Chapter: Bab 6. Kabar buruk"Laks!" Dimas langsung menghampiri begitu melihat sahabatnya datang tergesa-gesa ke ruang tunggu IGD. "Laila bagaimana?" "Masih diperiksa dokter. Duduk dulu." "Kenapa dia bisa masuk rumah sakit lagi?" Dimas menarik napas panjang. Wajahnya tampak serius. "Tadi rumahmu didatangi polisi. Ibumu dibawa karena terlibat kasus penipuan investasi." Laks membeku. "Apa?" Dia menatap Dimas tidak percaya. "Dim, jangan bercanda!" "Aku serius. Katanya ada beberapa korban yang melapor. Total kerugiannya sampai dua ratus juta." "Dua ratus juta?!" "Bagaimana mungkin Ibu terlibat penipuan?" "Aku belum tahu jelas. Waktu sampai di rumahmu, ibumu sudah dibawa polisi." Dimas juga tidak tahu pasti karena tidak saat kejadian. “Tapi katakanya ibumu juga berteriak kalo dia juga di tipu.” Laks mengusap wajahnya kasar. "Lalu Laila?" "Dia melihat semuanya. Waktu polisi membawa ibumu, Laila panik sampai sesak dan akhirnya pingsan. Tetanggamu langsung menghubungiku, jadi aku membaw
Last Updated: 2026-10-31
Chapter: Bab 5. Jawaban"Maaf, saya tidak tertarik."Laks menutup map hitam di hadapannya, lalu menggesernya kembali ke arah Haira."Jangan terburu-buru menolak. Dengarkan dulu tawaranku.""Saya sudah membacanya." Laks tidak mau mendengarkan apapun. Pernikahan kontrak? Sungguh tidak masuk akal."Tapi kau belum mendengar semuanya."Haira meletakkan gelasnya di atas meja. Tatapannya masih tertuju pada Laks, seolah penolakan barusan sama sekali tidak membuatnya gentar."Aku tahu kau memiliki banyak utang. Dengan penghasilanmu sekarang, entah berapa tahun lagi kau bisa melunasinya. Belum lagi biaya pengobatan adikmu."Wajah Laks seketika mengeras, bagaimana bisa wanita itu tahu."Anda menyelidiki kehidupan pribadi saya?""Tentu saja. Aku perlu mengetahui latar belakang pria yang akan menjadi suamiku.""Saya belum menyetujui apa pun.""Karena itu aku sedang berusaha meyakinkanmu."Haira sedikit mencondongkan tubuhnya. Senyum percaya diri masih menghiasi wajah cantiknya."Menikahlah denganku. Seluruh utangmu akan
Last Updated: 2026-10-18
Chapter: Bab 4. Tawaran kesepakatanSetelah Laksmana masuk, pintu kembali tertutup.Di dalam ruangan, seorang wanita telah duduk menunggunya.Wanita itu terlihat begitu tenang dan berkelas. Pakaiannya sederhana, tetapi dari potongan dan kualitas bahannya, Laks bisa menebak harganya tidak murah. Rambut hitamnya tergerai rapi, sementara jemarinya memainkan gelas berisi air mineral di atas meja.Ketika wanita itu mengangkat wajah, langkah Laks seketika terhenti.Dia?Bukankah ini wanita yang pernah ditemuinya saat mengantarkan pesanan makanan ke kamar hotel?Laks tidak menyangka akan bertemu dengannya lagi, terlebih di ruangan privat Maison Grey.Sementara itu, Haira mengamati pria yang berdiri di ambang pintu.Penampilannya biasa saja. Kaos putih, celana hitam, serta wajah tampan yang terdapat sedikit bekas luka goresan di pipi.Tidak ada sesuatu yang istimewa dari penampilannya. Namun sudah Naluri jika ia menemuka permata mentah untuk memolesnya."Duduklah. Apa kau akan terus berdiri seperti patung?"Suara Haira membuyar
Last Updated: 2026-10-18
