author-banner
TIZZZ
TIZZZ
Author

Novels by TIZZZ

Pengantin Pengganti Duke Dillard

Pengantin Pengganti Duke Dillard

"Kau tidak bisa lari. Karena kau sudah jadi milikku." -- Duke Dillard Donoughoe menginginkan kejatuhan keluarga Brieris, dan Juliet adalah harga yang harus dibayar. Namun, ketika kebenaran terungkap di tengah lantai dansa, siapa yang sebenarnya sedang dipermainkan?
Read
Chapter: (S2) Bab 132. Reaksi Lincoln
Dokter itu meletakkan tangannya di atas tas medis, menatap sang Duke dengan pandangan otoriter. "Istri Anda baik-baik saja. Kehamilan ini berjalan normal, sealami matahari yang terbit di pagi hari. Tugas Anda sekarang adalah memastikan dia tidak stres. Dan itu termasuk tidak membuatnya pening dengan rentetan pertanyaan Anda yang tak habis-habis ini."Dillard terhenti. Ia menutup buku catatan kecilnya dengan bunyi plak yang cukup keras. Namun, kegigihannya belum luruh. "Berapa sering dia harus diperiksa?"Dr. Maren menghela napas panjang, sebuah embusan napas yang terdengar seperti doa minta kesabaran. "Sebulan sekali sudah lebih dari cukup. Begitu Anda sampai di ibu kota, Anda bisa menemukan bidan kerajaan yang sangat kompeten. Mintalah Duke Theodore memberikan rekomendasi, dia pasti tahu siapa yang terbaik.""Baik," jawab Dillard pendek."Ada pertanyaan lain? Pertanyaan terakhir, saya mohon," sindir Dr. Maren halus."Satu." Dillard menatap Dr. Maren langsung ke matanya, intensitasn
Last Updated: 2026-05-05
Chapter: (S2) Bab 131. Catat
Dokter yang akhirnya tiba adalah seorang perempuan paruh baya bernama Dr. Maren. Ia membawa tas kulit hitam besar yang tampak berat dan mengenakan ekspresi wajah "jangan-ajak-aku-basa-basi" yang sangat kaku. Tanpa banyak bicara, ia mengusir Dillard keluar dan memeriksaku selama dua puluh menit penuh yang terasa seperti selamanya.Dillard, tentu saja, bersikeras ingin tetap di dalam ruangan."Tidak," sahut Dr. Maren datar, seolah ia sedang menolak permintaan seorang anak kecil untuk menambah porsi pencuci mulut. "Keluar, Yang Mulia. Anda hanya akan membuat tekanan darah istri Anda naik karena kegelisahan Anda yang tidak perlu itu."Maka Dillard pun terpaksa berdiri di luar pintu. Aku tidak perlu melihat menembus kayu ek yang tebal itu untuk tahu posisinya: tegak, kaku, dan mungkin sedang menatap dinding seberang dengan intensitas yang bisa melubanginya.Setelah dua puluh menit yang melelahkan, Dr. Maren akhirnya membuka pintu. Benar saja, Dillard berdiri tepat di depannya, nyaris s
Last Updated: 2026-05-04
Chapter: (S2) Bab 130. "Situasinya berbeda, Dillard."
"Kirim kurir lagi," jawab Dillard dingin. Ia mendekati meja tulis. Ia mengambil pena seolah ingin menulis sendiri surat itu. "Katakan ada urusan mendesak. Katakan kita terlambat dua hari. Bilang saja jalanannya rusak. Aku tidak peduli."Sekali lagi, Helena melirikku. Matanya seolah bertanya apakah kita harus menuruti kegilaan ini. Aku hanya berkedip pelan.Aku memberi isyarat kecil dengan tangan. Itu perintah bisu untuk menuruti pria yang sedang panik itu. Tidak ada gunanya membantah sekarang."Lakukan saja, Helena," bisikku pelan."Baik, Yang Mulia," sahut Helena. Ia mundur perlahan. Ruangan kini dipenuhi aroma tinta dan kecemasan.Dillard kembali menatapku. Ia terlihat seperti sedang menyusun strategi perang. Padahal,
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: (S2) Bab 129. Dillard Panik
Dillard sedang duduk di tepi tempat tidur saat aku keluar.Kemejanya sudah terpasang. Rambutnya sudah tersisir rapi. Ia sedang merunduk. Ia sibuk menarik tali sepatu boots-nya dengan saksama. Ia tidak langsung melihatku.Aku berdiri diam di depan pintu. Aku memperhatikannya selama beberapa detik.Dillard mengangkat kepala. Ia menangkap wajahku dengan satu tatapan cepat. Itu cara khasnya membaca situasi sebelum bertanya.Ia berhenti mengikat tali sepatunya. Tubuhnya menegang."Kau terlihat pucat—""Dillard." Aku melangkah maju. Ia hendak menyentuh dahiku untuk mengecek demam. Ak
Last Updated: 2026-04-29
Chapter: (S2) Bab 128. Tidak Akan Sama Lagi
Aku tidak langsung memberitahu Dillard. Ada sesuatu yang menahanku. Mungkin itu rasa takut.Atau mungkin keinginan posesif untuk menyimpan rahasia ini sedikit lebih lama. Aku belum ingin ia menjadi milik dunia.Mual bisa berarti banyak hal. Bisa karena perjalanan panjang yang melelahkan. Bisa karena pola tidur yang kacau balau.Mungkin juga sisa tekanan berbulan-bulan baru bereaksi pada tubuhku sekarang. Aku tidak ingin menjanjikan sesuatu yang besar.Aku tidak ingin memberi harapan menyilaukan lalu ternyata salah.Aku turun ke dapur lebih awal. Saat itu rumah masih terlelap dalam sunyi. Udara pagi terasa menusuk hingga membuat bulu kuduk berdiri.Di sudut
Last Updated: 2026-04-28
Chapter: (S2) Bab 127. Apakah Aku Menginginkannya?
Hari kedua, dan ada sesuatu yang janggal di koridor lantai dua: pintu kamar Lincoln terbuka lebar.Biasanya, pintu itu tertutup rapat seolah menyembunyikan rahasia besar—padahal isinya cuma kekacauan yang tampak seperti habis diterjang badai. Aku berhenti di ambang pintu dan mendapati Lincoln berdiri mematung di tengah ruangan. Di tangannya ada selembar kemeja yang ia pandangi dengan dahi berkerut, seolah benda itu adalah teka-teki paling rumit di dunia."Kau berubah sejak bertunangan," ujarku memecah hening.Lincoln tersentak, menoleh dengan wajah gusar. "Kau bisa mengetuk, tahu.""Pintumu terbuka.""Bukan berarti kau boleh masuk begitu saja."Aku hanya tersenyum tipis, tetap bersandar santai di kusen pintu. "Apa Helena mengatakan sesuatu?""Dia bilang aku berantakan," gumamnya pelan."Yah, dia tidak salah.""Aku tahu." Ia menghela napas, mencoba melipat kemeja itu dengan gerakan kaku. Hasilnya? Bergelombang dan jauh dari kata rapi. Ia membongkarnya lagi, lalu mencoba mengulanginya
Last Updated: 2026-04-27
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status