Chapter: Bab 62: Benang Jiwa Di Antara KabutHawa dingin di Lembah Pedang Purba kian pekat saat kabut perak menyelimuti area pertarungan. Sutra Jiwa berdiri melayang beberapa senti di atas tanah. Gaun sutra emas pudarnya melambai ditiup angin lembah, sementara jemari lentiknya terus memainkan benang-benang energi spiritual transparan yang memancar kuat. Di sekeliling tempat mereka berdiri, pohon-pohon purba yang terkena kibasan halus benang Qi milik Sutra Jiwa langsung tumbang terbelah tanpa suara. Serangan itu tidak hanya memotong fisik, tetapi juga memancarkan gelombang jarum Qi yang langsung mengincar dan merusak laut kesadaran jiwa (soul sea) lawan. "Mayoritas kultivator mengagungkan ketajaman fisik dan ketebalan Qi," ujar Sutra Jiwa dengan suara mendayu-dayu yang mampu menyihir fokus batin. "Namun di hadapan Seni Pedang Jiwa Halus, seluruh pertahanan fisikmu hanyalah cangkang kosong yang tak berguna." Sret! Sutra Jiwa mengibaskan sepuluh jarinya secara mendadak. Puluhan benang Qi transparan meluncur deras membelah kabut
Last Updated: 2026-09-29
Chapter: Bab 61: Pembantaian di Kabut PerakPusaran kabut perak di dalam Lembah Pedang Purba membentang bagaikan tirai raksasa yang menyembunyikan ancaman kematian. Hawa dingin yang menusuk tulang berpadu dengan aura pedang liar peninggalan zaman kuno, menciptakan tekanan spiritual yang mampu mengacaukan alur Qi para kultivator berkemampuan rendah. Setiap jengkal tanah di dasar lembah terikat oleh sisa-sisa niat pedang ganas yang membeku selama ribuan tahun. Saka mendarat dengan anggun di atas sebuah pilar batu tua berlumut. Ujung jubah sutra birunya menyapu lembut permukaan batu tanpa menimbulkan suara sedikit pun. Sepasang iris keemasannya berkilat tajam menembus ketebalan kabut, mendeteksi fluktuasi energi spiritual di sekelilingnya. Sret! Sret! Belum sempat Saka melangkah, empat bayangan hitam meluncur keluar dari balik pepohonan purba yang gundul. Empat pemuda berjubah merah darah berhias lambang api menyergap dari empat penjuru arah, mengurung posisi Saka dalam satu formasi ketat. Mereka adalah para murid inti Sekte Pe
Last Updated: 2026-09-29
Chapter: Bab 60: Awal dari PerburuanDominasi mutlak yang ditunjukkan oleh Saka di hadapan Batu Penguji Niat Pedang meninggalkan keheningan yang membeku di seluruh aula Balai Utama. Para tetua pengawas Sekte Bintang Surgawi masih terpaku dengan mata membelalak, menatap retakan-retakan halus pada batu hitam raksasa yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah pelaksanaan Konferensi Pedang Benua. Brahma Arya mengepalkan kedua tangannya hingga buku-buku jarinya memutih. Gigi-giginya bergemelutuk menahan malu dan amarah yang membakar dada. Niat pedang keemasan milik Saka tidak hanya meremukkan keangkuhannya, tetapi juga memicu gejolak ketakutan yang tersirat jauh di dalam jiwanya. Namun, rasa dendam atas kematian paman kandungnya segera menguasai akal sehatnya kembali. "Bocah terkutuk..." bisik Brahma Arya dengan aura api darah yang berputar liar di sekeliling tubuhnya. "Nikmatilah sensasi kemenangan kecilmu ini. Di dalam Lembah Pedang Purba nanti, tidak ada aturan dan pengawas yang bisa melindungimu!" Tanpa menunggu balas
Last Updated: 2026-08-25
Chapter: Bab 59: Kejutan di Depan Batu PengujiAtmosfer di dalam Balai Utama Konferensi Pedang mendadak mencekam hingga pada titik tertinggi. Ribuan pasang mata dari berbagai faksi benua tengah terpaku kaku pada sosok Saka. Kebeningan yang luar biasa menyelimuti aula pendaftaran; bahkan suara hembusan napas pun terdengar begitu samar di tengah ketegangan yang membeku. Brahma Arya bersedekap dada di samping Batu Penguji Niat Pedang, menyunggingkan senyuman culas yang penuh dengan cemoohan. Sembilan deret cahaya merah membara yang dipicu oleh niat pedang api darah miliknya masih berpendar terang pada permukaan batu hitam raksasa tersebut. Bagi mayoritas kultivator muda, menembus lima deret cahaya saja sudah merupakan batas impian, sementara pencapaian sembilan deret adalah bukti keunggulan mutlak seorang jenius tiada tanding. "Kenapa kau diam, bocah?" cemooh Brahma Arya, suaranya sarat dengan nada provokasi yang tajam. "Apakah aura Batu Penguji ini terlalu berat untuk mental seorang murid dari sekte perbatasan?" Saka mengabaikan
Last Updated: 2026-08-25
Chapter: Bab 58: Gejolak di Balai PendaftaranAroma teh hitam dari poci perak di lantai dua Kedai Teh Bayangan Bulan perlahan memudar, tergantikan oleh ketegangan halus yang menyelimuti ruangan privat tersebut. Informasi mendalam dari Pengurus Han memberikan gambaran gamblang betapa kejamnya ajang persaingan yang akan segera berlangsung di Lembah Pedang Purba. Saka meletakkan cangkir porselennya ke atas meja kayu. Sepasang iris keemasannya memancarkan pendaran cahaya yang begitu jernih, menatap gulungan kulit hitam berisi peta kekuatan para jenius benua tengah. "Pengurus Han," panggil Saka tenang. "Apakah ada persyaratan khusus untuk pendaftaran faksi luar di Balai Utama?" Pengurus Han segera membungkukkan badan. "Tidak ada persyaratan rumit, Murid Utama. Namun, setiap peserta diwajibkan melewati Batu Penguji Niat Pedang di aula pendaftaran. Hanya mereka yang sanggup menggetarkan struktur batu tersebut yang berhak menerima Medali Bintang sebagai tanda kepesertaan." "Kalau begitu, kita tidak boleh membuang waktu lebih lama," S
Last Updated: 2026-08-25
Chapter: Bab 57: Kedai Teh Misterius Di Gang AnyelirTindakan tegas Saka melumpuhkan lima murid Sekte Bintang Surgawi di dermaga timur dengan cepat menarik perhatian para kultivator di sekitar area pendaratan. Bisik-bisik kagum dan terkejut bergema di antara kerumunan, menatap punggung sosok pemuda berjubah sutra biru yang melangkah tenang meninggalkan dermaga. Bagi para faksi menengah dan kecil yang sering tertindas, dominasi Saka memberikan sedikit angina segar di tengah keangkuhan faksi-faksi raksasa benua tengah. Saka memimpin rombongan Sekte Awan Biru menyusuri jalan-jalan utama Kota Cahaya Bulan yang semarak. Di kiri dan kanan jalan, pilar-pilar batu kristal memancarkan pendaran cahaya ajaib, sementara toko-toko peninggalan purba menjajakan berbagai pusaka spiritual, pil kultivasi tingkat tinggi, hingga rumput dewa langka. "Saudara Muda Saka," Laras melangkah sejajar di samping Saka seraya memeriksa gulungan peta di tangannya. "Sesuai dengan arahan Penatua Ridwan, penginapan resmi untuk faksi dari wilayah selatan terletak di di
Last Updated: 2026-08-20