Chapter: Dekapan Hangat"Aku ingin menuntut balas Paman Hartanto." Ucapan itu ibarat jarum menusuk kalbu Yoga. Parasnya yang tampan mendadak suram."Apa maksudmu?" Kening pria itu mengernyit penasaran."Kau tidak akan mengerti." Aku tidak berani menatap mata suamiku. Nalusirku seolah menahan agar tidak memberitahunya."Kalau begitu beritahu aku agar aku mengerti. Jika ceritanya panjang, maka buat lebih singkat, padat, dan jelas. Kau bukan anak kecil yang tak pandai menyusun paragraf." Siapa sangka bila Yoga justru mengatakan banyak hal.Sontak aku berpaling, menatap dalam netra suamiku. Di sinilah aku bisa menangkap kesungguhannya. Yoga bisa dipercaya."Paman Hartanto adalah penyebab Ayah meninggal." Suaraku bergetar ketika memoriku tertuju kepada mendiang ayah.Semua peristiwa menyakitkan dulu, kembali menari-nari di pelupuk mata. Seolah tengah mengejek."Dia merebut semua yang kami miliki. Aset, rumah, mobil, perhiasan, hingga beberapa lahan hasil kerja keras ayah. Namun, yang tak kalah menyakitkan adalah.
Terakhir Diperbarui: 2026-01-08
Chapter: Mintalah Bantuan Yoga"Apa?" Bahkan suaraku nyaris tercekat. Duaniaku seketika runtuh."Ibu dilecehkan?" Aku tak kuasa mendengar semua cerita Uti. Jika hanya berbicara soal harta, aku masih bisa merelakan. Namun, ini menyangkut ibu. Wanita yang telah melahirkanku. Bukankah aku tidak berguna sebagai anak?"Aku tahu kau pasti terkejut begitu mendengar ceritaku. Itulah sebabnya aku sempat mengurung niat untuk memberitahumu, tapi sepertinya kau berhak tahu. Walau bagaimanapun juga dia adalah ibumu.""Uti, apa kau yakin dengan apa yang ditemukan Papimu?" Aku berdiri, memegang kedua lengan Uti. Menatap wanita itu dengan derai air mata.Aku terkulai lemah ketika tahu kehormatan ibu dilecehkan. Apa yang harus aku katakan padanya nanti? Haruskan aku mempertanyakan kejadian memalukan itu?"Yumi, aku tahu kau terkejut mendengar ini. Bukan hanya kamu, aku dan papi juga masih belum percaya. Mengingat hubungan ayahmu dengannya. Pria itu menutup rapat cerita. Bahkan orang di sekitarnya pun tidak tahu apa-apa saja. Namun,
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: Fakta BaruAku tidak ingat part mana melakukan kesalahan. Menurutku, mengunjungi ibu bukanlah sebuah dosa. Aku sungguh membutuhkan sandaran setelah melalui beberapa peristiwa menyesakkan dada."Apa maksudmu melanggar kontrak? Aku tidak mengerti.""Jelas saja kau tidak mengerti, karena kau tidak pernah memikirkan perjanjian kita. Kau hanya sibuk menyusun rencana balikan sama mantan!"Aku rasa kali ini Yoga sudah keterlaluan. Bagaimana bisa dia mengatakan hal buruk tentangku. Sedangkan semalam aku sudah mengatakan, bahwa tidak ada hubungan apapun antara aku dan Aditya. Apa bercinta membuatnya hilang ingatan?"Yoga, aku rasa kau sudah melewati batas," ujarku masih menguasai diri."Aku tidak melakukan kesalahan apapun.""Kau--""Jika kau masih menemui ibu di sana tanpa sepengetahuanku, maka aku tidak akan segan-segan membatalkan semua perjanjian kita. Dan orang-orang pasar itu--""Cukup!"Aku sudah tak tahan lagi mendengar semua ocehan Yoga. Dia sudah terlalu jauh melangkah."Yoga, apa aku pernah mel
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: Anggap KesalahanTujuan pernikahan adalah membangun sebuah keluarga sakinah, mawaddah, warohma. Setidaknya itulah salah satu ajaran agama yang kami anut.Tuhan sangat membenci perceraian. Pun mempermainkan pernikahan atas dasar kontrak. Manusia tidak boleh semena-mena memperlakukan sebuah hubungan sebagai simbol simbiosis mutualis.Selayaknya cerita drama korea ataupun china. Kisah kami hampir sama. Menikah secara kontrak, seolah mengenyampingkan perintah agama. Padahal sudah jelas tertera dalam kitab suci kami, bahwa tidak lengkap agama seseorang bila tidak menikah. Dalam hal ini yang berarti usia sudah mencapai baligh.Haruskah aku memperjelas urusan agama ini bersama Yoga? Bagaimana jika pria itu bertanya mengapa aku tidak mempersoalkan sedari awal?Mengapa setelah semua yang terjadi, aku justru berubah pikiran. Bagaimana jika Yoga mengira aku memanfaatkan dirinya. Atau hanya karena kami telah tidur bersama."Aakk--"Aku membekap mulutku setelah berteriak kencang. "Apa yang aku lakukan? Mengapa aku
Terakhir Diperbarui: 2026-01-05
Chapter: Hasrat Otot Perut"Bukankah kau lebih suka dipaksa? Baiklah, aku akan memaksamu untuk bicara."Cup!Yoga membekap mulutku dengan kedua bibir tipisnya. Pria itu mencium, hingga membuatku terpaku."Aakk--"Harus ku akui, untuk sesaat aku terperangkap dalam dekapan Yoga. Ciuman itu serasa meniup ubun-ubun.Setelahnya kesadaranku kembali menyapa. Aku menggigit bibir pria itu hingga menyisakan luka.Yoga berdiri menarik diri. Akhirnya dadaku kembali lega. "Mengapa kau menggigitku?""Apa menurutmu aku harus diam saja ketika kau menindihku?" sarkasku tak terima."Kau--"Aku memalingkan wajah. Menggigit bibir bawah, tempat Yoga menciumnya. Sekali lagi deru jantungku kembali berdegup. Apakah aku telah jatuh cinta pada pria brengsek ini?Tidak! Aku tidak boleh jatuh cinta padanya. Aku tidak boleh jadi perebut cinta wanita lain. Masih ada Mawar diantara kami.Wanita itu telah kembali. Mungkin sebentar lagi hubungan mereka berkembang. Sedang aku harus melanjutkan hidup seperti biasa.Untuk sesaat keheningan menyap
Terakhir Diperbarui: 2026-01-04
Chapter: Yoga di Ujung JalanPukul lima sore aku menyelesaikan semua desai pesanan orang. Meski diterpa masalah, aku tetap profesional memperhatikan pekerjaan.Hari ini aku memutuskan untuk mengunjungi ibu. Lama tak bersua dengannya, membuatku rindu. Di sisi lain, aku ingin merasakan nikmatnya sambal pete buatan wanita yang telah melahirkanku itu.Aku masih belum siap bertemu Yoga. Walau bagaimanapun juga pria itu telah membuatku terluka.Dalam perjalanan menuju rumah ibu, ponselku terus berdering. Aku menepi untuk memastikan siapa yang menghubungiku."Yoga." Adalah suamiku, orang yang membuat perjalananku terhambat.Aku menolak panggilan itu. Namun, ponselku kembali berdering. Lagi-lagi aku tidak bersedia bicara dengannya. Aku berencana ingin menenangkan diri di kediangan ibu."Assalamu'alaikum," ucapku begitu sampai rumah.Pukul setengah delapan malam, akhirnya aku menyambangi kediaman ibu. "Yumi? sedang apa kau kemari, Nak? Apa kau datang sendirian? Mana suamimu?"Bisa dipastikan ibu menanyakan Yoga. Mengingat
Terakhir Diperbarui: 2026-01-03
