LOGIN"Kita menikah untuk kepentingan masing-masing, aku butuh status dan kau butuh uang, sudah beres itu saja, asal menikah segala kebutuhanmu mengenai uang saya urus, jangan bekerja lagi di perusahaanku, cukup nikmati kehidupan pernikahanmu, mengenai berapa lama dan kapan kita bercerai saya yang menentukan." ucap Danil "Iya." Jawab Emili singkat, ia tidak tau harus bicara apa lagi, uang membungkam mulutnya
View MoreMatahari telah berada di puncak peraduannya ketika sebuah mobil mewah yang membawa keluarga kecil melesat memasuki rumah bak istana. Iya, itu mereka: Danil, Emili, dan putri kecilnya Dania. Ada juga Bu Eni yang telah resmi dijadikan oleh Danil sebagai pengasuh tetap untuk putri kecilnya, Dania. Akhirnya Emili kembali lagi ke rumah itu. Rumah yang dulu pernah menjadi saksi perjalanan singkat tentang hubungannya. Hubungan yang tercipta dari sebuah ide gila Danil untuk melakukan sebuah pernikahan kontrak yang memakan korban, yaitu Emili. Yang kemudian menumbuhkan rasa cinta di antara mereka. Yang satu karena ambisi, yang satu karena keterpaksaan yang disebabkan faktor ekonomi. Kini keduanya bersatu kembali dengan hubungan yang sehat dan terikat tanpa syarat sepanjang hidup mereka. Emili mau ikut Danil setelah meyakinkan segala urusannya yang harus diselesaikan telah beres. Danil dapat melakukan itu dalam waktu singkat. Demi agar lebih cepat berkumpul dengan keluarga kecilnya, ia b
Danil tiba di rumahnya. Ia tahu bertemu dan memohon pada Nenek Marita tidak akan memberi solusi. Ia ke ruang kerjanya menghubungi Alex untuk mengumumkan tentang hubungannya dengan Emili dan kehadiran Dania sebagai putrinya di semua aplikasi media sosial. Tak lupa memintanya menghubungi stasiun TV juga supaya mertuanya yang agak gaptek soal media sosial tidak ketinggalan berita. "Saya ingin membaca berita ini dalam waktu tidak lebih dari tiga puluh menit. Jangan lupa kau juga harus memberinya judul sedramatis mungkin. Oke," jelas Danil antusias. "Iya, Pak Danil. Tapi tolong, bisakah kamu membiarkan saya berbulan madu dengan santai?" Alex berbicara sebagai sahabat. "Sorry, tapi kali ini kau harus membantuku karena ini penting," Danil agak sedikit bersalah dengan sahabatnya. "Oke, aku akan membantumu," ucap Alex. "Thanks, bro. Selamat bersenang-senang," Danil mengakhiri panggilannya lalu menyandarkan tubuhnya ke kursi sambil memejamkan mata. Ia sepertinya tidak sabar menung
"Kesayangan Ayah sudah wangi," Danil berdiri menyambut putrinya. "Apa katamu?" Nenek Marita kaget mendengar Danil. "Ini putri Danil, Nek. Saat Nenek mengusir Emili, dia sedang mengandung anakku. Ah, Nenekku sungguh keterlaluan! Mengusir cucu menantu yang sedang hamil tapi menampung wanita hamil lainnya," ucap Danil membuat nyali Neneknya menciut dan tampak bersalah. Sebenarnya ia sudah menunggu momen ini dari tadi. "Apa benar dia putrimu?" Ekspresi Nenek Marita berubah sembilan puluh derajat. Yang tadinya dingin menjadi hangat. Ia bertanya demi memastikan pendengarannya. Matanya terpaku pada Dania. "Iya, Nek. Apa Nenek meragukannya? Padahal dia begitu mirip denganmu, Nek," ucap Danil. Fakta itu juga yang membuatnya tidak bertanya saat pertama kali melihat putrinya. Dania begitu mirip Neneknya yang juga mirip dengan dirinya sendiri. "Betul kamu hamil saat pergi dari rumah?" Nenek beralih pada Emili. Kebenciannya pada menantunya itu agaknya berangsur hilang. "Iya, Nek. Tapi E
Danil benar-benar menginap di rumah keluarga Emili. Ia tidak memberitahu hal itu pada siapa pun. Karena itu ponselnya berdering beberapa kali. Entah itu panggilan dari asistennya, Alex, klien, bahkan ada panggilan juga dari Neneknya. Ia terbangun dan mengucek matanya. Ia sadar sedang berada di kamar orang lain. Namun sedetik kemudian ia tersenyum karena menyadari ia sedang menginap di rumah orang tua istrinya. Ia pun meraih ponsel dan memeriksanya. [Apakah kamu bersama sahabat istriku? Aku bingung harus menyebutnya apa. Nenek Marita mencarimu dan kuberi tahu kamu bersamanya. Mungkin Nenek sedang ke sana sekarang. Jadi siapkan alat untuk bertempur. Dia terdengar tidak senang karena panggilannya diabaikan cucu kesayangannya. Oh iya, aku rela mengorbankan masa cuti bulan maduku untuk menggantikanmu mengurus klien. Jadi fokus saja bertempur dengan Nenek Marita] tulis Alex panjang lebar. Danil hanya membacanya dan tidak bermaksud membalas. "Aku akan menyambutnya," ucap Danil tersenyum
Hari demi hari berlalu begitu saja, Kehamilan Emili sudah berusia tiga bulan, ia sudah melalui masa-masa yang paling tidak nyaman semasa kehamilan, mulai dari nafsu makan menurun, badan yang selalu lemas, perasaan yang selalu berubah-ubah sangat cepat, penciuman yang sangat sensitif, dan banyak lagi
Tiba di ruang kerja, tampaknya semua orang membahas tentang berita yang sedang viral tak terkecuali Dian yang memergoki dirinya memasuki ruangan. "Mau kemana buru-buru sekali?" tanya Dian yang menyadari gerak gerik Emili."aku mau balik duluan Di, sedang terjadi sesuatu dirumah""Oh gitu, Eh, mana pak
Di seberang negara yang bermil-mil jauhnya seorang pria tampan berkarisma sedang termenung melihat ponselnya, seperti sedang merindu dan menunggu seseorang untuk menghubunginya, benar saja ponselnya berdering, dengan sigap ia menjawab telepon."Halo?" Suara di seberang membuatnya mengecek nama di la
Acara karaoke pun selesai, hampir seluruh isi bus terbuai ke dalam mimpi. Mungkin karena mereka kelelahan setelah mengarungi perjalanan panjang. Termasuk Emili di dalamnya, ia bahkan mengeluarkan dengkuran halus dari mulutnya, sementara itu Danil sibuk menatap ponselnya sambil tersenyum, ternyata ia






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore