Chapter: PERTEMUAN DUA MATA-MATAMaya lebih dahulu bangun tepat pukul setengah lima pagi. Ia kemudian berdiri di depan jendela.Lucio yang menyadari bahwa Maya tak ada lagi dalam pelukannya langsung bangun dan menemui Maya. Ia langsung memeluk wanita itu.Maya membiarkan tubuhnya kembali dipeluk oleh Number One. Keduanya memandangi objek yang sama melalui kaca jendela yang sama.Sesekali keduanya tertawa ringan. Berbagi cerita lucu di antara mereka. Sesuatu yang sungguh berbeda terjadi malam ini.Lucio memeluk Maya hanya agar Maya merasa nyaman dan sedikit mengurangi beban yang menumpuk dalam pikirannya.Sementara Maya, ia sungguh merasa nyaman diperlakukan seperti itu oleh Number One. Ia merasa sangat disayangi. "Makasih ya telah menemani aku semalaman," bisik Maya lembut."Iya, sama-sama. Tapi kamu beneran gak apa-apa gak aku layani?" Tanya Lucio seketika."Ngga, aku menemuimu bukan untuk itu. Aku hanya ingin menenangkan pikiranku," ucap Maya lagi."Kamu ada masalah apa?" Tanya Lucio lagi."Ngga, aku cuma lagi gak
Last Updated: 2025-08-30
Chapter: SABTU YANG BERBEDASetelah pertemuan di rumah Maya, seperti biasanya Maya menghilang tanpa kabar. Lucio pun sama sekali tak menghiraukannya. Meskipun, pada kenyataannya Lucio merindukan sosok pemilik villa Aquarius itu.Lucio pulang seperti biasa setelah bangun pagi di rumah Maya. Tak ada hal istimewa yang terjadi di antara mereka berdua. Lucio berhasil menjaga prinsipnya."Makasih yah udah mau temanin aku. Aku nyaman banget tidur dalam pelukan kamu, makasih banget ya," ucap Maya pagi itu setelah keduanya bangun dan Lucio buru-buru berpamitan untuk pulang.Ia telah berjanji pada Feren dan teman-temannya untuk pindah ke kontrakan baru mereka dan ia tak mau membuat mereka kecewa.Lucio pun menemui teman-temannya pagi itu juga dan langsung bergegas untuk pindahan ke rumah kontrakan mereka yang baru. "Makasih ya, Bro. Akhirnya kita gak harus berdesakan lagi kalau tidur," ucap Juan."Oh ya, untuk kebutuhan kita sehari-hari nanti kamu gak usah lagi ya, biar kita aja yang ngurusin soal itu. Kita gak enak kalau
Last Updated: 2025-08-30
Chapter: DALAM DEKAPAN LUCIOSetelah menunggu hingga beberapa jam, Lucio tak juga pulang dan menampakkan dirinya lagi di kos."Udah jam segini tapi Lucio belum juga pulang ya? Atau dia sedang bekerja ya?""Ya, bisa jadi. Kita tunggu aja. Besok pagi pasti Lucio pulang kok," ucap Feren meyakinkan teman-temannya.Sementara Lucio yang ditunggu kehadirannya, di rumah Maya saat ini ia sedang dihadapkan pada sebuah situasi yang telah menjebaknya.Sebuah situasi yang berasal dari pilihan dan keputusannya sendiri. Ia terjebak pada cinta Maya dan tantangan yang ia berikan pada wanita itu.Sehingga malam ini ia harus dipaksa menginap di rumah Maya, wanita yang telah mencintainya begitu dalam dan mau melakukan apa saja untuk mewujudkan apa yang ia mau.Setelah berada di dalam kamar Maya, Lucio tak tahu harus berbuat apa. Situasi saat ini berbeda dengan situasi saat ia berada di kamar hotel.Ia tahu apa yang harus ia lakukan jika ia datang sebagai seorang gigolo. Meskipun Maya pun menerima tawarannya, tetap saja ia seperti ke
Last Updated: 2025-08-29
Chapter: KENCAN DI RUMAH MAYA (2)Setelah beberapa saat menangis seorang diri di dalam kamar Nancy yang berantakan akibat pecahan botol minuman, Maya berusaha bangkit.Ia melangkah keluar dari kamar putrinya tanpa kekuatan penuh dari kedua kakinya. Tangannya membantu memegangi tembok.Dengan sisa tenaganya Maya berusaha terus melangkah menuju kamarnya yang tak jauh dari kamar Nancy.Air matanya masih terus menetes sepanjang jalan menuju ke kamarnya. Hatinya terasa sangat sakit setelah menyadari semuanya."Nancy, maafin Mama. Please, jangan pergi tinggalin Mama...."Cuma kalimat itu saja yang terdengar beberapa kali keluar dari mulutnya. Maya terlihat serius menyesali semua yang ia lakukan.Menyesal telah menelantarkan putri semata wayangnya. Menyesal telah melupakan putrinya. Menyesal telah berani menampar putrinya untuk pertama kalinya.Untuk saat ini ia tak mampu berbuat apa-apa. Ia cuma berharap bahwa Nancy memaafkan dirinya dan tidak pergi terlalu jauh dan terlalu lama pergi dari rumah.Maya terus berusaha berjala
Last Updated: 2025-08-29
Chapter: CERMIN DIRIMaya pulang ke rumahnya dengan hati yang masih terbakar api cemburu. Hatinya begitu panas saat mendengar cerita Ayu.Ia tak menyangka bahwa Lucio mampu menjalankan tugasnya dengan begitu sempurna saat melayani Ayu. Sedangkan dengan dirinya, anak muda yang menamai dirinya Number One itu masih sangat kaku."Kalau dipikir-pikir, buat apa sih aku harus cemburu? Waktu itu kan dia emang masih pemula banget? Kalau sekarang dia udah lihai dan mampu puasin Ayu, artinya aku berhasil dong ngajarin dia?Dan itu artinya saat pertemuan aku sama dia yang kedua nanti, aku bakal ngerasain juga kan seperti apa yang Ayu rasakan?"Maya tak hentinya memikirkan semua itu. Rasa dendamnya seketika raib dan berubah menjadi rasa bangga.Dan memang benar bahwa Maya patut bangga atas apa yang telah ia lakukan. Ia telah berhasil mengubah Number One menjadi lelaki perkasa.Raut wajahnya yang sedari tadi tak menampakkan kebahagiaan pun berubah seketika. Namun sayang, itu tak bertahan lama.Saat ia berjalan melewati
Last Updated: 2025-08-29
Chapter: KENCAN DI RUMAH MAYASetelah diam-diam berkemas, Feren keluar dari kamar diikuti Juan. Namun mereka tak menemukan lagi Lucio yang sedari tadi duduk sendiri di depan teras."Hah? Lucio ke mana? Kok gak ada?" Tanya Juan kaget."Alaaaa, kayak gak tau Lucio aja kamu. Pasti udah pergi lah, ntar kalo pulang ditanya katanya kerja," jawab Feren dengan nada ketus."Tapi ini kita jadi ngga pindahannya besok? Dia gak kemas-kemas?" Tanya Juan lagi."Ya jadi lah. Aku udah ngecek rumahnya sama Julio dan udah dibayar setahun sama Lucio. Kita tinggal numpang aja," sahut Feren lagi.Keduanya pun diam lagi seperti biasa. Sementara di dalam kamar, Erik dan yang lain masih sibuk berkemas."Kita tunggu aja sampai Lucio balik, baru kita pindahan besok pagi," ucap Feren lagi pada Juan."Yaudah kalo gitu aku istirahat aja deh, udah ngantuk," jawab Juan lalu pergi meninggalkan Feren seorang diri.* * * * *Lucio tak menjawab pertanyaan Maya. Ia hanya diam mengekori Maya yang berjalan menuju ke kolam renang."Kita duduk di sini aj
Last Updated: 2025-08-28
Chapter: Semakin Dekat Waktunya"Aku hanya ingin menjadi lelaki paling beruntung setelah memperjuangkan dirimu"Mega dan Kevin saling berpandangan. Begitu juga Mike, ia memandangi sepasang kekasih itu lalu kembali menunduk, berpura-pura memainkan handphonenya agar tak memperlihatkan kegugupannya.Mike masih tenang di tempatnya. Mega mengeluarkan sesuatu berukuruan kecil dari dalam tasnya. Ia lalu memberinya pada Mike. Mike bingung menerima sesuatu yang dibungkus dengan kantong berwarna hitam itu.Mike mengernyitkan dahinya. Ia mencoba menebak apa isinya karena ia sendiri tidak meminta Mega untuk membawa apa-apa. Kevin memandang ke arah Mega dengan penuh tanya. Mega menangkap jelas maksud tatapan itu. "Kue ulang tahun," bisik Mega.Kevin mengangguk kecil. Mega sengaja memesan kue itu tadi pagi sebelum Kevin dan Mike tiba di kostnya. Ia sengaja tak memberitahukan ini kepada Kevin. Ia melakukan itu untuk Mike, sahabat dan saudaranya itu. Mike memandang ke arah Mega setelah mengetahui isinya. Mega hanya mengangguk.Mike
Last Updated: 2025-08-11
Chapter: Tamu Spesial"Dan aku merindukan keluargaku: merindukan ibu, ayah dan juga adikku yang berada di kampung"Suasana rumah ibu Icha begitu ramai siang ini. Banyak pekerja pabrik yang mampir untuk makan siang. Tania sudah kembali dari tugas penelitiannya—sedang duduk bersama ibu Icha, pak Ujad dan juga si Hari yang baru pulang sekolah. Mereka sudah siap untuk makan bersama siang—inimenikmati nasi kuning buatan ibu Icha dan merayakan ulang tahun Tania.Tania mengatupkan tangan, membuat tanda salib lalu berdoa sebelum makan. Handphonenya tiba-tiba berdering sesaat, menandakan sebuah pesan masuk.Tania meraih dengan cepat setelah berdoa, membaca dan langsung memencet item bergambar video pada layar. Tetapi orang yang ia video call tak menjawab teleponnya. Ia meletakann kembali handphonenya. Mungkin Mike sedang sibuk, pikirnya."Sok eneng, diambil nasinya. Maaf yah eneng, ibu cuman bisa masak nasi kuning doang," kata ibu Icha menawarkan Tania untuk mengambil nasi."Terima kasih, Bu. Ini sudah sangat istim
Last Updated: 2025-07-23
Chapter: Ulang Tahun"Aku ingin menjadi yang paling hangat bagimu. Aku ingin menjadi yang paling tenang di telingamu"Seperti biasa Tania bangun dan membantu ibu Icha di dapur—menyediakan sarapan bagi mereka sendiri dan juga untuk jualan ibu Icha hari ini. Hari ini ibu Icha menyediakan sebuah menu spesial. Ibu Icha memasak nasi kuning untuk makan siang mereka.Tadi malam ketika sedang duduk menonton televisi, Tania sudah mengatakan pada ibu Icha bahwa ia akan berulang tahun besok. Tania memberikan selembar uang seratus ribu kepada ibu Icha untuk membeli keperluan masak. "Tania gak bisa bantuin ibu ya, Tania mau siap-siap pergi dulu bu," kata Tania setelah selesai mengupas bawang."Iya eneng, ibu mah teu nanaon. Enang pergi aja. Nanti siang baru kita makannya rame-rame ya," jawab ibu Icha.Tania lalu bergegas ke kamar, menyediakan buku-buku dan beberapa lembar kuisioner untuk penelitiannya. Ia akan melanjutkan penelitiannya ke beberapa rumah yang belum ia singgahi kemarin.Baru saja Tania melangkahkan kaki
Last Updated: 2025-07-22
Chapter: Ciuman Pertama"Mendoakanmu adalah caraku memelukmu dari kejauhan"Mike tengah duduk di meja piketnya. Ia meraih handphonenya dan membaca sebuah pesan dari Kevin - sebuah foto selfie dirinya dan Mega sedang duduk di meja makan.Mike tersenyum membaca caption yang ditulis sahabatnya itu. Pikirannya menerawang jauh ketika memandang bangunan tinggi lainnya di seberang jalan.Sebentar lagi Tania berulang tahun. Hanya tersisa hitungan jam saja namun gadis itu sedang tak berada di Jakarta. Mereka dipisahkan oleh jarak dan waktu."Apa kabarmu hari ini, Tania? Semoga harimu menyenangkan. Semangat, kamu tidak sendiri. Doaku selalu bersamamu. Aku merindukanmu."Mike memainkan jarinya pada layar lalu mengirimi Tania sebuah pesan. Dengan begitu percaya dirinya ia mengungkapkan kerinduannya padahalnya, gadis itu masih belum resmi menjadi kekasihnya. Sebentar lagi. Tunggu saja.Mike lalu menelepon Kevin, sahabatnya yang sedang berdua bersama kekasihnya, Mega. "Halo, bro. Jangan iri ya. Kami tidak bisa mengajakmu,
Last Updated: 2025-07-21
Chapter: Kado Untuk Tania"Genggam erat tanganku dan jangan kau lepas. Aku akan semakin mencintaimu setelah ini. Percayalah."Pagi-pagi sekali Tania sudah bangun, membantu Ibu Icha memasak di dapur. Selain menyiapkan sarapan untuk pak Ujad suami ibu Icha dan Adhari anaknya, mereka juga masak untuk para pelanggan bu Icha yang bekerja di pabrik.Rasanya sudah lama sekali Tania tidak melakukan aktivitas itu lagi. Selama hidup di Jakarta, ia tak pernah memasak sebanyak ini. Makan pun selalu dibeli dari warung, sesekali memasak sendiri di kost tapi itu juga hanya sayur dan ikan.Tania tak lupa juga mengabari Novy, temannya bahwa hari ini ia akan melakukan penelitiannya. Semalam setelah sampai, ia lupa mengabari Novy karena saking seriusnya mengobrol dengan keluarga barunya."Eneng, hampura ibu teh teu bisa temanin eneng," kata bu Icha di sela-sela menyediakan sarapan ke atas meja.Tania hanya mengangguk kecil. Ia memang tak harus mem
Last Updated: 2024-06-12
Chapter: Rahasia Besar TerbongkarSetelah melewati perjalanan yang panjang dan melelahkan, Tania akhirnya tiba di tempat tujuannya, Desa Margaluyu. Waktu kira-kira pukul 16.37 WIB.Berkat bantuan salah seorang teman kampusnya yang merupakan putri kelahiran Desa Margaluyu, Tania akhirnya bertemu dengan Kepala Desa setempat dan dia akhirnya diantar oleh istri bapak Kepala Desa menuju rumah Ibu Icha Nur Aida, salah satu tetangga dari Novi, temannya.Perjalanan yang melelahkan namun terbayar lunas dengan sambutan hangat dari keluarga Ibu Icha. Ibu Icha adalah seorang ibu rumah tangga, usianya 56 tahun. Ia tinggal bersama suami dan seorang anak laki-lakinya yang masih duduk di bangku SMA. Suaminya bernama pak Ujad Sudrajad.Mereka memiliki sebuah warung nasi yang menjadi tempat langganan para karyawan pabrik susu, PT. Nusantara Agri Sejati Dairy Farm. Jarak pabrik susu itu tak jauh dari rumah ibu Icha - hanya melangkahkan kaki sekitar tujuh langkah, kita sudah menginjakkan kaki di area pabrik s
Last Updated: 2024-06-11