author-banner
FearMe
FearMe
Author

Novels by FearMe

Dibuang Saat hamil, Dicari Saat Melahirkan

Dibuang Saat hamil, Dicari Saat Melahirkan

"Jangan salah paham, Ghea. Aku menikahimu hanya demi anak ini." Kalimat dingin Arishen Mahendra di hari pernikahan mereka menjadi benteng yang dipasang Ghea Paramita rapat-rapat. Sebagai sekretaris utama yang rasional, Ghea sadar diri. Pernikahan ini hanyalah transaksi di atas kertas demi membiayai pengobatan ibunya yang koma. Begitu bayinya lahir tahun depan, Ghea berjanji akan menghilang dari kehidupan sang CEO. Tapi, manusia boleh berencana, kelakuan sang CEO yang malah bikin geleng-geleng kepala. Arishen yang terkenal bagai balok es tanpa celah mendadak melanggar seluruh aturan dinginnya sendiri: 🚫 Aturan 1: Jangan campur adukkan urusan pribadi. Tapi pria itu malah sibuk mengatur jam makan, membelikan es teh lemon, hingga melarang Ghea lembur. 🚫 Aturan 2: Jaga jarak sosial. Tapi Arishen malah terbakar cemburu setengah mati setiap kali melihat Ghea tersenyum pada sahabatnya. 🚫 Aturan 3: Rahasiakan hubungan. Tapi Ibu Mertua justru membongkar status Ghea sebagai menantu mahkota di hadapan seluruh keluarga besar! Saat rahasia besar mereka terancam oleh masa lalu yang kembali atau saingan yang cemburu, akankah pernikahan kontrak ini hancur... atau justru berubah menjadi satu-satunya tempat Arishen berlabuh?
Read
Chapter: 79- Ruang Istirahat Khusus
Hari Senin tiba, ritme kerja di Mahendra Group kembali berjalan cepat.Saat Ghea Paramita melangkah masuk ke area sekretariat eksekutif, Valerie dan Hana Pratiwi tampak sedang sibuk berkutat dengan tumpukan berkas. Ghea tidak bermalas-malasan; dia segera mendudukkan diri dan hanyut dalam tumpukan tugasnya."Sekretaris Ghea," tegur Valerie sembari membawa setumpuk dokumen tebal ke meja Ghea. Suaranya terdengar penuh dengan nada kekesalan yang ditutup-tutupi. "Meskipun Pak Arishen memberimu hak istimewa untuk datang terlambat dan pulang lebih awal, karena kamu sudah hadir dan divisi sekretariat sedang sangat sibuk, bukankah seharusnya kamu punya kesadaran diri untuk mengambil inisiatif membantu?"Ghea mendongak menatap wanita itu. Tanpa berniat memperpanjang perdebatan, dia mengangguk pelan. "Baik, aku mengerti."Valerie melempar tatapan dingin, membanting tumpukan berkas itu ke atas meja Ghea dengan ketukan keras, lalu berbalik menuju kubikalnya sendiri.Hana Pratiwi menatap interaksi
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: 78- Rahasia Dan Janji Liburan
Siang harinya, Ghea Paramita dan Arishen Mahendra pamit meninggalkan Rumah Utama untuk bertolak ke rumah sakit menjenguk Ibu Sandra.Di dalam kabin mobil sedan hitam yang dikemudikan Pak Bambang, keduanya terlibat percakapan santai.Ghea yang sejak lama penasaran akhirnya memberanikan diri membuka suara, "Pak Aris... orang-orang di kantor tahu kalau Bapak itu sangat berbakti pada Mama. Tampaknya apa pun yang diminta Mama pasti bakal Bapak turuti tanpa syarat—persis seperti pernikahan kita ini. Bapak tidak takut orang-orang di luar sana bakal menyebut Bapak sebagai 'anak mama' karena begitu penurut?"Mendengar pertanyaan itu, Arishen menyunggingkan senyuman tipis yang santai. "Apa definisi 'anak mama' menurutmu? Hal-hal yang diminta Mama selama ini masih berada di dalam batas toleransiku dan tidak pernah menyenggol prinsip dasar atau batasan utamaku, jadi aku menuruti kemauannya. Sebagai pria dewasa, aku tahu betul mana hal yang harus didengar dan mana yang tidak. Kalau aku sampai tida
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: 77- Perhatian Diam Diam
