author-banner
Lukalama
Lukalama
Author

Romans de Lukalama

Pelukan Panas Tukang Kebun

Pelukan Panas Tukang Kebun

Bagi Bella, Junaidi hanyalah tukang kebun kasar dengan keringat yang membasahi kaus lusuhnya. Namun, setiap kali mata tajam pria itu mengunci tatapannya, Bella merasa dunianya terancam. Junaidi tidak memiliki apa pun selain otot yang keras dan senyum meremehkan yang selalu sukses menyulut emosi—sekaligus gairah yang tak tahu malu. Di balik pagar perkebunan yang sepi, kebencian Bella perlahan meleleh menjadi hasrat yang berbahaya. Ia tidak tahu bahwa pria yang ia rendahkan ini menyimpan identitas yang bisa menghancurkan takhta keluarganya. Saat rahasia mulai terkuak dan sentuhan mulai membakar, Bella harus memilih: melarikan diri atau jatuh sepenuhnya ke pelukan sang pemangsa.
Lire
Chapter: Bab 95 Ajakan Juleha
"Non Bella ...." Tiba-tiba suara Mbok Yuli memanggil dari balik pintu kamar, memecah ketegangan yang baru saja terbangun di antara mereka. Bella tersentak, tatapannya yang penuh tanya pada Juna terpaksa teralihkan. Namun, kewajibannya sebagai ibu dan nyonya rumah membuatnya harus menunda rasa penasarannya. "Tunggu sebentar, Sayang ... aku harus ke depan dulu. Tolong gendong Danendra, buat dia tidur siang," ujar Bella. Ia menyerahkan putranya dengan sangat hati-hati ke dalam dekapan Juna. Setelah memastikan posisi bayinya aman di lengan sang suami, Bella segera membetulkan pakaiannya, dan melangkah terburu-buru keluar dari kamar untuk menemui Mbok Yuli. Cekrek. Pintu kamar tertutup rapat, meninggalkan keheningan yang menyesakkan. Juna menunduk, menatap wajah polos Danendra yang mulai tertidur di pelukannya. Ia mengembuskan napas panjang yang terasa begitu berat di dadanya. Sekali lagi, ia gagal meluruskan semuanya. Keberanian yang sudah ia kumpulkan dengan susah payah
Dernière mise à jour: 2026-05-29
Chapter: Bab 94 Salah Tingkah
Tok! Tok! Tok! Suara ketukan keras di pintu depan kamar hotel memecah penyatuan mereka. Gerakan pinggul Juleha langsung terhenti seketika. Tubuhnya menegang kaku di atas tubuh Arul. Jantungnya berdebar sangat kencang, disusul rasa panik yang mendadak menyerang pikiran mereka berdua. Mereka saling pandang dalam keheningan yang mencekam, menahan napas. "Mas ... siapa itu?" bisik Juleha dengan suara bergetar ketakutan. Arul berusaha tetap tenang meski rahangnya mengeras. "Biar aku yang periksa, Sayang." "Jangan, Mas. Biar aku saja," sergah Juleha panik. Ia tidak ingin siapapun melihat Arul di kamar ini. Dengan gerakan terburu-buru, Juleha segera turun dari tubuh Arul. Ia menyambar handuk putih besar milik hotel yang tergeletak di dekat ranjang, melilitkannya dengan cepat ke tubuh polosnya yang masih basah oleh keringat. Sambil terus menenangkan detak jantungnya yang berpacu liar, Juleha berjalan pelan menuju pintu depan dan membukanya sedikit. Seorang petugas hotel be
Dernière mise à jour: 2026-05-28
Chapter: Bab 93 Pelarian Juleha
Malam harinya, di sebuah hotel yang terletak di daerah pesisir pantai, suasana sepi hanya dipecahkan oleh suara deburan ombak yang samar dari kejauhan. Dok dok dok dok! Ketukan keras dan terburu-buru terdengar memukul pintu kayu kamar hotel tersebut. "Siapa?!" tanya Arul dari dalam, suaranya terdengar waspada sekaligus terkejut karena ada yang bertamu di jam selarut ini. "Ini aku ...," seru suara seorang wanita dari balik pintu, terdengar bergetar menahan tangis. Cekrek. Arul membuka pintu. Matanya langsung membelalak kaget melihat kedatangan Juleha di tengah malam buta seperti ini. Wajah Juleha tampak sembap, maskaranya sedikit luntur, dan air mata masih menggenang di sudut matanya—jelas sekali ia sedang menangis, jiwanya terguncang setelah apa yang dialaminya siang tadi di ruang kerja Sadewa. "Aku sudah tidak tahan lagi!" isak Juleha. Melihat kondisi Juleha yang berantakan dan emosional, Arul langsung menarik lengan wanita itu dengan cekatan. "Ayok masuk, sebel
Dernière mise à jour: 2026-05-27
Chapter: Bab 93 Tersiksa Batin dan Fisik
"Mas ... ahh, pelan-pelan ... Mas, ini terlalu ... emmhh!" Juleha merintih pasrah. Sadewa semakin kehilangan kendali, didorong oleh amarah yang membakar sekaligus kepuasan melihat istrinya tak berdaya di bawah kendalinya. Plop! Plop! Plop! Ritme hentukannya berubah menjadi semakin cepat, kasar, dan tanpa ampun. Setiap hantaman pinggulnya terasa begitu dalam, membuat tubuh polos Juleha bergeser-geser di atas sofa kulit yang licin. Bunyi gesekan kulit yang basah dan tamparan daging yang intens bergaung memenuhi ruang kerja yang tertutup rapat. Sadewa sama sekali tidak memedulikan rintihan itu. Kedua tangannya beralih mencengkeram pinggang Juleha dengan kuat, menahan tubuh wanita itu agar tetap menerima setiap tancapan brutalnya. "Nikmati ini!" desis Sadewa dengan suara serak yang berat, napasnya memburu kencang di telinga istrinya. "Ingat baik-baik, kalung berlianmu ada di setiap jengkal milikku yang menembusmu sekarang!" Mendengar kata berlian dan membayangkan bagaimana i
Dernière mise à jour: 2026-05-27
Chapter: Bab 92 Menyerahkan Diri
"HAHAHA!" Suara tawa Sadewa menggelegar dan terdengar gila itu memenuhi seluruh penjuru ruangan, menggantikan atmosfer tegang yang sempat menyelimuti mereka beberapa saat lalu. Juleha dan Pak Mahendra saling lempar pandang, raut wajah mereka dipenuhi kebingungan melihat Sadewa yang terus tertawa tanpa henti seolah baru saja mendengar sebuah lelucon paling lucu di dunia. Setelah tawa renyahnya mereda menjadi sebuah seringai licik, Sadewa melangkah mendekati istrinya. Ia menatap Juleha dari atas ke bawah dengan tatapan meremehkan yang amat kentara. "Kau memang cukup berguna," desis Sadewa dengan nada suara yang dingin namun puas. "Tidak sia-sia aku memberikan makan pada anjing rakus sepertimu." Mendengar ucapan kasar itu, wajah Juleha seketika memerah karena merasa sangat terhina. Dadanya bergemuruh menahan sesak. Namun ia sama sekali tidak berani protes atau membantah. Ia sadar betul posisinya; ia sangat membutuhkan uang dan fasilitas dari Sadewa demi menjaga gengsinya di d
Dernière mise à jour: 2026-05-27
Chapter: Bab 91 Pengakuan Juna
"Kakek tahu kau sengaja bersandiwara jadi tukang kebun dulu untuk memastikan siapa calon istrimu yang sebenarnya," lanjut Yudistira dengan nada suara yang bergetar penuh arti. "Kau ingin menguji ketulusannya, memastikan dia tidak silau harta. Tapi Juna, itu bukan berarti kau harus terus melakukan sandiwara konyol ini setelah kalian menikah." Juna memijit pelipisnya yang mendadak terasa berdenyut nyeri. Ia mengembuskan napas berat, menatap hamparan laut di depan mereka dengan tatapan yang dipenuhi penyesalan mendalam. "Ini bukan cuma soal ego atau ketakutan, Kek," aku Juna lirih. "Ada hal lain yang belum Kakek tahu. Dulu ... saat pesta topeng itu, aku melakukan kesalahan besar." Yudistira mengernyitkan dahi, rasa penasarannya langsung terusik. Ia menegakkan tubuhnya, menatap sang cucu dengan penuh selidik. "Kesalahan besar? Apa maksudmu?" Tangan Juna mengepalkan kuat-kuat. "Kesalahan yang kubuat saat malam pesta topeng itu ... aku sudah membuat Bella trauma luar biasa. Gara-gar
Dernière mise à jour: 2026-05-26
Aku Bukan Istrimu Lagi

Aku Bukan Istrimu Lagi

Katakan padaku kalau dia ini adalah anakku!" tegas Sagara dengan sorot mata nyalang itu, ia terus menuntut jawaban yang pasti dari mantan istrinya, Tiara. Nafas Tiara tertahan, dadanya terasa amat sesak saat mantan suaminya melontarkan pertanyaan itu, kedua tangannya mengepal kencang, ia berusaha mengumpulkan keberanian untuk terus melanjutkan kebohongan yang menyakitkan ini. "Dia bukan anakmu! Dia anak Rangga," tegasnya, dengan mata yang berkaca-kaca. Dulu Tiara sangatlah mencintai mantan suaminya, Sagara. Namun naas kebahagiaan pernikahan yang baru dijalani selama setahun lebih, harus berakhir dengan penuh air mata. Sagara telah melakukan tindak KDRT terhadapnya, hingga Tiara sudah tidak tahan lagi dan memilih bercerai. Namun semesta mempertemukan mereka kembali, tentu saja oleh sang buah hati yang disembunyikan. Apakah mereka akan bersatu kembali setelah bercerai ?? Akankah Tiara memilih tetap setia kepada Rangga suami keduanya, walaupun memiliki anak dari Sagara.
