Chapter: Bab 24Pintu rumah Shera terbuka perlahan saat keluarga Sisil melangkah masuk dengan wajah penuh penyesalan. Ayah Sisil menghela napas berat, mencoba mengatur kata-kata yang ingin diucapkan. “Kami datang untuk meminta maaf, Shera. Semua ini salah kami, terutama Sisil. Kami mohon, pernikahan ini tetap bisa dilanjutkan,” suaranya bergetar, menahan rasa malu dan kecewa.Shera berdiri di samping Shaki, menatap keluarga Sisil dengan tatapan dingin. Shaki sendiri tampak tegang, bibirnya terkatup rapat seolah menahan amarah yang bergejolak di dalam dada. Matanya tidak lepas dari Sisil yang duduk di pojok ruangan, wajahnya memerah dan penuh penyesalan, tapi juga ada keputusasaan yang mengekang.“Aku sudah memikirkan semuanya, dan aku tidak bisa memaafkan kebohongan yang Sisil lakukan,” kata Shaki dengan suara tegas namun bergetar. Ia menundukkan kepala sejenak, lalu menatap lurus ke depan, “Pernikahan ini harus dibatalkan. Aku tidak mau memulai hidup baru dengan dasar yang penuh dusta.”Sisil menang
Last Updated: 2026-05-19
Chapter: Bab 23Keluarga besar Shaki berkumpul di ruang tamu yang penuh dengan bisik-bisik dan tatapan penasaran. Ketika Shaki mengumumkan keputusannya untuk membatalkan pernikahan dengan Sisil, keheningan seketika menyelimuti ruangan. Wajah-wajah yang tadinya cerah berubah menjadi campuran antara terkejut dan tidak percaya. Beberapa anggota keluarga saling bertukar pandang, seolah menunggu penjelasan lebih lanjut. Shera, ibu Shaki, yang dari awal tampak tegar, akhirnya angkat bicara dengan suara lembut namun penuh keyakinan. "Anakku, kau sudah tahu hatimu sendiri. Jika Sisil bukan yang terbaik untukmu, maka jangan dipaksakan," katanya sambil menggenggam tangan Shaki erat-erat. Matanya memancarkan kehangatan dan dukungan tanpa syarat, membuat Shaki merasa sedikit lega di tengah tekanan keluarga. Shaki menundukkan kepala, merasa beban berat di pundaknya perlahan mencair oleh kata-kata ibunya. Di balik keraguan yang masih membayangi, ada secercah harapan baru untuk masa depan yang lebih baik. Suasan
Last Updated: 2026-05-19
Chapter: Bab 22Airin sedang duduk santai di sofa ruang keluarga, tangannya memegang secangkir teh hangat sambil menonton acara favorit di televisi. Suasana tenang itu tiba-tiba pecah ketika pintu depan diketuk dengan keras. Dengan ragu, Airin berdiri dan membuka pintu, di depan matanya berdiri dua petugas kepolisian dengan ekspresi serius. "Apakah Ibu Airin?" tanya salah satu petugas dengan suara tegas namun sopan. Jantung Airin berdegup kencang, ia tak mengerti apa yang sedang terjadi. "Ya, saya Airin. Ada apa, Pak?" Petugas itu mengeluarkan surat panggilan dan membacakan, "Kami datang berdasarkan laporan dari Shiren Amirah terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Ibu." Airin terdiam sejenak, wajahnya berubah pucat. Dalam benaknya berputar cepat, mencoba mengingat apakah yang harus dia lakukan. Matanya membelalak, mulutnya kering. Rasa takut dan kebingungan menyelimuti dirinya. "Dugaan... pencemaran nama baik?" suaranya bergetar, tak percaya. "Ini pasti salah paham." Petugas itu meng
Last Updated: 2025-12-06
Chapter: Bab 21Video itu diputar ulang berkali-kali, wajah Airin yang kemarinnya penuh kesombongan kini terlihat pucat pasi. Di layar, suaranya tampak lantang dan tegas takkan mau mengembalikan nama baik Shiren dan yakin perempuan itu akan hancur atas berita hoaks yang dia sebarkan. "Aku bodoh sekali kenapa bisa terperangkap atas jebakan Shiren dan lelaki itu," ucapnya dengan mata berkaca-kaca, mencoba menahan rasa malu yang membuncah.Di sisi lain, komentar netizen membanjiri unggahan Arshaka. Hujatan dan cercaan mengalir deras, Airin disebut sebagai perempuan licik yang tega menghancurkan reputasi orang lain demi kepentingan pribadi. Beberapa bahkan mengungkapkan kebencian mendalam, mengutuk Airin tanpa ampun.Shiren yang menonton video itu dengan tangan gemetar, tak mampu menyembunyikan kelegaan yang mengalir di hatinya. Hatinya yang dulu penuh luka kini mulai memancarkan ketegaran baru. Ia tahu, meski luka itu masih menganga, kebenaran akhirnya terbuka ke permukaan. Namun, di balik itu semua, t
Last Updated: 2025-12-03
Chapter: Bab 20Andika berdiri di tengah ruang tamu yang remang, matanya membara menatap layar ponsel yang menampilkan unggahan viral itu. Wajahnya memerah, napasnya memburu seolah hendak meledak. "Kenapa kamu lakukan ini, Airin?!" suaranya pecah, penuh amarah yang sulit ditahan. Tangan Andika mengepal kuat hingga urat-urat di lehernya tampak menegang. Airin, yang duduk di sudut ruangan, menunduk dengan bibir gemetar, tak mampu menatap suaminya. Tatapan tajam Andika menusuk hatinya, namun wanita itu tetap diam, seolah menunggu ledakan berikutnya."A-aku minta maaf bang, semua aku lakukan hanya untuk membalas Shiren," Andika menggeleng."Kamu benci Shiren dan hendak ingin menjatuhkannya tapi malah menjelekkan suamimu sendiri begitu?!" Teriak Dika membuat semua terdiam, kilatan emosi yang membara dan tak pernah dia luapkan sebelumnya membuat orang sekitar merasa takut. Lastri yang ada di sana juga terlihat tak mampu berbicara."Aku tak bermaksud bang, semua terjadi begitu saja!" Airin tampak menegang.
Last Updated: 2025-12-03
Chapter: Bab 19Niko tiba di rumah dengan langkah yang berat. Begitu pintu kamar diketuk, ia segera membanting sandal ke pojok ruangan, suara dentangnya mengisi keheningan malam. Dadanya naik turun cepat, wajahnya merah padam karena marah. "Akkhhh... brengsek! Gimana bisa dia tolak aku begitu saja!" geramnya sambil menjatuhkan kursi hingga terjungkal. Suara benturan barang di kamarnya tak luput dari perhatian Airin yang sedang melintas di halaman selesai dari warung, disusul Dika yang penasaran. "Dengar nggak sih? Ada apa di rumah Niko?" tanya Airin dengan alis berkerut. Tanpa pikir panjang, Dika menyusul masuk, menemui Niko yang masih gusar. "Niko! Kamu kenapa, sih? Kok ribut banget malam-malam?" tanya Dika sambil mengusap bahunya. Niko menghela napas panjang, matanya yang semula marah kini terlihat lelah."Nggak usah ikut campur, sudah bang sana pulang!" usirnya, Dika menggeleng. Lelaki itu pulang dengan kesal tapi Airin tetap berdiam diri di tempat, matanya celingukan melihat sang suami apakah
Last Updated: 2025-12-02