Chapter: Bab 162 Situasi Semakin GentingDi balik pohon raksasa, para polisi bergerak terus membalas tembakan dari empat anak buah Sadewa yang berada diluar pondok. Desingan peluru menyalak, mengoyak kulit-kulit pohon dan menerbangkan dedaunan. Di balik garis aman, Rey mengintip ke arah pondok yang mulai bolong-bolong akibat peluru nyasar. Wajahnya pucat. "Gawat! Tuan Juna dan pria tua itu ada di dalam pondok! Mereka bisa tertembak!" "Serahkan padaku, aku akan pastikan keadaan mereka," sahut Annie. Tanpa ragu, ia memeriksa isi peluru di senjatanya. Bripda Bagas menoleh cepat di sela-sela baku tembak. "Kami akan mengalihkan perhatian mereka! Kau jemput Tuan Juna dan pria tua itu melalui jalur belakang! Cepat!" serunya memberi komando. Annie mengangguk dan segera pergi berlari kearah lain. DOR! DOR! Dua tembakan beruntun diluncurkan para polisi untuk menekan posisi musuh. Bersamaan dengan itu, Bagas langsung menekan tombol alat komunikasi yang menempel di seragamnya. "Halo! Kode merah di sektor timur hutan! Kami
最終更新日: 2026-07-11
Chapter: Bab 161 Musuh DatangDi tengah rasa gelisah, keadaan tiba-tiba berubah. Pak tua itu mendadak menghentikan ucapannya. Wajah yang sejak tadi tampak tenang perlahan mengeras. Kedua lubang hidungnya mengembang dan mengempis perlahan, seolah sedang mengendus sesuatu yang terbawa angin dari luar pondok. Tatapannya yang semula hangat berubah tajam. Pelan-pelan ia mengalihkan pandangan ke arah dinding-dinding kayu yang dipenuhi celah kecil, seperti sedang memastikan sesuatu di balik sana. Glek! Juna menelan ludah. Entah kenapa, perubahan sikap itu membuat dadanya semakin sesak. "Orang tua ini ... mau apa?" Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, pak tua itu bangkit dari bangku kayunya. Langkahnya begitu ringan hingga lantai kayu yang reyot nyaris tak mengeluarkan bunyi. Ia menghampiri pintu depan, lalu menyilangkan sebatang balok kayu tebal pada pengait pintu hingga terdengar bunyi pelan. Tak! Pintu pondok dikunci rapat. Pak tua itu berbalik. Tatapannya bertemu dengan mata Juna. Perlahan ia mengangkat
最終更新日: 2026-07-10
Chapter: Bab 160 Menggelisahkan"Tunggu, Annie! Berhenti memukulnya!" seru Rey sambil menangkap pergelangan tangan Annie yang karena panik memukuli tubuh kekar kuda itu. Rey menyipitkan mata, di punggung kuda jantan hitam itu terpasang pelana kulit berkualitas tinggi lengkap dan masih berkilau, jelas bukan kuda liar. "Kuda ini pasti peliharaan seseorang. Sepertinya dia sedang berusaha menunjukkan jalan kepada kita," ujar Rey. Apollo kembali menarik jaketnya, kali ini sedikit lebih kuat. "Ayo ... kita ikuti saja." Annie menelan ludah. Meski rasa takut masih menguasai dirinya, ia akhirnya mengangguk pelan dan mengikuti Rey dari belakang sambil mencengkeram erat ujung kaus pemuda itu. Apollo segera berbalik, lalu memimpin mereka menerobos semak belukar yang semakin rapat menuju bagian lembah yang lebih terbuka. Sementara itu, hanya beberapa puluh meter di depan, tiga orang polisi telah mengambil posisi tempur. Mereka berlutut dan membidik ke arah semak-semak yang berguncang semakin keras. "Jam dua!" bis
最終更新日: 2026-07-10
