author-banner
Suharni
Suharni
Author

Novels by Suharni

Terjerat Cinta Milyader

Terjerat Cinta Milyader

"Tolong selamatkan aku dari pria brengsek itu. Singkirkan dia segera." Yumi berbisik pada pria asing yang kebetulan mampir ke toko perhiasan. Dia tidak punya pilihan lain selain menjadikan orang itu sebagai pacar palsu. Adalah Yoga Iskandar, pemilik salah satu perusahaan Konsultan terbesar di Jakarta. "Tidak masalah, asal kau bersedia menjadi tunanganku." Yang kebetulan sedang menghadapi beberapa scandal. Tentu saja Yumi tidak gila. Menjadi tunangan pria asing bukan bagian dari rencananya. Yumi hanya ingin menyingkirkan Aditya, mantan kekasihnya yang angkuh. Lelaki tampan itu tengah pamer kekasih baru kepada Yumi. Tak tanggung-tanggung, Aditya bahkan memberi kekasih barunya itu hadiah berupa cincin berlian. Bagaimanakah kisah mereka? Akankah Yumi bersedia menjadi tunangan Yoga Iskandar?
อ่าน
Chapter: Dekapan Hangat
"Aku ingin menuntut balas Paman Hartanto." Ucapan itu ibarat jarum menusuk kalbu Yoga. Parasnya yang tampan mendadak suram."Apa maksudmu?" Kening pria itu mengernyit penasaran."Kau tidak akan mengerti." Aku tidak berani menatap mata suamiku. Nalusirku seolah menahan agar tidak memberitahunya."Kalau begitu beritahu aku agar aku mengerti. Jika ceritanya panjang, maka buat lebih singkat, padat, dan jelas. Kau bukan anak kecil yang tak pandai menyusun paragraf." Siapa sangka bila Yoga justru mengatakan banyak hal.Sontak aku berpaling, menatap dalam netra suamiku. Di sinilah aku bisa menangkap kesungguhannya. Yoga bisa dipercaya."Paman Hartanto adalah penyebab Ayah meninggal." Suaraku bergetar ketika memoriku tertuju kepada mendiang ayah.Semua peristiwa menyakitkan dulu, kembali menari-nari di pelupuk mata. Seolah tengah mengejek."Dia merebut semua yang kami miliki. Aset, rumah, mobil, perhiasan, hingga beberapa lahan hasil kerja keras ayah. Namun, yang tak kalah menyakitkan adalah.
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-08
Chapter: Mintalah Bantuan Yoga
"Apa?" Bahkan suaraku nyaris tercekat. Duaniaku seketika runtuh."Ibu dilecehkan?" Aku tak kuasa mendengar semua cerita Uti. Jika hanya berbicara soal harta, aku masih bisa merelakan. Namun, ini menyangkut ibu. Wanita yang telah melahirkanku. Bukankah aku tidak berguna sebagai anak?"Aku tahu kau pasti terkejut begitu mendengar ceritaku. Itulah sebabnya aku sempat mengurung niat untuk memberitahumu, tapi sepertinya kau berhak tahu. Walau bagaimanapun juga dia adalah ibumu.""Uti, apa kau yakin dengan apa yang ditemukan Papimu?" Aku berdiri, memegang kedua lengan Uti. Menatap wanita itu dengan derai air mata.Aku terkulai lemah ketika tahu kehormatan ibu dilecehkan. Apa yang harus aku katakan padanya nanti? Haruskan aku mempertanyakan kejadian memalukan itu?"Yumi, aku tahu kau terkejut mendengar ini. Bukan hanya kamu, aku dan papi juga masih belum percaya. Mengingat hubungan ayahmu dengannya. Pria itu menutup rapat cerita. Bahkan orang di sekitarnya pun tidak tahu apa-apa saja. Namun,
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-07
Chapter: Fakta Baru
