author-banner
Arandiah
Arandiah
Author

Novels by Arandiah

Nyonya Puas Abang Lemas

Nyonya Puas Abang Lemas

"Bagaimana kalau kamu masuk ke kamar saya sebentar? Saya butuh bantuan laki-laki yang ... kuat kayak kamu, Rus." Rusdi tediam mendengar ucapan Nyonya Vivian, majikannya yang terasa ambigu itu. Selama ini, Rusdi bekerja sebagai tukang kebun, tapi tidak sekali dua kali majikannya itu seolah berusaha menggodanya dan membuatnya hilang kewarasan.
Read
Chapter: Bab 300 TAMAT
Vivian tidak mengubah posisi duduknya. Kakinya yang ramping tetap menyilang dengan anggun. Jari lentiknya yang berkuku merah perlahan mengetuk meja kaca di depannya. Sebuah senyum tipis dan dingin akhirnya muncul di bibir Vivian. Senyum itu tidak sampai ke matanya, tapi justru membuat wajahnya terlihat semakin menggoda dan mematikan. "Membesarkan?" ulang Vivian pelan. "Maksud Paman membesarkan rekening pribadi Paman dengan menggelapkan dana proyek selama tiga tahun berturut-turut?" Anton maju setelah mendapat isyarat dari mata Reynard. Dia meletakkan sebuah tumpukan map merah di depan Pak Broto. Itu adalah semua bukti aliran dana gelap yang sudah diselidiki tim keamanan Aryasatya. Melihat tumpukan map itu, tubuh Pak Broto langsung lemas. Dia jatuh terduduk di kursinya. Keringat dingin sebesar biji jagung mulai menetes di dahinya. Reynard berdiri diam di belakang kursi Vivian. Matanya menatap puas ke arah istrinya. Garis leher Vivian yang terekspos dari potongan kerah blazernya t
Last Updated: 2026-05-11
Chapter: Bab 299
Pintu tertutup rapat setelah Anton dan Felicia keluar. Reynard menyandarkan tubuh besarnya ke kursi. Matanya langsung terkunci pada Vivian yang duduk di seberang meja.Wanita itu sedang serius membaca lembaran profil di dalam map. Blus sutra berwarna krem yang dia pakai melekat pas di tubuhnya. Dua kancing teratas sengaja dibiarkan terbuka, memamerkan kulit leher dan tulang selangkanya yang seputih susu. Rok pensil hitam ketat membungkus pinggul hingga pahanya. Kakinya menyilang santai di bawah meja, memperlihatkan betisnya yang mulus.Reynard menelan ludah pelan. Ingatannya mundur ke masa lalu.Dulu, saat Reynard masih menyamar menjadi Rusdi si tukang kebun, dia sering mencuri pandang saat Vivian duduk sendirian di teras belakang rumah. Wajah Vivian saat itu selalu dingin, datar, dan tak tersentuh. Namun justru sikap dinginnya itulah yang membuat aura Vivian sangat menggoda. Sorot matanya yang tajam dan bibirnya yang jarang tersenyum selalu sukses membuat darah Reynard berdesir pan
Last Updated: 2026-05-11
Chapter: Bab 298
Beberapa hari kemudian...Pagi itu di penthouse, suasana terasa lebih santai dari biasanya. Vivian sudah berdiri di depan cermin besar di kamarnya. Ia mengenakan terusan berwarna nude berbahan brokat yang elegan tapi tidak terlalu mencolok. Rambutnya dibiarkan tergerai rapi.Reynard masuk ke kamar setelah selesai berganti pakaian di ruangan sebelah. Ia memakai kemeja hitam yang lengannya digulung sampai siku. Pria itu berdiri di belakang Vivian dan menatap pantulan istrinya di cermin."Sudah siap?" tanya Reynard.Vivian mengangguk. "Sudah. Apa menurutmu ini terlalu sederhana?""Tidak. Ibu justru lebih suka kalau kau tampil apa adanya. Beliau tidak suka sesuatu yang berlebihan," jawab Reynard sambil memegang bahu Vivian."Aku hanya merasa sedikit gugup. Aku takut mengecewakan ibumu," kata Vivian jujur.Reynard membalikkan tubuh Vivian agar menghadapnya. "Tidak perlu gugup. Ibu sudah sangat menyukaimu sejak pertama kali melihat mu. Sekarang, ayo berangkat. Sopir sudah menunggu di bawah.
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: Bab 297
Dentingan lift pribadi itu terdengar pelan saat pintu terbuka. Vivian melangkah keluar dengan santai. Karena ini adalah malam keduanya di penthouse, dia tidak lagi melayangkan pandangan kagum pada langit-langit tinggi atau pilar marmer yang megah. Dia berjalan langsung menuju meja konsol eboni, meletakkan tas tangannya yang mungil di sana dengan gerakan yang sangat terbiasa.Gaun merah hati berbahan satin yang ia kenakan tampak mengikuti setiap gerak tubuhnya dengan sempurna. Saat ia berjalan, cahaya lampu kristal memantul di permukaan kain yang mengilap, menciptakan gradasi warna merah yang elegan. Potongan gaun itu benar-benar menonjolkan kulit bahunya yang seputih porselen.Reynard berjalan beberapa langkah di belakangnya. Pria itu sudah melepas jam tangan dan melonggarkan dasinya. Ia memperhatikan bagaimana Vivian merapikan rambut hitamnya di depan cermin besar."Aku sudah meminta koki untuk menyiapkan semuanya di dapur sebelum kita sampai," kata Reynard. Suaranya berat, menggema
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: Bab 296
"Katakan pada wanita ini, siapa aku," perintah Reynard dingin.Manajer itu menatap Adisty dengan bingung. "Beliau adalah Tuan Muda Reynard, pemilik dari Grup Aryasatya. Mal ini, butik ini, dan hampir sebagian besar gedung di kota ini adalah miliknya."Wajah Adisty seketika berubah menjadi sangat pucat. Dia menatap Reynard dengan tidak percaya. "Pemilik Grup Aryasatya? Tapi... tapi..."Reynard melangkah maju satu langkah, membuat Adisty mundur ketakutan. "Kau bilang Vivian tidak pantas memakai berlian? Kau bilang suamimu, eh maksudku, kakakmu yang dipenjara itu lebih baik dariku?""Sa... saya tidak bermaksud begitu, Tuan," gagap Adisty."Kau juga menghina Rusdi," lanjut Reynard dengan nada yang sangat rendah. "Kau tidak tahu kalau Rusdi dan aku adalah orang yang sama? Aku hanya sedang ingin melihat seberapa busuk hati keluarga kalian."Adisty seolah tersambar petir. Dia hampir saja jatuh pingsan. Pria miskin yang dulu selalu dia injak-injak dan dia hina ternyata adalah salah satu orang
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: Bab 295
Reynard melangkah masuk ke dalam butik perhiasan dengan sorot mata yang tajam. Di belakangnya, Anton mengikuti dengan langkah yang tertata. Kehadiran Reynard membuat seluruh pelayan di toko itu seketika menunduk hormat.Pandangan Reynard langsung tertuju pada seorang wanita yang duduk di kursi beludru. Vivian. Dia mengenakan gaun merah hati yang sangat pas di tubuhnya. Potongan gaun itu memperlihatkan leher jenjang dan bahunya yang mulus. Kulitnya yang putih tampak kontras dengan warna merah gaun tersebut.Namun, wajah Vivian terlihat gelisah. Dia memegang sebuah kotak perhiasan dengan tangan yang sedikit gemetar."Kenapa belum dibayar?" tanya Reynard. Suaranya berat dan memenuhi ruangan yang sunyi itu.Vivian tersentak. Dia menoleh dan melihat Reynard berdiri di sana dengan aura yang sangat kuat. "Reynard? Kamu sudah selesai rapatnya?"Reynard tidak menjawab. Dia berjalan mendekat dan berdiri tepat di depan Vivian. Dia mengambil kotak perhiasan itu. Di dalamnya terdapat sebuah kalung
Last Updated: 2026-04-30
Terjebak Gairah (Calon) Mantan Suamiku

Terjebak Gairah (Calon) Mantan Suamiku

Nasib pernikahan yang Kirana kira akan segera kandas, justru membuka kehidupan baru yang tak pernah terpikirkan olehnya. Ia terjebak dalam gairah pria yang sebentar lagi jadi mantan suaminya. Bagaimana bisa, suami dingin yang tak pernah menyentuhnya selama bertahun-tahun, kini menjadi liar dalam kubangan gairah di atas ranjang panasnya.
