author-banner
Zara Kisaka
Zara Kisaka
Author

Novels by Zara Kisaka

Jerat Posesif Adik Angkat Menawan

Jerat Posesif Adik Angkat Menawan

‎Violletta, wanita lugu yang manja, tak pernah menyangka kepulangan adik angkatnya, Kael, akan mengakhiri hidup tenangnya. Berlindung di balik amanah orang tua, Kael mulai mengurung Vio dalam obsesi posesif yang mendebarkan, mengubah setiap perhatian manis menjadi jerat rasa terlarang yang selama ini hanya berani Vio rasakan dalam mimpi-mimpi liarnya. ‎ ‎​Namun, saat sebuah perjodohan datang mengancam, sikap patuh Kael hancur seketika. Sang adik berubah menjadi sosok agresif yang siap menghancurkan pria mana pun yang berani menyentuh miliknya. Kini, Vio terjepit di antara status keluarga dan godaan gila dari pria yang seharusnya ia panggil adik, namun justru paling menginginkannya.
Read
Chapter: Bab 108. Kepingan Kecil Memori
Langit sore di atas pantai privat yang tadinya cerah perlahan berubah menjadi kelabu pekat. Angin laut bertiup kencang, menggoyangkan dedaunan pohon kelapa dan memicu gelombang ombak yang menghantam karang dengan suara gemuruh yang hebat.Vio sedang berdiri sendirian di dekat dinding kaca raksasa kamar utama, menatap hamparan laut yang kian menggelap. Sementara itu, Kael sedang berada di lantai bawah untuk menerima telepon singkat dari Bagas terkait pengamanan area perbatasan.Kilatan petir menyambar kencang di atas langit pantai, disusul suara gemuruh dahsyat yang menggelegar menembus dinding kaca.Deg.Sensasi dingin yang aneh seketika menjalar dari telapak kaki hingga ke ujung kepala Vio. Suara gemuruh petir yang memekakkan telinga itu mendadak bergema sangat asing di dalam benaknya, bercampur dengan gema samar yang menyerupai dentuman keras.Vio memegangi pelipisnya yang mendadak berdenyut nyeri. Dia memejamkan mata rapat-rapat saat sebuah bayangan samar yang sangat asing mendadak
Last Updated: 2026-08-22
Chapter: Bab 107. Ruangan Apa Itu?
Keheningan pagi di villa pantai terasa begitu menenangkan. Vio tidur sangat pulas di atas kasur sutra, warna merah muda alami sudah kembali menghiasi pipinya yang mulus. Panas tubuhnya benar-benar luntur sepenuhnya.Namun, di sudut lain villa tersebut, pikiran Kael sama sekali tidak tenang.Igauan Vio saat demam kemarin tentang suara tembak dan kegelapan itu terus bergema di kepala Kael bagaikan alarm bahaya. Kael sadar, sekecil apapun celah yang bisa memancing ingatan masa lalu Vio harus dimusnahkan tanpa sisa.Dengan langkah tegap dan raut wajah dingin, Kael menggeledah seluruh koper serta barang bawaan mereka dari rumah panggung. Pria itu mengumpulkan beberapa dokumen tua, sebuah rekaman cadangan, dan satu buah belati perak berukir lambang klan masa lalu yang tak sengaja terbawa.Kael melangkah cepat menuju ruang kerja pribadinya di ujung lorong lantai dua. Di balik rak buku mahoni yang tebal, terdapat sebuah pintu besi tersembunyi menuju ruang penyimpanan rahasia berlapis baja. Ka
Last Updated: 2026-08-14
Chapter: Bab 106. Kael Sangat Panik
​Ciuman panjang dan dalam di atas meja bar tadi akhirnya mereda. Kael perlahan melepaskan tautan bibir mereka, menatap Vio yang terkulai lemas di dalam dekapannya dengan napas naik turun yang berantakan.​Vio menyandarkan kepalanya di dada bidang Kael, mendengarkan detak jantung suaminya yang bergemuruh kencang. Pikiran polosnya yang tadi dipenuhi pertanyaan tentang orang tua, perlahan memudar, tergantikan oleh rasa hangat dan cinta murni yang selalu ditawarkan Kael.“Maafkan aku ya, Suamiku,” bisik Vio lirih, jemari kecilnya meremas kemeja putih yang dikenakannya. “Aku tidak akan bertanya yang aneh-aneh lagi. Aku tidak ingin membuat suamiku sedih.”​Mendengar bisikan itu, dada Kael serasa dihantam rasa bersalah yang luar biasa. Namun, rasa posesifnya dengan cepat meredam penyesalan itu. Kael mengecup puncak kepala Vio dengan amat lama, mengusap punggung halus istrinya penuh kasih sayang.“Kamu tidak salah, Sayang. Tidak perlu minta maaf,” balas Kael lembut, suaranya kembali tenang me
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Bab 105. Sebuah Pertanyaan
​Sinar matahari pagi menerobos dinding kaca raksasa, membiaskan warna keemasan di atas meja makan kayu yang menghadap langsung ke hamparan laut biru. Suara deburan ombak yang tenang dan aroma kopi hangat mengisi keheningan villa yang privat itu.​Vio sedang duduk di kursi tinggi dekat meja bar dapur, mengenakan salah satu kemeja putih milik Kael yang kebesaran hingga menutupi separuh pahanya. Pria itu baru saja memanjakannya dengan kecupan-kecupan hangat di pergelangan tangan sebelum sibuk membuatkan sarapan omelet untuk mereka berdua.​Melihat Kael yang begitu telaten membolak-balikkan masakan, dada Vio dipenuhi rasa hangat yang membuncah. Namun, di tengah ketenangan itu, ada satu ruang kosong di benaknya yang mendadak terusik sejak beberapa hari terakhir.​Vio meletakkan cangkir tehnya perlahan. Manik matanya yang jernih dan polos menatap punggung tegap Kael yang membelakanginya.“Suamiku,” panggil Vio pelan.“Iya, Sayang?” sahut Kael lembut tanpa berbalik, mengulas senyum manis kar
Last Updated: 2026-08-02
Chapter: Bab 104. Malam Panas di Rumah Baru
Mesin mobil menderu kencang menembus kegelapan malam. Hujan deras dan petir menyambar di luar, membasahi kaca mobil yang sudah dirancang khusus tahan peluru.Di kursi belakang yang luas dan bernuansa kulit mewah, Kael duduk bersandar. Keagresifan dan emosi Kael yang meletup-letup sejak kejadian tadi belum benar-benar mereda. Pria itu tidak membiarkan Vio duduk di kursinya sendiri. Sejak awal mobil bergerak, Kael sudah menarik Vio ke dalam pangkauannya.Kael merangkul pinggang ramping istrinya sangat erat, menyembunyikan wajah tampannya di ceruk leher Vio. Napasnya hangat dan memburu, menyesap aroma tubuh Vio berulang kali bagaikan pria yang sedang kecanduan.“Suamiku,” ucap Vio lembut, memegang bahu lebar Kael. Pipi Vio merona merah sempurna di bawah remang lampu interior mobil. “Jangan memelukku terlalu kencang, nanti lukamu makin sakit.”Vio memegang kapas bertotol alkohol dan perban kecil di tangan kirinya. Dengan telaten Vio berusaha mengobati luka robek di sudut bibir dan buku-bu
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: Bab 103. Lepaskan Istriku!
​Angin malam yang biasanya sejuk mendadak berubah menjadi badai buatan. Suara baling-baling helikopter begitu memekakkan telinga, menerbangkan dedaunan dan membuat debu berhamburan.​Vio yang baru saja melangkah keluar dengan balutan gaun tidur putih tipisnya dan sebuah kardigan rajut, terpaksa menyipitkan mata dan menghalangi wajahnya dengan tangan. Jantungnya berdebar kencang, ketakutan mulai merayap di dadanya yang lugu.“Suamiku, kamu di mana?” panggil Vio dengan suara bergetar, nyaris tenggelam oleh suara bising baling-baling.​Dari balik pepohonan yang tersorot lampu helikopter, sesosok pria berjaket kulit melangkah cepat mendekati pekarangan. Itu bukan Kael. Pria itu adalah Rey, dengan wajah tegang dan luka tembak di dadanya yang belum sepenuhnya pulih.​Melihat Vio berdiri di teras dengan raut ketakutan, Rey bernapas lega. “Violletta! Akhirnya aku menemukanmu!” panggil Rey seraya berlari menaiki tangga teras kayu.​Vio tersentak kaget. Secara refleks, naluri bertahannya beker
Last Updated: 2026-07-29
You May Also Like
Teman Tapi Menikah
Teman Tapi Menikah
Romansa · Sara Maureen
8.2K views
Lidah Menantu
Lidah Menantu
Romansa · windaamel70
8.2K views
Rahasia Kematian Syakila
Rahasia Kematian Syakila
Romansa · aleevani
8.2K views
Mata Elang
Mata Elang
Romansa · Vellyna Yari
8.2K views
BERBAGI CINTA
BERBAGI CINTA
Romansa · YUDI MASRAMID
8.2K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status