Chapter: Bab 118 Akhir Yang Bahagia Tut....Tut...Tut....Tut. suara alat rekam jantung di rumah sakit, Roger terbaring lemah di ranjang rumah sakit, untuk bernafas saja butuh tabung oksigen, pelan-pelan ia membuka kelopak matanya, lalu melihat sekeliling. Matanya membulat saat melihat sosok mantan istrinya duduk di sebelah sedang menatapnya sinis, "Ini di rumah sakit!! Apa Anakku sudah di tangkap polisi? Apa yang sebenarnya terjadi?" ucapnya pelan menatap Grace mantan istrinya. "Kamu ini!! Semakin tua malah semakin jahat!! Tega sekali kamu, ingin memenjarakan putramu sendiri, apa kau sudah tidak waras...!! Mau membunuh menantu juga cucumu!!" umpat Grace dengan kemarahan membuncah. Ingin sekali ia mengakhiri kehidupan si tua bangka yang sedang tidak berdaya ini, agar tidak lagi-lagi mengganggu kehidupan pernikahan putranya. "Apa maksudmu! Sagara tidak jadi dipenjara!" ujarnya dengan suara parau. BUGH...!! Grace memukul perutnya dengan keras Tit....tit....tit.....tit....tit!!! Alat rekam jantung langsung b
Terakhir Diperbarui: 2024-12-08
Chapter: Bab 117 Kelahiran Anak Kedua Mobil sedan di laju dengan kecepatan tinggi, Alfred berupaya sampai secepatnya mungkin di rumah sakit terdekat. Tiara menggigit bibirnya, mencoba menahan rasa sakit yang semakin intens. "Aaaggh... Sakit sekali." pekik Tiara, berkeringat sangat banyak. Sagara pun panik, ia terus menggenggam erat tangan Tiara. "Tenang, Honey, sebentar lagi akan sampai..." ucap Sagara dengan suara penuh ketegangan, hatinya terus berdebar-debar. Alfred memacu kendaraan menuju rumah sakit dengan hati yang cemas namun penuh harapan. Sepanjang perjalanan, Tiara menggenggam tangan Sagara erat, mencoba mencari kenyamanan dalam sentuhan suaminya. ***** Malam ini, Rangga, tengah menjalani shift malam di rumah sakit. Akhir-akhir ini baik pekerjaan dan hubungan dengan sang istri sedang berjalan dengan baik, Rangga bisa lembur seperti dulu, karena Sonya mulai sering menemani putrinya. Namun tiba-tiba telepon dari ruang perawatan datang. Kring... Kring... Kring... "Dokter Rangga!! Kami membutuhkan
Terakhir Diperbarui: 2024-12-08
Chapter: Bab 116 Rencana Licik Sagara "Teganya paman! Kenapa berbuat seperti ini!! dasar penghianat!!" teriak Tiara, saat di bawa paksa oleh paman Alfred untuk masuk ke dalam bangunan istana Roger. "Ssstt... Maafkan paman Tiara, paman terpaksa melakukan ini semua, tolong jangan melawan dan banyak bergerak, ingat kondisi bayi dalam perutmu." ujar Alfred mengingatkan. "Hiks hiks hiks." Tiara terus menangis, berharap sang paman bisa menolong suaminya. Eh!! dirinya malah terjebak, ternyata paman Alfred kembali berpihak pada ayah mertuanya yang bejat, dan itu semua ia lakukan demi harta kekayaan yang dijanjikan oleh Roger. Sangat tidak di sangka-sangka jerat harta kekayaan memang bisa mengubah hati dan pikiran seseorang yang tadinya baik jadi nekad. Sambil menahan Tiara di ruangan lain, Alfred menghela nafas panjang, saat ini Tiara sangat membencinya, namun ya... terpaksa ia lakukan, hanya untuk sementara waktu, kalau bukan karena Sagara yang merancang semua rencana ini, ia tidak akan mau terlibat lagi dengan rencana ja
Terakhir Diperbarui: 2024-12-08
Chapter: Bab 115 Kekejaman Roger Kediaman Roger yang bagaikan sebuah istana kerajaan, pilar-pilar menjulang tinggi di sepanjang lorong pintu masuk rumahnya, suasana gelap dan dingin, tidak ada kehangatan di rumah ini. Tuk...tuk...tuk. Suara tongkat Roger, karena kondisi kesehatan yang semakin memburuk kini dirinya harus berjalan dengan menggunakan tongkat. Lalu keempat bodyguard bertubuh besar mengikutinya di belakang, dua diantaranya sedang menggotong tubuh putranya yang masih pingsan. "Beraninya dia mengelabui ku selama ini, dasar anak tidak tahu diuntung!!" pekiknya sembari memasuki sebuah ruangan kamar. Bruk...!! Tubuh Sagara di jatuhkan di lantai, Roger duduk di kursi sambil memandangi putranya dengan perasaan marah, sudah lama ia menahan diri untuk merasakan momen ini, kalau bukan karena Alfred ia tidak akan menahan dirinya. Beberapa saat... Sagara mulai membuka kelopak matanya pelan-pelan, saat kesadarannya kembali, ia mengerejap berkali-kali mencoba menetralkan penglihatannya. Sungguh terkejut