Chapter: Bab 159 Penelusuran Hutan"Arul, coba lihat ini." Arnold membentangkan peta topografi di atas pelana kudanya. Jemarinya menyusuri garis-garis kontur yang mulai lembap terkena embun hutan. "Sekarang kita ada di sebelah mana? Apa kita sudah masuk ke lembah timur yang tadi kamu bilang berbahaya itu?" Arul menghentikan kudanya di samping Arnold. Tatapannya berkeliling menyapu pepohonan raksasa yang menjulang tinggi hingga menutupi langit. "Iya, Tuan Arnold," jawabnya pelan. "Kita sudah melewati batasnya." Ia mengangkat dagu ke arah rimbunnya kanopi hutan. "Lihat saja. Padahal baru jam dua siang, tapi cahaya matahari hampir tidak bisa menembus dedauan pohon yang rimbun. Di bawah sini rasanya seperti sudah menjelang magrib." Di tengah rimbunnya hutan pegunungan Wirata, Arnold dan Arul memimpin rombongan di barisan depan, sementara tiga personel polisi bersenjata lengkap mengikuti beberapa meter di belakang dengan menunggangi kuda masing-masing. Udara terasa lembap dan menusuk tulang. Kabut tipis menggant
最終更新日: 2026-07-10
Chapter: Bab 158 Matan Sahabat"Bella ...." Sebuah sapaan lirih memecah keheningan ruang tamu. Bella yang sedang duduk termenung langsung menoleh, melihat sosok yang berdiri di ambang pintu. Ia mendengus, matanya menatap sinis dari ujung kaki hingga ujung kepala wanita yang menyapanya itu. Penampilan Juleha kini berubah drastis, dulu ia sering memamerkan tas-tas branded dan perhiasan setiap kali mereka bertemu. Namun, sekarang, Juleha datang memakai daster rumahan. Wajahnya tanpa riasan, dan perutnya membesar karena sedang hamil. Melihat Bella yang membuang muka dan bersikap teramat acuh, Juleha menelan ludahnya susah payah. Ia melangkah ragu dengan jemari yang saling bertautan cemas. "Mau apa lagi kamu ke sini?" ketus Bella tanpa basa-basi. Suaranya dingin, tak ada sedikit pun kehangatan tersisa untuk mantan sahabatnya itu. "Belum puas mengacaukan hidupku?" Juleha gemetar. Air matanya langsung luruh, ia terpaksa menjilat ludahnya sendiri demi mendapatkan simpati dari wanita yang dulu sering ia rendahkan.
最終更新日: 2026-07-10
Chapter: Bab 157 Menunggu PemulihanNyam ... nyam ... nyam ... Si pak tua duduk di lantai kayu sambil melemparkan buah-buah beri liar itu ke dalam mulutnya dengan sangat lahap. Buah berry yang dicari Rey dan Annie dari pagi hingga siang. "Ahhh ... enak sekali!" seru si pak tua sambil mendesah puas, menepuk perutnya. "Sudah hampir sebulan aku tidak memakan buah ini. Malas sekali rasanya kalau harus berjalan jauh ke arah sungai hanya untuk mencarinya." Mendengar pengakuan santai itu, darah Annie langsung mendidih sampai ke ubun-ubun. Wajahnya memerah padam karena merasa ditipu mentah-mentah. "Hei, Pak Tua!" geram Annie, melangkah maju dengan kedua tangan mengepal di pinggang. "Kami tahu kami berutang budi padamu karena sudah menyelamatkan dan merawat Tuan Juna! Tapi bukan berarti kau bisa memanfaatkan tenaga kami seenaknya untuk jadi pelayan pribadimu!" Si pak tua menghentikan kunyahannya sejenak, melirik Annie dengan tatapan meremehkan, lalu kembali mengunyah dengan santai. "Memanfaatkan apa? Aku cuma minta t
最終更新日: 2026-07-09

Aku Bukan Istrimu Lagi
DewasaBos / CEOGoodgirlPerselingkuhan
Katakan padaku kalau dia ini adalah anakku!" tegas Sagara dengan sorot mata nyalang itu, ia terus menuntut jawaban yang pasti dari mantan istrinya, Tiara.
Nafas Tiara tertahan, dadanya terasa amat sesak saat mantan suaminya melontarkan pertanyaan itu, kedua tangannya mengepal kencang, ia berusaha mengumpulkan keberanian untuk terus melanjutkan kebohongan yang menyakitkan ini.
"Dia bukan anakmu! Dia anak Rangga," tegasnya, dengan mata yang berkaca-kaca.
Dulu Tiara sangatlah mencintai mantan suaminya, Sagara. Namun naas kebahagiaan pernikahan yang baru dijalani selama setahun lebih, harus berakhir dengan penuh air mata.
Sagara telah melakukan tindak KDRT terhadapnya, hingga Tiara sudah tidak tahan lagi dan memilih bercerai.
Namun semesta mempertemukan mereka kembali, tentu saja oleh sang buah hati yang disembunyikan.
Apakah mereka akan bersatu kembali setelah bercerai ?? Akankah Tiara memilih tetap setia kepada Rangga suami keduanya, walaupun memiliki anak dari Sagara.
読む
Chapter: Bab 118 Akhir Yang Bahagia Tut....Tut...Tut....Tut. suara alat rekam jantung di rumah sakit, Roger terbaring lemah di ranjang rumah sakit, untuk bernafas saja butuh tabung oksigen, pelan-pelan ia membuka kelopak matanya, lalu melihat sekeliling. Matanya membulat saat melihat sosok mantan istrinya duduk di sebelah sedang menatapnya sinis, "Ini di rumah sakit!! Apa Anakku sudah di tangkap polisi? Apa yang sebenarnya terjadi?" ucapnya pelan menatap Grace mantan istrinya. "Kamu ini!! Semakin tua malah semakin jahat!! Tega sekali kamu, ingin memenjarakan putramu sendiri, apa kau sudah tidak waras...!! Mau membunuh menantu juga cucumu!!" umpat Grace dengan kemarahan membuncah. Ingin sekali ia mengakhiri kehidupan si tua bangka yang sedang tidak berdaya ini, agar tidak lagi-lagi mengganggu kehidupan pernikahan putranya. "Apa maksudmu! Sagara tidak jadi dipenjara!" ujarnya dengan suara parau. BUGH...!! Grace memukul perutnya dengan keras Tit....tit....tit.....tit....tit!!! Alat rekam jantung langsung b
最終更新日: 2024-12-08
Chapter: Bab 117 Kelahiran Anak Kedua Mobil sedan di laju dengan kecepatan tinggi, Alfred berupaya sampai secepatnya mungkin di rumah sakit terdekat. Tiara menggigit bibirnya, mencoba menahan rasa sakit yang semakin intens. "Aaaggh... Sakit sekali." pekik Tiara, berkeringat sangat banyak. Sagara pun panik, ia terus menggenggam erat tangan Tiara. "Tenang, Honey, sebentar lagi akan sampai..." ucap Sagara dengan suara penuh ketegangan, hatinya terus berdebar-debar. Alfred memacu kendaraan menuju rumah sakit dengan hati yang cemas namun penuh harapan. Sepanjang perjalanan, Tiara menggenggam tangan Sagara erat, mencoba mencari kenyamanan dalam sentuhan suaminya. ***** Malam ini, Rangga, tengah menjalani shift malam di rumah sakit. Akhir-akhir ini baik pekerjaan dan hubungan dengan sang istri sedang berjalan dengan baik, Rangga bisa lembur seperti dulu, karena Sonya mulai sering menemani putrinya. Namun tiba-tiba telepon dari ruang perawatan datang. Kring... Kring... Kring... "Dokter Rangga!! Kami membutuhkan
最終更新日: 2024-12-08
Chapter: Bab 116 Rencana Licik Sagara "Teganya paman! Kenapa berbuat seperti ini!! dasar penghianat!!" teriak Tiara, saat di bawa paksa oleh paman Alfred untuk masuk ke dalam bangunan istana Roger. "Ssstt... Maafkan paman Tiara, paman terpaksa melakukan ini semua, tolong jangan melawan dan banyak bergerak, ingat kondisi bayi dalam perutmu." ujar Alfred mengingatkan. "Hiks hiks hiks." Tiara terus menangis, berharap sang paman bisa menolong suaminya. Eh!! dirinya malah terjebak, ternyata paman Alfred kembali berpihak pada ayah mertuanya yang bejat, dan itu semua ia lakukan demi harta kekayaan yang dijanjikan oleh Roger. Sangat tidak di sangka-sangka jerat harta kekayaan memang bisa mengubah hati dan pikiran seseorang yang tadinya baik jadi nekad. Sambil menahan Tiara di ruangan lain, Alfred menghela nafas panjang, saat ini Tiara sangat membencinya, namun ya... terpaksa ia lakukan, hanya untuk sementara waktu, kalau bukan karena Sagara yang merancang semua rencana ini, ia tidak akan mau terlibat lagi dengan rencana ja
最終更新日: 2024-12-08
Chapter: Bab 115 Kekejaman Roger Kediaman Roger yang bagaikan sebuah istana kerajaan, pilar-pilar menjulang tinggi di sepanjang lorong pintu masuk rumahnya, suasana gelap dan dingin, tidak ada kehangatan di rumah ini. Tuk...tuk...tuk. Suara tongkat Roger, karena kondisi kesehatan yang semakin memburuk kini dirinya harus berjalan dengan menggunakan tongkat. Lalu keempat bodyguard bertubuh besar mengikutinya di belakang, dua diantaranya sedang menggotong tubuh putranya yang masih pingsan. "Beraninya dia mengelabui ku selama ini, dasar anak tidak tahu diuntung!!" pekiknya sembari memasuki sebuah ruangan kamar. Bruk...!! Tubuh Sagara di jatuhkan di lantai, Roger duduk di kursi sambil memandangi putranya dengan perasaan marah, sudah lama ia menahan diri untuk merasakan momen ini, kalau bukan karena Alfred ia tidak akan menahan dirinya. Beberapa saat... Sagara mulai membuka kelopak matanya pelan-pelan, saat kesadarannya kembali, ia mengerejap berkali-kali mencoba menetralkan penglihatannya. Sungguh terkejut
最終更新日: 2024-12-08
Chapter: Bab 114 Sagara di CulikWaktu berlalu cepat, kini usia kandungan Tiara mulai memasuki usia 9 bulan, perutnya sudah sangat besar, ia menikmati masa kehamilannya dengan damai bersama suami, satria dan keluarganya. Layaknya sebuah keluarga yang bahagia tanpa ada gangguan. "Halo adik cantikku..., jangan lama-lama di dalam, kamu tidak pegal di dalam sana, pasti sempit kan, lebih baik temani kakakmu main puzzle disini..." celoteh Satria, terus saja berbicara pada adiknya sambil mengelus perut ibunya. "Sabar nak, bulan depan, adikmu baru keluar dari perut mama, sayang." Tiara tertawa geli, gemas sekali melihat tingkah lucu Satria yang penuh semangat menyambut adik perempuannya. "Satia udah gak sabar mama, bosen main sendirian terus, papa juga sibuk kerja, mama juga gak bisa temani Satria main gara-gara dedek bayi masih di dalam perut," keluh Satria, mengerutkan dahi. "Sabar ya Nak, Papa kamu lagi ada proyek besar, kalau kamu bosan kamu kan bisa ajak teman sekolahmu main kesini atau kamu main ke rumah dia, na
最終更新日: 2024-12-07
Chapter: Bab 113 Rasa PiluBUGH...!! BUGH...!! BUGH...!! Sagara dan Rangga saling baku hantam. "Hentikan aduh!!" teriak Tiara yang panik, mau melerai tapi takut, karena dirinya sedang hamil. "Huhuhu, huaa...hiks." Satria menangis sambil memeluk ibunya. Sonya segera mencari petugas hotel, meminta bantuan agar ada yang memisahkan mereka. "Apa sih masalahmu!" kedua tangan Sagara menahan kepalan tangan Rangga yang mau mendarat di wajahnya. Rangga yang tidak menyerah menjatuhkan diri, lalu keduanya berguling-guling di lantai. BUGH!! Kali ini Sagara berhasil menghajar balik Rangga. Rangga terhuyung lalu berusaha berdiri, "Kamu gak pantas, untuknya...!!" teriak Rangga, menatap Sagara dengan penuh kebencian. "Apa hak-mu melarang Tiara rujuk lagi denganku, terimakasih kamu sudah berselingkuh, aku dan Tiara jadi bisa menikah!" umpat Sagara. "Aaagghh!!" teriakkan kekesalan Rangga membuncah, dengan cepat menyerang balik orang yang paling ia benci. "Uugghh...!! Sagara berhasil menangkis pukulan, n
最終更新日: 2024-12-07