Pewaris Batas Dua Alam: Awas, Mereka Datang!
Setelah bertahun-tahun jauh dari kampung halamannya, Gardan terpaksa pulang setelah Mbah Wiro, kakek yang membesarkannya, meninggal dunia. Ia hanya berniat mengurus rumah peninggalan sang kakek sebelum kembali pada kehidupannya di kota. Namun, sebuah peringatan mistis dari warga terus mengusiknya.
Gardan tidak pernah percaya takhayul. Setidaknya, sampai suara-suara misterius, sosok-sosok mengerikan, dan aturan-aturan aneh yang selama ini dipercaya warga perlahan terbukti nyata.
Suatu surat wasiat kemudian mengungkap rahasia yang selama ini disembunyikan Mbah Wiro. Warung tua milik keluarganya merupakan gerbang yang memisahkan dunia manusia dari sesuatu di baliknya. Kini, segelnya mulai melemah dan Gardan harus meneruskan warisan yang tidak pernah ia minta.
Ia memilih kabur, namun seseorang yang ia sayangi justru menanggung akibatnya.
Read
Chapter: Bab 38: Pergi Untuk KembaliGardan masih berdiri kaku ketika Siti memeluknya erat. Kedua tangannya yang semula menggantung perlahan bergerak, membalas pelukan perempuan itu dengan hati-hati.“Aku kira kamu nggak bakal balik lagi, Mas,” bisik Siti di dadanya.Gardan menunduk. Rambut panjang Siti menyentuh dagunya, membawa aroma yang terasa begitu akrab.“Maafin aku ya, Sit.”Siti mengangkat wajahnya, tetapi Gardan justru kesulitan mempertahankan kontak mata.“Aku tahu aku nggak seharusnya ninggalin kamu begitu aja tadi. Apalagi setelah semua yang kamu alami,” lanjutnya. “Aku cuma... nggak tahu harus gimana waktu dengar soal kehamilanmu.”Siti perlahan melepaskan pelukannya. Kedua tangannya turun ke depan perut yang kini semakin membesar. Pandangannya tertuju pada lantai kayu warung.“Aku yo ngerti, Mas. Kamu pasti kaget. Semua... pasti kaget.”Gardan berhenti sebentar, lalu memberanikan diri menatap Siti.“Tapi aku lebih takut lagi kalau kamu harus menghadapi semuanya sendirian.”Mata Siti mulai berkaca-kaca. Ia
Last Updated: 2026-11-01
Chapter: Bab 37: Pewaris Kerajaan VampirBRUAAKKK!!!Tubuh Sang Pangeran Vampir terhempas ke tanah. Debu beterbangan ketika punggungnya menghantam permukaan arena latihan yang keras."Hahaha! Bangun, Pangeran!"Seorang remaja bertubuh kekar berdiri beberapa langkah di hadapannya, menyeringai sambil memperlihatkan kedua taringnya."Katanya keturunan raja? Masa begitu aja udah tumbang?"Tawa sejumlah peserta pelatihan lainnya terdengar dari pinggir arena.Sang Pangeran Vampir berusaha bangkit.Wajah tampannya kini dipenuhi debu, seragam latihan hitamnya tampak kusut. Kedua matanya yang semula berwarna gelap perlahan berubah merah."Aku belum kalah!"Ia menerjang lawannya dengan kecepatan luar biasa. Namun, pukulannya meleset ketika lawan tersebut dengan mudah menghindar ke samping.BRUKK!Sang Pangeran Vampir kembali tersungkur setelah kakinya disapu."Tenaganya besar, tapi otaknya nggak dipakai!" ejek lawannya."Udah lemah, bodoh lagi!" sahut peserta lain, disambut gelak tawa.Sang Pangeran Vampir menggertakkan giginya. Ia me
Last Updated: 2026-10-31
Chapter: Bab 36: Belas Kasihan Sang Vampir"Udah, nggak usah muter-muter lagi!"Gardan mengangkat salah satu tangannya, menghentikan Sang Vampir sebelum pemuda itu sempat melanjutkan perkataannya."Sebenarnya mau kamu apa sih?!"Sang Vampir mengangkat sebelah alisnya. Ia tampak sedikit heran melihat Gardan yang mendadak kembali meninggikan suara."Maksud kamu ap...?""Nggak usah pura-pura!" potong Gardan.Ia melangkah maju, kemudian berhenti sambil mengusap wajahnya dengan kedua tangan. Napasnya masih belum sepenuhnya teratur setelah pertarungan sebelumnya."Kenapa kamu peduli sama apa yang bakal aku lakuin? Kenapa itu penting? Hah?!"Sang Vampir membuka mulutnya, tetapi Gardan kembali menyela."Dan... bukan cuma kamu!"Gardan menunjuk ke arah pemuda tersebut, lalu menurunkan tangannya dengan kesal."Dari awal aku datang ke sini, kalian selalu muncul di sekitar aku. Satu per satu."Ia berhenti sejenak, mencoba mengatur napas."Ada yang awalnya mau bunuh aku, ada yang bahkan nggak tahu kalau dirinya sendiri berubah jadi monster
