author-banner
Xiaofeng
Xiaofeng
Author

Novels by Xiaofeng

Putri Jahat Itu Menjadi Waras

Putri Jahat Itu Menjadi Waras

Zhu Yu, seorang wanita modern berprofesi sebagai guru SD masuk ke novel setelah kecelakaan bus yang dialaminya dan menjadi Xie Ruyu–tokoh antagonis yang ditakdirkan mati karena tamak akan kekuasaan. Berbekal pengetahuan alur cerita, ia berusaha menghindari takdir tragis itu. Namun, masalah terus datang dan menyeretnya ke konflik yang memberatkan saat para pria dengan latar: pangeran yang juga transmigrator, calon penguasa yang obsesif, hingga pejabat muda yang setia datang ke hidupnya.
Read
Chapter: Bab 75 – Penyelidikan Pribadi
“Apa? Kalian memintaku untuk menggambar wajah orang?” Begitu mendengar permintaan dua orang—Helun Jiang dan A Ke— yang sedang berdiri di dekat pintu masuk, Ruyu langsung mengangkat kepala dengan raut wajah terkejut sehabis merapikan kertas-kertas yang baru dikumpul oleh anak-anak.Suara nyaring anak-anak yang sedang bermain dengan antusias di halaman luas rumah belajar saat sore hari memenuhi pendengaran secara samar-samar. Mereka mengangguk cepat. Lalu, berjalan dan berhenti di hadapan meja kecil Ruyu sebelum duduk bersila.“Kami membutuhkan seseorang yang mampu mengubah penjelasan ciri-ciri menjadi gambar. Dengan adanya ini, membuat lebih mudah dalam bertindak,” jelas Jiang.Ruyu memandang mereka bergantian sebelum menggelengkan kepala dengan menghela napas lelah. “Aku tidak menyangka kalian benar-benar percaya dengan omongan Jin Zhen jika aku bisa melakukannya.”“Bukankah katanya Nona pernah melukis di hadapan Permaisuri?” tanya Jiang dengan polos.“Itu berbeda. Waktu itu aku mel
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: Bab 74 – Hutan Selatan II
Suara Jiang yang tenang dan percaya diri sebelumnya membuat ketiga pemburu itu menoleh bersamaan. Tao pun mengangkat salah satu alisnya. “Hah? Kau?” ujarnya kembali memastikan dengan nada suara seolah tidak percaya.“Saudaraku, ini tidak semudah yang kau kira. Burung itu sudah beberapa kali lolos,” sahut Kuo yang sempat mendengus tertawa.Namun, hal itu tidak membuat Jiang untuk tersinggung. Ia hanya langsung mengulurkan tangannya ke arah Tao.“Pinjamkan ketapelnya sebentar.”Ketiga pemburu itu saling berpandangan. Keraguan jelas terlihat di wajah mereka. Namun melihat ekspresi Jiang yang begitu percaya diri, Tao akhirnya menyerahkan ketapel tersebut.“Kalau begitu, coba saja.”Jiang menerima ketapel itu dan menimbangnya sebentar. Ia mengambil sebuah kerikil dari tanah, lalu mengangkat pandangannya ke arah burung yang sedang berjalan santai di atas kerikil batu tepi perairan.Semua perhatian mereka kini menuju Jiang yang sedang menarik karet ketapel perlahan hingga maksimal. Membuat
Last Updated: 2026-05-31
Chapter: Bab 73 – Hutan Selatan
Mereka berlima memulai perjalanan meninggalkan keramaian ibukota. Sebuah kereta gerobak sederhana dengan satu ekor kuda penarik membawa mereka melewati jalan tanah setapak yang semakin lama semakin mengecil.Di dalam gerobak, Lian dan Kuo sedang menyusun bahkan membersihkan debu dari peralatan berburu seperti busur, tombak, dan jebakan kayu.Jiang mengedarkan pandangan di sekelilingnya yang dipenuhi rumput ilalang tinggi yang sudah kecoklatan bergoyang diterpa angin sore. “Kita mau menuju kemana sekarang?” tanya Jiang yang duduk di sisi gerobak pada sekelompok orang tersebut.“Hutan yang ada di selatan,” jawab Tao yang sedang menjadi kusir kereta yang ditumpanginya.“Ternyata mereka hidup di sana juga.” Gumaman dari Jiang ternyata bisa didengar oleh mereka sehingga Kuo ikut menimpali sebagaimana ia mencoba meluruskan.“Tepatnya di tepi hutan sana, ada perairan yang dekat dengan Pelabuhan Nanhai. Mereka suka hidup di daerah yang lembab.”Jiang dan juga A Ke diam-diam mengingat informa
Last Updated: 2026-05-30
Chapter: Bab 72 – Mencari Pemburu
Helun Jiang dan A Ke benar-benar mengikuti saran dari Xie Ruyu. Kali ini tujuan mereka berjalan berputar-putar di keramaian ibukota adalah berharap mereka bisa bertemu lagi pada kelompok pemburu Merak Hijau yang ditemuinya di kedai pangsit hari itu.Ye Zijun telah menyelamatkan status mereka berdua dari target buronan oleh Mahkamah Agung. Ye Zijun membuktikan jika korban meninggal sehabis mabuk adalah karena penyakit jantung yang dialaminya.Oleh karena itu, Jiang dan A Ke dapat bebas berkeliaran di ibukota negeri asing. Namun, ancaman yang menghantui mereka tidak sampai di situ. Pisau belati yang diarahkan kepada mereka membuktikan kalau ada pihak yang mengawasi secara terang-terangan. Jika keberadaan mereka terancam oleh Jiang dan pengawalnya, maka mereka tidak akan berbasa-basi lagi untuk menghabisi.Keduanya mengenakan pakaian bangsa Yan yang biasa digunakan oleh rakyat biasa dengan warna kusam. Secara sekilas, mereka lebih menjadi membaur dengan orang Yan. Mungkin orang-orang t
Last Updated: 2026-05-29
Chapter: Bab 71 – Bulu Merak Hijau
Kembali lagi di saat Shuyu sedang menceritakan pertemuan pertama dengan Helun Jiang di sebuah gazebo yang ada di halaman rumah belajar.Shuyu masih melanjutkan cerita mengenai kecurigaan A Ke yang dalam menjadi bertambah kuat begitu pisau belati datang dan berhenti menancap di atas tanah tepat di depan mereka.Akan tetapi, lagi-lagi Jiang dan A Ke tidak menemukan siapa pelakunya saat mendongak ke arah atap di sisi kanan dan kiri.Perhatian Ye Zijun tertarik pada selembar kertas yang diikat simpul pada gagang belati. Ia pun menarik belati itu, lalu melepaskan dan membuka kertas yang terselip. Noda berwarna merah memenuhi satu lembar kertas. Tidak ada tulisan maupun gambar, sehingga tidak ada yang tahu apa maksudnya. Namun, Jiang yakin ini adalah tanda sebagai peringatan.Maka dari itu, atas saran Ye Zijun, ia meminta bantuan pada Shuyu untuk membantu Jiang dan pengawalnya untuk tinggal sementara di desa tempatnya.Setelah mengetahui identitas mereka sesungguhnya, barulah Shuyu cepat-c
Last Updated: 2026-05-28
Chapter: Bab 70 – Perkembangan Mencari Bukti
Mereka duduk melingkar sambil bersila di sebuah gazebo yang berada di tepat sisi kanan halaman rumah belajar. Kedua mata Ruyu berpindah dari Helun Jiang dan A Ke secara bergantian melihat mereka.“Apa?” kata Ruyu sambil mengangkat alis. “Aku baru tahu ternyata kalian sempat jadi target buruan Mahkamah Agung.” Nada suaranya nyaris melengking, seolah tidak percaya.Helun Jiang tersenyum pahit. “Kami juga tidak menyangka keadaan akan menjadi serumit ini.”“Untung saja kalian bertemu Petugas Ye,” sahut Jin Zhen dengan spontan sambil menyilangkan tangan di bawah dada.Helun Jiang menggerakkan kepalanya naik turun pelan sebelum berujar tiba-tiba, “Sebenarnya dia bukan sekedar petugas biasa. Dia adalah seorang perwira.”Ruyu dan Jin Zhen menjadi tercengang walau hanya sekejap. “Sudah kuduga sebelumnya, dia pasti orang yang cakap,” gumam Ruyu di sela lirihan sambil memikirkan kemungkinan ia rangkai.Ruyu pun menggerakkan ekor matanya menuju Shuyu yang berada di seberangnya. “Lantas, kau baga
Last Updated: 2026-05-26
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status