Chapter: Akhir Dari Segalanya (Tamat)Hari yang ku nantikan akhirnya datang juga. "Selamat siang, Tuan Mark. Apa benar kau yang memanggilku?" Akhirnya wanita licik itu masuk dalam perangkapku. Dia datang seorang diri. "Silahkan duduk, Nona Monika. Aku memang ingin bertemu denganmu." Ya, wanita itu adalah Monika. Wanita yang selama tiga bulan terakhir ku curigai kehadirannya. Setiap kali melangkah, wanita itu pasti ada dimana-mana. Bukankah ini sesuatu yang mencurigakan? Bahkan pertemuan kami pun seolah direncanakan dengan matang. "Ada apa, Tuan Mark? Apa kau merindukanku?" Kali ini Monika tak segan menunjukkan jati dirinya. Dia membelai pundak serta dahiku. Seakan hendak menggoda. Faktanya adalah aku tidak tertarik sama sekali. "Tentu saja aku merindukanmu. Kalau tidak, untuk apa aku capek-capek memintamu datang?" Aku sungguh muak terhadap diriku sendiri. Menyentuh paha wanita selain Maria, membuatku jijik dan ingin muntah. "Benarkah? Kalau begitu tunggu apa lagi? Silahkan jamah aku." Aku sudah duga, Monika past
Terakhir Diperbarui: 2024-04-30
Chapter: Dan TernyataTiga bulan sudah istriku menjalani tahap pemulihan. Dan hari ini akhirnya kami diizinkan kembali ke rumah.Senang rasanya bisa melangkah bersama seperti ini. Menghirup udara serta aroma khas rumah yang telah lama dirindukan.Sewaktu berada di rumah sakit, Maria kerap menanyakan rumah ini. Maklum saja, dua tahun koma tentu membuatnya melupakan banyak hal. Selalu yang diingat hanyalah peristiwa enam tahun silam.Tapi tidak masalah, yang terpenting adalah dia telah kembali padaku. Sisanya biar takdir yang urus.Aku tidak ingin hal lain mengusik ketenangan kami. Sudah cukup aku melihat air mata di pipi Maria. Sekarang waktunya dia bahagia."Sayang, berapa lama aku koma? Mengapa semuanya tampak sama? Bukankah kau bilang, bahwa aku koma selama dua tahun? Tapi kau dan aku masih terlihat sama."Entah apa maksud dari pertanyaan ini. Maria duduk di depan cermin rias miliknya. Sedangkan aku meletakkan tas milik istriku itu."Apa menurutmu ada yang berbeda dari rumah ini? Atau cermin itu yang ber
Terakhir Diperbarui: 2024-04-30
Chapter: Wanita Itu Datang LagiAku masih menunggu hasil pemeriksaan Maria. Tiba-tiba sosok wanita asing datang menghampiriku."Tuan Mark? Ah, benar itu Anda. Tadinya aku ragu untuk menyapa, takut salah orang. Tapi rupanya benar-benar Anda," ucap wanita yang nyaris membuatku lupa siapa dia."Ah ya, Nona...""Monika."Bahkan aku melupakan namanya saking tidak pentingnya dia. Entah wanita ini datang dari sudut mana, tiba-tiba berdiri di depanku dengan senyuman yang menurutku mencari perhatian."Ah, benar. Monika," gumamku acuh.Tuhan, Kau bisa tahu betapa aku tidak menyukai interaksi ini. Aku sungguh canggung dan merasa aneh."Mark, dia..."Leo menghampiri kami dengan tatapan penuh tanyanya."Bukan siapa-siapa. Hanya seseorang yang tak sengaja bertemu. Aku nyaris menabraknya sewaktu menjemput Leo tadi siang. Entah mengapa kami selalu bertemu dimana-mana," jelasku bernada sedikit kesal.Entah mengapa, semenjak Maria siuman. Aku lebih sensitif terhadap wanita lain... Maksduku adalah aku tidak suka ada perempuan lain di
Terakhir Diperbarui: 2024-04-30
Chapter: Jangan Menikah LagiMark Pov.Setelah sekian lama menyaksikan istriku terbaring koma tak berdaya di rumah sakit yang ku bangun sendiri, kini akhirnya ia kembali pulih.Mungkin Tuhan telah bosan mendengar doa serta keluhanku. Atau mungkin Maria sakit hati setelah aku mengancamnya menikah lagi.Sungguh, aku tersenyum gemas ketika mengingat hari itu. Andai bukan di rumah sakit. Andai kondisinya telah membaik seperti dulu. Maka aku akan menciumnya secara bertubi-tubi. Lalu mengajaknya bercinta sepanjang hari.Maria, istriku itu sangat suka menggoda ketika usianya beranjak lebih dewasa. Bukan tanpa usaha, dia semakin bijaksana dan berwibawa.Sampai detik ini, aku masih belum percaya, bahwa Tuhan akhirnya mengabulkan segala hajat yang ku panjatkan.Pun Joe, Putra kami satu-satunya. Anak itu tak pernah berhenti mendoakan Ibunya yang sekarat. Walau sempat kecewa serta nyaris putus asa karena Maria tak kunjung sadar juga. Akan tetapi, Joe berhasil melalui itu semua.Harus aku akui, Anak itu sungguh luar biasa ber
Terakhir Diperbarui: 2024-04-30
Chapter: Habis Gelap, Terbitlah TerangHari itu Mark dan Joe tengah merayakan ulang tahun Maria yang ketiga puluh satu. Walau wanita itu masih setia dengan tidur panjangnya.Selang infus dan oksigen menjadi saksi bisu mereka merayakan hari kelahiran Ibu satu Anak tersebut. Seolah hendak mengatakan kepada dunia, bahwa meski dalam situasi dan kondisi apapun, mereka tetap setia menanti kehadiran Maria di tengah-tengahnya.Walau entah kapan waktu itu akan segera datang. Yang pasti baik Mark maupun Joe, keduanya kompak tidak ingin putus asa."Happy birthday to you... Happy birthday too you... Happy birthday to you... Happy birthday... Happy birthday to you..."Mark dan Joe menyanyikan lagu selamat ulang tahun kepada Maria."Maaf, aku terlambat... Belum dimulaikan acara tiup lilinnya? Maaf, tadi aku mampir di butik teman untuk membeli gaun ini sebagai hadiah. Nanti kalau Mommy dari cucuku yang tampan ini sembuh, bisa langsung dikenakan."Sementara Mely datang terlambat, karena masih harus mencari hadiah ulang tahun untuk menantu
Terakhir Diperbarui: 2024-04-29
Chapter: Munculnya Wanita LainEntah dengan jurus doa apa lagi harus Mark dan Joe panjatkan kepada Tuhan agar Maria segera sadar dari komanya.Telah berbagai macam cara dilakukan. Akan tetapi, hasilnya masih tetap sama. Sampai akhirnya memasuki tahun kedua."Mark, apa kau tidak berencana untuk menikah lagi? Maaf sebelumnya, bukan aku tidak menghormati istrimu. Akan tetapi, bila melihat situasi dan kondisinya saat ini. Sangat sulit untuk selamat. Sebaiknya kau mengambil keputusan cepat. Apa kau tidak memikirkan Putramu? Dia juga menginginkan sosok Ibu," ucap Wilyam."Terimakasih atas nasehatmu, Bro. Aku tahu kau peduli padaku, tapi maaf. Aku tidak bisa. Berbicara mengenai Putraku, tentu saja aku memikirkan masa depannya. Namun, bukankah sangat egois bila aku meminta restunya untuk menikah lagi demi memberi Ibu baru? Sementara Ibu kandungnya masih terbaring tak berdaya di rumah sakit... Maaf, aku tidak bisa," jawab Mark, menolak tegas usulan Wilyam."Baiklah, aku tidak keberatan. Aku hanya ingin menyampaikan gagasank
Terakhir Diperbarui: 2024-04-27
