共有

Bab 229. Rencana Kepulangan Chantika

last update 最終更新日: 2026-02-12 08:13:49
“Kenapa celana dalam Papah kecil sekali ukurannya, Tante?” tanya Kevin menyelidik.

“Hmm, Tante belinya salah ambil ukuran, Vin, makanya Papah kamu tidak mau pakai, sampai ditaruhnya sembarangan,” jawab Mili beralasan. “Ambil saja celana ini untukmu, Vin,” tambah Mili.

“Nggak usah, Tante, aku nggak pakai model celana dalam seperti itu. Ya udah, Tante, aku ke bawah dulu…”

Setelah Kevin pergi Mili merasa lega, “Untung yang datang Kevin, coba kalau Papah, aku bisa ketahuan,” ungkapnya. Lalu, ia ber
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?   Bab 234. Lari Dari Rumah

    “Kevin…!”“Pak, Kevin Pingsan!”Tubuh kevin tumbang seketika, lalu tertelungkup di atas meja tak sadarkan diri. Seorang gadis yang duduk persis di sampingnya menahan tubuh Kevin agar tidak terjatuh ke lantai. Kemudian orang disekitarnya ikut datang menolong Kevin hingga tercipta kerumunan. “Segera bawa dia ke ruang kesehatan!” sang dosen ikut panik menyuruh beberapa mahasiswa segera menggotong Kevin keluar kelas sehingga menjadi perhatian semua orang. Kabar Kevin pingsan di kelas, akhirnya sampai juga ke telinga Rasya yang juga sedang ada kelas di kampus yang sama. Beberapa menit setelah kejadian, Ia segera menemui sahabatnya itu di ruang UKM. Tampak di sana Kevin sedang terbaring di ranjang pasien, di sisinya ada dua orang mahasiswa anggota UKM yang sedang bertugas merawat mahasiswa yang membutuhkan pertolongan pertama ketika jatuh sakit. “Lo sakit apa, Vin?”Kevin menoleh ke arah Rasya yang baru datang. Matanya terlihat sayu dan wajahnya terlihat tak bermaya.“Gue… tadi buru-bur

  • Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?   Bab 233. Derita Kevin

    Mili bergegas keluar rumah untuk mengantarkan ponsel milik suaminya yang tertinggal di kamar, namun baru saja ia ingin membuka pintu depan…Kreek!Pintu itu lebih dulu terbuka, tampak dibalik pintu muncul lelaki bertubuh tinggi dan berperut buncit…“Papah…?”“Aku kebelet mau ke kamar mandi, Mah…” Gun bergegas masuk ke dalam rumah, kamar mandi yang terdekat, tentu saja kamar tidur Chantika, ia langsung masuk ke dalam kamar itu…“Untung saja Kevin sudah keluar dari kamar itu, kalau tidak pasti ketahuan sama papahnya,” gumam Mili sambil menarik napas lega. Tidak lama kemudian, tampak Kevin keluar dari kamarnya dengan berpakaian rapi dan mengenakan tas di punggungnya. “Kamu mau berangkat kuliah, Vin?” tanya Mili yang masih duduk di ruang tengah menunggu suaminya yang masih di kamar kecil.“I-iya, Tante… soalnya tugas mata kuliah hari ini sangat penting, jadi aku harus mengikutinya,” jelas Kevin membuat keputusan.“Iya baguslah, Vin, kamu harus mengutamakan kuliahmu agar cepat mendapat

  • Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?   Bab 232. Antara Hasrat dan Tugas

    “Kevin, duduklah…” Mili meminta anak tirinya itu duduk di tempat tidur, lalu ia berdiri di hadapannya sambil membuka piyama tidurnya. “Selama ini apa yang paling kamu inginkan dariku, Kevin?” tanya Mili sambil menunjukkan kedua bulatan di dadanya yang terbalut bikini berwarna peach.Kevin tampak ragu menjawab, ia hanya menggigit bibirnya kecil sambil memandang dada Mili yang terlihat besar itu. “Jangan malu-malu, Vin, kamu suka ini kan?” Mili memegang kedua bulatan di dadanya dengan kedua tangannya.. “I-iya, Tante…” Kevin mengangguk dengan suara bergetar.“Kalau begitu peganglah atau mau kamu apakan pun silakan sesuka hatimu, anggap saja ini untuk menutup mulut atas semua yang kamu ketahui.”Kevin terlihat ragu, sementara jantungnya sejak tadi terasa berdebar-debar.“Ayo, Vin, peganglah” Mili mendekatkan dadanya pada Kevin, seperti kucing dapur yang diberi ikan asing, tak mungkin ia menolaknya…Detik berikutnya, jari-jari Kevin yang kurus dan panjang terhipnotis untuk memegang kedu

  • Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?   Bab 231. Jurus Terakhir Mili

    “Pak Rony, ini aku titip pakaian pesanan Kak Chantika, nanti tolong berikan padanya.” ucap Kevin pada sopir pribadi papanya itu sambil memberikan tas berisi pakaian. “Baik, Mas Kevin, nanti akan aku sampaikan titipannya,” balas Rony.“Agar di bandara mudah berkomunikasi, ini aku berikan nomor ponsel Kak Chantika. Nanti aku beritahu kalau Pak Sony yang akan menjemput.” Kevin pun mengirim nomor kontak Chantika lewat pesan pada ponselnya. “Kalau sudah sampai bandara, tolong kabari aku, Pak,” pinta Kevin lalu bergegas kembali ke dalam rumah untuk bersiap-siap pergi ke kampus.Beberapa menit kemudian Mili menemani Pak Gun berangkat ke kantor sampai masuk ke dalam mobil, “Rony, nanti kamu tolong kabari aku kalau sudah selesai dari bandara, biar aku bisa siap-siap,” ucapnya pada Rony yang baru saja menutup pintu untuk Pak Gun.“Baik, Bu, nanti saya jemput Ibu,” balas Rony sambil menundukan badannya pada Mili.“Sssttt… tolong sampaikan salamku buat Firzan ya, tapi jangan di depan Chantika,”

  • Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?   Bab 230. Drama Keluarga di Meja Makan

    Klik! Klik! Klik!Pagi-pagi saat baru bangun tidur, Kevin mendengar beberapa pesan masuk ke dalam ponselnya. Rupanya itu pesan pada obrolan grup kelas yang sejak tengah malam sudah terkirim. Hari ini ada perubahan jadwal kuliah, semua mahasiswa wajib mengikuti presentasi tugas yang sudah seminggu lalu diberikan oleh dosen killer. “Aduh, gimana ini, jam 9 aku harus pergi menjemput kak Chantika di bandara!” gumam Kevin kebingungan sendiri. Tugas kuliah ini sangatlah penting, tidak bisa begitu saja ia abaikan, apalagi soal nilai dosennya tidak bisa diajak kompromi.“Oh, iya, aku minta tolong Pak Rony saja kalau begitu,” putus Kevin di tengah kebingungannya.Kevin pun bergegas keluar dari kamar, lalu berjalan menuju pintu depan untuk menemui Rony di halaman rumah yang sudah memarkir mobil papahnya di sana.“Pagi, Mas Kevin!” sapa Rony yang berdiri di samping mobil sambil sedikit menundukkan badannya.“Pagi juga, Pak. Aku ada perlu mau minta tolong, Pak. Setelah mengantar Papah ke kantor,

  • Jika Istri Majikan dan Anaknya Memaksa, Aku Bisa Apa?   Bab 229. Rencana Kepulangan Chantika

    “Kenapa celana dalam Papah kecil sekali ukurannya, Tante?” tanya Kevin menyelidik.“Hmm, Tante belinya salah ambil ukuran, Vin, makanya Papah kamu tidak mau pakai, sampai ditaruhnya sembarangan,” jawab Mili beralasan. “Ambil saja celana ini untukmu, Vin,” tambah Mili.“Nggak usah, Tante, aku nggak pakai model celana dalam seperti itu. Ya udah, Tante, aku ke bawah dulu…” Setelah Kevin pergi Mili merasa lega, “Untung yang datang Kevin, coba kalau Papah, aku bisa ketahuan,” ungkapnya. Lalu, ia berjalan mendekati lemari menyuruh Rony segera keluar dari persembunyiannya…“Cepatlah keluar Rony, sebelum Pak Gun yang datang,” perintah Mili, lalu Rony dengan tergesa-gesa keluar dari kamar Mili dengan kepala merasa pusing karena hasratnya terhenti di tengah jalan, belum tersalurkan.Rony berjalan perlahan menuruni anak tangga, takut kalau-kalau ada yang melihatnya turun dari lantai 2. Sampai di ruang tengah ternyata keadaan sepi, tidak ada siapa-siapa di dalam rumah yang besar dan mewah itu. La

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status