author-banner
Sheila
Sheila
Author

Novels by Sheila

Atasan Dingin Itu Cinta Pertamaku

Atasan Dingin Itu Cinta Pertamaku

Kenanga tidak pernah menyangka akan kembali bertemu dengan Damar, yang merupakan sahabat, sekaligus cinta pertamanya yang pergi tanpa pernah berpamitan. Satu pertemuan yang membawa kembali sosok yang begitu dekat, namun kini terasa jauh dan asing. Diantara rindu yang tak sempat disampaikan dan juga luka yang tak pernah benar-benar sembuh, tersimpan sebuah kesalahpahaman yang mengubah segalanya. Akankah mereka tetap asing, kembali menjalin persahabatan, atau, apakah mereka akan menemukan sesuatu yang lebih dari itu?
Read
Chapter: Bab 69 Belenggu yang Terlepas
“Keke, nanti aku antar pulang sampai rumah ya,” ucap Damar.Pria itu tersenyum, binar di matanya kembali hadir setiap kali ia melihat Kenanga. Ternyata, waktu tidak benar-benar memisahkan mereka, benang kusut yang secara perlahan terurai kembali, dan sosok Damar yang selalu berdiam diri di balik sikapnya yang dingin itu, kembali menemukan cahayanya kembali.“Ngerepotin gak nih?” tanya Kenanga.“Enggak kok, sekalian ketemu Ayah Gani dan Ibu Lily juga. Aku kangen masakan Ibu Lily,” ujar Damar.“Bilang aja mau numpang makan, modus banget.” Kenanga tertawa.Damar mencubit gemas pipi Kenanga, tawa kembali hadir di antara mereka. Menjadi melodi yang menemani perjalanan mereka, satu kota Bandung yang menyimpan berbagai kisah itu, kini kembali merekatkan hubungan mereka.Damar menatap lurus ke depan, memperhatikan jalan yang ia lalui, sementara Kenanga menikmati musik yang ia dengar dari radio di mobil Damar. Terkadang mereka bernyanyi b
Last Updated: 2026-10-18
Chapter: Bab 68 Di Antara Luka dan Harapan
Sementara itu, Rosa menghela napas panjang. Tatapannya tertuju pada sebuah pintu di hadapannya. Ia mengepalkan tangan, ragu untuk membukanya. Namun, setelah mengumpulkan keberanian, ia mengulurkan tangan dan menarik daun pintu itu perlahan.Langkahnya penuh kehati-hatian. Baru beberapa langkah ia memasuki rumah, Anton menutup buku yang ia baca dan mengalihkan pandangannya pada Rosa.“Bagaimana, Rosa? Ada kemajuan? Hubunganmu dengan putra sulung keluarga Atmaja bagaimana?” Anton melontarkan pertanyaan bertubi-tubi.“Ada. Hubungan kami dekat, bagaimana jika Papa berbicara dengan Pak Dirga Atmaja untuk menjodohkan kami?” usul Rosa.“Papa belum menemukan waktu yang pas. Bagus kalau hubungan kalian dekat,” ucap Anton seraya tersenyum.Rosa terdiam. Senyuman yang selama ini nyaris tak pernah ia lihat dari ayahnya kini terukir di wajah Anton. Untuk pertama kalinya, ia merasa mendapatkan pengakuan hanya karena mendengar bahwa hubungannya dengan D
Last Updated: 2026-10-16
Chapter: Bab 67 Di Bawah Gemintang
Parman menundukkan kepalanya dan menghapus wajahnya yang basah. Gestur gelisah nampak jelas terlihat, setiap kali nama Rosa disebutkan.“Apa … kejadian ini ada hubungannya dengan Rosa?” tanya Sania.“Ti-tidak, bukan. Hanya sa-saya saja,” jawab Parman dengan terbata-bata.Sania menyunggingkan senyum, tanpa perlu bertanya lebih jauh lagi. Mereka sudah mengerti bahwa memang Rosa memiliki keterkaitan dengan kejadian ini.“Ternyata Rosa ya,” gumam Arga pelan.“Pak, sa-saya tidak menyebutkan nama Mbak Rosa. Bu-bukan Mbak Rosa yang menyuruh saya. Itu perbuatan saya saja,” ucap Parman.“Kalau Bapak jujur, keamanan Pak Parman akan terjamin,” ucap Damar meyakinkan Parman.“Benar, Pak? Saya dan keluarga akan aman?” tanya Parman.Parman mulai goyah, sebenarnya, ia enggan menuruti perintah Rosa, akan tetapi keadaan yang memaksanya untuk melakukan hal tersebut. Parman berpikir cukup lama, ia sendiri pun seringkali dihantui pe
Last Updated: 2026-10-15
Chapter: Bab 66 Enggan Mengaku
Malam itu, keadaan vila yang semula ramai kembali hening. Damar, Kenanga, Arga dan Sania masih duduk di halaman belakang.Sedangkan Rosa tengah bersiap. Gadis itu telah mengemas kopernya, menyeretnya perlahan ke teras, seorang supir membantunya memasukkan koper milik Rosa ke dalam mobil. Tak lama kemudian, langkah gadis itu membawanya kembali ke halaman belakang.“Semuanya, aku pamit duluan. Ada beberapa urusan keluarga yang harus ku selesaikan malam ini juga, sorry ya. Dam, aku pamit ya,” ucap Rosa.“Hmm, ya,” jawab Damar singkat.“Buru-buru banget, Ros. Ada urusan keluarga atau ada urusan lain?” tanya Sania.“Maksudmu bertanya seperti itu apa ya?” Rosa memicingkan matanya.“Santai aja. Aku cuma bercanda, take care ya.” Sania melambaikan tangannya.Rosa tak menjawab. Ia hanya tersenyum tipis sebelum berbalik pergi. Namun, kedua tangannya mengepal dan rahangnya mengeras menahan amarah.“Kenapa rencanaku selalu g
Last Updated: 2026-10-14
Chapter: Bab 65 Introgasi
Malam itu semuanya berkumpul di vila. Damar mengadakan pesta barbekyu, Sudarma dan Parman pun hadir. “Bagaimana Pak Sudarma, ada kabar dari pemilik perkebunan teh?” tanya Damar. “Oh, masih belum, Pak. Jika sudah ada kabar, saya pasti hubungi Pak Damar,” jawab Sudarma, sekilas pria itu melirik ke arah Rosa, dan hal tersebut di sadari oleh Damar. “Pak Parman, saya ingin bertanya tentang kejadian hari ini, Pak Parman kenapa tiba-tiba menghilang? Bukannya sejak awal mendampingi Kenanga, Arga dan Sania ya?” Damar menatap Parman. Parman yang tengah menikmati makanannya tiba-tiba tersedak. Ia mulai gelisah ketika mendengar pertanyaannya Damar. “Mmm anu Pak, saya kebelet buang air kecil. Waktu saya kembali, semuanya sudah tidak ada di tempat semula,” jawab Parman. “Oh ya? Kenapa gak bilang?” sahut Arga. Parman terdiam beberapa saat, ia menggaruk kepalanya yang tak gatal. Mencoba berpikir untuk menemukan jawaban yang tepat. “Mm anu Pak, saya kebelet banget, jadi lupa. Maaf ya,”
Last Updated: 2026-10-12
Chapter: Bab 64 Puzzle yang Mulai Tersusun
“Untuk sekarang, kita kembali ke villa, kita bicarakan semuanya dengan Damar dan Kenanga, tapi jangan sampai Rosa tau. Aku masih curiga pada Rosa, tapi belum punya bukti yang kuat,” ujar Sania.“Oke.” Arga tersenyum kecil, pandangannya kembali terkunci pada gadis yang ada di hadapannya.“Ada apa? Kok ngeliatin aku kayak gitu?” tanya Sania dengan canggung.“Enggak.” Arga menggeleng kecil.“Kalau gitu … kita balik ke vila sekarang,” ajak Sania.Sementara itu, Damar beberapa kali mondar mandir di depan kamar Kenanga. Beberapa kali ia hendak mengetuk pintu, namun kembali ia urungkan.“Duh, ganggu gak ya.” Damar mengusap tengkuknya.Damar menghela napas panjang, mencoba mengetuk pintu itu kembali. Akan tetapi, ketika ia hendak mengetuk, pintu itu terbuka.Kenanga mengernyit melihat Damar tengah berdiri dengan sebelah tangannya yang mengepal itu terangkat. Matanya bergerak bergantian, melirik tangan dan wajah pria itu
Last Updated: 2026-10-11
You May Also Like
Menikahi Pangeran Es
Menikahi Pangeran Es
Romansa · fitosyin
9.1K views
Namiya In Love
Namiya In Love
Romansa · Rustama123
9.1K views
Tuan, Aku Hamil!
Tuan, Aku Hamil!
Romansa · kodav
9.1K views
Imperfect Adult Romance
Imperfect Adult Romance
Romansa · Fujaferdian
9.1K views
Ibu Susu Untuk Bayi Tuan Sean
Ibu Susu Untuk Bayi Tuan Sean
Romansa · A mum to be
9.1K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status