LOGINWarning. mohon bijak dalam memilih bacaan Dua tahun setelah kematian suaminya, Hana harus menemukan kenyataan kalau putra kecilnya mengidap leukemia. Hana tidak punya pilihan lain, dia harus mencari uang dalam jumlah banyak untuk biaya pengobatan anaknya. Situasi itu mempertemukan Hana dengan Devan. Devan, sang CEO yang angkuh karena patah hati bersedia memberikan banyak uang pada Hana asalkan Hana bersedia bermalam dengannya. Demi menyelamatkan putra kesayangannya, Hana pun terpaksa melakukannya. Seiring kebencian yang muncul di hati Hana kepada Devan yang telah membuatnya terpaksa melakukan hal itu, cinta di hati Devan justru tumbuh terhadap Hana. Devan merasa sangat menyesal ketika mengetahui kalau Hana tidur dengannya demi menyelamatkan putranya. Devan berusaha meminta maaf dan mendapatkan hati Hana. Akankah Hana memaafkan lelaki yang telah memanfaatkan dirinya? Bisakah Hana menghilangkan bayangan kelam dari malam ketika Hana merasa dia telah menjual diri demi uang? Bagaimanakah kisah cinta Hana dan Devan?
View Moreแสงไฟหน้าจอสว่างวาบเรียกความสนใจจากคนข้างกายได้เป็นอย่างดี
Kings : น้องจานิคโสดไหมครับ ยังไม่ทันพิมพ์อะไรตอบยูโรก็ได้ดึงโทรศัพท์ไปจากฉันและพิมพ์ตอบกลับพี่คิงส์แทน Janick : ไม่โสด Janick : มีแฟนแล้ว Janick : (ส่งรูป) ยูโรส่งรูปถ่ายของตัวเองกำลังกอดคอฉันให้พี่คิงส์เพื่อบ่งบอกสถานะที่ไม่จริงให้คนในห้องแชตได้รับรู้ ฝั่งนั้นแค่เพียงอ่านแต่ไม่ได้ตอบโต้อะไรกลับมา "คนพวกนั้นมันไม่จริงใจกับนิคหรอก อย่างมากก็แค่หวังเรื่องบนเตียง" เสียงทุ้มของเขาต่อว่าฉัน ใบหน้าที่ฉันเคยบอกว่าหล่อเหลาทำเป็นไม่พอใจใส่กัน "หวังก็หวังไปสิ อยากลองอยู่เหมือนกัน" ถ้าครั้งแรกไม่ได้ลองกับคนที่ฉันชอบ งั้นก็ขอลองกับคนทั่วไปแบบ One Night Stand เลยก็แล้วกัน "อยากลองมากขนาดนั้น? อยากโดนขนาดนั้นเลยเหรอจานิค?" เขาถามเสียงเข้มใช้สายตาดุดันราวกับไม่พอใจมอง มือหนาคว้าเอาบรั่นดีขวดใหม่เทใส่แก้วครึ่งหนึ่งแล้วกรอกใส่ปากอย่างกับน้ำเปล่า "มาที่นี่เหมือนกันเหรอยูโร?" สาวสวยหน้าหวานแลดูเรียบร้อยเข้ามาทัก ชายหนุ่มรุ่นพี่จึงพยักหน้าให้ "พรีมมากับใคร" เป็นเสียงของพี่ต้าร์ถามผู้หญิงคนใหม่ "คนเดียวน่ะ เราขอนั่งด้วยได้ไหม" เธอเอ่ยด้วยรอยยิ้มให้ทุกคน แต่พอเห็นฉันนั่งข้างยูโร รอยยิ้มนั้นกลับจางหายแปรเปลี่ยนไปเป็นอย่างอื่น "คงไม่สะดวก วันนี้เรามากับเด็ก" แขนแกร่งเลื้อยมาโอบเอวฉันไว้อย่างรู้งาน มีบางครั้งที่เขาแอบบีบบั้นท้ายงามงอน พอยูโรปฏิเสธทางอ้อม พี่คนสวยจึงยอมไปทางอื่น "ผู้หญิงคนนั้นเป็นใครเหรอยูโร?" "….." เงียบ "เพื่อนหรือเด็ก" "….." ไม่ตอบแถมไม่แยแส "เด็กหรือแฟนอะยูโรตอบเค้าหน่อยสิ" วันนี้ฉันอุตส่าห์แต่งตัวมาซะสวย ชุดมินิเดรสกระโปรงสั้นเหนือเข่าเข้ารูปถูกหยิบออกมาใช้เพื่ออ่อยเขาโดยเฉพาะ หากยูโรมากับเด็กหรือแฟนฉันก็แห้วน่ะสิ "….." เบนสายตาคู่คมสีสวยมองกันเล็กน้อยแล้วหยิบน้ำเมาขึ้นดื่ม "เออ หยิ่งเข้าไป อย่าพลาดมานอนด้วยก็แล้วกัน