Chapter: SeranganKeesokan harinya, atmosfer hangat dari jamuan makan malam bersama Permana masih menyelimuti kediaman Azura dan Anggun. Namun, di sudut kota yang lain, kepanikan yang luar biasa sedang membakar habis kewarasan Dewi.Di dalam kamar hotel mewah tempat ia menginap sementara waktu untuk menghindari Permana, Dewi mondar-mandir dengan napas memburu. Di sofa depan tempat tidurnya, Erika duduk dengan wajah yang sama pucatnya. Informasi yang baru saja mereka terima dari salah satu orang dalam di rumah utama keluarga Permana benar-benar meruntuhkan sisa-sisa pertahanan mereka."Kamu bilang apa, Erika?! Mas Permana mendatangi rumah anak haram itu sendirian?!" Suara Dewi meninggi, melengking panik, merusak wibawa glamornya yang biasa."Iya, Tante! Dan yang lebih buruk, orang rumah bilang Om Permana pulang dari sana dengan wajah yang sangat tenang, bahkan tersenyum!" Erika mengepalkan jemarinya frustrasi."Tante tahu artinya, kan? Perempuan bernama Anggun itu pasti sudah memengaruhi Om Permana! Log
Terakhir Diperbarui: 2026-10-13
Chapter: Makan Malam yang IntimSuasana di dalam penthouse Azura dan Anggun terasa jauh lebih ringan dan lega setelah kepergian Permana. Beban besar yang selama ini menghimpit pundak Azura seolah terangkat seketika saat menyadari bahwa ayahnya kini telah melihat kebenaran yang sesungguhnya. Malam itu, setelah berdiskusi dengan penuh kedewasaan, mereka memutuskan untuk menindaklanjuti restu tersirat dari Permana dengan cara yang paling terhormat."Kita akan mengadakan jamuan makan malam resmi di sini, Anggun," ucap Azura seraya mengelus jemari istrinya lembut saat mereka bersantai di sofa. "Hanya kita berdua dan Papa. Aku ingin menyambut Papa di rumah kita yang sebenarnya, tanpa gangguan dari siapa pun."Anggun tersenyum manis, kepalanya bersandar nyaman di dada bidang suaminya. "Aku setuju, Mas. Om Permana baru saja kehilangan Dewa, dan hatinya pasti masih terluka parah. Makan malam yang hangat di rumah yang damai mungkin bisa sedikit mengobati batinnya."Mendengar betapa tingginya rasa empati dan kedewasaan istriny
Terakhir Diperbarui: 2026-10-11
Chapter: Ego yang RuntuhPermana menatap Anggun dengan napas yang tertahan di tenggorokan. Kalimat wanita muda itu—“tempat itu terlalu beracun untuk ditumpangi sebuah ketulusan”—terdengar begitu lugas, tanpa kepalsuan, dan langsung menghujam ulu hatinya.Sebagai pria yang terbiasa mendikte jalannya bisnis dan rumah tangga dengan otoritas mutlak, Permana bersiap mendengar argumen yang penuh pembelaan diri yang cengeng atau serangan balik yang histeris. Namun, apa yang ia dapatkan dari Anggun justru sebuah ketenangan yang dewasa, sebuah kedewasaan yang bahkan tidak pernah ia temukan pada diri Dewi, istrinya sendiri.Ruang tamu rumah itu mendadak hening. Hanya ada deru napas Permana yang berat di antara aroma teh melati hangat yang baru saja disajikan Anggun di atas meja kaca.Permana melangkah perlahan menuju sofa, lalu duduk tanpa melepaskan pandangannya dari Anggun. Egonya yang semula membara perlahan mulai menyusut, berganti dengan rasa lelah yang teramat sangat yang selama ini ia sembunyikan di balik topeng
Terakhir Diperbarui: 2026-10-09