Read
Chapter: Rantai pengikat
Pagi harinya, Kirana terbangun bukan karena suara ombak, melainkan bau kopi dan roti panggang yang masuk ke kamar. Untuk sesaat, ia lupa di mana ia berada, sampai matanya melihat Ardan yang sedang berdiri di depan lemari besar sambil memilihkan baju untuknya."Bangun, Sayang," ucap Ardan dengan nada ringan, seolah-olah pelarian Kirana selama beberapa waktu lalu hanyalah mimpi buruk yang sudah lewat. "Aku sudah siapkan sarapan. Aku ingin kamu pakai gaun sutra biru ini. Ini warna favoritku kalau kamu yang pakai."Kirana bangun perlahan, tubuhnya masih terasa kaku. "Ardan, apa yang kamu lakukan?"Ardan berbalik sambil memegang gaun itu di depan tubuhnya sendiri. Ia tersenyum—sebuah senyum yang tidak sampai ke matanya yang tetap terasa dingin. "Kita mulai lagi dari awal, Kirana. Hari ini, tidak ada Barra, tidak ada Zara. Cuma ada kita. Aku sudah batalkan semua janji di kantor. Kita akan habiskan waktu bersama di rumah."Kirana melangkah menuju meja rias, tapi ia tersentak saat menyadari s
Last Updated: 2025-12-18
Chapter: Titik awal lagi
Bunyi bip dari kunci pintu digital itu terdengar seperti peringatan yang mengerikan di koridor yang sepi. Ardan masuk lebih dulu. Gerakannya tenang tapi waspada, persis seperti pemburu yang sedang mengawasi mangsanya. Ia sengaja tidak menyalakan lampu utama; hanya lampu kecil di sudut ruangan yang menyala otomatis, menciptakan bayangan panjang yang terlihat seram di atas lantai marmer."Selamat datang kembali, Kirana," ucap Ardan tanpa menoleh. Suaranya rendah, hampir berbisik, tapi sanggup membuat Kirana merinding.Kirana terpaku di depan pintu. Dadanya terasa sesak saat menghirup bau ruangan itu—campuran wangi kayu cendana dan aroma pembersih ruangan yang mahal. Inilah tempat yang ia kira sudah ia tinggalkan selamanya. Setiap sudut ruangan ini adalah saksi bisu saat ia dikurung berbulan-bulan sebelum akhirnya berhasil kabur ke Amerika."Kenapa kita balik ke sini?" tanya Kirana dengan suara serak yang hampir pecah. "Aku benci tempat ini, Ardan. Kamu tahu itu."Setelah menaruh kunci m
Last Updated: 2025-12-18
Chapter: Diajak pulang
Hening yang menyelimuti kamar itu terasa begitu rapuh, siap pecah kapan saja. Kirana menahan napas, mencoba membedakan suara di sekelilingnya. Hanya ada dua, deburan ombak yang ritmis di kejauhan, dan gemuruh detak jantungnya sendiri yang memukul-mukul gendang telinga. Ia menajamkan pendengarannya ke arah sofa, menangkap irama napas Ardan yang dalam dan teratur. Yakin suaminya telah terlelap, ia menarik ponsel dari balik selimut dengan gerakan sepelan mungkin.Tubuhnya masih bergetar hebat, tetapi tekadnya membara lebih panas dari rasa takutnya. Jari-jarinya yang sedingin es nyaris tak mampu menekan tombol daya. Sedetik kemudian, layar ponsel menyala, memancarkan cahaya kebiruan yang terasa membutakan di dalam kegelapan pekat. Kirana buru-buru meredupkan tingkat kecerahan, lalu menyembunyikan diri lebih dalam di bawah selimut, menciptakan tenda kecil yang remang-remang sebagai benteng pertahanannya.Ia bahkan tidak tahu siapa yang harus dihubungi. Polisi? Teman? Siapa pun. Siapa pun y
Last Updated: 2025-10-09
Chapter: Semakin posesif
Rasa dingin menjalar di punggung Kirana, bukan karena angin laut, melainkan karena tatapan Ardan yang menguncinya. Genggaman pria itu di pergelangan tangannya terasa seperti borgol yang mustahil dilepaskan. Keputusasaan yang tadinya sempat mereda, kini kembali mencengkeramnya dengan lebih erat.“Ini bukan cinta, Dan,” desis Kirana, berusaha menarik tangannya meski sia-sia. Air matanya mulai menggenang, campuran antara amarah dan ketakutan. “Ini obsesi. Kamu tidak mencintaiku, kamu hanya ingin memilikiku.”“Apa bedanya?” balas Ardan, suaranya rendah dan berbahaya. Ia menarik Kirana lebih dekat, memaksa wanita itu menatap matanya. “Aku melihat foto pernikahan kita di meja. Kamu tidak membuangnya. Itu artinya kamu masih merasakan hal yang sama, Kirana. Kamu hanya sedang bingung dan terluka.”“Aku menyimpannya sebagai pengingat,” sahut Kirana dengan suara bergetar. “Pengingat betapa bodohnya aku pernah percaya pada ilusi kebahagiaan bersamamu.”Penolakan Kirana yang begitu tajam membuat r
Last Updated: 2025-10-09
Chapter: Penolakan Kirana
“Boleh aku tetap menjagamu sampai kamu benar-benar pulih? Bukan sebagai suami, tapi sebagai seseorang yang pernah kamu cintai.”“Tidak,” jawab Kirana dengan suara pelan tapi tetap tegas. “Aku tidak butuh itu, Dan. Aku butuh ruang. Aku ingin menjauh dari kamu.”Ardan terdiam. Permintaannya ditolak mentah-mentah. Ia hanya bisa mengangguk perlahan, seolah menerima kekalahan yang sudah ia ketahui. Hatinya terasa hancur. Ia ingin terus berada di dekat Kirana, memastikan wanita itu baik-baik saja, tetapi ia tak punya hak lagi.“Baiklah,” ucapnya sambil menghela napas panjang. “Aku akan urus semuanya. Nanti kamu bisa tandatangani berkasnya.”Ardan pun bangkit dan keluar dari kamar. Kirana hanya bisa melihat punggungnya yang menjauh. Ada rasa lega, tetapi juga perih yang tak bisa ia jelaskan. Ia memejamkan mata, membiarkan air mata mengalir perlahan di pipinya. Perpisahan ini adalah jalan satu-satunya untuk bisa bernapas kembali.Beberapa hari berlalu. Luka di pergelangan tangan Kirana sudah
Last Updated: 2025-10-09
Chapter: 49. Mengurus perceraian
Setelah keluar dari kamar, Ardan melangkah cepat ke arah ruang tengah. Wajahnya tegang, matanya penuh amarah yang ditahan. Ia langsung memanggil Bagas, asistennya yang sudah lama bekerja dengannya. “Bagas,” ucap Ardan dengan nada dingin, “Mulai sekarang, jaga semua pintu dan gerbang. Jangan biarkan Kirana keluar dari rumah ini tanpa izin dariku.” “Bos… apakah ini tidak berlebihan?” tanya Bagas tampak ragu. Ardan menatapnya tajam. “Lakukan saja. Aku tidak mau dia pergi. Dia pikir bisa lepas begitu saja? Tidak semudah itu.” Bagas mengangguk pelan, meski hatinya tidak tenang. Ia tahu hubungan antara bos dan Nonanya sedang buruk, dan tindakan ini bisa memperburuk keadaan. Sementara itu, di dalam kamar, Kirana duduk diam. Ia tahu Ardan tidak akan membiarkannya pergi. Ia merasa terjebak, seperti dikurung di dalam rumah yang dulu ia anggap tempat berlindung. Matanya menatap kosong ke arah jendela, lalu beralih ke meja kecil di sudut ruangan. Tangannya gemetar saat membuka laci dan menemu
Last Updated: 2025-09-07
Ciuman Ratu Iblis Membuatku Dikelilingi Banyak Wanita

Ciuman Ratu Iblis Membuatku Dikelilingi Banyak Wanita

“Woy! Siapapun itu! Mau Tuhan, iblis, setan, mak lampir, atau semuanya! Dengerin Aku!” teriak Dewa sambil menatap langit dengan kesal. “Siapapun yang bisa bikin semua orang tunduk sama aku, kalian bisa ambil apapun yang aku punya. Ambil nyawaku juga gak masalah! Aku capek diinjak-injak terus!”
Read
Chapter: Bab 36
Selly tersentak. Matanya yang semula sayu langsung melebar sempurna, menatap Dewa dengan tatapan tidak percaya. Tubuh montoknya yang tadi menempel manja di lengan Dewa mendadak menegak kaku."K-kamu... kamu serius, Dewa?!" bisik Selly dengan suara yang bergetar.Dada jumbonya berguncang hebat karena napasnya yang mendadak memburu akibat rasa syok. Harga dirinya sebagai penguasa The Fog yang seksi dan dipuja banyak pria seketika terasa diujung tanduk hanya karena ucapan santai dari pria di hadapannya.Melihat reaksi Selly yang hampir meledak, Dewa menarik sudut bibirnya, membentuk sebuah seringai tipis yang menawan. 'Heh, bisa kena hajar Niskala nih kalau aku salah dikit aja. Aku kan cuma pengen jadi penguasa, bukan malah jadi orang suruhan si iblis gila itu,' gerutu Dewa dalam hati.Ia bersandar santai pada kursi kayu restoran, melipat kedua tangannya di depan dada dengan gestur yang sangat tenang dan berkelas."Aku hanya bercanda, Selly," ucap Dewa dengan suara beratnya yang tenang.
Last Updated: 2026-06-01
Chapter: Bab 35
Sret.Dewa membalikkan badan perlahan, menatap Selly yang masih berdiri di samping meja kerja marmernya dengan wajah memerah."Ada apa lagi, Selly? Aku tidak punya banyak waktu pagi ini," ucap Dewa dingin.Selly berjalan mendekat. Kemeja putih longgar yang ia kenakan bergoyang seiring gerakan pinggulnya yang lebar. Dua gundukan kembar berukuran jumbo di balik kain tipis itu membusung padat, membal sensual setiap kali kakinya melangkah."Ini sudah mau jam makan siang, Dewa. Kamu tidak bisa pergi begitu saja setelah membuatku memberikan semua data berharga ini," ucap Selly dengan suara serak basah.Selly memajukan tubuhnya, menempelkan dada jumbonya yang kenyal ke lengan kekar Dewa hingga meluber sempurna. "Ayo makan siang bersamaku dulu. Anggap saja ini sebagai perayaan kerja sama kita."Dewa menyeringai tipis, lalu menarik lengannya dari jepitan dada Selly yang montok. "Aku tidak tertarik dengan makan siang yang membuang waktu."Selly merengut kesal. Bibir tebalnya yang merah merona m
Last Updated: 2026-05-31
Chapter: Bab 34
Tak lama kemudian, Niskala bangkit berdiri dari sofa. Tubuh polosnya yang tanpa sehelai benang pun bergerak gemulai saat ia melangkah menuju area dapur apartemen, membiarkan pantatnya yang besar dan padat bergoyang bebas di depan mata Dewa.Dewa hanya bisa pasrah tiduran di sofa sambil memegangi perutnya yang kembali berbunyi nyaring.Tidak butuh waktu lama, Niskala kembali dari dapur. Dada jumbonya membal sempurna setiap kali kakinya melangkah. Di tangan kanannya, ia membawa sebuah mangkuk besar yang mengeluarkan asap tipis dan aroma daging bakar yang pekat."Ini, makan," ucap Niskala, menyodorkan mangkuk itu tepat ke depan hidung Dewa.Dewa melirik isi mangkuk yang berisi gumpalan daging merah keunguan. "Ini makanan apa, sih? Kok bentuknya aneh begini?"Niskala berkacak pinggang, membuat sepasang gunung kembarnya ikut membusung galak. "Jangan banyak protes. Ini sup sari pati gairah murni untuk memulihkan tenagamu. Mau bugar besok pagi atau mau lemas di depan Selly?"Perut Dewa kemb
Last Updated: 2026-05-29
Chapter: Bab 33
"Baiklah. Besok pagi saya siapkan semua berkas kontrak kerja sama kita beserta data orang-orang yang kamu butuhkan," bisik Selly sambil mengecup rahang Dewa dengan lembut. "Tapi saya ingin jatah saya juga. Kamu tahu kan, jatah apa yang saya maksud."Dewa tersenyum miring, lalu perlahan menurunkan kaki Selly dari pahanya. Ia mendadak bangkit berdiri dan mulai memunguti kemejanya yang kancingnya sudah lepas di lantai."Akses penuh dan data itu dulu, Selly. Setelah semuanya beres, baru kita bicara tentang jatah berikutnya," ucap Dewa sambil memakai kembali kemeja dan jas hitamnya dengan tenang.Selly melongo di atas kasur, menatap Dewa dengan tidak percaya. Dada besarnya yang meluber tampak naik turun lebih cepat karena sedikit kesal sekaligus gemas. "Kamu mau langsung pergi? Setelah membuat saya lemas begini, kamu meninggalkan saya sendirian?"Dewa mengancingkan jasnya, lalu mengambil tas kerjanya di meja rias. "Saya ada urusan lain yang harus diselesaikan pagi ini. Sampai jumpa besok,
Last Updated: 2026-05-28
Chapter: Bab 32
"Ahhn! D-Dewa... Pelan-pelan... Ini terlalu cepat, nghh!" Selly mulai kelimpungan.Wajah cantiknya yang semula menatap nakal kini berubah panik. Sentakan-sentakan kasar Dewa membuat tubuh montoknya terdorong maju ke depan hingga kepalanya hampir membentur ujung ranjang. Selly mencoba menahan tubuhnya dengan kedua tangan yang mulai gemetar, namun kekuatan Dewa benar-benar mengunci pinggulnya tanpa ampun.Dewa menyeringai lebar melihat penguasa malam itu mulai kewalahan di bawah kendalinya. Ia menjambak rambut merah Selly sedikit lebih kuat agar wanita itu mendongak."Kenapa, Sel? Tadi katanya minta lebih keras? Segini aja udah mau menyerah, huh?" bisik Dewa parau tepat di telinga Selly, sambil terus menghantamnya tanpa jeda."N-nggakh... Kamu... Kamu monster, Dewa! Ahhh! Gila, kuat banget!" jerit Selly melengking.Dua payudara jumbonya yang menggantung ke bawah berguncang hebat dan terhempas berulang kali ke atas kasur beludru. Area intimnya menjepit milik Dewa dengan sangat ketat, me
Last Updated: 2026-05-26
Chapter: Bab 31
"Syarat? Katakan saja, nona. Aku pasti akan memenuhi syarat itu," ucap Dewa percaya diri.Selly mendongak. Matanya menatap tajam mata Dewa, mencoba menahan rasa gugup. Bibir merahnya melengkung tipis."Aku dengar namamu 'Dewa'? Dewa, aku gak tahu apa niat dan tujuan mu mencariku, tapi kamu harus menemaniku malam ini di ruangan pribadi," ucap Selly menantang. Suaranya serak dan berat. "Aku mau lihat kemampuan pria yang punya aura semenakutkan ini."Dewa menyeringai. Ia tidak menjawab dengan kata-kata.Tangan kanan Dewa langsung menyusup ke bawah lipatan lutut Selly, sementara tangan kirinya mencengkeram punggung mulus wanita itu. Dengan satu gerakan kuat, Dewa mengangkat tubuh montok Selly."Kyaa!" Selly memekik pelan. Kedua lengannya reflek mengalung erat di leher Dewa."Tunjukkan di mana kamarnya.""Ah, di sudut ruangan itu," ucap Selly sambil menunjuk ke arah sudut ruangan di sana.Dua payudara jumbo Selly yang tanpa bra langsung menekan dada Dewa, membal padat saat Dewa melangkah l
Last Updated: 2026-05-26
You may also like
Ah! Mantap Mas Ramli
Ah! Mantap Mas Ramli
Male Adult · Miss Luxy
3.1M views
Jatah Malam Untuk Mertua
Jatah Malam Untuk Mertua
Male Adult · WAZA PENA
372.8K views
Gairah Sopir dan Majikan
Gairah Sopir dan Majikan
Male Adult · Irbapiko
363.8K views
Tergoda Pesona Ibu Mertua
Tergoda Pesona Ibu Mertua
Male Adult · Galaxybimasakti
307.0K views
Hasrat Wanita Desa
Hasrat Wanita Desa
Male Adult · Tristar
229.3K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status