Chapter: Bab 3. PanggilanLaks segera mendorong troli masuk dan mulai menata hidangan di atas meja.Sementara itu, Haira berdiri tak jauh darinya, memperhatikan setiap gerakan pria tersebut.Jadi, dia bekerja di hotel milik Madhava?Tatapannya turun ketika menyadari Laks berjalan sedikit pincang.Haira langsung teringat kejadian tadi sore. Pria itu sempat terjatuh ke aspal saat menyelamatkan anak kecil.Apa kakinya terluka karena kejadian tadi?Tanpa sadar, Haira berjalan mendekat."Bagaimana kakimu?"Gerakan tangan Laks terhenti."Maaf, Nona?""Kakimu. Kau terlihat kesulitan berjalan."Laks melirik kakinya sendiri, lalu tersenyum kecil."Oh, hanya sedikit terkilir. Tidak apa-apa.""Kau tetap bekerja dalam keadaan seperti itu?""Masih bisa berjalan, kok, Nona."Haira mengamatinya beberapa saat."Sepertinya kau sangat membutuhkan uang."Laks sedikit mengernyit mendengar ucapan tersebut."Semua orang bekerja untuk mendapatkan uang, bukan?"Haira tersenyum tipis."Benar juga."Laks kembali merapikan hidangan di m
Last Updated: 2026-10-16
Chapter: Bab 2. Pertemuan tidak sengajaHaira Madhava termenung di dalam Lamborghini sport milikknya, ia melaju dengan kecepatan cukup tinggi membelah jalan. Tatapan matanya terlihat datar dan dingin, meskipun pikirannya sedang kacau.Bagaimana tidak? Sang ayah baru saja memberinya ultimatum untuk menikah dalam waktu enam bulan. Jika gagal, ia harus melepaskan jabatan CEO sekaligus seluruh haknya sebagai pewaris keluarga Madhava.Yang menjadi keresahan Haira saat ini adalah, siapa pria yang pantas menjadi suaminya?Bukannya Haira kesulitan mendapatkan pria. Dengan kekayaan dan kedudukannya, bahkan dalam sekali jentikan jari saja ia bisa mendapatkan pria paling tampan dan berpengaruh.Hanya saja, Haira tidak menginginkan suami yang haus kekuasaan, apalagi pria yang akan memanfaatkan pernikahan untuk menguasai perusahaan miliknya."Hah..." Haira menghela napas berat.Ia membutuhkan pria yang tidak memiliki ambisi terhadap kekayaannya. Seseorang yang bisa diajak bekerja sama tanpa menuntut cinta ataupun ikut campur dalam kehi
Last Updated: 2026-10-16
Chapter: Bab 1. Tuntutan pernikahanBunyi heels menggema membuat pelayan yang berpapasan segera menundukkan kepalanya, ia adalah Putri sulung keluarga itu—Haira Madhava.Wanita selalu mencolok dengan aura dominan yang menguat. Langkah berhenti di depan sebuah ruang.Tok. Tok."Masuk."Wanita itu membuka pintu dan melangkah ke dalam. Bisa dia lihat pria paru baya—Dirga Madhava yang merupakan ayahnya duduk di balik meja kerjanya segera mengangkat kepala saat ia masuk ruangan tersebut."Kau sudah datang."Haira berdiri beberapa meter darinya, "Kalau Ayah ingin membicarakan sesuatu, langsung saja. Aku masih punya pekerjaan."Sang ayah berkerut mendengar ucapan putrinya, mulut Haira masih setajam biasanya. "Bahkan untuk berbicara dengan ayahmu sendiri, kau tidak bisa bersikap lebih sopan?"Haira mengangkat sebelah alis. "Kalimat itu terdengar familiar.""Sudahlah!" Dirga mengembuskan napas kasar. "Ayah dengar kau menampar putra keluarga Rajendra kemarin. Apa sebenarnya yang kau lakukan? dimana etikamu sebagai wanita?" "Ah,
Last Updated: 2026-10-16