author-banner
VonnyV
VonnyV
Author

Novels by VonnyV

Zhang Lei Dan Perang Tiga Alam

Zhang Lei Dan Perang Tiga Alam

Seribu tahun lalu terjadi sebuah peperangan yang meninggalkan misteri yang tidak terpecahkan, serta sebuah misi yang tak pernah terselesaikan. Umat manusia hidup dalam kebingungan, itulah bukti bahwa kaum iblis masih menguasai dunia. Bahkan Sang jenderal wanita yang menghilang itu, tak pernah tercatat dalam kitab sejarah mana pun, namun takdir juga tak pernah benar-benar melepaskannya. Hingga suatu hari, seorang pemuda pengecut dari dunia modern terpilih untuk menyelesaikan misi yang telah lama dilupakan itu. Hanya berbekal sebuah korek api, ia terlempar ke dunia kuno yang berbahaya. Tempat yang dipenuhi makhluk-makhluk legenda, kaum siluman yang licik, serta kaum iblis yang penuh tipu daya. Ia terpilih bukanlah sebuah kebetulan. Dan segalanya— bermula dari sini.
Read
Chapter: Bab 10 - Tiba di gerbang senyap
Angin gurun mereda malam itu, seolah bumi sendiri ikut menghela napas setelah pertempuran panjang. Pasir yang tadi beterbangan kini diam, hanya berderak halus saat diinjak.Long Wei, dengan tubuh raksasa dan badan logam mengilap yang sedikit tergores, berbaring tenang tak jauh dari api unggun yang menyala kecil. Matanya yang besar memandangi Zhang Lei, lalu menutup perlahan, seperti mengawasi sambil tetap percaya.Zhang Lei duduk bersandar pada batu datar, napasnya masih berat. Bahunya berdarah—luka cakar dan panah dari makhluk berkaki serangga sebelumnya. Ia mencoba membalut sendiri, tapi tangannya gemetar.“Aku yang lakukan,” kata suara lembut dari belakangnya.Mei Hua.Ia berjalan perlahan membawa kain bersih dan ramuan dari kantung bajunya. Rambutnya sedikit berantakan, wajahnya masih berdebu, tapi mata itu… tetap jernih, tetap penuh tekad.Zhang Lei ingin menolak, tapi tak bisa berkata-kata. Ia hanya mengangguk pelan.
Last Updated: 2026-04-10
Chapter: Bab 9 - Tantangan dan Kekuatan dari takdir
Dari kabut pasir, satu sosok lebih besar muncul.Tinggi. Bertanduk. Berkulit hitam berlapis batu. Mata merah menyala dari balik helm kasar yang seolah tumbuh dari tengkoraknya sendiri.Pemimpin mereka.Zhang Lei merasakan sesuatu bergetar dari dalam dirinya lagi. Seperti gema… seperti bisikan lama yang pernah ia dengar di alam bawah sadar.Suara lembut Qi Shen, menggema jauh:“Jiwa prajurit… terikat oleh takdir…”Zhang Lei menggenggam pedangnya lebih erat.Tapi belum sempat ia bergerak, gurun itu bergetar.Bukan oleh langkah musuh.Melainkan oleh sesuatu yang lebih tua… lebih dalam… lebih sedih.Udara menjadi berat. Dan dari pasir yang diam, seolah mengalir suara-suara—ratapan, jeritan, isakan. Tangisan prajurit-prajurit yang gugur di tanah ini ribuan tahun silam. Tangisan yang tak pernah sampai ke telinga manusia… sampai hari ini.“Ke mana Jenderal kami…”“Kami belum kembali…”“Kami tak sempat berpulang…”Suara itu datang dari segala arah, membuat Zhang Lei gemetar.Kepalanya sakit.
Last Updated: 2026-04-10
Chapter: Bab 8 - Perjalanan menuju Gerbang Senyap
Angin pagi gurun menggulung debu merah di kaki langit, seolah mengantar doa diam-diam pada dua jiwa muda yang berdiri di ujung desa. Zhang Lei mengencangkan ikat pinggang kainnya, memeriksa tali air di pinggang, dan merapikan sabuk tempat senjata yang baru saja diberikan Bai Shou—sebuah pedang pendek dari baja tua, tetapi tajam dan terawat.“Pedang itu bukan pedang kerajaan,” kata Bai Shou saat memberikannya semalam. “Tapi pernah menyelamatkan nyawaku lebih dari sekali.”Zhang Lei kini menatap gurun yang terbentang seperti samudra emas mati. Di sisinya, Mei Hua, mengenakan pakaian perjalanan sederhana—jubah panjang warna tanah dan pelindung kulit di lengan. Tak ada perhiasan, tak ada tandanya ia seorang gadis bangsawan. Hanya matanya yang tak bisa menyembunyikan garis keanggunan darah bangsawannya.Di belakang mereka, Long Wei berdiri gagah. Tubuhnya kini lebih tinggi dari rumah-rumah desa. Bekas luka di sayap kirinya belum sepenuhnya pulih, tapi sorot matanya tajam dan tenang. Ia mer
