author-banner
Hany Honey
Hany Honey
Author

Novels by Hany Honey

Suamiku Masih Dengan Masa Lalunya

Suamiku Masih Dengan Masa Lalunya

Menikah dengan laki-laki yang dicintai dari dulu, bukannya bahagia, tapi Reva harus menelan pil pahit, karena Angga masih mencintai kekasihnya. Padahal Reva dan Angga pernah menjalin hubungan saat masih SMP. Reva mengira Angga masih menyimpan cinta untuknya. Ternyata cinta Angga sudah berpindah ke lain hati. Zhalina, kekasih Angga, yang tak lain adalah kakak sepupunya. Entah mengapa Angga dan Zhalina sampai menjalin hubungan sejauh itu. Padahal mereka jelas tidak bisa menikah, apalagi mereka tak hanya saudara sepupu saja, melainkan mereka adalah saudara satu susuan. Apakah Angga terus melanjutkan hubungannya dengan Zhalina? Atau dia mempertahankan pernikahannya dengan Reva? Atau Reva yang malah pergi, karena Angga tak pernah memberikan kewajiban batinnya sebagai suami.
Read
Chapter: Lima Belas - Aku Siap Bercerai Dengan Angga
Mereka sampai di rumah Bayu. Reva dan Angga turun dari mobilnya. Dengan reflek tangan Angga menggenggam tangan Reva dan berjalan masuk ke dalam rumah.Mereka di sambut dengan Bayu yang kala itu sedang duduk di ruang tengah.“Kalian sudah datang? Bagaimana kalian bahagia?” tanya Bayu.“Kami bahagia, Ayah,” ucap Angga, dan Reva hanya tersenyum.“Bunda di mana, Yah?” tanya Reva setelah mencium tangan Bayu.“Sedang di dapur sama Bibi, sedang menyiapkan masakan,” jawab Bayu.“Zhalina sama Anggi?” tanya Reva lagi.“Zhalina sedang bersama Dokter Vera ke rumah singgah, dan Anggi belum datang, masih d jalan katanya,” jawab Bayu. “Tapi, Pakde Bima sama Bude Nisa sudah di dalam, tuh lagi ngobrol sama Eyang.” Lanjut Bayu.“Oh Om Bima sama Tante Nisa juga datang?” “Iya, nanti Vero sama Zevan juga menyusul ke sini. Oh iya Reva, panggil pakde sama bude. Kan Bima sama Nisa Pakdenya Angga? Ucap Bayu.“I—iya, Yah. Ya sudah Reva tinggal ke dapur dulu, Yah, mau ketemu bunda,” pamit Reva.“Emm … Angga,
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: Empat Belas -
Reva kembali menyandarkan kepalanya dan melihat jalanan lewat jendela mobilnya. Sesekali Angga memandangi Reva yang memunggunginya. Angga tahu kenapa Reva mematikan musiknya. Dan, Angga juga tidak tahu, kenapa dia bisa memutar lagu dari Dewa 19 yang banyak sekali kenangannya saat bersama Reva lewat lagu itu. Angga tidak tahu apa yang terjadi pada hatinya sejak tadi siang. Saat Reva mengirim pesan sangat singkat pada dirinya tadi siang membuat ingatannya tertuju pada Reva.Melihat Reva berpakaian kaos lengan panjang dan rok plisket mengingatkannya saat dulu Reva masih SMP dan berangkat les bersama. Wajah Reva juga tak berubah, masih manis dan sangat cantik. Bedanya hanya dia tampak lebih dewasa.“Kenapa aku mengingat dulu lagi? Dia masih tetap sama, selalu berpenampilan sederhana sekali,” gumam Angga dengan terus mencuri pandang pada Reva.Reva melihat Angga yang dari tadi mencuri pandang pada dirinya. Reva merasa aneh pada sikap Angga hari ini. Reva menatap Angga yang sedang fokus men
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: Tiga Belas - Istri Tidak Tahu Sopan Santun
Reva bersimpuh di lantai. Dia menangis sejadi-jadinya kala itu setelah melihat foto-foto Angga dan Zhalina. Dia tidak menyangka suaminya yang menurut dia adalah pria paling baik, tapi ternyata suaminya bisa sebuta itu karena cinta. Dan, Reva tidak menyangka, wanita seperti Zhalina juga bisa buta karena cinta.“Apa aku harus bilang pada bunda dan Ayah tentang semua ini? Aku bisa bertahan jika hanya karena Angga yang tidak mencintaiku. Tapi, kalau untuk masalah ini. Aku benar-benar menyerah. Aku tidak mau mereka semakin terjerumus dalam dosa. Zhalina sahabatku, dan Angga, dia pria yang aku cintai. Jika seperti ini kenyataannya aku lebih memilih tidak menikah dengan Angga, dan hanya mencintai Angga dalam diamku. Itu sudah lebih dari cukup,” gumam Reva. Reva menghapus air matanya.Sudah hampir jam 4 sore Angga belum juga pulang. Dia mengambil ponselnya. Reva baru sadar kalau ponselnya mati. Dia menghidupkan ponselnya. Banyak sekali pesan dari Angga yang masuk, yang isinya melanjutkan perd
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: Dua Belas - Tidak Disangka
Reva masih duduk terpaku. Dia tidak tahu harus bagaimana mencegah Angga dan Zhalina agar tidak lebih dalam hubungannya. Reva menyeka air matanya yang jatuh membasahi pilu saat Angga pergi dari ruangannya. Reva menangis hingga sesenggukan. Dia merasakan sakit yang begitu hebat di hatinya, hingga merasa sesak sekali dadanya.Reva mendengar ponselnya berbunyi. Lusi, ibunda dari Suaminya yang meneleponnya entah apa yang akan Lusi bicarakan saat itu. Sebelum Reva mengangkat telepon Lusi, Reva mengatur emosinya dulu agar stabil dan menyeka air matanya. Lalu mengangkat telepon Lusi.“Halo bunda, Assalamualaikum,” ucap Reva.“Wa’alaikumusalam. Suaramu kok serak, Nak?” tanya Lusi dari balik teleponnya.“Iya bunda, tadi Reva habis tersedak. Ada apa bunda?” tanya Reva.“Kamu ada acara nanti malam?”“Tidak bunda,”“Nanti malam kamu sama Angga ke rumah, ya? Kita makan malam bersama, nanti bunda hubungi Angga,”“Baik bunda, nanti Reva bilang sama Angga, soalnya Reva di kantor,”“Kamu pengantin ba
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: Sebelas - Aku Tidak Akan Menceraikanmu!
Dengan wajah penuh amarah Angga meninggalkan rumah setelah mendapat kabar dari Zhalina kalau Reva baru saja datang ke butiknya. Angga tidak mengerti kenapa Reva ikut campur soal urusan dirinya dengan Zhalina. Padahal Angga berkali-kali bilang pada Reva jangan pernah mengurusi masalah pribadinya dengan Zhalina.“Maksud dia apa? Menemui Zhalina tadi pagi. Mau kamu melarangku dengan Zhalina aku akan tetap mencintai Zhalina, Reva,” gumam Angga dengan melajukan mobilnya ke kantor Reva.Sesampainya di kantor Reva, Angga bergegas masuk ke dalam dan langsung menuju ke ruangan Reva.“Selamat pagi, apa Reva ada?” tanya Angga pada Astrid, asisten pribadi Reva.“Maaf apa bapak sudah ada janji dengan Mbak Reva?” tanya Astrid.“Bilang saja suaminya yang datang,” ucap Angga.“Oh, iya. Sebentar saya panggilkan,” ucap Astrid.Astrid masuk ke dalam ruangan Reva, Reva tidak ada di dalam ruangannya. Astrid tahu ini jam 10 pasti Reva sedang Shalat Dhuha. Astrid akhirnya keluar dan menyuruh Angga masuk di
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: Sepuluh - Menemui Zhalina
Keesokan harinya, Reva sudah menyiapkannya sarapan di meja makan. Dia mengetuk pintu kamar Angga, membangunkan Angga untuk sarapan. Angga segera keluar dengan memakai celana pendek dan kaos oblong warna hitam. Reva memandangi wajah Angga yang tak pernah berubah ketampanannya.“Aku hanya bisa memandang, namun tak bisa memiliki kamu seutuhnya, Angga. Hanya status saja yang aku miliki saat ini. Yaitu menjadi istrimu,” gumam Reva dengan menatap Angga.“Ada apa? Mau berdebat lagi?” tanya Angga dengan ketus.“Sarapan dulu, aku sudah membuatkan sarapan. Kamu hari ini tidak ke kantor?” ucap Reva“Iya, sekalian Senin saja,” ucapnya sambil keluar kamar dan menutup pintu.“Kamu hari ini ke kantor?” tanya Angga.“Iya, mungkin tidak sampai sore,” jawabnya dengan mengambilkan nasi untuk Angga.“Oh … mau aku antar?” tanya Angga.“Tidak aku berangkat sendiri saja,” ucap Reva.“Aku tidak mau terlalu dekat dengan kamu Angga. Karena ini akan menyakitkan, luka semalam masih membekas, jangan beri luka lag
Last Updated: 2026-05-20
Pesona Istri Kedua Pilihan Istriku

Pesona Istri Kedua Pilihan Istriku

Riska rela jadi adik madu seorang wanita sosialita demi pendidikan adik-adiknya. Hanya saja, Aldi menolak ide ini. Jangankan menyentuh Riska, pria kaya itu bahkan enggan menemuinya sampai 6 bulan lamanya! Lantas, mampukah Riska akhirnya membuat Aldi sadar bahwa keduanya korban dari perjanjian egois sang istri pertama?
Read
Chapter: Bab 56 - Harta Yang Paling Berharga
Hari ini adalah hari ulang tahun Aldi. Seperti yang sudah Marta dan Riska rencanakan jauh-jauh hari, sekarang mereka sedang sibuk menyiapkan surprise untuk suami mereka. Riska membuatkan nasi tumpeng beserta lauk pauknya, dan Marta membuat kue tart juga membuat kue lainnya. Sedangkan Aldi, dia malah ditinggal di rumah sendiri, dengan ketiga anaknya. Dari pagi Marta dan Riska sudah pergi meninggalkan rumah, dan pamit pada Aldi, kalau mereka ingin quality time berdua saja.Padahal hari ini Aldi libur. Aldi kesal, di hari spesialnya kedua istrinya malah kabur semua, memilih jalan-jalan berdua tanpa dirinya dan anak-anak. Semalam juga kedua istrinya malah diam-diam saja, biasanya tepat jam dua belas malam mereka memberikan kejutan untuk Aldi, tapi semalam sama sekali tidak ada kejutan. Semalam Aldi tidur di rumah Riska, Riska malah tidur dengan lelap sekali, setelah melakukan pergumulan panas.Sudah hampir sore, kedua istri Aldi belum ada tanda-tanda pulang. Aldi seharian jadi baby sitter
Last Updated: 2025-01-18
Chapter: Bab 55 - Hamil Lagi?
Tidak terasa rumah tangga Aldi, Marta, dan Riska kini sudah menginjak tiga tahun lamanya. Rumah tangga mereka adem ayem, tidak pernah ada masalah, Aldi pun sebisa mungkin bisa membagi waktu pada kedua istrinya, dan tentu saja dia harus adil seadil-adilnya, pada ketiga anaknya pun begitu. Mereka hidup rukun, dan bahagia.Aldi terpaksa harus memisahkan rumah kedua istrinya itu, karena tidak ingin istrinya saling cemburu, apalagi dia yang suka sembarangan bercinta di mana pun tempatnya, yang kadang membuat salah satu istrinya melihat adegan panas, dan akhirnya menimbulkan iri, juga menimbulkan rasa tidak percaya diri pada kedua istrinya. Karena mereka menganggap, Aldi lebih panas saat bermain dengan salah satu istrinya, Marta atau Riska.Aldi membuatkan rumah kedua istrinya yang saling berdekatan, bahkan bersebelahan. Dua rumah megah dan mewah dengan model rumah yang sama, tatanan ruangan yang sama, namun desain interiornya biar saja sesuai keinginan istrinya masing-masing. Setiap hari Al
Last Updated: 2025-01-18
Chapter: Bab 54 - Hati-Hati Menjaga Hati
Marta mengira Aldi memberi Riska sesuatu tanpa sepengetahuannya. Ternyata Aldi telah menyelamatkan bisnis keluarga Riska yang sempat bangkrut beberapa tahun. Sempat ada rasa cemburu dan iri saat tadi, namun setelah tahu apa yang Aldi bicarakan dengan Riska, akhirnya Marta sadar, kalau ia salah sudah berpikiran buruk tentang mereka.**Malam menyapa, masih dalam keadaan tenang dan penuh bahagia keluarga kecil Aldi. Tiga bayi mungil itu sudah terlelap tidur. Beruntung malam ini tiga bayi yang baru menginjak lima bulan usianya itu tidak pernah rewel. Sudah lima bulan mereka tinggal bersama dengan damai, tenang, dan penuh kebahagiaan.Selesai menidurkan si kembar, Riska keluar dari kamarnya. Terlihat Marta sedang berbincang dengan Aldi di ruang tengah sambil sedikit bercanda, bercerita tentang dulu saat pertama mereka bertemu. Mereka merajut kembali kenangan yang pernah mereka lupakan.Riska yang tadinya ingin bergabung bersama mereka akhirnya mengurungkan niatnya. Ia kembali ke kamar
Last Updated: 2024-04-06
Chapter: Bab 53 - Penasaran