Aku tidak ingat part mana melakukan kesalahan. Menurutku, mengunjungi ibu bukanlah sebuah dosa. Aku sungguh membutuhkan sandaran setelah melalui beberapa peristiwa menyesakkan dada."Apa maksudmu melanggar kontrak? Aku tidak mengerti.""Jelas saja kau tidak mengerti, karena kau tidak pernah memikirkan perjanjian kita. Kau hanya sibuk menyusun rencana balikan sama mantan!"Aku rasa kali ini Yoga sudah keterlaluan. Bagaimana bisa dia mengatakan hal buruk tentangku. Sedangkan semalam aku sudah mengatakan, bahwa tidak ada hubungan apapun antara aku dan Aditya. Apa bercinta membuatnya hilang ingatan?"Yoga, aku rasa kau sudah melewati batas," ujarku masih menguasai diri."Aku tidak melakukan kesalahan apapun.""Kau--""Jika kau masih menemui ibu di sana tanpa sepengetahuanku, maka aku tidak akan segan-segan membatalkan semua perjanjian kita. Dan orang-orang pasar itu--""Cukup!"Aku sudah tak tahan lagi mendengar semua ocehan Yoga. Dia sudah terlalu jauh melangkah."Yoga, apa aku pernah mel
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-06
Chapter: Anggap Kesalahan
Tujuan pernikahan adalah membangun sebuah keluarga sakinah, mawaddah, warohma. Setidaknya itulah salah satu ajaran agama yang kami anut.Tuhan sangat membenci perceraian. Pun mempermainkan pernikahan atas dasar kontrak. Manusia tidak boleh semena-mena memperlakukan sebuah hubungan sebagai simbol simbiosis mutualis.Selayaknya cerita drama korea ataupun china. Kisah kami hampir sama. Menikah secara kontrak, seolah mengenyampingkan perintah agama. Padahal sudah jelas tertera dalam kitab suci kami, bahwa tidak lengkap agama seseorang bila tidak menikah. Dalam hal ini yang berarti usia sudah mencapai baligh.Haruskah aku memperjelas urusan agama ini bersama Yoga? Bagaimana jika pria itu bertanya mengapa aku tidak mempersoalkan sedari awal?Mengapa setelah semua yang terjadi, aku justru berubah pikiran. Bagaimana jika Yoga mengira aku memanfaatkan dirinya. Atau hanya karena kami telah tidur bersama."Aakk--"Aku membekap mulutku setelah berteriak kencang. "Apa yang aku lakukan? Mengapa aku
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-05
Chapter: Hasrat Otot Perut
"Bukankah kau lebih suka dipaksa? Baiklah, aku akan memaksamu untuk bicara."Cup!Yoga membekap mulutku dengan kedua bibir tipisnya. Pria itu mencium, hingga membuatku terpaku."Aakk--"Harus ku akui, untuk sesaat aku terperangkap dalam dekapan Yoga. Ciuman itu serasa meniup ubun-ubun.Setelahnya kesadaranku kembali menyapa. Aku menggigit bibir pria itu hingga menyisakan luka.Yoga berdiri menarik diri. Akhirnya dadaku kembali lega. "Mengapa kau menggigitku?""Apa menurutmu aku harus diam saja ketika kau menindihku?" sarkasku tak terima."Kau--"Aku memalingkan wajah. Menggigit bibir bawah, tempat Yoga menciumnya. Sekali lagi deru jantungku kembali berdegup. Apakah aku telah jatuh cinta pada pria brengsek ini?Tidak! Aku tidak boleh jatuh cinta padanya. Aku tidak boleh jadi perebut cinta wanita lain. Masih ada Mawar diantara kami.Wanita itu telah kembali. Mungkin sebentar lagi hubungan mereka berkembang. Sedang aku harus melanjutkan hidup seperti biasa.Untuk sesaat keheningan menyap
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-04
Chapter: Yoga di Ujung Jalan