Last Updated: 2026-10-31
Chapter: Bab 35: Dilema Sang PewarisSiti perlahan mengulurkan tangannya, mencoba meraih tangan Gardan yang masih mengepal di sisi tubuhnya. Ujung jemarinya menyentuh punggung tangan pemuda itu sebelum akhirnya menggenggamnya dengan hati-hati. "Dan..." panggil Siti lirih.Gardan menunduk, memperhatikan tangan Siti yang menggenggam tangannya. Untuk beberapa saat, ia membiarkannya. Tetapi ketika Siti mencoba mempererat genggaman tersebut, Gardan justru perlahan menarik tangannya."Maaf, Sit. Aku... mau keluar sebentar. Cari angin."Siti mendongak. "Dan, aku...""Nanti kita ngobrol lagi, ya," potong Gardan. Ia berusaha tersenyum, tetapi wajahnya justru terlihat semakin canggung. Ia kemudian berbalik dan berjalan menuju pintu warung tanpa menunggu jawaban Siti.Yara yang sejak tadi memperhatikan keduanya segera bangkit dari kursinya."Dan! Gardan!"Namun, Gardan tetap berjalan hingga akhirnya menghilang di balik pintu warung.Siti menundukkan wajahnya. Air mata yang sempat mereda kembali mengalir di kedua pipinya. "Ini
Last Updated: 2026-10-28
Chapter: Bab 34: Siti, Calon Ibu GenderuwoSiti berbaring di atas ranjang pemeriksaan dengan kedua tangan bertumpu di sisi tubuhnya. Matanya sesekali melirik layar monitor di samping Dokter Irwan yang sedang menggerakkan alat USG di atas perutnya, berusaha memahami gambar hitam putih yang terus berubah di hadapannya."Kalau dilihat dari hasil pemeriksaan USG tadi, perkembangan janin Mbak Siti memang jauh lebih cepat daripada usia kehamilannya," jelas Dokter Irwan.Dokter Irwan mengernyit saat sebuah gambaran muncul di monitor. Ia menggeser alat di tangannya sedikit ke samping, kemudian menekan beberapa tombol untuk memperjelas gambar tersebut."Beberapa bagian anatominya juga menunjukkan gambaran yang tidak biasa," lanjut Dokter Irwan."Maksudnya ora biasa gimana, Dok?" tanya Siti penasaran.Layar monitor mulai berkedip. Garis-garis putih melintas di antara bayangan janin, menghilang sesaat sebelum kembali muncul dalam jumlah yang semakin banyak."Belum bisa kami pastikan."Dokter Irwan menghentikan gerakan tangannya.Bip bip
Last Updated: 2026-10-25
Chapter: Bab 33: Negosiasi Magis"Aku datang untuk membicarakanmu, Gardan."Gardan mengerutkan kening, sementara Yara kembali menatap perempuan asing itu dengan penuh kecurigaan.Sang Penyihir tampak tidak terganggu oleh sikap keduanya, bahkan dengan santai menarik sebuah kursi dan duduk di hadapan mereka."Tentang aku?" tanya Gardan."Iya. Tentang kemampuanmu menyerap energi makhluk lain, misalnya. Atau mimpi-mimpi aneh yang belakangan sering kamu alami."Sang Penyihir melirik Sang Siluman yang masih duduk di tempatnya. "Dan mungkin kamu juga penasaran mengapa teman barumu ini selalu mengalami perubahan yang menyakitkan setiap malam."Gardan terdiam. Ia menatap Sang Penyihir beberapa saat, berusaha memahami bagaimana perempuan yang baru dua kali ditemuinya itu bisa mengetahui begitu banyak hal tentang dirinya."Kamu tahu semua itu dari mana?"Sang Penyihir tersenyum."Tunggu. Jangan-jangan selama ini kamu ngikutin aku ya?""Yah, sekarang kamu tahu."Jawaban yang begitu santai itu membuat Gardan semakin tidak nyaman.
Last Updated: 2026-10-23