Chapter: Pertemuan Perdana Antara Anggun dan PermanaSementara Azura dan Anggun sedang menghabiskan waktu berdua di dalam kehangatan vila pegunungan mereka, badai baru justru sedang berkumpul di Jakarta. Di dalam ruang kerjanya yang luas namun terasa mati, Permana berdiri di dekat jendela besar yang menghadap ke halaman rumah utama. Pria paruh baya itu memegang segelas wiski yang belum disentuhnya sama sekali. Pikirannya tidak tenang. Kalimat-kalimat tegas Azura dua hari lalu terus berputar di otaknya bagaikan kaset rusak yang merobek sisa-sisa harga dirinya.“Anggun adalah duniaku sekarang, Pa. Restu atau tidak dari keluarga ini, tidak akan pernah mengubah statusnya sebagai istri sahku selamanya.”Permana menarik napas dalam-dalam, dadanya terasa sesak. Kehilangan Dewa telah menghancurkan separuh jiwanya. Kenyataan bahwa Aira membusuk di penjara telah merenggut kewibawaannya. Dan kini, Azura—satu-satunya putra yang tersisa, yang ia harapkan bisa meneruskan takhta bisnis keluarga—justru memilih membangkang demi seorang wanita asing.Ras
Terakhir Diperbarui: 2026-10-06
Chapter: Liburan RomantisKeesokan paginya, suasana di dalam rumah terasa jauh lebih tenang. Ketegangan yang dipicu oleh kedatangan Dewi dua hari lalu perlahan menguap, digantikan oleh rutinitas pagi yang hangat.Azura berdiri di dekat jendela besar ruang tengah, menatap cangkir kopi di tangannya dengan pandangan yang dalam. Meskipun Anggun telah menunjukkan ketegaran yang luar biasa dan sama sekali tidak memperlihatkan tanda-tanda trauma yang mendalam, hati kecil Azura tetap digerogoti oleh rasa bersalah.Sebagai seorang suami, Azura merasa bertanggung jawab atas ketidaknyamanan yang menimpa istrinya akibat konflik internal keluarganya. Ia tidak ingin Anggun terus-menerus dihadapkan pada atmosfer kota yang bising dan penuh intrik. Pria itu lantas meletakkan cangkirnya, lalu berjalan menghampiri Anggun yang sedang melipat beberapa helai pakaian di ruang bersantai."Anggun," panggil Azura lembut.Anggun mendongak, seraya menyugar rambutnya yang sedikit berantakan ke belakang telinga, lalu tersenyum manis."Iya,
Terakhir Diperbarui: 2026-10-05
Chapter: Racun dan DramaDengan napas yang masih terengah-engah dan dada yang berguncang hebat akibat amarah yang membakar benaknya, Dewi melangkah keluar dari kediaman Azura. Sepanjang jalan menuju rumah utama keluarga Permana, jemarinya mencengkeram kemudi dengan begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Di kepalanya, kalimat-kalimat telak dari Anggun terus terngiang bagai tamparan yang tak kunjung usai.“Sampah yang sesungguhnya adalah wanita yang puluhan tahun lalu berselingkuh...”"Kurang ajar! Perempuan rendahan itu benar-benar harus disingkirkan!" makian Dewi pecah di dalam keheningan mobilnya.Dewi sebenarnya tidak tahu-menahu tentang masa lalu Anggun. Ia sama sekali tidak mengenal siapa itu Diki, tidak tahu latar belakang keluarga Anggun, ataupun kisah cinta lama wanita itu. Satu-satunya alasan Dewi mengetahui keberadaan Anggun adalah karena aduan dari Erika beberapa hari lalu. Erika bercerita dengan penuh amarah bahwa beberapa bulan lalu, ia sempat bertamu ke rumah pribadi Azura dan mendapati se
Terakhir Diperbarui: 2026-10-04