Share

113.

Author: IamBlueRed
last update Last Updated: 2025-11-22 23:56:58

Lia menghampiri Aji yang sedang asyik bermain handphone di teras rumah. Adiknya itu sedang duduk-duduk di kursi rotan sembari memegang ponsel dan memakai earphone. Sepertinya bermain game. Sore-sore seperti ini asyiknya memang santai-santai di teras rumah. Apalagi jika di depan ada pisang goreng buatan Ibu.

“Lagi ngapain?” tanya Lia kemudian.

Aji menoleh ke arahnya sebentar, nyengir. Kemudian pemuda itu menunjukkan layar hapenya yang tentu saja berisi game. Aji lanjut fokus pada layar di depannya. Mana bisa diganggu jika sedang fokus.

Lia akhirnya ikut duduk di samping Aji, mengecek ponselnya. Ia membuka Instagram, lalu melihat highlight dengan judul my boyfie di akunnya. Ada banyak story Instagram di sana. Dua puluh lebih. Isinya kegiatan Lia Bersama Damian selama dua bulan ini. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana isi akunnya setelah enam bulan ini. Pasti merepotkan sekali menghapus semua foto palsu itu jika kontrak mereka telah usai.

“Mas Damian baik banget, ya, Mba?” tanya Aji tib
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   119.

    Lia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa. Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu? Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu. Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu. Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya. "ARGH KESEL!" Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?" Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yan

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   118.

    Lia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa. Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu? Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu. Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu. Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya. "ARGH KESEL!" Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?" Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yan

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   117.

    Lia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa. Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu? Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu. Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu. Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya. "ARGH KESEL!" Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?" Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yang belum

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   116.

    Lia tidak mengerti, tapi otaknya hanya terisi segala hal tentang Damian dari sejak kemarin siang sampai siangnya lagi. Otaknya tidak bisa berhenti mengingat perkataan lelaki itu, selalu kepikiran entah karena alasan apa.Lia sepertinya lupa Damian itu bajingan. Dia itu berengsek karena pernah menghamili wanita lalu mengaborsi kandungan. Lalu bagaimana bisa Damian mengatai Lia suka pada lekaki itu?Argh tidak mungkin. Lia tidak suka Damian. Ia tidak punya perasaan pada lelaki itu.Tidak mungkin Lia jatuh cinta pada laki-laki berengsek, menyebalkan, dan semena-mena seperti Damian. Itu mustahil dan tidak bisa dipikir oleh akal sehat. Dari sekian juta lelaki, kenapa harus Damian? Lia lebih baik suka pada Haikal daripada lelaki macam setan itu.Sumpah menyukai Haikal lebih baik daripada menyukai lelaki itu. Tapi menyukai Haikal juga sama tidak mungkinnya."ARGH KESEL!"Haikal menatap ngeri Lia di sebelahnya. "Li, lo kerasukan?"Kelas sudah sepi, menyisakan mereka berdua yang belum beranjak

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   115.

    Damian duduk lama di dalam mobil, mesin sudah mati sejak sepuluh menit lalu tapi tangannya masih di setir. Pandangannya kosong menembus kaca depan yang buram karena hujan yang sempat turun. Kepala terasa penuh, seperti ada seratus suara berdebat di dalamnya dan semuanya sama-sama menyebalkan. Rasanya baru kemarin ia berusaha membereskan sisa perasaan tentang Arin. Wanita yang membuatnya hidupnya mengarah tidak jelas beberapa bulan ini, lalu menikah dengan orang lain seolah-olah semua luka yang pernah mereka toreh hanya adegan latihan. Damian pikir setelah itu, hidupnya akan tenang. Atau minimal, tidak secarut-marut ini. Namun, ternyata semesta punya selera humor yang aneh. Baru juga bernapas, Papa tiba-tiba membawa kabar perjodohan yang entah ia rencanakan dengan siapa. Bahkan Mama, yang telah mengandung dan membesarkannya tidak diajak berdiskusi tentang hal itu! Lalu dirinya sendiri, sebagai orang yang menjalani rencana itu, tidak pernah diajak berdiskusi sama sekali. Lebih gila

  • 200 Hari Jadi Pacar Pura-pura Pewaris Tampan   114.

    Damian duduk lama di dalam mobil, mesin sudah mati sejak sepuluh menit lalu tapi tangannya masih di setir. Pandangannya kosong menembus kaca depan yang buram karena hujan yang sempat turun. Kepala terasa penuh, seperti ada seratus suara berdebat di dalamnya dan semuanya sama-sama menyebalkan.Rasanya baru kemarin ia berusaha membereskan sisa perasaan tentang Arin. Wanita yang membuatnya hidupnya mengarah tidak jelas beberapa bulan ini, lalu menikah dengan orang lain seolah-olah semua luka yang pernah mereka toreh hanya adegan latihan. Damian pikir setelah itu, hidupnya akan tenang. Atau minimal, tidak secarut-marut ini.Namun, ternyata semesta punya selera humor yang aneh.Baru juga bernapas, Papa tiba-tiba membawa kabar perjodohan yang entah ia rencanakan dengan siapa. Bahkan Mama, yang telah mengandung dan membesarkannya tidak diajak berdiskusi tentang hal itu! Lalu dirinya sendiri, sebagai orang yang menjalani rencana itu, tidak pernah diajak berdiskusi sama sekali. Lebih gilanya,

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status