Pukul lima sore aku menyelesaikan semua desai pesanan orang. Meski diterpa masalah, aku tetap profesional memperhatikan pekerjaan.Hari ini aku memutuskan untuk mengunjungi ibu. Lama tak bersua dengannya, membuatku rindu. Di sisi lain, aku ingin merasakan nikmatnya sambal pete buatan wanita yang telah melahirkanku itu.Aku masih belum siap bertemu Yoga. Walau bagaimanapun juga pria itu telah membuatku terluka.Dalam perjalanan menuju rumah ibu, ponselku terus berdering. Aku menepi untuk memastikan siapa yang menghubungiku."Yoga." Adalah suamiku, orang yang membuat perjalananku terhambat.Aku menolak panggilan itu. Namun, ponselku kembali berdering. Lagi-lagi aku tidak bersedia bicara dengannya. Aku berencana ingin menenangkan diri di kediangan ibu."Assalamu'alaikum," ucapku begitu sampai rumah.Pukul setengah delapan malam, akhirnya aku menyambangi kediaman ibu. "Yumi? sedang apa kau kemari, Nak? Apa kau datang sendirian? Mana suamimu?"Bisa dipastikan ibu menanyakan Yoga. Mengingat
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-03
Dari Dingin Menjadi Obsesi

Dari Dingin Menjadi Obsesi

Hasil USG dokter ibarat tamparan keras bagi Anggun. Dimana ia divonis mengalami penuaan ovarium atau yang lebih dikenal dengan penuaan dini. Saat itu dunia Anggun terasa runtuh dan hampa. Ia tidak tahu harus berbuat apa dan pergi kemana. Tak ada solusi pasti. Akhirnya ia memutuskan menghubungi sahabatnya Rena untuk menghabiskan malam di club tengah kota. Saat menjelang pagi, Anggun justru mendapati dirinya berada di sebuah hotel bersama pria asing. Mereka akhirnya digerebek petugas satpol pp atas tuduhan perzinahan. Adalah Azura, pria dingin yang menjadi teman tidur Anggun kala itu. Mereka akhirnya dituntut untuk menikah demi menjaga nama baik keluarga. Keduanya terpaut usia cukup jauh, sepuluh tahun. Semula Azura bersikap dingin pada Anggun. Namun, pelan-pelan pria itu terobsesi terhadap wanita tersebut. Akankah Anggun dan Azura berhasil melewati masalah demi masalah yang datang? Lalu benarkah telah terjadi perzinahan? Atau mereka sengaja dijebak?
อ่าน
Chapter: Semua Karena Sup Jahe
Semenjak sup jahe buatan Anggun menyelamatkan Azura dari sakit kepala, dan sandwich yang menyembuhkan asam lambungnya, pelan-pelan Azura mengizinkan wanita itu menyentuh dapurnya tanpa harus bertanya lebih dulu seperti yang kerap ia dilakukan.Tiap kali alkohol merusak kesadarannya, diam-diam Azura merindukan sup jahe itu. Azura berusaha membuat sendiri dengan takaran dan rempah yang dianggap sama, tapi rasanya tetap berbeda. Pun dengan sandwichnya, Azura seperti ketagihan. Hari itu ia tak pernah lupa. Tanpa sadar masakan Anggun telah mendapat tempat tersendiri dalam hati Azura, walau sikap pria itu masih dingin, tapi jarak yang selama ini diciptakan, seolah terkikis kepercayaan.Suara dering ponsel, membuat Azura terhentak dari lamunannya. Ia tenggelam dalam nikmatnya sup jahe Anggun.Saat layar ponsel menyala, nama Erika terpampang nyata. Azura tidak menerima panggilan itu, ia abaikan tanpa bicara. Namun, membuat alis Anggun bertaut penuh tanya. Apakah Erika yang tertulis dalam laya
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-27
Chapter: Ditilang Polisi
Alih-alih bahagia atas hasil diagnosa, perasaan Anggun justru mengalami dilema kuat. Jiwanya melayang jauh, seolah mengundang fantasi liar. Sebuah intuisi larangan menghinggap dalam dada. Anggun ingin bercinta, dengan begitu ia bisa hamil dan memiliki anak. Bukankah hasil pemeriksaannya menyatakan demikian? Tapi, kepada siapa Anggun bercinta? pada suaminya yang seperti es di kutub utara kah? atau bersama Diki, si pria brengsek yang baru saja mendapat karma? Anggap saja usia Anggun masih muda, produktif, kuat, dan segar. Satu tahun setelah cerai dari Azura pun tak membuat usianya maju menjadi lima puluh tahun. Namun, bukan ini poinnya. Memulai hubungan baru bersama orang asing tidaklah mudah. Butu proses perkenalan yang cukup panjang. Jelas waktunya tidak singkat seperti judul lagu 'pacar lima langkah' karya almarhumah. Memikirkan semua itu membuat pikiran Anggun terjebak, pandangannya kosong, hingga kakinya mengayun pelan tak tentu arah. Anggun telah berada di tengah jalan, nyaris
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-27
Chapter: Di Rumah Sakit Itu
Anggun baru saja menapakkan kaki dari ambang pintu masuk klinik, tapi ia telah disuguhkan dengan pemandangan mengejutkan. Wanita itu melihat Diki dan Erika keluar dari ruang dokter kandungan dengan cara tak wajar.Rona wajah keduanya tak bersahabat, seperti tengah beradu di atas ring tinju: merah, tegas, dan sangar. Anggun tidak bermaksud menguping, tapi nalurinya seolah menuntun ia untuk selangkah lebih dekat. Anggun bersembunyi sejenak, tak ingin dilihat oleh mantan pacarnya itu. Ia berdiri di balik tembok pinggir tangga, tak jauh dari pintu masuk.Kali ini Diki bersikap lebih agresif. Ia menarik paksa Erika yang sedang memeriksakan kehamilannya. Wanita itu berencana menggugurkan anak yanag dikandungnya."Lepas!" seru Erika pelan sambil menghempas tangan Diki, tapi nadanya penuh penekanan. Ia memalingkan wajah sembari mengeraskan rahang, seperti ada rasa jijik bercampur muak. Erika menyilangkan kedua tangan ke atas dada, membuat tertutup perutnya yang mulai kentara.Hari ini Erika b
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-26
Chapter: Sup Jahe Pelepas Pengar
Azura bangun pukul sembilan pagi. Ia terbangun dengan kepala berdenyut seperti dihantam benda tajam. Aroma alkohol masih samar di napasnya, dan cahaya pagi terasa terlalu terang untuk matanya yang berat.Tubuh Azura terasa seperti karung pasir, mulut kering, dan ingatan tentang malam tadi hanya potongan-potongan kabur yang membuatnya semakin sakit kepala.Kini Azura bangkit, memegang pelipisnya yang berdenyut, mencoba mengingat bagaimana ia bisa pulang, sementara matahari pagi seolah menertawakan keadaannya.Tak lama mata Azura tertuju pada sebuah nampan berisi cangkir dan sepiring sandwich. Tanpa pikir panjang, Azura mengambil cangkir itu, lalu memperhatikan isinya.Dahi Azura mengerut, ia mencium aroma isi cangkir itu. Azura tahu, itu bukanlah teh, melainkan jahe bercampur gula merah. Tanpa ragu ia meminum sup jahe itu hingga membasahi kerongkongannya.Begitu ditelan, mata Azura sedikit membeliak, seperti baru saja tersentuh sesuatu yang membuat perasaannya menghangat. Ia suka denga
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-25
Chapter: Bekas Lipstik Merah
Waktu telah menunjukkan pukul setengah dua belas malam, dan waktunya Anggun pulang. Ia mematikan komputer, lalu merapikan seragamnya, beberapa dokumen yang sedikit acak di atas meja, lalu meraih tas selempangnya yang sengaja di gantung pada sudut kiri kursi kerjan."Pak, saya permisi," ucap Anggun kepada Hery."Hmm," sahut Hery datar, tapi tidak dingin.Untuk pertama kali dalama karirnya, Anggun pulang tengah malam. Walau akhir tahun, wanita itu tidak pernah sampai melewatkan waktu malam di kantor.Anggun memesan taksi online melalui ponselnya, dan hanya butuh waktu kurang dari sepuluh menit taksi itu datang."Perumahan 1 park homes, ya, Pak," kata Anggun kepada supir setelah duduk ke dalam mobil."Baik, Nona."Hari itu Anggun benar-benar lelah, ia merasa pegal di seluruh badan, terutama bagian bawah perut. Seharian duduk membuat pinggangnya terasa mau lepas.Anggun menurunkan kaca mobil, ia bersandar ke sisi pintu, lalu sedikit mengeluarkan kepala, menghirup udara malam. Aromanya sed
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-24
Chapter: Pesta Malam Itu
Waktu telah menunjukkan pukul setengah delapan malam, tetapi Anggun masih sibuk dengan segudang aktifitasnya di kantor. Berjibaku dengan laporan rekening koran tiga orang nasabah berbeda, tapi datang dari instansi yang sama.Mata Anggun menyapu baris demi baris isi rekening koran itu. Memastikan semuanya tanpa cela. Sesekali Anggun meneguk kopi latte buatannya untuk menghilangkan rasa kantuk yang mulai nakal."Sudah berapa?" tanya Hery begitu masuk ruangan Anggun."Baru dua ratus," jawab Anggun singkat tanpa memandang Hery. Matanya terlalu sibuk mengamati komputernya."Dua ratus? ini sedikit lagi sudah jam delapan, Anggun. Mengapa kau lamban sekali?" sarkas Hery sedikit menekan. Dalam hati Hery mulai muncul keresahan. Ia menghampiri Anggun, tanpa mengintimidasi, tanpa menyakiti, tapi sikapnya cukup mencubit perasaan Anggun."Tadi sistem sedang gangguan, Pak. Saya tidak bisa memeriksa rekening atas nama Dewa Permana. Entah karena kesalahan pengisian kartu identitas atau apa, sampai di
ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-23
Gadis Dua Belas Digit

Gadis Dua Belas Digit

"Kamar dua kosong satu. Dia adalah milikmu. Selamat menikmati." Richard tersenyum senang saat mendapat uang hasil dari menjual wanita. Sedangkan Maria, gadis yang baru saja ia tipu menangis sesegukan di dalam kamar. Dua hari bergelut dengan ketakutan, membuat gadis malang tersebut berusaha untuk melarikan diri. Tanpa ia sadari, dua hari itu pula ada seorang pria tengah mengawasi dirinya. Tidur di sisi gadis tersebut tanpa ada yang tahu. Adalah Mark, Si pria dingin dengan sejuta pesona yang dimiliki. Sayangnya pesona itu tak mampu mendukung kisah asmaranya. Sang mantan kekasih tega meninggalkan ia di hari pertunangan. Sehingga menyebabkan pria tersebut menderita insomnia berkepanjangan. Akankah Maria berhasil menyembuhkan luka hati sekaligus penyakit Mark? Dan bagaimana reaksi Mark ketika Sang mantan datang secara tiba-tiba untuk memintanya kembali?
