Chapter: 6. Tentang Malam PertamaBening berdehem canggung. Dia lekas menjauh dari Kalingga. "Aku... aku bisa sendiri." "Oh," Kalingga menjawab singkat, namun tatapannya yang tak lepas padanya berhasil membuat darah Bening berdesir panas. "Silahkan." Berusaha mengabaikan Kalingga, Bening berusaha menurunkan resleting punggung gaunnya. Tidak dapat dipungkiri, dirinya mengalami kesulitan. Sesekali Bening mendesis pelan. Selanjutnya, Bening dikejutkan saat tangannya yang bertengger di resleting gaun disingkirkan oleh Kalingga. Pria itu tanpa berkomentar membantunya, tangannya menurunkan resleting gaun Bening. "Lain kali, kalau butuh bantuan, bilang," ucapnya, terdengar dingin. Bening menahan nafasnya. Jaraknya dan Kalingga terlampau dekat. Bahkan Bening dapat meraba nafas hangat Kalingga yang menerpa lehernya. "Mas Kalingga..." panggil Bening nyaris berbisik. "Hm?" “Mas Kalingga mau melakukan malam pertama?” Jemari Bening meremas ujung gaun, lewat pantulan cermin rias, matanya menatap penuh cemas pada sosok
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Chapter: 5. PembelaanKalingga berdiri di ambang pintu dengan tatapan tajamnya yang menusuk. Langkahnya mantap, tidak tergesa, tapi cukup membuat Bramasta segera menjauh dari tubuh Bening. Gadis itu masih terpojok, napasnya tersengal. Sementara ayahnya berusaha menampilkan wajah tenang seolah tak terjadi apa-apa. "Nak Kalingga?" Bramasta lekas menjauh dari Bening. "Nak Kalingga, saya harap Nak Kalingga bisa memaafkan kesalahan Bening. Tadi dia memang berbuat tidak sopan kepada saya, untuk itu tolong maafkan putri saya," tetap tenang, Bramasta mencoba memutar balikkan fakta. Bening terperangah, matanya membesar mendengar tuduhan itu. “Pa---" suaranya tercekat, namun Bramasta menatapnya tajam, memberi isyarat agar diam. Kalingga melihat Bening yang mencoba menarik gaunnya yang melorot. Ia melepaskan jasnya untuk dipakaikan kepada sang istri. Selanjutnya, pria itu menatap ayah mertuanya. "Pak Bramasta, Anda bermaksud bilang,” suara Kalingga dingin dan tajam, “Bening, anak Anda sendiri, berani menggo
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Chapter: 4. PernikahanDan hari itu tiba. Setelah satu bulan yang lalu banyak media yang membicarakan pernikahannya, kini Bening duduk terpaku di depan cermin rias dengan mengenakan gaun yang dipilihnya dari butik beberapa hari lalu.Wajahnya telah dirias secantik mungkin, bahkan Bening hampir tidak mengenali wajahnya. Ceklek. Pintu kamar hotelnya terbuka. Ibunya yang mengenakan kebaya modern datang menjemput. Seperti biasa, Sarah menatap tak suka padanya."Pernikahan akan segera dimulai. Ayahmu sudah menunggu untuk mengantarmu ke altar."Menelan salivanya yang terasa pahit, Bening mengedipkan matanya. Gadis itu berdiri, menghampiri ibunya sebelum wanita itu membentaknya. "Ingat, Bening. Setelah ini kamu akan menjadi istri seseorang. Jaga sikapmu, patuhi semua perkataan suamimu, jangan berani membantah. Jadi istri yang baik karena kamu akan membawa nama keluarga Bramasta. Paham?" peringat Sarah di sela-sela langkah mereka. Bening tidak banyak bersuara. Gadis itu anggukkan kepalanya dengan menurut.Bram
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Chapter: 3. Luka ItuBening menyentuh pipinya yang terasa kebas. Ditatapnya sang ibu dengan tatapan nanar. Air matanya menggenang di pelupuk mata."Ma, ini tidak seperti yang Mama pikirkan. Justru–”"Sudah, tidak usah diperpanjang, Bening pasti kesal karena perjodohan ini," sela Bramasta memutus penjelasan yang akan Bening sampaikan. Manik pria paruh baya itu melirik Bening sembari mengelus bahu Bening, dengan topeng ayah yang berwibawa.“Meski begitu, dia tidak seharusnya melawan ayahnya sendiri!” Sarah tetap marah. “Anak durhaka seperti kamu butuh dinasihati!”Bening menelan ludah, berusaha angkat suara, “Ma, Papa tadi hampir–”“Diam, Bening! Jangan membantah!” bentak Sarah. Bening terperanjat kaget mendengarnya. “Kenapa kamu melawan ayahmu sendiri yang sudah susah payah membantu perjodohanmu?!”Bening menggeleng membantah. Air matanya sudah turun membasahi pipi. "Tidak, Ma! Aku tidak melakukan apa-apa. Justru Papa yang hampir melecehkanku!"“Apa kamu bilang?!” Sarah semakin murka. “Berani sekali kamu
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Chapter: 2. Perjanjian PernikahanMenikah kontrak? Biasanya Bening melihat hal seperti ini di sebuah novel atau film.Pernikahan yang awalnya didasari dengan kontrak, lalu lambat laun suami istri yang katanya tidak akan pernah jatuh cinta mengingkari perkataannya sendiri. Lalu pada akhirnya mereka bersatu.Tapi ... itu hanya di novel. Di kehidupan nyata, semua tidak seindah itu.Terlihat Kalingga mengeluarkan ponselnya. Dinyalakannya benda itu. "Kirimkan nomormu, saya akan mengirimkan file perjanjiannya."Bening segera menyebutkan nomor untuk Kalingga ketik. Tidak membutuhkan waktu lama, ponsel gadis itu berdenting, menandakan ada pesan yang masuk. "Buka, baca, dan pahami. Jika ada hal yang kurang atau kamu tidak paham, kita bisa membicarakannya."Bening menurut. Setelah mengunduh dokumen yang Kalingga kirimkan, gadis itu membaca isinya dengan seksama.SURAT PERJANJIAN PERNIKAHAN. Deretan huruf itu menyambut Bening di halaman pertama. Menggulir ponselnya kian ke bawah, Bening baca kata demi kata dengan saksama. Di
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Chapter: 1. Pertemuan Keluarga"Ini putri sulung saya, namanya Bening. Yang kemarin saya bicarakan. Bukankah dia cantik?"Diam-diam, Bening meremas gaun yang dikenakannya, kala ayahnya mengenalkannya kepada keluarga pimpinan partai koalisi yang akan mendukung ayahnya maju sebagai calon gubernur. Sebelum datang ke pertemuan ini, ayahnya sudah mewanti-wantinya agar bersikap baik, karena sikapnya sangat menentukan masa depan karier ayahnya.Saat ini, mereka berada di ruangan VIP sebuah restoran mewah, untuk membahas rencana perjodohan yang memperkuat kedudukan kedua partai di mata politik."Sesuai perkataan Anda kemarin, Pak Bramasta. Putri Anda sangat cantik. Cocok bersanding dengan anak kami Kalingga,” jawab Pramudya, pemimpin partai koalisi.Bramasta--ayah Bening, terkekeh ringan. Diusapnya bahu Bening dengan bangga. Tanpa disadari siapa pun, Bening menegang menerima sentuhan dari sang ayah. "Bening akan menjadi istri yang baik. Dia adalah gadis yang penurut dan mengerti tata krama. Begitulah ajaran di keluarga k
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12