Setelah beberapa hari di rumah sakit, Marta dan Riska diperbolehkan untuk pulang. Riska dan Marta berunding sendiri, selagi Aldi keluar mengurus administrasi mereka.“Ris, aku ini ada Mami sama Papi, jadi Mas Aldi yang ikut pulang sama kamu,” ucap Marta.“Mbak, aku ini melahirkan normal, lagian di rumah ada Bibi kok, aku bisa dibantu Bibi dan aku juga ada Rifka, dia bisa bantuin aku, kan dia biasa ngurus anaknya tetangga kalau pulang sekolah?” ucap Riska.“Kau sangat tega pada adikmu! Biar dia sekolah, jangan suruh-suruh jadi baby sitter, Riska! Aku sudah keluarkan uang untuk sekolah dia, masa kau tega adikmu masih kerja untuk ngasuh anak orang?” celetuk Marta.“Dianya yang mau, katanya sudah sayang banget sama anaknya sebelah rumah,” jawab Riska.“Pokoknya, Mas Aldi ikut kamu saja, aku ada Bibi, ada Mami sama Papi, lagian aku kan Cuma satu bayi, kamu ngurus bayi kembar lho, Ris?”Perdebatan mereka yang membicarakan Aldi harus ikut pulang dengan siapa akhirnya didengar olah Aldi sendi
Last Updated: 2024-04-04
Chapter: Bab 52 - Kiandra, Kama, Kalila
Dokter Zika langsung memeriksa keadaan Riska yang mendadak pingsan. Hanya pingsan dan tidak ada yang dikhawatirkan dengan Riska. Riska hanya kelelahan setelah melahirkan buah hati kembar sepasangnya.“Bagaimana, Dok?” tanya Aldi dengan penuh kekhawatiran.“Bu Riska hanya pingsan biasa, Pak. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Nanti kalau sudah siuman, akan segera dipindahkan ke ruang perawtan,” jelas Dokter Zika.“Syukur Alhamdulillah,” ucap Aldi dengan lega.Aldi menggendong dua bayi kembarnya. Di tangan kananya ia menggendong bayi laki-laki yang keluar pertama, dan di tangan kirinya ia menggendong bayi perempuan. Sepasang bayi yang tampan dan cantik itu membuat Aldi bersyukur dan meneteskan air mata saat Mengadzaninya.Aldi meminta pihak rumah sakit ruangan Riska dan Marta disatukan. Ia ingin menjaga kedua istrinya itu, apalagi ia sudah berjanji akan berlaku adil pada mereka.Riska sudah dipindahkan di ruang perawatan, ia bersama dengan Marta. Aldi begitu bahagia mendapatkan tiga an
Last Updated: 2024-03-26
Chapter: Bab 51 - Tidak Ada Perjanjian Lagi
Marta dan Riska saling bertatapan mendengar keputusan Aldi yang tiba-tiba berubah. Riska tidak mepermasalahkan jika dirinya yang diceraikan Aldi, karena dalam perjanjijannya memang dia yang harus pergi setelah empat puluh hari melahirkan anaknya Aldi. Meskipun nantinya Riska akan merindukan anak-anakanya yang ia tinggalkan bersama Marta dan Aldi, bahkan ia akan merindukan manjanya Aldi saat bersama dengannya, karena Riska sudah jatuh cinta dengan Aldi sejak lama.Namun, ia tidak berani menyatakan cintanya pada Aldi. Ia menyembunyikan perasaannya di hati yang paling dalam. Ia tidak mau merusak perjanjiannya dengan Marta. Apalagi Marta sudah mewujudkan impian Rifka untuk sekolah di SMA favoritnya, begitu juga dengan Rafka yang ingin masuk di SMP favoritnya. Kedua adiknya bisa sekolah karena Marta yang membiayainya, dengan ia menjadi adik madunya Marta.“Tidak ada perempuan yang ingin hidup dalam satu atap ada tiga cinta, Mas. Kalaupun mau, itu ada sebuah kesepakatan. Aku memang sudah me
Last Updated: 2024-03-21
You may also like
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status