author-banner
fazaa
fazaa
Author

Novels by fazaa

Aku Menghamili Istri Sahabatku

Aku Menghamili Istri Sahabatku

🔞 Novel dewasa 21+ Mengandung hubungan dewasa, kekerasan, rahasia gelap, dan konflik rumah tangga penuh obsesi Bagaimana jadinya jika seorang pria miskin bernama Kael Donovan mati dalam eksperimen vaksin virus mematikan… lalu bangkit kembali sebagai vampir dengan darah yang tidak lagi manusia? Saat hidupnya yang hancur membuatnya menerima peran sebagai “pengganti” dalam pernikahan orang lain, ia justru terjebak dalam rumah tangga yang seharusnya bukan miliknya—hingga batas antara kewajiban dan keinginan perlahan runtuh ketika ia jatuh pada sang nyonya dingin yang tak pernah boleh ia sentuh, sementara darah barunya mulai menuntut hal yang lebih berbahaya dari sekadar cinta: kelaparan yang tak bisa lagi ia kendalikan.
Read
Chapter: Bab 7: Sumpah dalam Hujan Peluru
Suara desing peluru ultraviolet memecah keheningan ruang kerja Adrian Voss, memantulkan kilatan cahaya ungu spektrum tinggi yang menyilaukan mata. Sinar itu bukan peluru biasa; riak energinya terasa membakar atmosfer, memicu sensasi perih yang luar biasa bahkan sebelum menyentuh kulit Kael Donovan. Insting predator di dalam dirinya berteriak panik, mendesaknya untuk segera melompat mundur demi menyelamatkan diri.Namun, mata Kael terpaku pada pemandangan yang jauh lebih mengerikan di depannya. Adrian tersenyum iblis seraya mengarahkan jarum suntik berisi cairan hijau pekat tepat ke arah perut buncit Elena. Siksaan fisik akibat radiasi sinar ultraviolet tidak sebanding dengan rasa murka yang kini membakar dada Kael saat melihat darah dagingnya terancam hancur."Mati kau, monster!" teriak Adrian dengan tawa yang melengking tinggi, menantang maut.Kael tidak lagi memedulikan keselamatan dirinya sendiri. Dengan satu hentakan kaki yang membelah lantai marmer hingga retak, ia menerjang maju
Last Updated: 2026-05-27
Chapter: Bab 6: Jeritan di Balik Kegelapan
Asap tebal berwarna kelabu pekat menyembur dari tabung gas yang dijatuhkan oleh dr. Selena Morvain. Dalam hitungan detik, kegelapan mutlak menelan seisi ruangan bawah tanah klub malam tersebut. Jerit ketakutan ratusan orang beradu dengan suara derap sepatu bot pasukan militer yang merangsek masuk, memecah keheningan malam menjadi simfoni kekacauan yang mengerikan.Bagi manusia biasa, situasi ini adalah mimpi buruk tanpa jalan keluar. Namun, bagi Kael Donovan, kegelapan adalah wilayah kekuasaannya yang paling alami. Pupil matanya melebar seketika, mengubah pandangannya yang semula gelap gulita menjadi lanskap monokrom yang sangat tajam. Ia bisa melihat setiap pergerakan manusia di sekitarnya bagaikan rekaman video yang diputar lambat.Namun, bukan siluet pasukan bersenjata atau senyuman provokatif dr. Selena yang menyita fokusnya. Sepasang telinga supernya menangkap satu frekuensi suara yang sangat ia kenal di lantai atas. Suara itu begitu melengking, sarat akan keputusasaan, dan langsu
Last Updated: 2026-05-26
Chapter: Bab 5: Benih Iblis di Rahim Suci
"Aaargh!"Raungan Kael Donovan memecah keheningan kamar mewah itu. Tubuhnya jatuh berdebum di lantai marmer, melengkung kaku seperti busur yang ditarik paksa. Listrik bertegangan tinggi dari chip di tulang belakangnya membakar saraf, memicu insting purba yang seharusnya tetap tertidur.Elena Voss berteriak, menutup mulutnya dengan kedua tangan. Ia melihat pemandangan yang mustahil: punggung Kael tampak berkedut, otot-ototnya mencuat hingga nyaris merobek kulit, dan matanya memerah sepekat darah segar yang baru tumpah."Kael! Apa yang terjadi? Tolong!" Elena mencoba mendekat, namun Kael menggeram, memperlihatkan taring tajam yang berkilau di bawah cahaya rembulan yang masuk dari jendela.Di luar pintu, Adrian Voss menarik napas dalam-dalam sambil menatap layar kendalinya. Senyum tipis tersungging di bibirnya. Ia bisa mendengar suara ketakutan istrinya, namun itu tidak menghentikannya. Baginya, rasa sakit Kael adalah proses kalibrasi yang diperlukan."Sempurna," gumam Adrian. "Sisi manus
