MasukDanu Adibrata, seorang pegawai magang biasa yang selama ini selalu dhina dan diejek orang sekitar, tak pernah menyangka bahwa hidupnya akan berubah hanya karena menolong seorang nenek misterius di pinggir jalan. Mendadak, Danu dapat mendengarkan bisikan-bisikan gaib yang mampu menyeretnya ke dunia magis luar biasa, bahkan membuatnya memancarkan aura yang mengguncang dunia sekitar! Danu pun menarik hati para perempuan, dan menyalakan api cemburu para pria. Lantas, bagaimana nasib Danu setelahnya? Apakah ini anugerah … atau awal dari kehancurannya?
Lihat lebih banyakEnora Miller
Olhar a Torre Eiffel enquanto tomo o meu chá com alguns biscoitos é apenas para pensar em como posso ajudar Tom a largar essa vida de libertino que ele tanto preza.
Ele precisa se tornar um homem com responsabilidades familiares. Mesmo que a Noely administre a Miller e ainda consiga criar obras tão incríveis que sempre estão em destaque na semana de moda.
Preciso que meu Tom se interesse em administrar as empresas aqui, Larissa não se interessou pela empresa como ela mesmo diz, o foco dela esta na diretoria que ela comanda com mãos de ferro na Walker o que me dá um enorme orgulho da minha Neta. Já o Ethan sei que será excelente assim no comando da Walker em Chicago.
— Conheço essa carinha, minha sogra. — Ouço a voz doce de minha nora Emy, me tirando dos devaneios de uma mente cansada.
Pensando em como fazer o Tom desejar comandar a Miller e deixar essa vida de mulherengo que ele leva. — Digo olhando para os olhos verdes da esposa do meu filho, que acaba caindo na gargalhada.
— Minha sogra, a senhora tem um senso de humor enorme... — Ela continua rindo do que falei. — Já tentamos de tudo para que esse menino se tornasse um pouco mais responsável.
Um plano começa a se forma em minha cabeça enquanto olho para a minha nora rindo, uma coisa que sei sobre meus netos é que nenhum deles deseja que a fortuna da família caia em mãos erradas, todos eles preferem perder as duas mãos do que perder o comando das empresas da família, enquanto a única que não pensa assim é a Noely. Ela apenas se importa em criar tendências, se a empresa que o pai dela montou para ela está com a família ou não isso é irrelevante.
— Já sei o que farei! — Exclamo calando minha nora que me olha esperando que conte a minha ideia. — Vou modificar o meu testamento, deixarei a empresa apenas para os herdeiros casados.
Isso aguçará o meu neto, ainda mais que a única que está se casando é a Elisa, meu neto não aceitará ficar de fora da partilha.
— Não acredito que dará certo Enora, Tom é competitivo, mas ele preza pela vida de libertino que ele têm! — Estalo a língua menosprezando o que a minha nora acabou de falar.
— Parece que não conhece o meu neto, dará certo o plano, então prepare-se ele vai enlouquecer atrás de uma noiva. — Ela volta a rir.
— Essa aposta eu pago e dobro com a senhora. — Vejo a minha nora estendendo a mão para mim, a pego com segurança.
Transformarei o meu neto em um homem responsável e ainda tirarei um dinheiro a mais da minha nora amada.
— Senhora Miller, a equipe do salão acabou de chegar! — meu mordomo me comunica.
— Vamos Emy, está na hora de nos arrumar para a primeira noite da semana de moda. — Digo me levantando da cadeira, puxo a minha nora em direção a minha sala que virou um pequeno salão.
