Chapter 9: Pertemuan

“Menjengkelkan, dasar gadis kurang ajar. Mentang-mentang cantik, berani sekali dia menolak ajakan kita” ucap Vic bersungut-sungut saat mereka berada di dalam ruang keperluan dansa.

“Kan tadi sudah ku bilang, tidak semua gadis mau bergabung dengan geng kita. Kalian tidak mendengarkan aku” bantah Robbin, tangannya mengambil beberapa sepatu high heels dari rak sepatu.

“Sebenarnya aku tidak keberatan kalau kita menambah anggota lagi. Ini bisa jadi pelajaran untuk kita, lain kali kita lebih sopan saat mengajak anggota baru” ujar Rose pelan.

“Hah, kita sudah berbaik hati mau mengajaknya bergabung dengan kita, Rose. Anak kurang ajar itu saja yang tidak tahu berterima kasih” bantaj Shella.

“Lagi pula aku sudah nyaman hanya kita berempat saja, tidak perlu menambah anggota lagi karena aku yakin mereka tidak akan bertahan dengan perilaku kalian” ujar Robbin.

“Kau ini teman siapa sih?” ujar Vic kesal, Robbin mengangkat bahunya cuek.

“Hahaha, sudah sudah. Ayo kita kembali ke aula,
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status