Terakhir Diperbarui: 2024-12-08
Chapter: Bab 114 Sagara di CulikWaktu berlalu cepat, kini usia kandungan Tiara mulai memasuki usia 9 bulan, perutnya sudah sangat besar, ia menikmati masa kehamilannya dengan damai bersama suami, satria dan keluarganya. Layaknya sebuah keluarga yang bahagia tanpa ada gangguan. "Halo adik cantikku..., jangan lama-lama di dalam, kamu tidak pegal di dalam sana, pasti sempit kan, lebih baik temani kakakmu main puzzle disini..." celoteh Satria, terus saja berbicara pada adiknya sambil mengelus perut ibunya. "Sabar nak, bulan depan, adikmu baru keluar dari perut mama, sayang." Tiara tertawa geli, gemas sekali melihat tingkah lucu Satria yang penuh semangat menyambut adik perempuannya. "Satia udah gak sabar mama, bosen main sendirian terus, papa juga sibuk kerja, mama juga gak bisa temani Satria main gara-gara dedek bayi masih di dalam perut," keluh Satria, mengerutkan dahi. "Sabar ya Nak, Papa kamu lagi ada proyek besar, kalau kamu bosan kamu kan bisa ajak teman sekolahmu main kesini atau kamu main ke rumah dia, na
Terakhir Diperbarui: 2024-12-07
Chapter: Bab 113 Rasa PiluBUGH...!! BUGH...!! BUGH...!! Sagara dan Rangga saling baku hantam. "Hentikan aduh!!" teriak Tiara yang panik, mau melerai tapi takut, karena dirinya sedang hamil. "Huhuhu, huaa...hiks." Satria menangis sambil memeluk ibunya. Sonya segera mencari petugas hotel, meminta bantuan agar ada yang memisahkan mereka. "Apa sih masalahmu!" kedua tangan Sagara menahan kepalan tangan Rangga yang mau mendarat di wajahnya. Rangga yang tidak menyerah menjatuhkan diri, lalu keduanya berguling-guling di lantai. BUGH!! Kali ini Sagara berhasil menghajar balik Rangga. Rangga terhuyung lalu berusaha berdiri, "Kamu gak pantas, untuknya...!!" teriak Rangga, menatap Sagara dengan penuh kebencian. "Apa hak-mu melarang Tiara rujuk lagi denganku, terimakasih kamu sudah berselingkuh, aku dan Tiara jadi bisa menikah!" umpat Sagara. "Aaagghh!!" teriakkan kekesalan Rangga membuncah, dengan cepat menyerang balik orang yang paling ia benci. "Uugghh...!! Sagara berhasil menangkis pukulan, n
Terakhir Diperbarui: 2024-12-07
Chapter: Bab 54 Bukan Prioritas"Gak perlu gengsi, Leon! Bilang aja kamu panas dingin gara-gara aku perhatian sama Kevin!" cerocos Zaskia tak mau kalah, sengaja menaikkan dagunya tinggi-tinggi. "Ya ampun... kamu ini perempuan paling narsistik yang pernah aku temui," balas Leon sambil mengurut pelipisnya, menatap Zaskia dengan raut tak percaya. "Apa?! Narsistik?!" Zaskia menepuk meja pelan, matanya melotot tajam. "Kau juga pria yang paling arogan, egois, dan menyebalkan di muka bumi ini, tahu enggak?!" "Arogan?" Leon tertawa sinis. "Yang datang menyeberangi pulau cuma buat menginterogasi orang lain itu siapa kalau bukan kamu? Kamu tuh yang drama queen!" "Aku cuma menegakkan hakku sebagai tunanganmu, Leon!" "Tunangan di atas kertas! Jangan akting seolah kamu peduli!" Perdebatan di antara keduanya makin memanas dan tak terkendali. Dua orang bertunangan yang sama-sama punya gengsi setinggi langit itu terus bertukar cemoohan, melontarkan argumen-argumen absurd demi menutupi rahasia dan rasa malu masing-masing. Sem
Terakhir Diperbarui: 2026-09-15
