author-banner
Andrea_Wu
Andrea_Wu
Author

Novels by Andrea_Wu

I'm Your Wife : Bukan Dia Tapi Aku

I'm Your Wife : Bukan Dia Tapi Aku

Alan adalah seorang wanita nerd yang dijodohkan oleh ayah angkatnya dengan seorang CEO tampan bernama Gavin Wildberg. Pernikahannya yang dilandasi perjodohan tak membuatnya bahagia karena sikap Gavin yang arogan, dan diam-diam laki-laki itu memiliki affair dengan adik angkatnya Luna Wellington. Penderitaan Alan tak sampai disitu, dia dipakasa bercerai dengan Gavin Oleh Nyonya Wildberg, ibu Gavin, karena Luna ternyata mengandung anak dari Gavin. Namun, kisah itu belum berakhir. Alan pergi dan keluarga kandungnya menemukannya. Hidup Alan berubah, dia bukan lagi seorang wanita nerd, beberapa tahun merubah hidupnya. Sekarang dia berubah menjadi seorang pewaris tahta dan dia akan kembali untuk menuntut balas.
Read
Chapter: Ending
Suara mesin monitor jantung itu berhenti di ujung nada panjang yang membuat jantung Ana serasa ikut berhenti berdetak. Ia berdiri terpaku, matanya melebar. Dunia tiba-tiba menjadi sunyi—tidak ada yang bergerak, tidak ada yang bersuara. Hanya tubuh Gavin yang perlahan kehilangan warna di hadapannya. "Gavin!" jeritnya memecah keheningan di ruangan tersebut. Ana mengguncang tubuh pria itu dengan kedua tangannya yang gemetar. "Kau dengar aku? Gavin, buka matamu!" Perawat dan dokter segera berlari masuk, mendorong Ana menjauh dengan lembut. Ruangan mendadak ramai oleh instruksi, suara alat medis, dan langkah cepat di lantai putih. Namun Ana tidak bergerak. Ia berdiri di sudut ruangan, memegangi dadanya sendiri, berdoa dengan suara yang nyaris tak terdengar.Ia pasti akan menyesal seumur hidup, apalagi kini dia sudah memaafkan pria itu, selepas menolong Kenan. "Tuhan, jangan ambil dia sekarang. Dia belum sempat menebus semua salahnya. Aku belum sempat membuatnya mengembalikan kebahagi
Last Updated: 2025-10-31
Chapter: Penyesalan Akan Datang Terlambat
Sirine ambulans meraung memecah keheningan sorekota Brigston. Alanair berlari menembus koridor rumah sakit, sepatu haknya berdetak keras di lantai putih diikuti Zenaya dan Lucas. Napasnya memburu, keringat membasahi pelipis, sementara hatinya nyaris hancur oleh kabar yang baru saja diterimanya. Gavin... Nama itu menggema ribuan kali dalam benaknya, menyayat, menampar, dan membangunkan seluruh ingatan yang berusaha ia kubur selama bertahun-tahun. Setiap langkahnya terasa seperti jarak seabad. Tangannya bergetar ketika ia menahan pegangan di dinding, tubuhnya nyaris rubuh saat tiba di depan ruang UGD. Di sana, di balik pintu kaca, ia melihat tubuh Gavin terbaring tak berdaya—kepala pria itu dibalut perban, darah masih menodai kemeja putihnya yang kini lusuh dan robek. "Mrs. Smitt?" Seorang perawat mendekat, menatapnya penuh kehati-hatian, tidak mau menambah lara di hati wanita yang masih berstatus istri dari Gavin Wildberg itu."Tuan Wildberg, dia kehilangan banyak darah. Mobil m
Last Updated: 2025-10-31
Chapter: Gavin Kecelakaan