Ghea Paramita berusaha keras mengatasi rasa canggung di dadanya, bergegas membersihkan diri di kamar mandi, lalu segera naik ke atas kasur setelah selesai.Arishen Mahendra tampak bersandar di sisi ranjang sembari memeriksa layar ponselnya. Melihat istrinya sudah berbaring, pria tegap itu berujar kaku, "Aku matikan lampunya.""Iya, Pak," sahut Ghea pelan sembari membelakangi posisinya.Di dalam kegelapan kamar yang tenang, keduanya berbaring tanpa suara. Namun tak berapa lama kemudian, gema suara gemuruh yang sangat kentara mendadak meledak dari dalam perut Ghea.Kruuuk...Ghea refleks memegangi perutnya, wajahnya memerah padam didera rasa malu yang luar biasa. Dia pelan-pelan menyibakkan selimut, turun dari kasur, lalu setengah berlari menuju kamar mandi.Perutnya terasa melilit hebat; terbukti, dia terkena serangan diare.Didampingi gema suara flush kloset, Ghea keluar dari kamar mandi dengan langkah perlahan. Di dalam hatinya, dia bersyukur kamar tidur utama Rumah Utama ini berukur
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: 76- Panggilan Bakpao Kecil
Setelah membeli satai kikil bakar, membelikan sepasang klip rambut lucu di lapak pernak-pernik, serta mendapat izin Arishen untuk menikmati segelas es teh susu boba, mereka akhirnya melangkah keluar dari area pasar malam yang riuh.Di dalam kabin mobil sedan hitam yang sedang melaju menuju ke Rumah Utama, Ghea merogoh tas kecilnya dan mengeluarkan jajaran bros serta klip rambut yang baru dibelinya, memandangnya dengan raut wajah yang teramat senang.Arishen melirik dari sudut matanya, bersuara heran, "Kamu kan sudah dewasa, kenapa masih sangat menggemari mainan anak-anak seperti itu?"Ghea mendongak, menyunggingkan senyuman canggung. "Dulu waktu aku masih kecil dan jalan-jalan bersama Ibu, aku pernah melihat klip rambut yang sangat cantik di toko. Aku memohon agar Ibu membelikannya, tapi harganya saat itu terlalu mahal untuk kondisi keuangan kami. Ibu terpaksa beralasan bahwa barang itu tidak berguna agar aku tidak menangis."Ghea mengelus permukaan klip rambut berwarna merah muda di
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: 75- Jajanan Pasar Malam
"Jangan salah paham, aku melakukan ini murni demi menjaga keselamatan calon anakku," pangkas Arishen Mahendra datar, kendati tatapan matanya yang terarah ke bawah menangkap rona merah di pipi Ghea.Mendengar penegasan dingin itu, Ghea Paramita mendongak menatap sepasang manik mata suaminya, lalu mengangguk patuh. "Iya, aku paham kok, Pak Aris."Meskipun di kantor Ghea selalu dikenal sebagai sosok sekretaris yang sangat tangguh, tegas, dan serba bisa, di hadapan Arishen dalam ruang pribadi seperti ini, dia tetaplah seorang wanita muda biasa yang bisa merasa canggung dan malu saat menerima sentuhan fisik yang begitu dekat. Namun, ucapan Arishen barusan dengan cepat membalikkan benteng pertahanan dirinya.Ghea menyandarkan tubuhnya yang agak kaku di dalam dekapan Arishen saat mereka perlahan melangkah bersama menembus lautan manusia. Sepasang matanya sibuk menyisir deretan kedai makanan di kiri dan kanan, seolah sedang berburu jajanan yang paling menggugah selera."Bistik Daging Goreng T
Last Updated: 2026-08-03
Chapter: 74- Pasar Malam di Jalan Timur
Sekretaris Yulia menghela napas panjang. "Lihat bosku itu, Pak Gunawan... galaknya minta ampun. Sudah satu tahun aku jadi sekretarisnya, rasanya seperti mendampingi beruang galak yang gampang mengamuk."Sekretaris Sheila menyenggol lengan Yulia pelan, berbisik peringatan, "Pelankan suaramu, bosmu sedang melirik ke arah sini tuh."Yulia refleks menoleh dan mendapati sepasang mata Pak Gunawan sedang menatapnya tajam. Seketika gadis itu menciutkan lehernya dan berbalik cepat.Ghea menyandarkan tubuhnya makin dalam ke atas busa sofa yang empuk. Rasa lelah dan hangatnya ruangan perlahan-lahan menguasai kesadarannya. Kelopak matanya kian berat, dan tak butuh waktu lama sebelum akhirnya Ghea tertidur pulas di sudut sofa.Melihat Ghea yang terlelap, Sheila dan Yulia tidak tega mengganggunya. Mereka mengambil selembar selimut tipis yang tersedia di sudut ruangan, lalu menyelimuti tubuh Ghea dengan hati-hati.Entah berapa lama waktu telah berlalu, Ghea merasa ada helaan napas dan dorongan lembu
Last Updated: 2026-08-03
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status