Chapter: Bab 53 Sama-sama PerhatianLangkah kaki yang tergesa-gesa terdengar menepuk papan dermaga kayu, kian mendekat ke arah hamparan pasir tempat mereka berdiri. Maya yang bersembunyi sedikit di balik punggung tegap Leon mengintip penasaran. Sosok Zaskia muncul dengan gaun pantai yang melambai elegan, kacamata hitam terangkat di atas kepala, serta senyum miring nan puas terukir di bibirnya. Tepat di belakang wanita itu, Kevin melangkah dengan raut wajah serba salah, meringis pelan sambil menghindari kontak mata langsung. "Leon, Sayang..." panggil Zaskia dengan nada yang dibuat manis, menghentikan langkahnya beberapa meter di depan mereka. Matanya langsung menyapu sosok Maya yang berada dalam lindungan Leon, lalu beralih menatap pria itu dengan binar kemenangan. "Ternyata kamu sembunyi di pulau ini." Ujung bibir Leon terangkat dingin. Sorot matanya yang pekat tak lagi menatap Zaskia, melainkan menusuk lurus ke arah Kevin yang makin salah tingkah. "Kevin... kau benar-benar cari mati." geram Leon dengan nada mem
Terakhir Diperbarui: 2026-09-15
Chapter: Bab 52 Romantisme Pulau TerpencilCahaya matahari pagi yang hangat menyepuh hamparan pasir putih di pulau pribadi itu. Angin laut berembus sepoi-sepoi, membawa aroma garam dan gemuruh ombak yang tenang. Di tepi pantai yang sepi, Leon berdiri dengan celana pendek santai, memamerkan dada bidang dan perut berototnya yang terpapar sinar matahari. Di sampingnya, Maya berdiri agak kaku sembari merapatkan ikatan kimono kain sutra tipis yang menutupi tubuhnya.Leon menatap Maya dengan binar mata nakal dan penuh antisipasi. "Ayo, sayang... buka kimonomu," bujuk Leon dengan suara menggoda.Maya menatap Leon tajam dengan pipi yang mendadak merona merah padam. Ia meremas erat kain kimononya di bagian dada, sama sekali menolak bergeming. "Kamu gila, ya? Kamu memilihkan aku bikini yang modelnya sangat seksi! Ini sih sama saja aku tak pakai apapun!" protes Maya gemas. Bikini yang dipilihkan Leon, berpotongan minim berwarna merah menyala, memperlihatkan hampir seluruh lekuk tubuhnya, terutama dibagian dadanya. Leon tertawa renyah,
Terakhir Diperbarui: 2026-09-14
Chapter: Bab 51 Olahraga PagiTing-tong! Ting-tong! Ting-tong! Suara bel apartemen bergema nyaring dan tanpa henti, memecah keheningan pagi kota metropolitan. Kevin yang baru saja selesai mandi berjalan keluar dari kamar mandi sembari mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk kecil. Tubuh kekarnya yang tegap dan atletis hanya terbalut selembar handuk putih yang terlilit pasrah di pinggangnya, memperlihatkan dadanya yang bidang dan perut six-pack yang masih terhiasi sisa tetesan air. Dengan dahi berkerut tebal, Kevin melangkah menuju pintu utama dan melirik layar kamera intercom. Glek! Kevin menelan ludah kasar seketika. Di layar monitor, tampak wajah Zaskia yang dipenuhi amarah, menggebu-gebu dengan napas memburu. "Aku tahu kau ada di dalam, Kevin! Buka pintunya sekarang!" pekik Zaskia melalui speaker intercom. Tangannya terus menekan bel tanpa sabar, memicu suara denting yang semakin bising. Tahu tak bisa bersembunyi lagi, Kevin menghela napas panjang dan terpaksa memutar kunci, membuka pin
Terakhir Diperbarui: 2026-09-14
Chapter: Bab 50 Makan Malam di VillaBeberapa menit kemudian, Maya mematikan kompor. Aroma harum tumisan daging sapi paprika berpadu dengan gurihnya saus tiram menguar memenuhi seluruh sudut dapur. Di sebelah wajan, panci kecil berisi rebusan seafood segar—udang dan cumi yang matang merekah—juga sudah diangkat dan ditiriskan. Maya memindahkan tumisan daging yang berkilau menggugah selera itu ke piring saji besar. Ia juga menata rebusan seafood hangat di wadah terpisah, menyandingkannya dengan mangkuk kecil saus kecap cabai racikannya. Setelah itu, dengan cekatan Maya menyendokkan nasi putih hangat ke atas dua piring. "Wangi banget," gumam Leon di sampingnya, duduk manis dan mulai menuangkan tumisan ke atas nasi hangat. Keduanya duduk berhadapan. Di bawah pendar lembut lampu gantung, suasana di antara mereka terasa jauh lebih tenang. Pemandangan bulan, bintang, dan laut malam yang gelap di balik dinding kaca vila menjadi latar belakang yang tak terlupakan.Leon mengambil potongan daging sapi, serta menambahkan rebusa
Terakhir Diperbarui: 2026-09-13
Chapter: Bab 49 Koki CantikkuLangit senja berwarna jingga keemasan perlahan mulai menghiasi cermin langit di luar vila terpencil itu. Sinar matahari yang hangat berganti menjadi remang-remang lembut, menciptakan suasana damai setelah guncangan gairah yang begitu panas dan membakar di kolam renang beberapa jam lalu.Maya kini duduk bersandar di sofa panjang empuk yang menghadap TV layar lebar di ruang keluarga. Ia memakai jubah mandi putih tebal yang menyerap sisa kehangatan usai mandi. Rambutnya yang sedikit basah terurai di bahu, dan di kedua tangannya, ia memegang mangkuk kecil berisi es krim cokelat dingin yang ia nikmati dengan begitu santai.Namun, pikiran Maya tak bisa sepenuhnya lepas dari memori siang tadi. Bayangan tentang bagaimana Leon memeluknya, menatapnya, hingga denyutan pelepasan liar itu terlintas, pipi Maya mendadak memerah panas kembali. Tak lama kemudian, Leon yang baru saja selesai mandi berjalan santai hanya dengan mengenakan celana pendek santai dan handuk kecil yang menggantung di leher
Terakhir Diperbarui: 2026-09-13
Chapter: Bab 185 Akhir yang BahagiaKriettt ... Suara derit engsel pintu kayu yang tua itu memecah kesunyian malam di tengah perkebunan. Dengan hati-hati, Bella mendorong daun pintu yang tidak terkunci itu, meraba dinding bilik kayu yang kasar untuk mencari saklar lampu gantung. Begitu jarinya menemukan tombol plastik kecil dan menekannya, pijar lampu kuning hangat langsung menerangi seluruh isi ruangan yang sempit itu. Bella mengerjap, lalu terperanjat hebat hingga napasnya tertahan di tenggorokan. Jantungnya nyaris copot dari tempatnya. Di sudut ruangan, tepat di atas ranjang kayu kecil berbalut tikar pandan, sosok pria tengah duduk dengan sangat santai. Juna melipat kedua tangannya di dada, mengenakan kaus polos hitam dan celana bahan kasual. Bibirnya menyunggingkan senyum miring yang luar biasa menyebalkan, tapi sukses membuat perut Bella mendadak mulas. "Sudah puas bermain-main sendiri, istri nakal?" suara bariton Juna mengalun rendah, memecah keheningan malam dengan nada penuh intimidasi terselubung. Bella
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Bab 184 Rencana Besar Bella"Membangun rumah? Di sini, di desa?" tanya Brenda tak percaya, matanya membelalak lebar. "Bella, kamu tidak sedang bercanda, kan? Kamu, seorang direktur perusahaan besar dan istri dari CEO The Raden Group, mau tinggal di desa kecil seperti ini?" "Bella serius, Bu," jawab Bella mantap, sorot matanya menyiratkan ketulusan yang mendalam. "Kemarin malam, Uttari menangis sejadi-jadinya. Dia bilang kalau orang tuanya tidak punya waktu untuk mereka. Bella sadar, selama ini kita terlalu sibuk mengejar kesempurnaan dunia luar sampai mengabaikan kebahagiaan anak-anak yang sesungguhnya." Arnold terdiam, menatap putrinya dengan pandangan penuh bangga sekaligus haru. Pria paruh baya itu mengelus jenggot tipisnya, lalu tersenyum tipis. "Suamimu, Juna ... apakah dia tahu rencana sebesar ini? Kamu tahu sendiri suamimu itu punya andil besar di perusahaan dan sangat terikat dengan ritme kehidupan dikota besar." Bella mendengus pelan, mengingat perdebatan sengit mereka semalam sebelum ia nekat kab