Kenan duduk sendirian di bangku taman depan sekolahnya. Wajahnya masam, menatap kosong ke arah lapangan. Ia kesal—besok adalah Hari Ayah, dan seperti biasa, ibunya pasti akan melarang ayahnya datang ke sekolah karena hubungan mereka yang buruk. Entah apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu, Kenan masih terlalu belia untuk memahami masalah kedua orang tuanya, yang telah membuat mereka berpisah selama hampir sepuluh tahun. "Aku mau Papa," gumamnya pelan sambil mencibir, bibirnya maju seperti anak kecil yang sedang ngambek. Setiap tahun, semua teman-temannya datang bersama ayah masing-masing, memamerkan hadiah buatan tangan, tertawa bersama, dan berfoto. Tapi dirinya? Selalu sendiri. Tahun demi tahun berlalu tanpa sekali pun ia bisa merayakan Hari Ayah bersama sang papa, dan tahun ini dia ingin sekali merayakannya bersama sang ayah. "Kenan, kenapa di sini sendirian? Ibu guru mencarimu dari tadi." Suara lembut terdengar di belakangnya. Kenan mendongak. Di sampingnya berdiri g
Last Updated: 2025-10-30
Chapter: Kenyataan Mengejutkan
Setelah sampai di Brigston, hal pertama yang Nay lakukan adalah kembali ke rumah besarnya. Rumah itu masih berdiri kokoh seperti dulu, menjulang tinggi dengan arsitektur khas keluarga Wildberg yang megah dan berwibawa. Namun kini, sesuatu yang lain terasa—sesuatu yang dingin dan menyesakkan dada. Di gerbang besi yang dulu selalu dibuka dengan tawa ibunya, kini menempel plakat besar bertuliskan. 'Disita oleh Pihak Bank.' Napas Nay tercekat. Kakinya seolah kehilangan tenaga, tubuhnya bergoyang pelan. Jika saja Lucas tak cepat menahan lengannya, mungkin ia sudah terjatuh di jalan berbatu itu. "Tidak mungkin," bisiknya lirih, matanya membulat tak percaya. "Bagaimana bisa rumah ini… disita? Apa yang sebenarnya terjadi dengan keluargaku?" Lucas menatap wajah Nay yang pucat pasi. Ia bisa merasakan betapa hancurnya hati wanita itu. Tangannya terulur, menggenggam erat bahu Nay, menuntunnya agar tidak roboh. "Tenanglah, Nay. Kita akan cari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Hari ini buk
Last Updated: 2025-10-21
Chapter: Kepulangan Lucas dan Nay
Udara pagi menyelimuti kota Brigston dengan kabut tipis yang bergelayut di antara deretan gedung tinggi. Di jendela kaca apartemen mewah lantai dua puluh, Alan berdiri memandangi pemandangan kota yang baru terbangun. Secangkir kopi hitam di tangannya sudah mulai dingin. Ken masih tertidur di kamar, dan Gavin—entah sejak kapan—sudah pergi. Mungkin kembali ke hotelnya, atau mungkin ke tempat lain. Alan tidak tahu, dan tidak ingin tahu. Luka itu nyatanya masih membekas, meskipun Gavin bersikeras ingin kembali padanya. Namun, entah kenapa bayangan masa lalunya selalu hadir. Tentang perasannya pada Gavin yang begitu menggebu, dan sikap pria itu saat di kebun binatang kemarin bersama sang anak. Jika orang tidak tahu, mereka seperti keluarga bahagia, nyatanya semua itu palsu. Ia menggigit bibir bawahnya, frustasi. "Kenapa aku harus goyah lagi?" gumamnya. "Padahal semua sudah berakhir. " Tangannya bergetar saat mencoba meneguk kopi. Pandangan matanya kosong, memantul pada kaca jendel
Last Updated: 2025-10-19
Chapter: Membongkar Rahasia Kelam Masa Lalu
Mobil sport merah milik Alan, kini terparkir di area taman hiburan yang terletak di kota Brigston. Ken yang duduk di jok belakang, kini tampak berbinar melihat hal-hal langka yang tidak pernah dia lihat sejak lahir karena memang Alan tidak pernah mengajak anaknya itu pergi jalan-jalan ke taman hiburan.Selain karena kesibukan, dia takut putranya bertemu dengan Gavin. Namun, kini apa yang terjadi, justru putranya itu lengket dengan laki-laki yang paling dia benci."Ken, jangan lari. Nanti jatuh!" seru Gavin, saat melihat putranya langsung menerobos keluar dari dalam mobil, dan berlari ke arah pintu masuk taman hiburan."Tempatnya bagus, Papa. Ken hanya ingin lihat dari dekat!" serunya. Jari mungilnya menunjuk tempat itu dengan senyum sumringah.Disaat Gavin tertawa lebar akan tingkah putranya, dia kemudian menoleh ke samping, di mana sosok Alan masih berdiri di sampingnya dengan gaya angkuhnya seperti biasa."Apa semalam kau tidak tidur, hem?" bisiknya pelan. Memanfaatkan kedekatan mer
Last Updated: 2025-09-21
Istri Jelekku Ternyata Komandan Polisi

Istri Jelekku Ternyata Komandan Polisi

Sepuluh tahun lalu, Axelia Aruna dinodai oleh pewaris Smitt, Alaric Deveraux Smitt. Ia Mengandung benih pria itu, namun Alaric justru mencampakkannya dan mengira dia adalah jalang yang yang bekerja di klub malam, tanpa dia mencari tahu siapa sebenarnya Axelia Aruna. Sepuluh tahun kemudian, Axelia Aruna kembali, dia dipaksa menikah dengan Alaric oleh Tuan Smitt karena tahu Aruna melahirkan pewaris Smitt. Namun, Aruna tak ingin pernikahan ini didasari tanpa cinta dan hanya melihat rupa juga kekuasaan. Dia menyamar sebagai wanita jelek, dan tidak memiliki apa-apa. Berharap Alaric bisa mencintai dia apa adanya, dan setelah itu dia akan memberitahu, jika sembilan tahun yang lalu dia melahirkan putra mereka. Akan tetapi, Alaric justru menghinanya, merendahkannya, dan menyuruh sahabat adiknya untuk berpura-pura menjadi kekasihnya agar Aruna meminta cerai. Lalu, bagaiman hidup rumah tangga Aruna dan Alaric selanjutnya.
Read
Chapter: Bab 19
Aruna sengaja berangkat lebih pagi dari biasanya. Selain untuk menghindari suaminya, hari ini ada sebuah kasus yang mengharuskannya datang langsung ke TKP. Sesampainya di lokasi, Aruna langsung disambut oleh Sersan Jongh bersama dua rekan lainnya, Letnan Edward dan Sersan Jo. "Diperkirakan korban mengakhiri hidupnya sendiri, Komandan," lapor Letnan Edward yang sejak tadi meneliti tubuh korban. Korban adalah seorang wanita pekerja kantoran yang diduga mengalami stres berat akibat terlilit hutang pinjaman online. "Kamu yakin, Letnan?" Letnan Edward mengangguk pelan. Aruna mendekati mayat yang sudah ditutupi kain putih, setelah proses identifikasi selesai. "Lakukan autopsi. Laporannya serahkan langsung padaku. Ambil semua barang bukti, termasuk ponsel korban. Kita kembali ke markas," ujarnya tegas. Semua anak buahnya memberi hormat, lalu membawa jenazah menuju ambulans untuk dibawa ke rumah sakit. Sementara Aruna mas8h diam di sana, menatap sosok si ibu korban yang te
Last Updated: 2025-11-28
Chapter: Bab 18.
Aruna bangun lebih dulu. Aktivitasnya berjalan seperti biasa—bangun tidur dan membuat sarapan. Kali ini lebih banyak dari biasanya karena dia akan mengantar makanan itu untuk Leonard yang tinggal bersama orang tuanya. Selama ini dia berbohong pada Leonard bahwa dia tinggal di asrama polisi, agar bocah itu tidak banyak bertanya. Belum saatnya Leonard tahu siapa ayah kandungnya. "Akhirnya selesai juga. Leon pasti suka," gumamnya lirih, lalu memasukkan kotak bekal itu ke dalam tas kecil. Tak lama kemudian, dia mendengar suara langkah kaki dari arah kamar. Ketika menoleh, sosok suaminya sudah berjalan ke arah meja makan dengan pakaian formal yang membuatnya berkali lipat lebih tampan. Namun Aruna tak mau menjerit heboh layaknya sasaeng fans. Dia hanya menatapnya datar dari arah dapur, sebelum Alaric ikut menatapnya. "Kenapa melihatku seperti itu? Jatuh cinta kau padaku?" ujar Alaric, namun kemudian dia menatap Aruna lagi dengan bibir mencibir. "Jangan harap. Kau sudah berbohong pada
Last Updated: 2025-11-27
Chapter: Bab 17.
Malam itu, Aruna tak mampu memejamkan kedua bola matanya. Sialan sekali, penyamarannya harus terbongkar di saat yang paling tidak tepat. Namun dia berusaha cuek. Wajahnya sudah banyak berubah sejak sepuluh tahun lalu. Lagi pula, pertemuan mereka hanya sekali, dan Alaric mabuk parah malam itu. Tipis rasanya kemungkinan laki-laki itu bisa mengenalinya. Tapi jika memang Alaric benar-benar mengenalinya… dia tak punya pilihan selain mengaku bahwa benih di rahimnya dulu telah tumbuh menjadi seorang anak laki-laki yang tampan. Lagipula, itulah tujuan awalnya menikah dengan Alaric—memberikan Leonard status di keluarga Smith. Tapi di balik itu semua, niat terdalam Aruna sebenarnya sederhana, dia ingin Alaric mencintainya, menerima Leonard apa adanya. Namun jika keadaan sudah seperti ini… dia akan memperjuangkan status putranya dengan cara apa pun. "Jika dia tidak mau menerimanya… aku tetap akan memperjuangkan Leonard," gumamnya pelan sebelum memaksa matanya terpejam. Sementara it
Last Updated: 2025-11-26
Chapter: Bab 16.
Alaric kembali ke rumah, dan mendapati sesok istrinya itu duduk dengan ponsel di tangannya. Seketika emosinya meledak, dan membanting pintu dengan kasar, lalu melempar jas mahalnya ke wajah Aruna. Membuat wanita itu tersentak dan refleks mendongak. "Bisa tidak, belajar sopan santun?" "Mengahdapimu tidak perlu sopan santun. Kamu pikir kamu siapa, hanya wanita benalu yang numpang hidup di rumahku." Aruna mendecih, dia mengantongi ponselnya kembali, mengambil jas Alaric, lalu melemparnya kembali ke wajah suaminya. Masa bodoh dengan sopan santun toh Alaric yang memulainya duluan. "Kau!" Alaric menunjuknya tepat di wajah Aruna, begitu jas itu jatuh menimpa mukanya sendiri. "Aku lelah, jangan mengajakku berdebat. Kenapa pulang-pulang kau harus marah? Selingkuhanmu memutuskanmu?" Aruna berusaha menutupi rasa sakitnya, dengan wajah datar khas miliknya. "Selingkuh? Aku menikah denganmu juga atas paksaan ayahku. Jadi, jangan kau sebut Luna itu selingkuhanku. Lalu kamu sendiri apa?"
Last Updated: 2025-11-25
Chapter: Bab 15.
Dean menghela napas panjang melihat tingkah atasannya—sekaligus sahabatnya— yang uring-urimgan sejak pagi. Yah, ini memang bukan pemandangan aneh bagi Dean. Sejak menikah, emosi Alaric memang tak bisa terkontrol. Akibatnya, para karyawan jadi terkena imbasnya. Dengan lelah, Dean memijat pangkal hidungnya. Saat ini ia berada di ruang presdir, mencoba berbicara dengan pria arogan yang tengah menelungkupkan kepala di atas meja kerjanya. "Jadi, apa yang terjadi denganmu, Pak?" Alaric hanya melirik sekilas, tatapannya malas dan terkesan dingin. "Kau tidak perlu tahu." Dean mendengus. Keras kepala, seperti biasa, batinnya berkata. Namun, hal itu lumrah. Jika tersenyum lebar, bukan Alaric namanya. "Setiap hari selalu begitu. Kali ini apa lagi, kau melihat istrimu kencan dengan pria lain, dan kau cemburu?" BRAK! Sebuah majalah melayang ke arahnya. Untung Dean masih cukup gesit untuk menghindar, kalau tidak, wajah tampannya pasti sudah membiru karena ulah Alaric. "Jangan bicarakan di
Last Updated: 2025-11-24
Chapter: Bab 14. Rahasia Yang Aruna Sembunyikan Dari Leonard
Satu minggu telah berlalu sejak kedatangan Leonard ke kota Shane. Aruna akhirnya memutuskan untuk menyekolahkan putranya itu di Shanae Elementary School. Ini adalah tahun keempat Leonard bersekolah di tingkat elementary. Sejak pagi, bocah sembilan tahun itu sudah bersiap dengan seragam barunya. Ia tampak bersemangat karena akan punya teman baru di sekolah barunya. Namun, sedetik kemudian ekspresinya berubah mendadak. Raut cerah itu meredup, membuat tiga orang yang duduk di ruang tamu mengernyit heran melihat perubahan ekspresi si duplikat Alaric tersebut. Aruna segera menghampiri, membelai lembut wajah tampan yang merupakan perpaduan dirinya dan suami berengseknya itu. "Leon, kamu kenapa?" tanyanya lembut. "Apa Leon tidak suka dengan sekolah barunya?" "Tentu suka, Mom," jawab Leonard pelan. "Hanya saja...." Kalimatnya terhenti. Mata cokelatnya meredup dengan sorot sendu. "Ayo bilang pada Mommy, Leon memikirkan apa, hem?" Sejenak, bocah itu menghela napas pelan. Mengingat
Last Updated: 2025-11-23
Our Destiny

Our Destiny

Yoonhee Kim atau akrab dipanggil Lizza, seorang wanita yang harus memiliki anak di usia yang masih belia karena kebencian seseorang, karena hal itu kedua orangtuanya meninggalkannya dengan cara bunuh diri karena tidak tahan menanggung malu dan hujatan dari orang-orang. Sementara itu dia sendiri pergi ke Seoul untuk mencari ayah dari anak kandungnya, hingga dia rela menjadi seorang office girl di perusahan besar bernama Park Company. Namun di tempat itulah dia menemukan takdirnya, bagaimana kisah Lizza selanjutnya.