Last Updated: 2026-04-10
Chapter: Bab 7- Petunjuk tentang seorang pelajar bernama WenXiu
Pintu kayu tua itu diketuk pelan. Bai Shou dan Zhang Lei saling berpandangan, seolah menimbang siapa yang datang di jam seperti ini. Daun pintu bergeser. Di baliknya berdiri seorang gadis. Rambutnya digelung sederhana, gaun lusuh khas desa tidak mampu menyembunyikan postur anggun dan wajah tenangnya. Namun matanya… sempat bergetar, seakan menahan sesuatu yang tak diucapkan. “Maaf,” ucapnya lirih. “Aku tidak bermaksud menguping… tapi aku mendengar nama itu—‘Wen Xiu’.” Zhang Lei menatapnya, bingung. “Kau mengenal Wen Xiu?” Gadis itu menunduk sejenak sebelum menjawab. Suaranya terdengar tenang, meski ada sedikit kegugupan yang terburu-buru. “Namaku Mei Hua,” katanya. “Aku… hanya putri dari seorang menteri kecil di kota Tianyuan. Ayahku ingin menikahkanku dengan bangsawan tua yang menjijikkan. Jadi aku kabur. Lari sejauh mungkin… sampai tersesat di desa ini.” Senyum getir melintas di wajahnya. Tatapannya lalu jatuh pada Long Wei, yang duduk tenang di luar pintu, menjaga dalam diam.
Last Updated: 2026-04-10
Chapter: Bab 6 - Mencari petunjuk Misi
Angin gurun berdesir pelan, mengangkat butiran pasir ke udara. Cahaya matahari sore menyorot redup dari balik awan kelabu, seolah langit pun ikut berduka.Zhang Lei membuka matanya perlahan.Tubuhnya terbaring di atas pasir yang hangat dan kasar. Ia terbatuk pelan, tenggorokannya kering. Suara desiran halus terdengar dekat… seperti napas berat seekor makhluk besar.Ia menoleh.Di sampingnya berdiri seekor Long Wei dewasa. Tubuhnya gagah dan kokoh, badan logamnya bersinar seperti baja yang ditempa cahaya. Tapi ada bekas luka di sayap kirinya—luka terbakar yang masih samar, namun tak bisa disangkal.Itu dia.Long Wei kecil yang dulu pernah ia sandera.Kini dia tumbuh menjadi penjaga sejati. Tapi yang paling menyentuh hati Zhang Lei adalah tatapan matanya: bukan amarah, bukan kebencian—melainkan kesetiaan.Makhluk itu mengangguk pelan, lalu duduk di dekatnya, seolah menjaga. Nafasnya dalam dan berat, seperti sudah menunggu lama.Zhang Lei duduk perlahan, tubuhnya masih terasa lemas. Mata
Last Updated: 2026-03-07
Chapter: Bab 5 - Pertemuan dengan sang ratu “Qi Shen”
Malam jatuh sepenuhnya. Suara gemuruh kawanan makhluk raksasa perlahan hilang ke kejauhan, seperti badai yang hanya datang untuk mengguncang, lalu pergi meninggalkan ketakutan.Zhang Lei berjalan pelan di belakang Long Wei kecil. Makhluk mungil bersisik logam itu tak lagi tampak buas, malah berkilau di bawah cahaya bulan. Ia menuntunnya melewati pepohonan hangus, sisa dari serangan tadi.Di desa, Bai Shou dan warga akhirnya bisa menarik napas lega. Anak-anak berhenti menangis, meski wajah mereka masih pucat. Setidaknya desa tidak hancur; mereka masih punya tempat untuk berteduh.Zhang Lei sendiri tak tahu kenapa berani mengikuti kawanan ini. Namun hatinya yakin—di sanalah jawaban menantinya.Long Wei kecil menoleh, mengeluarkan geraman rendah. Bukan ancaman, melainkan isyarat: ikuti aku.Mereka melewati celah sempit di tebing, tersembunyi di balik akar pohon liar. Udara berubah. Lebih dingin, lebih sunyi. Dari dalam lorong menurun itu, cahaya kebiruan samar berpendar.Langkah Zhang Le
Last Updated: 2026-03-03
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status