อ่าน
Chapter: Akhir Dari Segalanya (Tamat)
Hari yang ku nantikan akhirnya datang juga. "Selamat siang, Tuan Mark. Apa benar kau yang memanggilku?" Akhirnya wanita licik itu masuk dalam perangkapku. Dia datang seorang diri. "Silahkan duduk, Nona Monika. Aku memang ingin bertemu denganmu." Ya, wanita itu adalah Monika. Wanita yang selama tiga bulan terakhir ku curigai kehadirannya. Setiap kali melangkah, wanita itu pasti ada dimana-mana. Bukankah ini sesuatu yang mencurigakan? Bahkan pertemuan kami pun seolah direncanakan dengan matang. "Ada apa, Tuan Mark? Apa kau merindukanku?" Kali ini Monika tak segan menunjukkan jati dirinya. Dia membelai pundak serta dahiku. Seakan hendak menggoda. Faktanya adalah aku tidak tertarik sama sekali. "Tentu saja aku merindukanmu. Kalau tidak, untuk apa aku capek-capek memintamu datang?" Aku sungguh muak terhadap diriku sendiri. Menyentuh paha wanita selain Maria, membuatku jijik dan ingin muntah. "Benarkah? Kalau begitu tunggu apa lagi? Silahkan jamah aku." Aku sudah duga, Monika past
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-04-30
Chapter: Dan Ternyata
Tiga bulan sudah istriku menjalani tahap pemulihan. Dan hari ini akhirnya kami diizinkan kembali ke rumah.Senang rasanya bisa melangkah bersama seperti ini. Menghirup udara serta aroma khas rumah yang telah lama dirindukan.Sewaktu berada di rumah sakit, Maria kerap menanyakan rumah ini. Maklum saja, dua tahun koma tentu membuatnya melupakan banyak hal. Selalu yang diingat hanyalah peristiwa enam tahun silam.Tapi tidak masalah, yang terpenting adalah dia telah kembali padaku. Sisanya biar takdir yang urus.Aku tidak ingin hal lain mengusik ketenangan kami. Sudah cukup aku melihat air mata di pipi Maria. Sekarang waktunya dia bahagia."Sayang, berapa lama aku koma? Mengapa semuanya tampak sama? Bukankah kau bilang, bahwa aku koma selama dua tahun? Tapi kau dan aku masih terlihat sama."Entah apa maksud dari pertanyaan ini. Maria duduk di depan cermin rias miliknya. Sedangkan aku meletakkan tas milik istriku itu."Apa menurutmu ada yang berbeda dari rumah ini? Atau cermin itu yang ber
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-04-30
Chapter: Wanita Itu Datang Lagi
Aku masih menunggu hasil pemeriksaan Maria. Tiba-tiba sosok wanita asing datang menghampiriku."Tuan Mark? Ah, benar itu Anda. Tadinya aku ragu untuk menyapa, takut salah orang. Tapi rupanya benar-benar Anda," ucap wanita yang nyaris membuatku lupa siapa dia."Ah ya, Nona...""Monika."Bahkan aku melupakan namanya saking tidak pentingnya dia. Entah wanita ini datang dari sudut mana, tiba-tiba berdiri di depanku dengan senyuman yang menurutku mencari perhatian."Ah, benar. Monika," gumamku acuh.Tuhan, Kau bisa tahu betapa aku tidak menyukai interaksi ini. Aku sungguh canggung dan merasa aneh."Mark, dia..."Leo menghampiri kami dengan tatapan penuh tanyanya."Bukan siapa-siapa. Hanya seseorang yang tak sengaja bertemu. Aku nyaris menabraknya sewaktu menjemput Leo tadi siang. Entah mengapa kami selalu bertemu dimana-mana," jelasku bernada sedikit kesal.Entah mengapa, semenjak Maria siuman. Aku lebih sensitif terhadap wanita lain... Maksduku adalah aku tidak suka ada perempuan lain di
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-04-30
Chapter: Jangan Menikah Lagi