Lire
Chapter: Bab 118 Akhir Yang Bahagia
Tut....Tut...Tut....Tut. suara alat rekam jantung di rumah sakit, Roger terbaring lemah di ranjang rumah sakit, untuk bernafas saja butuh tabung oksigen, pelan-pelan ia membuka kelopak matanya, lalu melihat sekeliling. Matanya membulat saat melihat sosok mantan istrinya duduk di sebelah sedang menatapnya sinis, "Ini di rumah sakit!! Apa Anakku sudah di tangkap polisi? Apa yang sebenarnya terjadi?" ucapnya pelan menatap Grace mantan istrinya. "Kamu ini!! Semakin tua malah semakin jahat!! Tega sekali kamu, ingin memenjarakan putramu sendiri, apa kau sudah tidak waras...!! Mau membunuh menantu juga cucumu!!" umpat Grace dengan kemarahan membuncah. Ingin sekali ia mengakhiri kehidupan si tua bangka yang sedang tidak berdaya ini, agar tidak lagi-lagi mengganggu kehidupan pernikahan putranya. "Apa maksudmu! Sagara tidak jadi dipenjara!" ujarnya dengan suara parau. BUGH...!! Grace memukul perutnya dengan keras Tit....tit....tit.....tit....tit!!! Alat rekam jantung langsung b
Dernière mise à jour: 2024-12-08
Chapter: Bab 117 Kelahiran Anak Kedua
Mobil sedan di laju dengan kecepatan tinggi, Alfred berupaya sampai secepatnya mungkin di rumah sakit terdekat. Tiara menggigit bibirnya, mencoba menahan rasa sakit yang semakin intens. "Aaaggh... Sakit sekali." pekik Tiara, berkeringat sangat banyak. Sagara pun panik, ia terus menggenggam erat tangan Tiara. "Tenang, Honey, sebentar lagi akan sampai..." ucap Sagara dengan suara penuh ketegangan, hatinya terus berdebar-debar. Alfred memacu kendaraan menuju rumah sakit dengan hati yang cemas namun penuh harapan. Sepanjang perjalanan, Tiara menggenggam tangan Sagara erat, mencoba mencari kenyamanan dalam sentuhan suaminya. ***** Malam ini, Rangga, tengah menjalani shift malam di rumah sakit. Akhir-akhir ini baik pekerjaan dan hubungan dengan sang istri sedang berjalan dengan baik, Rangga bisa lembur seperti dulu, karena Sonya mulai sering menemani putrinya. Namun tiba-tiba telepon dari ruang perawatan datang. Kring... Kring... Kring... "Dokter Rangga!! Kami membutuhkan
Dernière mise à jour: 2024-12-08
Chapter: Bab 116 Rencana Licik Sagara
"Teganya paman! Kenapa berbuat seperti ini!! dasar penghianat!!" teriak Tiara, saat di bawa paksa oleh paman Alfred untuk masuk ke dalam bangunan istana Roger. "Ssstt... Maafkan paman Tiara, paman terpaksa melakukan ini semua, tolong jangan melawan dan banyak bergerak, ingat kondisi bayi dalam perutmu." ujar Alfred mengingatkan. "Hiks hiks hiks." Tiara terus menangis, berharap sang paman bisa menolong suaminya. Eh!! dirinya malah terjebak, ternyata paman Alfred kembali berpihak pada ayah mertuanya yang bejat, dan itu semua ia lakukan demi harta kekayaan yang dijanjikan oleh Roger. Sangat tidak di sangka-sangka jerat harta kekayaan memang bisa mengubah hati dan pikiran seseorang yang tadinya baik jadi nekad. Sambil menahan Tiara di ruangan lain, Alfred menghela nafas panjang, saat ini Tiara sangat membencinya, namun ya... terpaksa ia lakukan, hanya untuk sementara waktu, kalau bukan karena Sagara yang merancang semua rencana ini, ia tidak akan mau terlibat lagi dengan rencana ja
Dernière mise à jour: 2024-12-08
Chapter: Bab 115 Kekejaman Roger
Kediaman Roger yang bagaikan sebuah istana kerajaan, pilar-pilar menjulang tinggi di sepanjang lorong pintu masuk rumahnya, suasana gelap dan dingin, tidak ada kehangatan di rumah ini. Tuk...tuk...tuk. Suara tongkat Roger, karena kondisi kesehatan yang semakin memburuk kini dirinya harus berjalan dengan menggunakan tongkat. Lalu keempat bodyguard bertubuh besar mengikutinya di belakang, dua diantaranya sedang menggotong tubuh putranya yang masih pingsan. "Beraninya dia mengelabui ku selama ini, dasar anak tidak tahu diuntung!!" pekiknya sembari memasuki sebuah ruangan kamar. Bruk...!! Tubuh Sagara di jatuhkan di lantai, Roger duduk di kursi sambil memandangi putranya dengan perasaan marah, sudah lama ia menahan diri untuk merasakan momen ini, kalau bukan karena Alfred ia tidak akan menahan dirinya. Beberapa saat... Sagara mulai membuka kelopak matanya pelan-pelan, saat kesadarannya kembali, ia mengerejap berkali-kali mencoba menetralkan penglihatannya. Sungguh terkejut
Dernière mise à jour: 2024-12-08
Chapter: Bab 114 Sagara di Culik
Waktu berlalu cepat, kini usia kandungan Tiara mulai memasuki usia 9 bulan, perutnya sudah sangat besar, ia menikmati masa kehamilannya dengan damai bersama suami, satria dan keluarganya. Layaknya sebuah keluarga yang bahagia tanpa ada gangguan. "Halo adik cantikku..., jangan lama-lama di dalam, kamu tidak pegal di dalam sana, pasti sempit kan, lebih baik temani kakakmu main puzzle disini..." celoteh Satria, terus saja berbicara pada adiknya sambil mengelus perut ibunya. "Sabar nak, bulan depan, adikmu baru keluar dari perut mama, sayang." Tiara tertawa geli, gemas sekali melihat tingkah lucu Satria yang penuh semangat menyambut adik perempuannya. "Satia udah gak sabar mama, bosen main sendirian terus, papa juga sibuk kerja, mama juga gak bisa temani Satria main gara-gara dedek bayi masih di dalam perut," keluh Satria, mengerutkan dahi. "Sabar ya Nak, Papa kamu lagi ada proyek besar, kalau kamu bosan kamu kan bisa ajak teman sekolahmu main kesini atau kamu main ke rumah dia, na
Dernière mise à jour: 2024-12-07
Chapter: Bab 113 Rasa Pilu
BUGH...!! BUGH...!! BUGH...!! Sagara dan Rangga saling baku hantam. "Hentikan aduh!!" teriak Tiara yang panik, mau melerai tapi takut, karena dirinya sedang hamil. "Huhuhu, huaa...hiks." Satria menangis sambil memeluk ibunya. Sonya segera mencari petugas hotel, meminta bantuan agar ada yang memisahkan mereka. "Apa sih masalahmu!" kedua tangan Sagara menahan kepalan tangan Rangga yang mau mendarat di wajahnya. Rangga yang tidak menyerah menjatuhkan diri, lalu keduanya berguling-guling di lantai. BUGH!! Kali ini Sagara berhasil menghajar balik Rangga. Rangga terhuyung lalu berusaha berdiri, "Kamu gak pantas, untuknya...!!" teriak Rangga, menatap Sagara dengan penuh kebencian. "Apa hak-mu melarang Tiara rujuk lagi denganku, terimakasih kamu sudah berselingkuh, aku dan Tiara jadi bisa menikah!" umpat Sagara. "Aaagghh!!" teriakkan kekesalan Rangga membuncah, dengan cepat menyerang balik orang yang paling ia benci. "Uugghh...!! Sagara berhasil menangkis pukulan, n
Dernière mise à jour: 2024-12-07
Vous vous intéresseriez aussi à
The Devil CEO
The Devil CEO
Romansa · Kakarllak
14.1K Vues
Ketegaran Cinta Seorang Istri
Ketegaran Cinta Seorang Istri
Romansa · Henny Djayadi
14.1K Vues
Aku menyerah Mas
Aku menyerah Mas
Romansa · Amy Sity
14.1K Vues
Hatimu Bukan Sebongkah Batu
Hatimu Bukan Sebongkah Batu
Romansa · Ayunina Sharlyn
14.1K Vues
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status