author-banner
Maidina Asifa
Maidina Asifa
Author

Novels by Maidina Asifa

Istri Buta Yang Terlambat Kau Cintai

Istri Buta Yang Terlambat Kau Cintai

Bagi Adrian, Maya hanyalah istri buta yang membebani. Bagi Larisa, Maya adalah kakak naif yang mudah ditipu. Namun, sebuah keajaiban medis mengubah segalanya. Saat bayangan kabur perlahan menampakkan bentuk di balik matanya, hal pertama yang Maya lihat bukanlah kehangatan rumah tangga, melainkan perselingkuhan haram suami dan adiknya sendiri tepat di depan matanya. Tanpa ada yang menyadari, Maya memilih tetap berpura-pura buta di dalam kegelapan. "Kamu pikir aku akan menyerahkan semuanya begitu saja pada Larisa, Adrian?" batin Maya saat melangkah kaku mengikuti cengkeraman tangan suaminya, "atau kamu yang akan berlutut memohon saat sadar permainan siapa yang sebenarnya baru saja dimulai?"
Read
Chapter: Benih Yang Ditanam
"Kamu tidak perlu menanggung semua ini sendirian, Adrian. Aku di sini."Suara Larisa terdengar lembut dari ambang pintu ruang kerja, membuat Adrian mendongak dari tumpukan laporan keuangan yang sejak tadi membuat kepalanya berdenyut. Malam sudah larut, rumah utama Wijaya nyaris sepi, hanya lampu meja yang menyala di ruangan itu."Aku baik-baik saja, Lar," jawab Adrian, mencoba tersenyum meski wajahnya menunjukkan kelelahan yang tak bisa disembunyikan. "Cuma banyak yang harus dipikirkan.""Soal perusahaan atau soal Kak Maya?" Larisa melangkah masuk, duduk di kursi seberang meja tanpa diminta, gaunnya yang sederhana tetap terlihat rapi meski jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.Pertanyaan itu membuat Adrian terdiam sejenak, pena di tangannya berhenti bergerak. "Kenapa kamu tanya begitu?""Karena aku bisa lihat, Adrian." Suara Larisa merendah, lebih personal. "Kalian berdua tidur di kamar terpisah. Kamu pulang selalu larut. Aku bukan buta seperti Kak Maya, aku bisa lihat semuanya."
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: Perempuan Buta Yang Tidak Lagi Menangis
"Sedang apa kamu berdiri di dekat lemariku, Maya?"Suara bariton Adrian tiba-tiba memecah keheningan kamar, mengejutkan Maya yang baru saja memasukkan foto dan kotak perhiasan kembali ke dalam laci.Jemari Maya pun bergegas memutar kunci laci, meraba tepi lemari kayu seolah-olah ia sedang kebingungan mengenali posisinya.Adrian?" panggil Maya polos, "Langkahmu tidak terdengar. Aku... aku tadi cuma mau mencari saputangan, tapi aku kesusahan menemukannya."Maya memutar tubuhnya pelan hingga menghadap ke tembok kosong, dia berdiri miring agar bisa mengintip dari ekor mata langkah sepatu Adrian yang terhenti tepat di batas karpet, netra hitam suaminya memicing menatap Maya yang berada sejengkal dari lemari kayunya."Saputangan? Saputangan milikmu ada di kamar utama, bukan di sini."Adrian melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka. Tatapannya meneliti gerak-gerik Maya dari kepala hingga ujung kaki"Aku tahu," jawab Maya sembari menunduk bersalah."Kemarin aku mencium aroma parfum
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: Istri Yang Berusaha Merebut Suaminya.
"Bisa bantu aku memilih gaun malam ini, Bi?"Pertanyaan Maya memutus keheningan ruang rias. Bi Sari menghentikan sapuan sisirnya di rambut sang majikan, memandang pantulan wajah Maya di cermin dengan sedikit keraguan."Nyonya mau ada acara ke luar?" tanya Bi Sari."Tidak, Bi. Aku cuma ingin berdandan untuk suamiku," jawab Maya diiringi kekehan ringan. Mata Maya mulai menatap lurus ke arah gantungan baju di lemari. Secara fisik, ia memang tampak masih seperti wanita buta yang menanti petunjuk. Kenyataannya, matanya dengan jelas menyapu jajaran gaun yang berwarna warni itu. Lalu, dia menunjuk gaun satin berwarna hijau zamrud dengan kerah rendah."Yang itu, Bi. Warna hijau zamrud," suruh Maya."Nyonya tahu dari mana warnanya hijau?" Bi Sari seketika melebarkan mata, tangannya menggantung di udara, lalu menatap seksama wanita yang kini terkekeh halus itu."Dulu sebelum kecelakaan, itu gaun kesayanganku, Bi. Aku masih mengingat bagaimana warna dan bentuknya, dan aku juga selalu membawanya
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: Tawaran Dari London
"Aku harap yang tadi malam adalah kekacauan yang terakhir kamu buat," kata Adrian sembari memasang kancing kemejanya di depan cermin besar. Maya duduk di tepi ranjang. Jemari tangan kanannya terbebat kasa putih. Rasa nyeri dari bekas sayatan keramik semalam masih menusuk, tetapi ucapan Adrian terasa jauh lebih mematikan. Lelaki itu bahkan tidak menanyakan apakah lukanya serius atau perbannya perlu di ganti. Maya melirik sekilas dari pantulan cermin, di iris mata hitam legam itu tak ada sedikit pun kehangatan. "Aku cuma ingin mengambil minum semalam," sahut Maya pelan. "Ada pelayan, kamu tinggal panggil," balas Adrian tajam. Ia menyambar jam tangan mewahnya dari atas meja. "Jangan bersikap seolah kamu bisa melakukan semuanya sendiri. Kamu buta, Maya. Sadar diri, jangan semakin menjadi beban." Maya mengepalkan tangan kirinya di atas pangkuan. Ucapan itu menghantam dada, tetapi tidak ada lagi air mata yang lolos. Di balik pandangan redup yang ia tampilkan, matanya yang sebenarnya s
Last Updated: 2026-07-21
Chapter: Buka Mata
"Kamu yakin dia tidak akan tahu?"Suara Larisa menembus dinding kamar tamu. Pelan, berbisik, tapi cukup tajam untuk merobek keheningan malam.Maya berhenti tepat di depan kamar itu. Jemarinya membeku di atas permukaan dinding yang dingin, sementara dadanya naik-turun menahan detak jantung yang mendadak berdegup liar."Dia buta, Lar. Dia bahkan tidak bisa melihat wajahku sendiri," jawab Adrian. Desahan kecil menyertai kalimat itu, menyebarkan rasa mual yang mengaduk perut Maya.Maya berdiri kaku. Ruang tamu di belakangnya gelap gulita, sengaja tidak ia nyalakan karena orang-orang di rumah ini selalu menganggap seorang tunanetra seperti dirinya tidak membutuhkan cahaya. Selama lima tahun terakhir, kegelapan adalah satu-satunya ruang yang disediakannya untuk dunia. Namun malam ini, kegelapan itu justru berbalik menjadi pelindung terbaiknya.Di dalam genggamannya yang gemetar, sebuah amplop putih berisi hasil pemeriksaan dari klinik dokter Bagas terasa begitu berat. Kabar keajaiban yang m
Last Updated: 2026-07-16
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status