Last Updated: 2026-05-10
Chapter: Bab 4: Hasrat yang Tak Terkendali
Elena Voss berdiri mematung di ambang pintu paviliun. Kotak kue di tangannya bergetar hebat, mencerminkan guncangan di dalam dadanya. Pemandangan di depannya menghancurkan ketenangan yang selama ini ia bangun; Kael, pria yang ia kira adalah pengawal pendiam, tengah dikungkung oleh Aria Bellrose dengan cara yang sangat intim."Kael...?" Suara Elena nyaris tidak keluar, serak dan penuh luka.Kael sentak mendorong Aria dengan kekuatan yang hampir membuat penyanyi itu terjungkal. Ia berdiri dengan napas memburu, berusaha menyembunyikan wajahnya yang mulai memanas. Namun, terlambat. Di bawah temaram lampu paviliun, Elena bisa melihat kilatan merah di kornea mata Kael yang tidak alami."Elena, ini tidak seperti yang kau lihat," Kael melangkah maju, namun suaranya terdengar seperti geraman rendah."Jangan mendekat!" Elena mundur selangkah, kotak kue itu jatuh ke lantai marmer, isinya hancur berantakan. "Siapa kalian sebenarnya? Dan mata itu... kenapa matamu berwarna merah, Kael?"Aria Bellros
Last Updated: 2026-05-10
Chapter: Bab 3: Aroma Darah dan Obsesi
Kael Donovan berdiri mematung di paviliun belakang mansion Voss. Matanya menatap dr. Selena Morvain yang masih menunggunya di bawah bayang-bayang pohon tua. Namun, pikirannya tertinggal di kamar utama, pada Elena Voss yang baru saja ia tinggalkan dalam keadaan tak berdaya."Kau tidak mendengarku, Subjek 09?" Selena melangkah mendekat. Suara tumit sepatunya menghantam kerikil dengan nada yang tajam dan berwibawa."Berhenti memanggilku dengan nomor sialan itu," desis Kael. Ia merasakan taringnya kembali berdenyut, reaksi alami saat predator merasa terpojok. "Apa mau kalian sebenarnya? Adrian bilang aku bebas asalkan aku menuruti kontraknya."Selena tertawa sinis, sebuah tawa yang tidak mencapai matanya yang dingin. Ia berhenti tepat di depan Kael, mengabaikan jarak aman. Tangan dokter itu, yang masih terbungkus sarung tangan karet tipis, mengusap dada Kael yang keras."Adrian hanya butuh pewaris. Tapi aku? Aku butuh data," bisik Selena. "Kau satu-satunya yang selamat dari serum itu. Dara
Last Updated: 2026-05-10
Chapter: Bab 2: Penjara Berlapis Sutra
Lampu neon kota Arvendale berkedip di balik kaca jendela mobil sedan hitam yang melaju kencang. Kael Donovan bersandar di kursi kulit yang empuk, namun tubuhnya terasa kaku seperti mayat yang baru saja bangkit. Ia terus menatap telapak tangannya. Luka tembus akibat kukunya sendiri tadi telah hilang tanpa bekas, hanya menyisakan kulit pucat yang terasa dingin."Kau terlihat tegang, Kael. Tenanglah, kau sudah melewati bagian tersulit, yaitu kematian," ucap Adrian Voss sambil memutar kemudi dengan santai.Kael menoleh, matanya yang kini tajam menangkap setiap detail gurat wajah Adrian. "Mati adalah bagian mudahnya, Adrian. Menjadi monster yang haus darah adalah masalah lainnya. Apa yang sebenarnya kau suntikkan ke tubuhku?"Adrian terkekeh pelan, sebuah suara yang terdengar meremehkan bagi pendengaran super Kael. "Anggap saja itu evolusi medis. Vaksin untuk Crimson Fever hanyalah kedok. Kita sedang menciptakan sesuatu yang lebih besar dari sekadar kekebalan tubuh."*****Mobil berhenti di
Last Updated: 2026-05-10
You may also like
Ah! Mantap Mas Ramli
Ah! Mantap Mas Ramli
Male Adult · Miss Luxy
3.0M views
Jatah Malam Untuk Mertua
Jatah Malam Untuk Mertua
Male Adult · WAZA PENA
363.9K views
Gairah Sopir dan Majikan
Gairah Sopir dan Majikan
Male Adult · Irbapiko
340.7K views
Tergoda Pesona Ibu Mertua
Tergoda Pesona Ibu Mertua
Male Adult · Galaxybimasakti
302.5K views
Hasrat Wanita Desa
Hasrat Wanita Desa
Male Adult · Tristar
223.4K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status