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Bab 183 Kembali Lagi ke Desa Wirata"Masuki aku, Sayang ... sekarang!" rintih Bella dengan suara serak yang sangat menggoda. Sembari mengucapkan kalimat itu, Bella dengan berani menarik kedua lututnya ke atas, membuka lebar-lebar paha dan liang hangatnya yang masih berkedut sensitif. Juna tidak perlu diminta dua kali. Pria itu menegang sempurna, urat-urat di leher dan lengannya menonjol akibat gairah yang sudah berada di ubun-ubun. Dengan satu gerakan posesif, Juna memosisikan dirinya di antara kedua paha istrinya, mengarahkan tongkat kebanggaannya yang sudah mengeras maksimal tepat di bibir liang yang menganga pasrah. Jlesss... Tanpa ragu dan dalam satu hentakan yang dalam, Juna langsung memasukkan seluruh miliknya, menghujam hingga ke dasar rahim Bella. Penyusupan yang begitu mendadak dan padat itu seketika menyumbat jalan keluar cairan di dalam sana. Akibatnya, cairan percintaan yang tadinya mengalir deras langsung muncrat ke sekeliling sprei. "AAAHHH!" jerit Bella tertahan, matanya terbelalak sesaat seb
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Bab 182 Cekcok Ringan"Apa? Pindah ke desa?!" pekik Juna, nada suaranya meninggi setengah oktaf karena terkejut. Juna yang sedang berbaring sambil santai diatas ranjang, menegakkan duduknya. Ia menatap sang istri seolah Bella baru saja menyarankan mereka untuk pindah ke planet Mars. "Iya. Aku serius," jawab Bella dengan suara mantap, meski sorot matanya menyiratkan beban pikiran yang berat. "Aku berencana memboyong Danendra dan Uttari tinggal di desa untuk sementara waktu. Kasihan Uttari ...," Juna mendengus tidak percaya, menatap tajam ke arah istrinya. "Desa mana maksudmu, Bella? Wirata? Kamu mau bawa anak-anak ninggalin Arkapa? Kamu sadar nggak apa yang kamu omongin? Perusahaan logistik global sedang ekspansi besar-besaran, posisiku sebagai CEO dan posisimu sebagai Direktur Rantai Pasok dibutuhkan di kantor pusat!" "Kantor pusat, kantor pusat terus!" potong Bella, emosinya yang sejak tadi ditahan akhirnya ikut terpancing. Ia bangkit dari tepian ranjang, berdiri tegak menghadapi suaminya. "Asal kamu
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Bab 181 Dongeng Sebelum TidurSore mulai bergeser menuju malam ketika mobil yang membawa Bella akhirnya memasuki halaman kediaman keluarga Raden. Rumah besar itu masih sama seperti biasanya. Megah, tenang, dan terlalu luas untuk disebut sekadar rumah. Begitu Bella turun dari mobil, ia langsung menyerahkan tasnya kepada seorang pelayan yang sudah siap siaga menunggu di depan pintu. Ia baru saja melangkah beberapa meter ketika suara tangisan terdengar dari dalam rumah. “Mamaaa!” Dari arah ruang keluarga, seorang anak perempuan kecil berlari ke arahnya dengan rambut ikal yang tergerai berantakan. Rambut itu sangat mirip dengan rambut Bella ketika masih kecil. “Uttari?” Bella langsung berjongkok melebarkan tangan, menyambut pelukan hangat dari anak keduanya itu. Isak tangis kecil langsung meredam begitu wajah basah Uttari menelusup ke ceruk leher sang ibu. "Ada apa, sayang? Kenapa nangis hmm?" tanya Bella lembut, mengusap punggung kecil putrinya dengan penuh kasih sayang. Belum sempat Uttari menjawab,
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Bab 180 Nyonya RadenDeru halus mesin Rolls-Royce Phantom hitam berhenti tepat di depan lobby utama hotel bintang tujuh paling eksklusif di jantung ibu kota. Seorang petugas valet segera berlari menghampiri dan membukakan pintu, menyambut kedatangan salah satu wanita paling berpengaruh di lingkaran bisnis Jakarta."Selamat datang, nyonya Raden," ucap sopan penuh hormat, seorang petugas."Selamat pagi, Nyonya Besar. Suatu kehormatan besar bagi kami dapat menyambut Anda kembali di hotel ini," ucap sang General Manager membungkuk hormat, memberikan gestur mempersilakan dengan tangan terbuka.Bella turun dengan gaya anggun. Gaun tweed pastel rancangan Chanel membalut tubuhnya dengan sempurna, sementara kacamata hitam besar bertabur permata menutupi sebagian wajahnya yang dipoles tanpa cela. Bella mengangguk, senyum penuh wibawa terukir di bibirnya. Langkah kakinya yang mengenakan stiletto Jimmy Choo berketukan anggun di atas lantai marmer putih bersih, meninggalkan jejak aura kekuasaan yang membuat setiap p
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28