Mark Pov.Setelah sekian lama menyaksikan istriku terbaring koma tak berdaya di rumah sakit yang ku bangun sendiri, kini akhirnya ia kembali pulih.Mungkin Tuhan telah bosan mendengar doa serta keluhanku. Atau mungkin Maria sakit hati setelah aku mengancamnya menikah lagi.Sungguh, aku tersenyum gemas ketika mengingat hari itu. Andai bukan di rumah sakit. Andai kondisinya telah membaik seperti dulu. Maka aku akan menciumnya secara bertubi-tubi. Lalu mengajaknya bercinta sepanjang hari.Maria, istriku itu sangat suka menggoda ketika usianya beranjak lebih dewasa. Bukan tanpa usaha, dia semakin bijaksana dan berwibawa.Sampai detik ini, aku masih belum percaya, bahwa Tuhan akhirnya mengabulkan segala hajat yang ku panjatkan.Pun Joe, Putra kami satu-satunya. Anak itu tak pernah berhenti mendoakan Ibunya yang sekarat. Walau sempat kecewa serta nyaris putus asa karena Maria tak kunjung sadar juga. Akan tetapi, Joe berhasil melalui itu semua.Harus aku akui, Anak itu sungguh luar biasa ber
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-04-30
Chapter: Habis Gelap, Terbitlah Terang
Hari itu Mark dan Joe tengah merayakan ulang tahun Maria yang ketiga puluh satu. Walau wanita itu masih setia dengan tidur panjangnya.Selang infus dan oksigen menjadi saksi bisu mereka merayakan hari kelahiran Ibu satu Anak tersebut. Seolah hendak mengatakan kepada dunia, bahwa meski dalam situasi dan kondisi apapun, mereka tetap setia menanti kehadiran Maria di tengah-tengahnya.Walau entah kapan waktu itu akan segera datang. Yang pasti baik Mark maupun Joe, keduanya kompak tidak ingin putus asa."Happy birthday to you... Happy birthday too you... Happy birthday to you... Happy birthday... Happy birthday to you..."Mark dan Joe menyanyikan lagu selamat ulang tahun kepada Maria."Maaf, aku terlambat... Belum dimulaikan acara tiup lilinnya? Maaf, tadi aku mampir di butik teman untuk membeli gaun ini sebagai hadiah. Nanti kalau Mommy dari cucuku yang tampan ini sembuh, bisa langsung dikenakan."Sementara Mely datang terlambat, karena masih harus mencari hadiah ulang tahun untuk menantu
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-04-29
Chapter: Munculnya Wanita Lain
Entah dengan jurus doa apa lagi harus Mark dan Joe panjatkan kepada Tuhan agar Maria segera sadar dari komanya.Telah berbagai macam cara dilakukan. Akan tetapi, hasilnya masih tetap sama. Sampai akhirnya memasuki tahun kedua."Mark, apa kau tidak berencana untuk menikah lagi? Maaf sebelumnya, bukan aku tidak menghormati istrimu. Akan tetapi, bila melihat situasi dan kondisinya saat ini. Sangat sulit untuk selamat. Sebaiknya kau mengambil keputusan cepat. Apa kau tidak memikirkan Putramu? Dia juga menginginkan sosok Ibu," ucap Wilyam."Terimakasih atas nasehatmu, Bro. Aku tahu kau peduli padaku, tapi maaf. Aku tidak bisa. Berbicara mengenai Putraku, tentu saja aku memikirkan masa depannya. Namun, bukankah sangat egois bila aku meminta restunya untuk menikah lagi demi memberi Ibu baru? Sementara Ibu kandungnya masih terbaring tak berdaya di rumah sakit... Maaf, aku tidak bisa," jawab Mark, menolak tegas usulan Wilyam."Baiklah, aku tidak keberatan. Aku hanya ingin menyampaikan gagasank
ปรับปรุงล่าสุด: 2024-04-27
บางทีคุณอาจจะชอบ
Miss C
Miss C
Romansa · nura0484
37.1K views
Beautiful Pain
Beautiful Pain
Romansa · Yuyun Batalia
37.1K views
Takdir Sang Perawan Tua
Takdir Sang Perawan Tua
Romansa · Parikesit70
37.1K views
Perjalanan Waktu Nona Pewaris
Perjalanan Waktu Nona Pewaris
Romansa · Matahariku
37.1K views
Wanita Penjual ASI
Wanita Penjual ASI
Romansa · Risma Dewi
37.0K views
Aku Tak Sebodoh yang Kau Kira
Aku Tak Sebodoh yang Kau Kira
Romansa · Ria Abdullah
37.0K views
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status