“Tak semua tinta harus ditulis. Tapi sekali ditulis oleh tangan seorang Putra Aksara, dunia akan bergeser dari porosnya.”– Catatan Rahasia Ilmare, Penjaga Aksara Nimfa –Perpustakaan Langit — Zaman Purba Aksara, sebelum Danu diciptakanAngin tak berhembus di Perpustakaan Langit. Di sana, naskah-naskah kuno melayang seperti bintang yang diam, disimpan dalam gulungan cahaya. Di balik rak raksasa, dua sosok berdiri diam, satu pria bermata perak, berjubah aksara, satu wanita bermata air, bersayap tipis seperti kelopak kertas.“Kita tidak bisa terus begini,” kata Ilmare memalingkan wajah yang hendak disentuh oleh si pria.“Kita bukan ‘kita’ dalam naskah. Tapi aku ingin menulis kita.” Sebuah kalimat yang tak semestinya diucapkan sang penulis naskah takdir.Ilmare menoleh, menatapnya lembut. “Lalu langit akan jatuh, dan aksara menjadi darah.” Dia menunduk tajam, bulir air menetes dari matanya.Namun cinta bukan aksara biasa. Cinta adalah naskah tak terikat. Maka pada malam itu, Putra Aksara
“Tulis kisahmu sendiri, Danu. Buktikan bahwa pena bukan lagi hanya alat menulis, tapi senjata perusak realitas.” tegas Alvino yang sekarang menjabat sebagai CEO NarasiNet pada Danu yang berusaha menyusup ke sistem kerjanya.Di hadapan Danu berdiri sebuah layar melengkung raksasa—platform NeoReality, hasil gabungan sistem Alvino dan kecerdasan buatan yang diaktifkan oleh Andhira. Ribuan cerita ditulis, diserap, diproses ... dan dihidupkan.Andhira berjalam mendekat dari belakang layar melalui celah sempit. “Selamat datang di tempat di mana fiksi menjadi kenyataan.”Senyumnyaengembang menatap Danu dengan wajah yang merendahkan.“Tulislah ceritamu sendiri, Danu. Tapi ingat: yang kau tulis … akan terjadi. Dunia akan menelan kenyataan yang kamu ciptakan!” ulang Alvino memberi peringatan dengan mengarahkan telunjuknya tepat di depan wajah Danu.Danu terpaku di kursi penulisan. Pena digital sudah terhubung ke sistem. Kayla, terperangkap di kapsul realitas di belakangnya, menjadi sandera wakt
Malam turun dengan senyap. Di sebuah kamar yang sempit dan berantakan, cahaya dari layar laptop tua menerangi wajah Danu yang dipenuhi gurat kelelahan dan tekad. klik klik klik Di hadapannya, naskah baru mulai mengambil bentuk. Judulnya: “Jalan yang Tidak Ditarik oleh Tangan Tuhan” Bukan sekadar fiksi. Ini eksperimen. Percobaan terakhir. Tulisan ini bukan tentang takdir yang ditentukan, tapi pilihan yang disadarkan. “Kayla, ini gila,” gumam Danu tanpa mengalihkan pandangan dari layar. “Aku menulis karakter yang memilih untuk tidak mengikuti tulisanku … tapi setiap pembaca yang membaca, malah melakukan persis apa yang kutulis.” Kayla menyandarkan diri ke dinding. Matanya menyipit, curiga. “Jadi kamu—kamu sudah menemukan cara untuk … mengendalikan orang?” “Bukan. Aku hanya … menyuarakan sesuatu yang selama ini diam di dalam mereka. Aku menulis, dan mereka merasa itu suara hati mereka sendiri.” Kayla menggeleng. “Kamu bisa mengubah dunia, Danu. Tapi juga menghancurkannya
Danu Adibrata, 23 tahun, karyawan magang di Perpustakaan Daerah Cendekia, Jakarta Selatan.Ia tak lagi membawa pena abadi. Tak ada lagi aura takdir yang membalut dirinya. Ia mengenakan seragam staf biasa—rompi biru dongker, sepatu hitam formal yang sudah aus, dan ID card yang digantung di leher:Danu A. — Magang - Divisi Arsip & KlasifikasiDi balik meja arsip yang dingin dan sepi, Danu hidup seperti manusia biasa. Ia belajar mengetik katalog, mengklasifikasikan buku, merapikan naskah tua, dan menyapa pengunjung perpustakaan dengan senyum palsu yang makin lama makin nyata.Hidupnya dimulai dari nol.Tapi ia bahagia.Atau setidaknya ia berusaha bahagia.Kemunculan Alvino: Musuh Lama dalam Dunia Baru Suatu sore yang tampak biasa, ketika Danu tengah menata koleksi langka di rak lantai tiga, sebuah suara dari masa lalu menyusup:“Kamu pikir bisa sembunyi selamanya, Danu?”Alvino.Rambutnya leb
Kalung itu menyala. Retak. Dan di pusatnya—kini ada satu huruf asing yang belum pernah dia lihat dalam hidupnya.Langit di dunia mimpi Danu kini menghitam. Langkah para Penjaga Aksara berdentum menyayat udara. Danu berdiri di tengah lingkaran batu raksasa yang dipenuhi simbol-simbol purba, mengamba
Langkah Danu pulang seperti bayangan tanpa jiwa.Tangan kirinya masih erat menggenggam kalung bercahaya itu, sementara tangan kanan menggenggam tali tas selempangnya dengan gemetar yang tak henti. Tatapan matanya kosong menembus jalanan kota yang bising, tapi semua terdengar jauh... seperti gema da
Suara rintihan kembali terdengar. Danu mengintip dari balik tiang reklame besar di pinggir jembatan. Di bawah cahaya remang lampu jalan, dua pria bertudung sedang menghantam tubuh renta seorang nenek yang ia kenal. Nenek itu. Nenek yang ia tolong malam itu.Danu meneguk ludah. Napasnya memburu, buk
Langkah Danu terasa ringan, tapi napasnya tercekat. Kota Lawang Sentra berdengung oleh kehidupan yang tak pernah tidur: lampu-lampu neon menusuk malam, suara klakson bersahutan, pejalan kaki berdesakan, dan layar LED raksasa di setiap gedung mencolokkan wajah-wajah palsu penuh janji iklan.Namun, d
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan