LOGINBagi Raquel Dean, menjadi siswa Ottori adalah satu-satunya cara untuk merealisasikan mimpinya. Sekolah terbaik yang melahirkan para raja dan pahlawan di buku sejarah itu diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang unggul untuk menjaga perdamaian dunia. Namun, nyatanya mereka hanya melahirkan siswa tanpa empati yang melakukan apapun untuk bertahan hidup dan merangkak naik ke atas piramida kehidupan. Di Ottori, istilah lulus atau mati adalah hal yang mutlak. Entah mati karena tekanan mental yang tak tertanggungkan atau mati karena kecerobohan sendiri. Raquel Dean adalah siswa beruntung yang berhasil bertahan dengan kemampuan pas-pasan di tengah tekanan akademik yang luar biasa berat. Semuanya berjalan baik-baik saja. Ia memiliki sahabat baik bermulut pedas, cinta pertama yang ia panggil Pangeran Salju, dan pangeran sungguhan dari Kejaraan Thalabar yang selalu mengganggunya. Hingga kehidupannya berubah 180 derajat ketika gelar "Sang Terpilih" disandangnya dalam satu malam. Kekuatan luar biasa mengalir dalam darahnya dan seluruh orang ingin menjadikannya senjata untuk memulai perang. Mampukah Raquel Dean menghadapi peliknya kehidupan ketika cahaya dalam hidupnya direnggut kegelapan?
View MoreKeluar dari gedung aula dengan cairan lengket berwarna merah pekat, tidak ada satu orang pun yang mau repot-repot menjelaskan tentang kejadian di pos ujian pada Raquel.Setelah kendi setinggi pinggang itu menyemburkan cairan ke segala arah--terutama tubuh Raquel--pada murid terkesiap, beberapa gadis menjerit ngeri, dan para guru terperangah. Semua orang menatap Raquel seolah ia baru saja membunuh seseorang. Si gadis, yang jadi objek perhatian, hanya bisa memandang ke depan dengan manik bergetar.“Bersihkan wajahmu dengan ini,” Seorang guru datang menghampiri dengan sapu tangan terulur. Dahinya berkerut cemas saat menatap Raquel. “Kembalilah ke kamarmu dan beristirahat.”Saat itu Raquel berharap satu orang saja berkata bahwa ia tidak gagal dalam ujian. Namun, tatapan iba itu lebih dari s
Ujian tahap pertama berhasil mereduksi lebih dari setengah calon siswa Ottori. Aula yang semula penuh sesak dengan orang-orang kini terasa begitu senggang. Tidak ada lagi kursi tambahan dan pertengkaran tentang siapa yang dapat kursi duluan.Suasana ramai yang biasa melingkupi aula hari ini diisi keheningan yang panjang. Lingkar hitam di bawah mata tampak jelas di wajah beberapa siswa. Beberapa tidak bisa menyembunyikan bengkak di mata dan hidung yang memerah. Seperti dahan pohon yang ditancapi paku, meski pengumuman kelulusan ujian pertama jelas hal yang menggembirakan, efek mengerikan dari ketakutan terbesar yang dihadapi masing-masing murid tentu masih sangat membekas.Raquel berusaha meraup udara sebanyak mungkin untuk mengisi penuh paru-paru yang terasa kosong. Ketika ia mengembuskan napas perlahan, ia bisa merasakan sedikit sekali ketenangan mengali
Hal pertama yang iris hazel itu jumpai adalah rindang pepohonan dan bundar terik di cakrawala.Pening datang menyerang setelahnya. Membuat Raquel kembali memejamkan mata erat-erat sambil memijat pelipis. Napasnya berantakan dan ia masih bisa merasakan degup jantung yang menggila di dalam sana. Ketika gadis itu perlahan membuka kembali matanya untuk menyesuaikan diri dengan intensitas cahaya yang baru, ia menyadari semuanya sudah kembali seperti sebelum kepulan asap hitam itu datang. Perisai kuning yang mengelilingi masih ada di sana dan beberapa anak yang jumlahnya jauh lebih sedikit dari yang bisa Raquel ingat masih berbaring di sekelilingnya. Semuanya … sudah selesai?Ketika gadis itu berguling ke samping, tubuhnya langsung terhentak kaget. Netranya membulat dan gadis itu bisa merasakan darah panas merambat ke kedua pipinya. Terbaring menyamping
Dalam satu instruksi dan jentikan jari, tiba-tiba suasana tegang berubah menjadi kacau balau. Bola yang melayang itu mulai berdenyar dengan beragam warna berbeda sebelum melesat keluar aula. Para siswa langsung berlari terbirit-birit. Beberapa ada yang tersandung kaki kursi, terpental ke depan ketika ada siswa yang tak sengaja menabraknya, bahkan ada yang nekat keluar lewat jendela karena pintu utama selebar dua rentangan tangan orang dewasa penuh sesak dengan siswa yang berdesakan ingin keluar.Bola Raquel memancarkan cahaya berwarna hijau dan angka 68 muncul di permukaannya. Kali ini giliran Raquel yang berperang dengan lautan manusia yang dilanda panik. Beruntung, kemampuan menyelinap di antara kerumunan yang sudah terasah sejak dini membuat gadis itu tidak menjumpai kesulitan yang berarti.Bola hijau itu melesat seperti roket, melambung tinggi hingga gadis
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews