Chapter: Penasaran"Bi, tolong siapkan camilan untuk Aluna," ucap Arsen kepada Bi Ina yang baru saja datang. "Baik, Tuan," jawab Bi Ina, lalu segera berdiri dan pergi keluar kamar. Kini, hanya tersisa Arsen dan Aluna di dalam ruangan itu. Suasana terasa hening. Tatapan Arsen tertuju pada Aluna yang terlihat berusaha menghindari kontak mata. Perlahan, Arsen duduk di samping Aluna. Lalu, ia mengangkat dagu gadis itu agar menatap dirinya. "Kenapa menghindariku?" tanya Arsen dengan nada rendah namun menekan. Aluna tersentak. Ia tidak menyangka Arsen menyadarinya. Dengan cepat, ia menggelengkan kepalanya, seolah mengatakan bahwa ia tidak menghindar. Namun, itu justru membuat Arsen tidak suka. "Tulis jawabanmu," bentak Arsen dengan nada dingin. "Aku tidak suka kamu hanya menggunakan bahasa isyarat." Aluna menegang. Tangannya perlahan meraih buku kecilnya. Dengan perasaan takut dan gugup. Ia kembali harus menjelaskan dirinya. Di hadapan pria yang tidak memberinya pilihan. Dengan tangan yang masi
Last Updated: 2026-04-17
Chapter: Kau, bukan dia!"Aluna, kemarilah," ucap Arsen dengan nada tegas, namun lebih rendah dari sebelumnya. Aluna perlahan melepaskan kedua tangannya yang menutupi telinganya. Napasnya masih belum stabil. Dengan ragu, ia mengangkat wajahnya dan menatap ke arah Arsen yang berdiri tidak jauh dari mereka. Tatapan itu membuat jantungnya kembali berdebar. Di sisi lain, Bella masih berdiri dengan wajah penuh emosi. Tatapannya tajam, jelas tidak suka melihat perhatian Arsen yang tertuju pada Aluna. "Ayo, kemarilah," ulang Arsen, kali ini dengan nada yang lebih menekan, seolah tidak ingin ditolak. Aluna menelan ludah. Dengan langkah pelan dan penuh keraguan, ia mulai berjalan mendekat ke arah Arsen. Setiap langkah terasa berat. Sementara itu, mata Bella terus mengikuti pergerakan Aluna. Dipenuhi rasa tidak suka— Dan juga rasa penasaran yang semakin besar. Siapa sebenarnya gadis itu? Dan kenapa Arsen bersikap berbeda padanya? Arsen langsung menarik Aluna dengan kasar saat gadis itu sudah hampir mendek
Last Updated: 2026-04-16
Chapter: Siapa dia?"Apa Aluna akan baik-baik saja bersama Tuan Arsen?" gumam Bi Ina pelan, tanpa sadar didengar oleh pelayan lain di dekatnya. Pelayan itu adalah Sara, orang yang cukup dekat dengan Bi Ina. Ia memahami betul perasaan wanita itu saat ini. "Bi, tenang saja. Aluna pasti akan baik-baik saja," ucap Sara dengan lembut, berusaha menenangkan. Bi Ina hanya menghela napas panjang. Wajahnya masih dipenuhi kekhawatiran. "Bi Ina merasa kasihan dengan Aluna," ucapnya pelan, suaranya terdengar lirih. "Kenapa gadis polos seperti dia harus merasakan kerasnya dunia ini? Bahkan dia seorang gadis bisu." Sara terdiam, mendengarkan dengan serius. "Apa tidak ada yang menyayanginya? Sampai-sampai dia harus bekerja sekeras ini," lanjut Bi Ina dengan nada penuh iba. Sara menatap Bi Ina, lalu menundukkan pandangannya sejenak. "Setiap orang punya cerita hidupnya masing-masing, Bi," ucap Sara pelan. "Mungkin… Aluna juga punya alasan kenapa dia ada di sini." Bi Ina terdiam. Perkataan itu membuatnya berpikir
Last Updated: 2026-04-15
Chapter: Kau, Milikku"Kamu pasti sudah tahu, bukan, alasan kamu ada di kamarku?" tanya Arsen dengan nada dingin, tatapannya tajam mengarah pada Aluna. Aluna hanya menganggukkan kepalanya perlahan. Ia tidak berani menatap wajah Arsen. Rasa takut membuatnya menunduk, jantungnya berdebar tidak karuan. "Lihat aku saat aku berbicara," ucap Arsen dengan nada rendah namun penuh tekanan. Namun, Aluna tetap tidak menurut. Ia justru semakin menundukkan wajahnya, berusaha menghindari tatapan itu. Sikap itu membuat kesabaran Arsen menipis. Dalam sekejap, tangannya terangkat dan menarik dagu Aluna dengan kasar. "Ukh—" tubuh Aluna tersentak. Wajahnya terangkat paksa, membuat kedua matanya langsung bertemu dengan tatapan Arsen. Tatapan itu dingin, tajam, dan menekan. Aluna membeku. Ia tidak bisa mengalihkan pandangannya lagi. "Siapa yang mengizinkanmu untuk menghindar?" tanya Arsen dengan wajah yang menakutkan, tatapannya tajam menekan. Aluna tidak langsung menjawab. Ia hanya menelan ludah pelan, mencoba men
Last Updated: 2026-04-15
Chapter: Murka"Aluna, kamu di sini?" ucap Rena saat akhirnya menemukan Aluna di taman belakang, napasnya terdengar sedikit terengah. Aluna langsung menoleh saat mendengar suara Rena. Matanya sedikit melebar karena terkejut. Belum sempat ia mengambil buku kecilnya, Rena sudah lebih dulu menarik tangannya. "Ayo masuk!" ujar Rena dengan nada terburu-buru, wajahnya terlihat panik. "Tuan mencarimu. Dia sangat marah pagi ini." Mata Aluna langsung terbelalak. Tubuhnya menegang seketika. Ia menatap Rena dengan ekspresi cemas, jantungnya mulai berdebar cepat. "T-tuan Arsen sangat marah?" gumamnya dalam hati, rasa takut mulai menyelimuti dirinya. Langkahnya terasa berat, tetapi ia tidak bisa menolak saat Rena terus menariknya masuk ke dalam rumah. Di sepanjang perjalanan, pikirannya dipenuhi berbagai kemungkinan buruk. Ia tahu— Pertemuan kali ini tidak akan berjalan dengan baik. Setelah beberapa menit, mereka tiba di ruang tengah, tempat semua pelayan sudah berkumpul. Suasana terasa tegang, tidak a
Last Updated: 2026-04-14
Chapter: Pelayan Pribadi"Bi, ada apa?" tulis Aluna di buku kecilnya, lalu menunjukkannya saat melihat Bi Ina berdiri di depan pintu kamarnya dengan wajah bingung. Bi Ina tampak sangat gelisah. Ia tidak tahu bagaimana harus menyampaikan kabar itu kepada Aluna. Beberapa detik ia hanya terdiam, membuat Aluna semakin penasaran. "A-anu… Aluna," ucap Bi Ina dengan suara pelan, terlihat ragu. "Ada sesuatu yang harus Bi sampaikan." Aluna menatapnya dengan penuh perhatian. Ia lalu menulis sesuatu lagi di bukunya dan mengangkatnya. "Ada apa, Bi?" Bi Ina menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya. "Kamu… dipanggil Tuan Arsen," ucapnya hati-hati, matanya tidak lepas dari wajah Aluna. Aluna terlihat sedikit terkejut. Alisnya mengerut kecil. Ia segera menulis lagi. "Sekarang?" Bi Ina menggeleng pelan. "Bukan sekarang," jawabnya dengan suara lembut. "Mulai besok." Aluna tampak semakin bingung. Bi Ina kembali menarik napas sebelum akhirnya mengatakan hal yang sebenarnya. "Mulai beso
Last Updated: 2026-04-13