23
Você também pode gostar
Suami Flash Sale
Suami Flash Sale
Salbiyah Nurrohmah
4.7K visualizações
Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai
Permintaan Terakhir Sebelum Bercerai
Major_Canis
1.5K visualizações
Sopir Perkasaku, Hamili Aku
Sopir Perkasaku, Hamili Aku
Fachra. L
466 visualizações
KISAH PANAS PERJALANAN BULAN MADU WILLIAM DAN AMELIA
KISAH PANAS PERJALANAN BULAN MADU WILLIAM DAN AMELIA
Zemira Fortunatus
413 visualizações
Menikah Demi Hak Asuh
Menikah Demi Hak Asuh
Dera Tresna
377 visualizações
Menikahi Tuan Tanah Misterius
Menikahi Tuan Tanah Misterius
Lyla Veil
359 visualizações
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status