Read
Chapter: Kedatangan Orang Di Masa Lalu
"Ibu, apa yang terjadi? Ada apa dengan Kak Seonjoo." Lizza menggeleng lemah pada putranya. Saat ini pikirannya tengah kalut. Bingung harus berbuat apa."Kakak, kau mau ke mana?""Maaf Sean, Kakak permisi pulang."Seonjoo berlalu pergi dari rumah Lizza tanpa mengucapkan sepatah katapun pada wanita itu. Dia hanya berbicara pada Sean.Lizza menatap nanar punggung lebar Seonjoo yang semakin menjauh dari pandangan matanya. dia sudah menduga semua akan berakhir seperti ini."Bu, apa Kak Seonjoo marah?" tanyanya. Wajahnya mendongak menatap wajah cantik ibunya yang fokus pada pintu depan di mana sosok Senjoo menghilang."Mungkin Kak Seonjoo marah dengan Ibu," ucapnya.Sean memperhatikan ibunya yang tampak tak bersemangat setelah kepergian Seonjoo. Dia tidak tahu ada masalah apa antara ibunya dan pria muda itu. Bukanya mereka teman lantas kenapa Seonjoo begitu kecewa dengan ibunya. Sean tidaklah bodoh walaupun usianya baru 10
Last Updated: 2021-08-20
Chapter: Akhirnya Seonjoo Tahu
Lizza berjalan terburu-buru sembari menenteng dua kantong besar berisi bahan-bahan makanan menuju flat kecilnya. Dia sudah terlambat untuk memasak makan malam untuk Sean. dia mampir ke tempat Seolwoo dulu tadi untuk mengajarinya memasak, karena Seolwoo sangat payah dalam memasak. Pemuda itu ingin pintar memasak seperti Lizza, karena dia tidak ingin terus merepitkan dengan menumpang makan di rumah wanita cantik itu. Dia tahu diri, apalagi sekarang Lizza tengah dekat Seonjoo, dia tak ingin melihat orang yang dia suka berduaan dengan pria lain.Lizza membuka pintu flat kecilnya, sambil berteriak memanggil Sean putranya."Sean, Ibu pul..., "Lizza urung melanjutkan ucapnnya karena melihat putranya tengah duduk bersandar pada kursi satu-satunya yang ada di flatnya dengan wajah penuh lebam."Astaga! Sean, kau kenapa sayang, kenapa wajahmu lebam begini, bicara pada Ibu.""Aku tidak apa-apa, Bu."
Last Updated: 2021-06-27
Chapter: Ikatan
Sean berjalan menghampiri ibunya yang tengah asyik berkutat di dapur kecilnya, bau harum masakan menyeruak ke dalam indera penciuman seorang Sean Kim yang membuat perutnya seketika lapar. Bocah itu mengelus perut kecilnya, mendudukan tubuhnya di lantai ruang tengah rumahnya yang menyatu dengan dapur."Ibu? " Lizza menoleh mendengar Sean memanggilnya."Kau sudah lapar Sayang, sebentar ya Ibu akan membawanya ke situ."Sean menganguk lantas menidurkan kepalanya di atas meja, memperhatikan ibunya yang sibuk menata makanan."Nah sudah selesai ayo kita makan." Sean hanya mengangguk malas, Lizza memandang wajah lesu putranya, dia jadi kwatir."Sean, ada apa denganmu, hem. Kamu sakit?"Bocah itu menggeleng lemah, "Tidak, aku tidak apa-apa, Bu.""Sean, katakan pada Ibu, Sayang. Apa teman-temanmu mengganggumu lagi di sekolah?"Sean mendongakan kepalanya.
Last Updated: 2021-06-25
Chapter: Rahasia Kelam Seonjoo
Hari ini masih sangat pagi, namun seorang Baek Seon Joo sudah duduk melamun di depan sebuah nisan. Suasana pemakaman begitu sepi, maklum hari masih sangat pagi dan hari ini adalah hari minggu, biasanya orang-orang akan menghabiskan waktunya di tempat tidur sambil bergelung nyaman denga selimut tebal, atau sekedar jalan-jalan untuk menyegarkan otak. Namun, Seon Joo malah memilih untuk pergi ke makam.Seon Joo mengusap lembut batu nisan bertuliskan Baek Seo Joon yang merupakan makam milik kakaknya. Makamnya tampak bersih, dan di tumbuhi berbagai macam bunga di sekitarnya, mungkin ibunya yang selalu merawatnya.Pikiranya menerawang jauh ke belakang mengingat sosok kakaknya yang begitu ceria, namun sosok itu tiba-tiba berubah setelah kepulanganya dari Cheongnam. Kakaknya berubah menjadi sosok yang tidak ia kenal sama sekali. Seojoon menjadi sosok pendiam dan puncaknya saat dirinya mendengar kabar bahwa Kakaknya kecelaka
Last Updated: 2021-06-18
Chapter: Apakah Ini Cinta
Sudah sebulan lebih Seonjoo bekerja di Park company, dan semakin hari perasaan cintanya, semakin tumbuh pada Kim Yoonhee atau Lizza. Seonjoo menatap Lizza dalam diam. Saat ini mereka telah bersiap-siap akan pulang ke rumah. Seonjoo berdiri tak jauh dari tempat Lizza yang tengah membereskan barang-barangnya di dalam loker. Pemuda itu sengaja menunggu Lizza karena akan mengajak wanita itu berjalan-jalan sore sebentar menikmati waktu senja di tepi sungai Han. Sekaligus menyatakan perasannya pada perempuan cantik itu. "Ayo, jadi kita pergi?" tanya Lizza yang sudah bersiap dengan tas selempang berwarna putih menggantung di bahunya. Seonjoo memgangguk lalu dia berjalan lebih dulu diikuti Lizza yang berjalan di belakangnya. Sebenarnya, wanita itu begitu gugup sekarang. Karena tiba-tiba si pendiam Baek Seonjoo mengajaknya jala bersama. Lizza terus melamun, hingga tanpa sadar dia menubruk punggung pemuda tampan itu. "Kau tidak apa-a
Last Updated: 2021-06-14
Chapter: Seonjoo Yang Mencintai Lizza Dalam Diam
Lagi-lagi pemandangan menyakitkan itu membuat mata Seolwoo pedih. Dia menghela napasnya panjang. Dia sudah memutuskan untuk membuang perasaannya pada Lizza. Tetapi, kenapa setiap dia melihat Lizza dan Seon Joo semakin lengket setiap hari hatinya merasa begitu sakit."Tidak aku tidak boleh begini, kau bisa Seolwoo, kau bisa melespaskannya," ucapnya menyemangati dirinya sendiri. Dia lalu berlari menghampiri kedua orang itu—Lizza dan Seon Joo— yang tengah berjalan bersama."Kalian berdua, wah semakin lengket saja, apa kalian sudah bersama sekarang," ucapnya sembari menyenggol pelan bahu Lizza.Lizza sendiri tampak salah tingkah. "Kau ini bicara apa, kita hanya teman."Seolwoo menyipitkan kedua matanya. Memutari tubuh mereka berdua dengan satu jarinya dia ketuk-ketukan di atas dagu."Aku tidak percaya, ayo mengaku saja.""Kami hanya berteman dekat, Hyung," sambar S
Last Updated: 2021-06-12
You may also like
Biarkan Aku Pergi!
Biarkan Aku Pergi!
Romansa · Selatan Dangkal
6.1M views
Saat Matanya Terbuka
Saat Matanya Terbuka
Romansa · Kesunyian Sederhana
4.7M views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status