เดี๋ยวจานิคคนนี้จะจัดให้สาสมใจทบทั้งต้นทั้งดอกเลยคอยดู" ฉันบ่นอุบแล้วยกน้ำสีอำพันขึ้นดื่มย้อมใจ "ซื่อบื้อจังนิค ขนาดนี้ยังไม่รู้ตัวอีกเหรอ? ที่พี่ทำดีกับนิคทุกอย่างเพราะพี่ชอบแม่ของนิคมั้ง" "เค้ามันซื่อบื้อทั้งโง่เป็นทุนเดิมอยู่แล้วหนิ" ฉันกวาดสายตาผิดหวังมองบรรยากาศภายในสถานบันเทิง มองเหล่านักท่องราตรีออกไปโบยบินโชว์ลวดลายประจำตัวให้ความน้อยใจที่ถูกรุ่นพี่ที่ฉันแอบรักด่าทอให้จางหาย ก่อนจะตวัดกลับมาสบเข้ากับคู่ของคนปากหมาข้างกาย "เด็กน้อยของพี่" นิ้วเรียวของชายหนุ่มยื่นมาเขี่ยแก้มฉัน สัมผัสนี้เรียกความวาบหวิวในร่างได้ดีเลยทีเดียว "มะ มองอะไร" ยกมือขึ้นลูบใบหน้าสวยที่คุณเจตนิพัทธ์กับคุณจัสมินลงมือทำเองทุกขั้นตอนป้อย ๆ แก้อาการหน้าร้อนผ่าว ถูกเขาจ้องเอาเป็นเอาตายแบบนี้ฉันก็ชักจะเขิน "มองเด็กโง่ไม่ได้เหรอ…?" ใบหน้าหล่อเปลี่ยนองศาหันมาประจันหน้ากันภายใต้แสงไฟสีสวย ตึกตัก ตึกตัก หัวใจฉันมันเต้นแรง รัวและเร็วทุกครั้งเวลาสบตากัน "เห็นหน้าเธอแล้วอยากเมา เผื่อว่าเราจะได้กัน" ฉันคิดอะไรไปเรื่อยเปื่อยเมื่อได้เห็นใบหน้าหล่อเหลาของยูโรโดนแสงสีสาดส่อง ฉันอยากรู้ว่าลีลารักบนเตียงของอดีตเดือนมหา’ ลัยคนนี้จะเป็นยังไง พอคิดมาถึงตรงนี้จำเป็นต้องส่ายศีรษะไล่ความคิดบ้าบอนั้นทิ้งแล้วยกน้ำสีอำพันในแก้วขึ้นดื่มรวดเดียวจนหมด "คิดอะไรไอ้เด็กหื่น หื้ม?" "สาธุสิ่งศักดิ์สิทธิ์ หากลูกได้เดือนมหา’ลัยคนนี้เป็นผัว ลูกสัญญาว่าจะตั้งใจเรียนคว้าเกียรตินิยมมาให้ได้เจ้าค่ะ อันดับไหนค่อยว่ากัน" อธิษฐานสิ่งที่ปรารถนาในใจจบแล้วประนมมือขึ้นเหนือศีรษะกลางคลับดังขอให้พรนั้นสำเร็จ ทุกการขอพรของฉันต่างคนต่างสบตากันจนจบคำอธิษฐาน ไม่ได้ด้วยเล่ห์ก็ต้องเอาด้วยกล หากไม่ได้ด้วยกลก็ต้องเอาด้วยมนต์หรือไม่ก็เงิน ได้กับเขาสักครั้งฉันจะตั้งใจเรียน เพี่ยง! "มองขนาดนี้ไม่คาบเค้าไปกินในห้องน้ำตอนนี้เลยล่ะยูโร" คนอะไรมองอยู่ได้ "อย่าท้าพี่นะครับ ความเงี่xนไม่เคยปราณีใครนะพี่จะบอก อย่ามาล้อเล่นกับคนของขาด"Hana sungguh takut saat ini, bisa bisa nya Devan bertingkah seperti itu di depan ibunya. Jangan di tanya bagaimana rasa gugup dan takutnya Hana saat ini. Dia terus sajaelihat ke arah Maya.Wanita itu tersenyum memejamkan matanya sambil mengangguk pelan dan tersenyum. Pertanda Jika dia sudah merestui hubungan mereka.Devan masih berlutut sambil melihat ke arah Hana Devan harap-harap cemas. Dia benar-benar takut saat ini. Dia berharap jika Hana akan menerimanya.Hana melihat ke arah Devan, kemudian melihat ke arah Aline, Maya dan juga anaknya. Mereka bertiga tersenyum ke arah Hana.Hana kembali melihat ke arah Devan dan tersenyum sambil mengangguk. “Iya, aku mau Devan. Aku mau jadi istrimu.” Hana akhirnya menerima DevanSetelah usai acara malam itu Devan mengantar Hana pulang kembali ke rumah. Berhubung waktu sudah malam Devan langsung pulang dan meminta Hana untuk beristirahat. Sedangkan Aline dan Bu Maya mereka pulang bersama-sama.
“Tentu saja aku serius, mana pernah aku berbohong padamu,” jawab Aline. “Ya sudah aku hanya ingin menyampaikan itu padamu. Aku harus pulang sekarang.” Aline kemudian langsung melajukan mobilnya, meninggalkan apartemen Hana.Devan yang merasa begitu senang, dia langsung berjalan ke arah kamarnya dan bersiap-siap ingin bertemu dengan Hana.“Aku harus pergi menemuinya dan mengajaknya makan malam.”Devan kemudian menelepon Hana dan mengutarakan niatnya dia mengajak sana untuk makan malam bersama hari ini.Tidak menunggu waktu lama kini Devan sudah terlihat rapi dan siap untuk segera pergi ke rumah Hana. Dengan perasaan yang berbunga-bunga dia keluar dari rumahnya dan melajukan mobilnya ke apartemen Hana.Setelah menerima telepon dari Devan, Hana pun bersiap-siap ingin pergi makan malam dengan lelaki itu dia juga merasa sangat senang sekali.Hana lalu meminta pada Mbak Feni untuk menjaga Kendra terlebih dahulu dan menun
Rosiana merasa bersalah pada Aline. Entah mengapa tiba-tiba saja wanita itu teringat pada Aline.“Kamu benar-benar bodoh Ravi. Apa yang kau lakukan? Kamu menghancurkan masa depanmu sendiri. Dan lihat sekarang kamu harus menikah dengannya.” Rosiana benar-benar merasa kesal dengan apa yang dilakukan oleh Ravi. Dia tidak pernah menyangka jika Ravi akan berbuat segegabah itu. Raffi yang selalu memperhitungkan segala sesuatunya entah apa yang membuatnya menjadi begitu ceroboh dan melakukan kesalahan besar.“Aline, bagaimana dengan gadis itu? Pasti dia sudah mendengar berita ini. Aku harus datang menemuinya dan minta maaf padanya. Harusnya aku mendekatkan mereka sejak dulu.” Rosiana benar-benar menyesal dia tahu akan perasaan Aline pada Ravi anaknya.Rosiana langsung keluar dari ruangan Ravi dan berjalan ke arah ruangan kantor Aline. Dia akan menemui gadis itu sekarang. Rosiana tahu pasti kabar Ini sudah terdengar di telinganya. Paling pasti merasa sedih mendengar berita ini Rosiana berniat
Pagi ini Aline berangkat ke kantor tidak seperti biasanya suasana kantor kali ini sedikit berbeda. Sebagian besar karyawan tengah bergunjing. Aline hanya mengerutkan keningnya sambil melihat ke sisi kanan dan ke kiri sepanjang dia berjalan memasuki lobby kantor.“Ada apa dengan mereka. Kenapa semua orang bergunjing pagi-pagi. Seperti nggak ada kerjaan aja.” Aline berusaha mengabaikan suasana kantor pagi ini dia kemudian langsung masuk ke dalam lift.Aline naik ke lantai 5 tempat kantornya berada. Saat berjalan melewati koridor lagi-lagi setiap karyawan sedang bergosip.Aline hanya berjalan sambil melihat ke arah mereka. Dia kemudian masuk ke dalam kantornya, dan di dalam sana pun semakin gencar semua orang tengah berbisik-bisik.“Sebenarnya apa yang sedang mereka bicarakan. Sepertinya topik saat ini begitu menarik hingga seisi kantor membicarakannya.”Jujur saja Aline merasa penasaran Bagaimana bisa dari lantai 1 hingga lantai 5 semua karyawan berbisik dan sibuk bergosip. Bahkan merek
Devan yang saat itu tengah asik mengingat Ravi, mulai tersadar Dia segera meraba pakaian. “Dimana ponselku?” Tanyanya begitu panik. Devan langsung berjalan dengan langkah lebar ke arah mobil.Dia membuka pintu mobil dan mulai mencari ponsel miliknya. “Disini juga nggak ada,” ucapnya
Hana hanya bisa diam saat Devan hanya menganggukkan. Kepalanya saja. Hana berharap Devan akan memikirkan lagi niatannya untuk keluar dari perusahaan Itu.“Aku harap kamu memikirkannya terlebih dahulu Devan,” batin Hana berbicara dalam hati. Hana hanya tidak ingin Devan gegabah dalam
Devan melihat ibunya pergi dari ruangannya dengan wajah kesal. Dia hanya bisa menatapnya tanpa ekspresi. “Maafkan aku, Ma,” ucapnya dalam hati lalu menyunggingkan senyumnya. Dia tidak bermaksud untuk membuat ibunya kesal seperti itu. Tapi dia harus melakukan hal ini demi kebaikannya.
Pagi hari Devan sudah bersiap, pagi-pagi sekali Devan sudah bangun. Dia membuat surat pengunduran dirinya. Kini Devan sedang berdiri di depan cermin menatap pantulan dirinya.“Ini adalah hari terakhir ku di perusahaan,” gumamnya sambil tersenyum. Lelaki itu memakai jas berwarna abu-












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore